Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 198 : Anggrek Hitam


__ADS_3

Tak pernah mengira di dalam bangunan istana bulan tersembunyi colloseum yang begitu megah juga besar, bahkan jika dihitung mungkin terdapat ribuan orang yang ada di sini bersiap mengikuti lelang.


Zhou Fan mencari tempat duduk yang sekiranya kosong, dia tak begitu peduli dengan banyaknya mata memandang, memang sangat jarang peserta lelang istana bulan yang membawa seekor beast, karena lelang istana bulan tidak dapat dihadiri oleh sembarangan orang.


Begitu Zhou Fan duduk, Zhou Jim melompat duduk dipangkuan Zhou Fan, dia melingkar tubuhnya layaknya sebuah bantal.


Tak lama seorang wanita muda nan cantik menaiki panggung dengan anggunnya, dengan pakaian biru lautnya dia mulai menyapa semua orang yang hadir.


Wanita muda itu menyebutkan dirinya sebagai pemandu lelang, dia tak menyebutkan namanya, karena dia tahu itu termasuk kebijakan istana bulan.


Pemandu wanita itu mulai menjelaskan peraturan peraturan yang berlaku, dia menekankan jika terdapat oknum yang berbuat kerusuhan maka akan di tindak tegas.


Saat mengatakan tindak tegas, wanita itu mengarahkan tangannya ke sebuah ruangan, dan seketika terpancar aura yang sanggup membuat semua orang kehabisan nafas.


Namun, itu hanya berselang beberapa detik dan udara dapat dihirup dengan normal.


Zhou Fan yang berada di tingkat petarung bintang enam juga merasakan dampak, meskipun tidak terlalu buruk baginya dibandingkan dengan orang disekitarnya.


"Itu pasti adalah aura dari Penatua Zeon, karena hanya dia yang sanggup melakukan itu di cabang istana bulan yang ada di kota ini." Seorang pria paruh baya berkata pada temannya.


"Penatua Zeon berada di tingkat petarung raja bintang sembilan, tentu siapa lagi jika bukan dia?" ujar yang lain.


"Ternyata ini hanya sekedar cabang," gumam Zhou Fan sambil mengangguk kepala ringan.


Jika cabangnya saja sudah sedemikian megah, bagaimana dengan pusatnya, pasti lebih memukau. Pikir Zhou Fan.


"Ini adalah pill kultivasi tingkat lima, meskipun bagi tingkat petarung raja sudah tidak terlalu berdampak, setidaknya pill ini dapat berguna bagi tingkat petarung grand master ... "


"Lelang dibuka dengan harga, lima belas ribu koin emas untuk setiap butir, dan di dalam botol terdapat tiga, maka harga awalnya adalah.... Empat puluh lima ribu koin emas!"


Pemandu lelang mulai mengangkat tangannya, dan menunggu tawaran dari semua orang.


"Empat puluh enam ribu koin emas!"


"Empat puluh enam ribu lima ratus koin emas!"


Tak ada batas minimal dalam kebaikan memudahkan semua orang untuk menawar, bahkan jika menambah satu koin emas, itu sudah termasuk menawar.


Padahal masih lelang barang pertama, tapi semua orang tidak dapat menahan gejolak pill kultivasi tingkat kelima.

__ADS_1


Zhou Fan hanya diam menyaksikan, dia penasaran sampai kisaran berapa pill kultivasi tingkat kelima akan ditawar.


Ternyata pill kultivasi tingkat kelima menginjak angka seratus ribu koin emas, cukup menggiurkan bagi seorang yang berasal dari Kekaisaran Wei.


Zhou Fan berpikir, jika pill kultivasi tingkat kelima saja sekitar tiga puluh ribu per butir bukankah harga pill kultivasi tingkat ketujuh puluhan juta.


Memikirkan hal ini Zhou Fan hampir gila, andai dia kalah taruhan dengan Sutta Sing, dia akan kehilangan puluhan juta koin emas hanya untuk mendapatkan satu juta koin emas.


Lelang terus berlanjut, tapi belum juga ada barang yang dapat menarik perhatian Zhou Fan.


Saat barang ke-sepuluh keluar, peserta lelang mulai tak karuan, teriakan serta seruan terdengar bersahutan.


"Itu adalah senjata rank legend, belati raja api!"


"Konon katanya, belati raja api ditemukan oleh seorang pertama di sebuah bukit di perbatasan Kekaisaran Shi, sayangnya dia merupakan pengguna pedang, dan belati ini tak berguna baginya, dia akhirnya memutuskan untuk melelangnya di sini."


