Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 106 : Pertunangan


__ADS_3

Suasana Klan Qing yang biasanya masih terlihat tenang, menjadi agak ramai.


Malam nanti akan menjadi malam istimewa bagi Qing Yuwei serta Zhou Fan, karena kedua insang itu akan mengadakan pertunangannya malam nanti.


Awalnya Zhou Fan masih belum berniat melakukannya, tapi karena dorongan semua orang termasuk Patriark Qing dan Tetua Qing Si, akhirnya dia hanya bisa pasrah.


Zhou Fan menolak bukan tanpa alasan, dia merasa belum cukup kuat dan dia akan berpetualang, dia tidak ingin mendatangkan bahaya untuk orang terkasihnya.


Tapi karena Qing Yuwei bersedia menantinya kembali, dia juga tidak keberatan.


Malam yang ditunggu akhirnya tiba...


Dengan didampingi Patriark Qing sebagai pendamping mewakili ayahnya, Zhou Fan mengucapkan janji pertunangan dengan mantap.


Langit dan bumi menjadi saksi, janji untuk selalu bersama.


Qing Yuwei yang berdiri disamping ayahnya memasang raut wajah bahagia, melihat kekasihnya mengucapkan janji pertunangan dengan lantang membuat hatinya berdegup kencang.


Perayaan berlanjut hingga tengah malam, mereka menghabiskan malam dengan saling berbincang.


Dengan ditemani arak sebagai pelengkap, para pria mabuk sepuasnya untuk memeriahkan acara.


Sedangkan untuk para wanita sudah kembali ke kediaman masing masing setelah melihat bulan sudah bersinar terang, menandakan waktu tengah malam telah datang.


"Hei bocah, kau sungguh kuat minum?" Qing Si yang sudah mulai mabuk mengejek Zhou Fan.


"Pak tua, kau harus lihat de..dengan jelas, gelasku su..sudah banyak sekali yang ko..kosong." Zhou Fan menunjuk gelas yang dalam pandangannya lebih dari puluhan.


Racauan racauan tak jelas bersahutan mengisi gelapnya malam.


Mereka semua yang terdiri dari belasan orang, sudah tepar karena terlalu banyak minum arak.


Ada yang tergeletak di lantai, tertidur sambil membawa gelas dan masih banyak lagi.


Zhou Fan yang masih dalam keadaan setengah sadar berjalan masuk ke kedaiaman tetua Qing Si.


Zhou Fan masuk seperti memasuki rumah sendiri.


Zhou Fan terjatuh di sebuah kursi panjang di dekat ruang tamu dan dia berbaring di sana kurang lebih beberapa menit, sebelum sebuah aroma khas masuk ke lubang hidungnya.


Zhou Fan berdiri, tapi mata pemuda itu masih terlihat begitu berat. Zhou Fan berjalan sempoyongan mengikuti panduan aroma melati yang entah dari mana.


Sampai di sebuah pintu, aroma itu mulai menguat.


Tok tok tok....


Zhou Fan mengetuk pintu, pemuda itu tak lagi dapat berdiri dengan tegap, badannya menyender pada pintu yang dikutuknya.


Tak lama terdengar pintu terbuka.


Kriekkk.... Bukk!


Zhou Fan terjatuh ke dalam pelukan gadis yang membuka pintu tersebut.


"Fan!" panggil gadis itu khawatir.


Tapi aroma arak dari mulut Zhou Fan membuat gadis itu paham apa yang terjadi pada tunangannya.

__ADS_1


Qing Yuwei mengangkat tubuh Zhou Fan ke atas ranjangnya, meskipun penuh perjuangan dia tetap melakukannya dengan wajah penuh senyum.


"Dasar, si mesum ini." Qing Yuwei mengelengkan kepala.


Setelah menutup pintu kembali dia ikut naik ke atas ranjang dan berbaring disebelah pemuda yang sudah terlelap dalam tidurnya.


***


Pagi hari....


"Wei'er!"


Tok tok tok....


Qing Si mengetuk pintu kamar anaknya.


Tak lama sang pemilik kamar keluar dengan wajah bingung.


"Kau kenapa ayah?" Tanya Qing Yuwei.


"Tidak. Hanya saja apakah kau melihat tunanganmu, aku tak melihatnya sejak terbangun di luar halaman." Jelas Qing Si.


"Kami semalam minum sepuasnya, sampai mabuk pada akhirnya, tapi aku tak melihatnya saat aku bangun. Apakah kau melihatnya?" Tanya Qing Si.


"Oh.... Fan? dia ada di dalam."


Derr....


Qing Si terdiam seketika, begitu terkejut mendengar ucapan anaknya.


"Apakah mereka melakukannya? Bocah brengsek itu benar-benar keterlaluan, dia mengambil kesempatan dalam kesempitan." Kesal Qing Si dalam hati.


Qing Si masuk kamar anaknya tanpa permisi.


