Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 219 : Dua Sejenis


__ADS_3

Zhou Fan mengedutkan bibirnya, tidak mengirim akan terjadi hal seperti ini. Ia menilai bahwa akan ada pertengkaran hebat yang akan terjadi, tapi keduanya malah saling berpelukan setelah bertabrakan.


Apakah sekarang zaman sudah berubah, tidak lagi menggunakan kekuatan sebagai pemecah permasalahan, pikir Zhou Fan.


Bukan hanya dia yang merasa aneh dengan kedua gadis yang saling mengelus punggung, banyak orang di sana yang menyaksikan dengan wajah kecewa.


Mungkin mereka menginginkan duel seru yang dapat membuat mereka bergairah, menyaksikan pertarungan dua wanita bercadar.


"Hei... Ini tidak sesuai naskah, seharusnya mereka bertarung saling jambak rambut," celetuk pria paruh baya sambil mengusap wajahnya dengan lap yang melingkar di lehernya.


Semua orang mengalihkan perhatian ke arah pria paruh baya tersebut, juga kedua wanita itu juga menempatkan perhatian kepadanya.


Kedua wanita itu saling pandang, lalu serentak mengangguk. Keduanya kemudian berjalan menghampiri pria paruh baya tersebut.


Buagh! Plak!


Xiao LingYun beserta sepupunya, menghajar pria paruh baya itu dengan brutal, bahkan pria paruh baya itu tidak mendapatkan kesempatan untuk menghindar.


"Ampuni saya, nona muda, tuan putri, nyonya!" Segala bentuk pengucapan dia keluarkan, tangannya menyilang di atas kepala, melindungi mustikanya yang mungkin akan menjadi sasaran jika tidak ia halangi.


Huh...


Keduanya mendengus kesal, lalu memalingkan wajah dan kembali ke tempat mereka sebelumnya.


Pria paruh baya yang baru saja dihajar habis habisan, dengan cepat berdiri walau dengan kaki gemetar.


Zhou Fan yang melihat kedua wanita semakin mendekat ke arahnya bergidik ngeri, ekor matanya melirik Zhou Jim. "Kau jangan macam macam, dengan spesies yang satu ini."


Auk~


Zhou Jim melolong dengan dengan suara tercekik.


"Ayo ikut kami!" Xiao LingYun tanpa berhenti langsung berjalan melewati Zhou Fan, bahkan dengan seenaknya menyuruh pemuda itu layaknya pengawal bayaran.


Baru saja Zhou Fan hendak mengeluarkan protesnya, kedua gadis bercadar itu sudah melenggang pergi dengan langkah cepat.


"Aku bukan pengawalnya yang harus mengikutinya," keluh Zhou Fan dalam hati, tapi kakinya tetap berjalan mengikuti kedua gadis bercadar.


Sepergian ketiga orang, pria paruh baya menghirup kuat aroma pakaiannya, dia tiba tiba tertawa kencang, membuat dirinya sekali lagi menjadi pusat perhatian.


"Bahkan setelah mereka pergi harum semerbaknya seolah menempel pada pakaianku," ucap pria paruh baya yang terlihat seperti mendapatkan barang berharga.


Beberapa orang mulai mendekat ke arah pria paruh baya, perlahan endusan demi endusan mereka keluarkan.


Orang di sekeliling pria paruh baya kemudian saling melirik memancarkan aura perselisihan.

__ADS_1


Bruk...


Srak... Srak...


Semua orang menerjang pria paruh baya dan merobek paksa pakaiannya, bahkan hingga menyisakan kain tipis membalut area terlarangnya.


"Aku mendapatkannya!"


"Aromanya sungguh membuat orang terbang melayang."


"Aku akan menyimpan sebagai pengharum ruangan."


Satu persatu orang yang menimpa pria paruh baya pergi dengan sepotong kain yang berasal dari pakaian pria paruh baya.


Semua orang meninggalkan pria paruh baya dalam kondisi tragis, dia hanya mengenakan kedua tangan untuk menutupi senjatanya.


"Sialan! Kembalikan pakaianku!" raung marah pria paruh baya, dia bahkan berdiri tanpa peduli lagi pusakanya menonjol memperlihatkan jati dirinya.


...


"Sepupu LingYun, siapa dia?" Xiao Feiyu melirik Zhou Fan sambil mendekatkan bibirnya di telinga sepupunya.


Xiao LingYun mengikuti arah kemana lirikan Xiao Feiyu, kemudian menatap sepupunya. "Dia adalah pengawalku."


"Tapi dia tidak terlihat seperti seorang pengawal," ucap Xiao Feiyu masih dengan suara berbisik.


Xiao LingYun pun menarik sepupunya untuk masuk ke sebuah kedai, tidak lupa dia memanggil Zhou Fan agar mengikuti mereka.