"Senjata rank legend sudah termasuk senjata langka di kota ini, bahkan dapat dihitung dengan jari yang memilikinya."


Zhou Fan menarik sudut bibirnya, dia teringat Qing Yuwei yang menjadikan belati sebagai teman bertarungnya.


"Harga pembuka belati raja api adalah.. Lima puluh ribu koin emas!" ucap pemandu lelang dengan suara lantang.


"Aku pengguna belati, aku harus memilikinya!"


"Lima puluh satu ribu koin emas!"


"Lima puluh satu ribu seratus koin emas!"


"Terlalu lambat," gumam Zhou Fan dari tempat duduknya, lalu kembali berkata sambil mengangkat tangan kanannya. "Enam puluh ribu koin emas!"


"Enam puluh satu ribu koin emas!" ucap orang yang juga menginginkan belati raja api.


"Tujuh puluh ribu koin emas!" ucap Zhou Fan tanpa berpikir.


Beberapa orang mulai memandang ke tempat Zhou Fan, khususnya yang berada di sekitar Zhou Fan.


Karena tak ada lagi yang menaikkan harga, belati raja api pun menjadi milik Zhou Fan.


Setelah terdengar ketukan palu, seorang pria barpakaian hitam melompat ke tempat Zhou Fan.

__ADS_1


"Ini tuan," ucapnya dengan menyodorkan peti kecil berisikan belati raja api.


Zhou Fan menerima peti itu, lalu mengeluarkan sejumlah koin emas yang dia lontarkan.


Acara berlanjut, sampai barang ke dua puluh, Zhou Fan masih bertahan dengan hanya belati raja api di tangannya, dia belum mendapatkan barang lain, atau lebih tepat belum ada yang dia inginkan.


Saat Zhou Fan sudah mulai bosan, sebuah nama barang lelang membuat matanya terbuka lebar.


"Anggrek hitam?" Zhou Fan langsung memandang ke atas panggung, di sana terdapat peti sejenis peti yang membungkus belati raja api, tapi agak kecil.


Setangkai bunga anggrek hitam berdiri di tengah peti terbuka, memancarkan keharuman khas yang sungguh menggoda.


Semua orang tak ada yang terhipnotis dengan aromanya, tapi bagi seorang alkemis, bunga anggrek hitam merupakan material langka, karena dapat dijadikan pengganti segala macam bahan.


"Aku harus mendapatkannya!" tekad Zhou Fan.


Zhou Fan menengadahkan kepala, memandang kerumunan orang di atasnya yang juga tengah memperebutkan anggrek hitam.


Namun, bukan karena mengetahui kegunaannya, melainkan karena aromanya yang begitu harum.


Sayup-sayup Zhou Fan mendengar, bahwa mereka ingin mendapatkan bunga anggrek hitam untuk dijadikan pajangan ruangan keluarga.


Mungkin mereka berpikir harga bunga tersebut tidaklah terlalu mahal, mereka tidak akan pernah mengira harga bunga anggrek hitam setara tiga buah senjata rank legend.


Zhou Fan diam diam menertawakan kekonyolan para orang awam tersebut, sangat wajar jika tidak banyak yang mengetahuinya. Namun, seorang alkemis berpengalaman pasti mengetahui manfaatnya.


"Dari penampilannya saja kalian pasti mengetahui namanya, di depan kalian ini adalah bunga anggrek hitam ... Harga awalnya adalah dua ratus ribu koin emas!"


Seketika semua orang membelalakkan mata, tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Apakah kalian bercanda, hanya sekuntum bunga anggrek kalian patok dengan harga selangit? Bahkan lebih mahal dari senjata rank legend"


"Cih... Buang buang koin emas, lebih baik kusimpan buat barang selanjutnya!"


Pemandu wanita sebenarnya juga bingung, kenapa harga anggrek hitam bisa semahal itu, dia hanya mengikuti apa yang tertulis dalam catatan di tangannya.


Pemandu itu terus mengumbar senyum canggung, dia berharap ada yang menawar bunga seharga tiga senjata rank legend.


Colloseum semakin sepi, tak ada diantara mereka yang mengenali material berharga di tengah sana. Zhou Fan tersenyum lebar, dengan begitu tidak akan ada yang menghalanginya untuk mendapatkan bunga anggrek hitam.

__ADS_1


"Sepertinya ruang keluargaku akan semakin semerbak, aku mengambilnya!"


Zhou Fan sengaja mengatakan dengan suara lantang, dia ingin semua orang mengira dia menginginkan bunga anggrek hitam karena aromanya.


__ADS_2