Sekarang dapat dilihatnya dengan jelas, wajah pemuda yang tengah tertidur dengan santai.


"Bangun kau bocah!" Qing Si membangunkan dengan suara sedikit keras.


Tak ada balasan ataupun gerakan dari pemuda itu.


Heh, Qing Si tersenyum menyeringai.


Shet... Brukk.... Aduh!


Qing Si menarik kaki Zhou Fan yang membuat pemuda itu terjatuh dan terbangun seketika.


"Sial!!" Umpat Zhou Fan dengan keras.


Zhou Fan bangun dari jatuhnya dan mencari sang biang keladi.


"Siapa yang...," Ucapannya terpotong saat melihat raut menakutkan seorang ayah yang menangkap pelaku pelecehan terhadap putrinya.


"... Eh ayah mertua...," Zhou Fan menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.


Tanpa banyak berkata Qing Si mengapit kepala Zhou Fan dengan lengannya kemudian memaksanya keluar kamar putrinya.


Qing Yuwei hanya mengekor sambil sesekali menahan tawa dari kelakuan sepasang pria itu.

__ADS_1


Sampainya di ruang tamu Qing Si melepas Zhou Fan dan langsung mengintrogasinya.


"Apa yang kau lakukan di kamar Wei'er?!" Tanya Qing Si galak.


"Apa lagi, dia juga tidak keberatan...," Jawab Zhou Fan santai seraya mengedikkan bahunya yang membuat Qing Si semakin salah paham.


"Apa!!" Teriak Qing Si.


Sementara Zhou Fan terkejut dengan reaksi Qing Si, apakah harus sebegitu heboh, apa salahnya beristirahat di kamar tunangannya, pikir Zhou Fan.


"Kau melakukannya?" tanya Qing Si tak percaya.


Qing Si masih berpikir Zhou fan menggauli putrinya kemarin malam.


"Ya, lagi pula lebih enak kalau berdua, kan?" Seru Zhou Fan masih dengan wajah bingung.


"Kau!" Qing Si menunjuk Zhou Fan dengan marah.


"Kau telah melakukannya?" Qing Si kembali bertanya.


"Sebenarnya kau kenapa pak tua, dari tadi kau melakukannya? kau melakukannya?" Zhou Fan meniru gaya bicara Qing Si.


"Bocah, kau tak sopan pada orang tua. Dan kau telah mmm...," Qing Si bingung menjelaskannya, dia hanya menggerakkan kedua tangannya yang saling bertautan.


Oh.. Zhou Fan mulai berpikir selaras dengan Qing Si. Tapi dia seakan enggan untuk mengerti, dia sengaja pura pura tak mengerti.


"Tak sopan pada orang tua apanya, jelas jelas aku mengatakan 'pak tua', apa sekarang berbicara jujur merupakan perilaku tak sopan?!" Ujar Zhou Fan dengan seringai tipis menghiasi bibirnya.


"Dan apa maksud kedua tanganmu?" Tanya Zhou Fan menunjuk kedua tangan Qing Si yang jari telunjuknya saling bertautan.


Ugh... Hantaman keras didapatkan Qing Si, menantunya ini benar benar kurang ajar, pikirnya.


"Wei'er apakah brengsek ini memaksamu?" pertanyaan Qing Si yang tiba tiba membuat Qing Yuwei tak bisa menanggapinya dengan cepat.


"Aa... mmm...," Qing Yuwei bingung hendak mengatakan apa.


"Apakah kau keberatan jika kami melakukannya, ayah mertua?" Zhou Fan berkata sambil mengedipkan matanya ke Qing Yuwei, tapi gadis itu masih tidak paham akan topik yang dibicarakan kedua pria di hadapannya.


"Ya ayah kami melakukannya, lagi pula kami sudah bertunangan, jadi tak masalah untuk tidur seranjang," Seru Qing Yuwei.


Eh...


Mendengar pengakuan Qing Yuwei, Qing Si dengan cepat menoleh ke Zhou Fan, sedangkan pemuda itu hanya memasang wajah tak berdosa.


Cih! Bocah sial!


Qing Si semakin kesal melihat wajah tak berdosanya, kemudian dia kembali berpikir. "Meskipun 'melakukannya', bukan masalah juga, mereka sudah bertunangan. Huh... Semua ini karena bocah sial ini..."


"Apa yang kau pikirkan ayah mertua?" Zhou Fan bertanya sambil terkekeh.


Hng!


Qing Si beranjak dari tempatnya berdiri, ia pergi dengan wajah menahan kesal.


Hahaha....


Zhou Fan tertawa lepas setelah kepergian Qing Si, dan membuat Qing Yuwei terheran dengan kelakuan kedua pria tersebut.

__ADS_1


"Dasar pak tua..." Zhou Fan mengeleng, kemudian membatin.


"Padahal aku sudah melakukannya."


__ADS_2