
Wei Guanlin yang merupakan bagian dari sekte pedang suci juga mengikuti suryasena, selain karena terdapat harta berharga di dalamnya, juga akan mendapat pengalaman di dalam area makam kuno.
Dia bersama dengan kakak seniornya dan juga seorang murid lainnya pergi ke Kota Kapur Putih untuk mengikuti suryasena.
Saat ini mereka bertiga saling bahu membahu mengalahkan beast lebah, segala upaya mereka kerahkan.
Sementara itu di sisi lain, tepatnya tempat Zhou Fan berada......
"Fan, apakah kau yakin ini adalah jalan yang tepat. Kita sudah berjalan sangat jauh, tapi belum terlihat tanda tanda kita akan keluar dari sini." Qing Yuwei mengeluhkan keluhannya.
"Aku juga tak begitu mengerti, tapi apakah kau melihat jalan lain? Hanya ada satu jalur dalam gua ini, mungkin sebentar lagi kita akan sampai di ujung gua." Zhou Fan mengatakan dengan nada rendah.
Qing Yuwei mengerucutkan bibirnya, dia kesal dengan Zhou Fan.
"Huh, dia sungguh tidak peka!" Gerutunya dalam hati.
Namun, tiba tiba Zhou Fan berjongkok di hadapan Qing Yuwei, tindakan pemuda itu membuat kekasihnya menaikkan kedua alis.
"Apa yang kau lakukan, Fan?!" Tanya Qing Yuwei.
"Naiklah!" Suruh Zhou Fan tanpa menjawab pertanyaan Qing yuwei.
Qing Yuwei dengan cepat naik ke atas punggung Zhou Fan.
"Ternyata dia sungguh perhatian kepadaku!" Qing yuwei berkata dalam hatinya, sekarang hatinya tengah berbunga bunga.
Tak lama, nampak secercah cahaya dari arah depannya.
"Aku rasa, kita akan segera keluar dari gua ini." Zhou Fan mempercepat langkahnya, sambil menggendong Qing Yuwei di punggungnya pemuda itu melesat dengan cepat ke arah cahaya.
Qing Yuwei sudah terlelap dalam kenyamanan, entah sejak kapan gadis itu tertidur. Terlihat senyuman menyertai tidurnya, membuat dia terlihat semakin cantik.
Andai Zhou fan melihat wajah imut kekasihnya yang lagi tertidur, mungkin ia tidak akan sanggup untuk tidak 'melakukannya'.
"Akhirnya keluar juga." Zhou Fan berseru kala melihat langit berwarna hitam kemerahan.
Eh! Zhou Fan baru menyadari gadis di punggungnya telah terlelap dengan sempurna, bahkan teriakan tak membuatnya terbangun dari tidurnya.
Zhou Fan menurunkan Qing Yuwei, kemudian sempat berpikir akan membangunkannya, namun setelah melihat wajah lelahnya membuat Zhou Fan mengurungkan niatnya.
Sebaiknya aku memanggang daging untuk mengisi perut kami, pikir Zhou Fan.
Zhou Fan tidak mengeluarkan daging beast yang ia miliki dalam cincin penyimpanannya, dia ingin mencari beast tingkat 1 disekitar nya.
Zhou Fan berpikir daging beast tingkat 1 lebih nikmat dari pada beast tingkat di atasnya, dia akan memberikan pelayanan terbaiknya untuk Qing Yuwei, mengingat gadis itu kelelahan juga karena ulahnya.
Beberapa saat kemudian Zhou Fan sudah membawa dua potong daging beast kelinci yang sudah matang dengan ditusuk dua batang kayu di tangannya.
"Wei'er! Bangunlah, kau harus mengisi tenagamu," Ucap Zhou Fan meletakkan satu tusukan daging itu di samping tempat Qing Yuwei berbaring.
__ADS_1
"Emh..." Qing Yuwei menggeliat, kemudian duduk sambil mengucek matanya.
"Eh.... Fan?" Qing yuwei mengingat dengan jelas bahwa ia tadi berada dalam gendongan pemuda di hadapannya.
"Kau tertidur dalam gendonganku, bukan salahmu juga, karena pungungku memanglah sangat nyaman," Celetuk Zhou fan yakin.
"..."
Qing yuwei menatap datar Zhou Fan. Namun dia juga mengakui, bahwa ia merasakan kenyamanan yang pemuda itu katakan.
"Makanlah! Aku sudah sangat berjuang, membuatkanmu daging panggang." Zhou Fan mengambil tusukan daging dan menyerahkannya kepada Qing Yuwei.
.
.
.
"Sepertinya, rumor yang mengatakan dunia ini adalah dunia yang mengerikan merupakan kebohongan." Qing Yuwei berkata pelan, sembari melirik kekasihnya.
Sejauh mata memandang, dia hanya melihat banyaknya tanaman herbal, meskipun bukan termasuk herbal langka, dia tetap mengantongkannya.
Tidak ada beast tingkat 3 apalagi tingkat 4, hanya ada beberapa beast tingkat 1 dan 2 semenjak ia keluar dari gua.
"Tapi aku merasa ada yang aneh, tidak mungkin tidak terdapat seekor beast tingkat tinggi. Bagaimanapun, hutan memerlukan raja." Zhou Fan memangku dagunya, seolah tengah berpikir keras.
