Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 308 : Sebuah Tekad (End)


__ADS_3

Qing Si mendekati tubuh putrinya, dia menatap sedu ke bawah. Dia tak sanggup menatap wajah Qing Yuwei.


"Ayah -- "


"Apa?!" Qing Si membentak marah, dia sudah tidak bisa berpikir. Wajahnya benar benar suram, tidak ada lagi harapan.


"Kau berkata akan menjaganya, tapi sekarang apa yang bisa kau lakukan?" Qing Si sudah diliputi keputusasaan.


Bersamaan dengan itu semua yang berada di luar masuk ke dalam. Zhou Qian melihat putranya di marahi langsung memasang badan.


"Tetua Qing, tenanglah." Zhou Qian mencoba memisahkan, sementara Zhou Fan hanya diam.


"Wei'er juga tidak meninggalkan kita, meski dia tidak akan bisa turun tempat tidur untuk saat ini."


Perkataan Zhou Qian membuat Qing Si menautkan alisnya. "Wei'er masih hidup?"


Zhou Qian dan juga lainnya mengangguk, tabib yang masih berada di sana pun juga ikut mengangguk.

__ADS_1


Qing Si menatap Zhou Fan, pandangan kesal dia keluarkan karena perkataan pemuda itu telah membuatnya salah paham.


"Sebuah keajaiban, saat saat terakhir bayinya seolah menelan energi panas dari tubuh matahari, membuat sang ibu dapat selamat. Namun putri anda akan dalam kondisi seperti itu sampai menyerap sepuluh kristal beast tingkat delapan ber elemen es ...."


" ... Sedang untuk anak nya, dia tidak akan bisa ber kultivasi. Meridian darahnya berubah, tapi tidak akan membawa dampak lainnya."


Sepuluh kristal beast tingkat ke delapan? Itu sama dengan petarung suci, siapa yang sanggup mendapatkannya. Dan mereka membutuhkan sepuluh kristal beast, dan itu hanya yang ber elemen es.


Qing Si yang semula mendapatkan secercah harapan kembali terpuruk, dia pesimis bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan.


"Aku akan mencarinya." Zhou Fan mengatakan dengan suara lantang. Dia merasa ini adalah tanggung jawabnya.


"Xia, Zhou Xia. Sekarang namamu adalah Zhou Xia." Zhou Fan mencium putri kecilnya, terlepas dari putrinya yang tidak akan bisa berkultivasi, dia tidak akan mempermasalahkannya.


Bahkan dulu dia juga merupakan seorang yang tidak bisa ber kultivasi, tapi siapa yang mengira bahwa dia telah melampaui para seniornya. Bahkan di Kekaisaran Wei tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya.


Kemudian Zhou Xia di bawa oleh Wei Guanlin serta Zhou Qian. Menyisakan empat pria di dalam ruangan. Untuk tabib itu, sudah pergi setelah menjelaskan kondisi Qing Yuwei.

__ADS_1


"Bagaimana cara kau mendapatkan sepuluh kristal beast tingkat ke delapan. Meskipun kau memiliki kemampuan, dari mana kau menemukan sepuluh beast dalam waktu sepuluh tahun?"


Qing Si tak bisa menahan kekhawatirannya, bagaimana dia bisa rela menyaksikan kematian putrinya tanpa melakukan apapun.


Bukan hanya Qing Si, melainkan kedua orang lainnya menatap Zhou Fan dengan pandangan bertanya. Beast tingkat delapan saja sudah sangat susah, apalagi jika harus mencari yang ber elemen es, tentu ini akan semakin susah.


"Ayah, ayah mertua. Di sebelah barat kota batu hitam, dipisahkan oleh lautan kematian, terdapat sebuah tempat, daratan yang lebih luas dibandingkan dengan daratan ini. Aku akan pergi ke sana, aku percaya akan dapat menemukannya."


Ketiga pria tua itu mengerutkan kening, mereka tidak tahu apa yang dibicarakan Zhou Fan. Daratan lain? Bahkan mereka tidak pernah mengetahui tentang itu, dari mana pemuda itu mengetahuinya.


Zhou Fan menjelaskan sedikit tentang gurunya-tetua Louxi, meski mereka sangat sulit percaya, mereka tidak mempunyai alasan untuk menyela.


"Aku percaya kepadamu, aku harap kau dapat pergi ke sana dan menemukan sepuluh kristal itu." Qing Si memijit kepalanya, dia terlalu sering berpikir, membuat kepala terasa sedikit berat.


Ketiganya pun kembali, meninggalkan Zhou Fan di sana bersama dengan istrinya.


"Wei'er, aku sungguh tidak berguna. Maaf..." Zhou Fan meraih tangan Qing Yuwei, perlahan kenangan bersama dengan istrinya itu melintas di dalam pikirannya.

__ADS_1


"Tak akan kubiarkan semua ini berlalu, aku akan mencari kesepuluh kristal itu. Kau tidak boleh membiarkan putri kita sedih saat mengetahui keadaan ibu kandungnya."


Zhou Fan mencium kening Qing Yuwei, setelah itu dia kembali ke ruangannya. "Aku akan mencarinya. Akan aku pastikan kau kembali dan hidup bahagia bersama dengan ku dan juga putri kita."


__ADS_2