Sebenarnya Zhou Fan enggan mengikuti kemana kedua gadis itu melangkah, tapi entah kenapa kakinya malah spontan bergerak mengikuti mereka.


Ketiganya kemudian duduk di salah satu meja, tapi saat Zhou Fan baru saja duduk Xiao Feiyu menatapnya dengan pandangan tidak suka.


"Seorang bawahan tidak pantas untuk duduk bersama majikan." Xiao Feiyu mengatakan sambil melirik Zhou Fan.


Zhou Fan menaikkan sebelah alisnya, tak paham akan maksud perkataan gadis di sampingnya.


"Sepupu LingYun, apakah pengawalmu selalu seperti ini? Kau harusnya lebih tegas kepadanya agar dia menjadi pengawal yang bisa diandalkan." Sekali lagi Xiao Feiyu melontarkan perkataan yang terbilang pedas.


Zhou Fan tidak menanggapi pernyataan Xiao Feiyu, dia menatap Xiao LingYun yang berada di sisi lain dirinya.


Xiao LingYun bukan menjawab malah tersenyum, membuat Zhou Fan sedikit kesal.


Ketiganya yang duduk memutar, membuat posisi Zhou Fan berada diantara kedua gadis bercadar tersebut.


"Pengawal seharusnya berdiri saat majikannya sedang menyantap makanan." Xiao Feiyu kembali mengeluarkan perkataan yang cukup sengit.

__ADS_1


Dret...


Zhou Fan berdiri, membuat kursi yang dia duduki mundur beberapa inci, Zhou Fan pun keluar tanpa peduli lagi kedua gadis bercadar.


Zhou Jim tentu mengikuti Zhou Fan, dia berlari dengan kaki kecilnya, walau hanya sepanjang satu jengkal tangan orang dewasa, kaki serigala itu dapat berlari sangat cepat.


Xiao LingYun berdiri melihat Zhou Fan pergi, tapi tangannya di tahan oleh Xiao Feiyu. "Kau mau kemana, sepupu LingYun?"


Xiao LingYun menatap punggung Zhou Fan yang sekarang sudah sepenuhnya lenyap, dia pun melepas tangan Xiao Feiyu yang mengikat tangannya dan berlari menyusul Zhou Fan.


..


Di luar kedai, Zhou Fan terus berjalan. Wajahnya menampakkan kebahagiaan tersendiri, ia merasa akan terbebas dari Xiao LingYun.


"Apakah kau marah?"


Tiba tiba terdengar suara tak asing di sampingnya, dia pun menoleh dan benar saja, sekarang gadis itu berjalan tepat di samping kanannya.


"Tidak," jawab Zhou Fan singkat, memang itu kenyataannya, dia tidak marah, buat apa marah terhadap suatu hal yang tidak begitu penting.


"Ayolah.. Kau jangan marah, aku hanya bercanda." Xiao LingYun mengatakan dengan nada memohon.


"Aku tidak marah," jawab Zhou Fan sekali lagi. "Aku rasa kau telah bertemu dengan kerabatmu, dan berarti kau tidak perlu lagi khawatir akan keselamatanmu."


Cih...


"Kau sungguh tidak seru, baru begitu saja sudah merajuk ... Baiklah, akan aku perkenalkan dengan benar." Xiao LingYun menoleh ke belakang dan kebetulan sepupunya berjalan mendekatinya.


"Sebenarnya apa isi kepalanya? Aku sudah mengatakan tidak, kenapa dia tetap bersikukuh." Diam diam Zhou Fan mengumpati gadis keras kepala di sampingnya.


"Sepupu Feiyu, ini adalah temanku...," ujar Xiao LingYun kepada Xiao Feiyu yang baru saja mendekat.


Xiao Feiyu mengerutkan keningnya, dia menatap sepupunya seolah meminta penjelasan.


Xiao LingYun akhirnya menjelaskan beberapa hal mengenai Zhou Fan, tapi tidak begitu detail.


"Oh.." Satu kata yang terucap di mulut Xiao Feiyu.


Bahkan gadis itu tidak mengatakan permintaan maaf kepada Zhou Fan, sementara Zhou Fan menampakkan wajah acuh tak acuh.


"Seorang pria tidak seharusnya bersikap layaknya seorang wanita, merajuk hanya karena beberapa perkataan." Xiao Feiyu mengatakan perkataan yang sekali lagi cukup menusuk, entah mengapa kalimat yang keluar darinya tidak ada yang bagus untuk Zhou Fan.


Zhou Fan mendengus dalam hati, dia menatap bergantian dua wanita yang terlihat mirip di hadapannya.


"Kepala batu, lidah tajam!"

__ADS_1


__ADS_2