Grduk grduk....
Gemeruduk langkah gerombolan beast terdengar oleh Zhou Fan datang dari satu arah. Namun suaranya masih terdengar samar, membuat Qing yuwei tidak mendengar apa yang Zhou Fan dengar.
Zhou Fan merentangkan tangan kanannya, memaksa Qing Yuwei berhenti.
"Berhenti!"
"Apa yang terjadi, Fan?" Qing Yuwei bertanya dengan wajah memandang kekasihnya.
"Aku mendenar suara langkah kaki. Dan itu tidak sedikit," Terang Zhou Fan dengan kening mengerut.
Qing Yuwei seketika memusatkan pendengarannya, tapi tidak ada yang dapat dia dengar selain suara beast tingkat rendah disekitarnya.
"Kau mungkin belum bisa mendengarnya, tapi beberapa saat lagi mungkin kau akan mendengarnya," Ucap Zhou Fan misterius.
"Aku rasa kau tak pernah ingin mendengarnya, suaranya begitu menggema, menandakan begitu banyaknya beast yang terdapat dalam kawanan itu," Tambahnya.
Apakah seserius ini? Qing Yuwei terdiam sambil mencerna apa yang akan terjadi.
"Kalau begitu, kita harus meninggalkan tempat ini secepat mungkin." Qing Yuwei menarik tangan Zhou Fan, sedangkan pemuda itu diam tak bergeming.
"Tenanglah Wei'er. Selama kau di sisiku kau akan aman." Sekali lagi Zhou Fan berkata dengan percaya diri.
__ADS_1
"Tapi..." Sebelum Qing Yuwei menyelesaikan kalimatnya, jari Zhou fan menempel pada bibir gadis itu.
Shust....
"Percayalah Wei'er, percayalah aku sanggup menanggung akibatnya," Ucap Zhou Fan yang berusaha menenangkan Qing Yuwei.
"Selain itu, aku merasa hal ini tidak semudah yang terlihat."
"Maksudmu!" Qing Yuwei sedikit meninggikan suaranya. Dia mendapatkan sedikit gambaran.
"Ya! tepat seperti itu, aku merasa ini ada hubungannya dengan suatu barang berharga." Zhou Fan berkata dengan sangat bijak, tangannya bergerak mengelus dagu, dia terlihat layaknya seorang penasihat.
"Apakah kau berniat mendapatkan barang berharga itu, jika memang benar benar ada?" Tanya Qing Yuwei sedikit cemas.
Melihat Zhou Fan mengangguk, Qing Yuwei tak dapat lagi menahan rasa cemasnya. "Tapi akan terdapat banyak sekali ancaman yang akan mengancam keselamatanmu, kau lengah sedikit saja akan dipastikan tidak akan selamat."
"Hei, apakah kau berharap menjadi janda bahkan sebelum menikah." Zhou Fan berusaha mengalihkan perhatian Qing Yuwei.
"Bukan seperti itu, hanya saja aku akan bersamamu bahkan jika harus kehilangan nyawa sekalipun." Qing Yuwei mengepalkan tangannya di depan dada.
"Tidak perlu mengatakan aneh aneh, jika tidak ada beast tingkat lima, aku masih bisa melarikan diri bersama denganmu." Ucapan Zhou Fan seolah angin segar yang menerpa Qing Yuwei.
Entah yang di katakan Zhou Fan itu merupakan kebenaran atau bualan, Qing Yuwei sedikit memiliki keyakinan atas Zhou Fan.
Tak lama kemudian...,
Tak tak tak...
Suara langkah kaki itu semakin terdengar semakin jelas, bahkan Qing Yuwei dapat membayangkan banyaknya kawanan beast yang tengah berlari.
Meskipun belum melihatnya secara langsung, dia dapat memperkirakan jumlahnya dari hanya mendengarkan suara langkah kakinya.
Qing Yuwei menoleh ke arah Zhou Fan dengan wajah pucat pasi.
Sekarang terlihat jelas dari tempat keduanya berada, belasan beast badak bercula.
Mereka bergerak dengan kecepatan sedang, namun tiba tiba mereka berbelok arah, kemudian mengarah ke sebuah kolam yang berada tak jauh dari tempat Zhou Fan dan Qing Yuwei berada.
Dari belasan beast badak bercula itu, terdapat beberapa yang termasuk beast tingkat 4, sedangkan lainnya adalah beaat tingkat 3.
Tak tak tak...
Suara langkah kaki kembali terdengar, tak lama berselang kawanan beast lainnya juga ikut berkumpul di kolam. Singa ekor api, Serigala taring panjang dan ada juga beast yang datang tanpa kawanannya.
Zhou Fan memandang kerumunan beast tersebut, terlihat jelas pemuda itu tengah berpikir, kedua alisnya sedikit menyatu, manik matanya terus bergerak, mencari sesuatu yang sekiranya dapat dijadikan petunjuk olehnya.
Tak mendapatkan apapun, dia mengusap dagunya, masih dengan pandangan terarah ke kumpulan beast dia bergumam.
"Kenapa semua beast berkumpul di kolam?"
__ADS_1