Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 295 : Akhir Dari Seleksi


__ADS_3

Ketika dia orang tengah bersiap melakukan serangan, semua orang bersorak bersamaan.


Mereka telah menyaksikan bagaimana Zhou Fan serta Yung Lao dengan teknik bertarung mereka, kali ini keduanya hendak mengadu teknik, tentu ini adalah suatu yang menakjubkan.


Yung Lao kali ini yang terlebih dahulu bergerak. Tak basa basi dia melancarkan tebasan tingkat yang sangat fatal, tapi serangan itu hanya serangan kosong, karena tidak mengenai sasaran.


Zhou Fan menghindar, tapi bukan sekedar menghindar, dia melakukan tebasan cepat di udara. Bersamaan dengan itu dia berseru lirih. "Tebasan ganda!"


Siluet tebasan bergerak mengincar tubuh Yung Lao.


Yung Lao tak menghindar, atau lebih tepatnya tidak bisa menghindar karena dia tengah melayang di udara. Namun itu bukan berarti dia hanya diam menunggu kesialan, membentangkan tongkat dia mendorong tangannya ke depan.


Sebuah perisai terbentuk di depannya, dengan itu dia menghela nafas lega. Namun suara retakan dari perisai di depannya, membuat matanya terbuka lebar.


"Jangan remehkan jurus ku!" Zhou Fan muncul di belakang Yung Lao, mendorong tubuh lawannya hingga terpental ke depan.


Pyar...


Perisai hancur berkeping-keping, sedang tubuh Yung Lao mengarah ke jurus yang masih melesat.


Blar!


Ledakan dahsyat membungkam mulut semua orang, tidak ada yang bereaksi pada saat ini, semua hanya diam dan menyaksikan asap hitam yang mengepul di tempat kejadian.

__ADS_1


Semua orang berpikir Yung Lao telah berakhir. Mereka berpikir, tidak mungkin ada yang bisa baik baik saja setelah terkena serangan seperti itu.


Namun dugaan itu tidak benar, setelah asap menyebar, terlihat dia orang berdiri berhadapan. Satu yang memegang pedang terlihat baik baik saja, sedang lainnya terlihat berpakaian compang dengan tubuh agak hitam.


"Sialan! Aku lengah. Namun jangan kira ini sudah selesai." Yung Lao kembali memasang sikap kuda kuda.


Zhou Fan tak membalas ucapan Yung Lao, dia hanya menyanggupi tantangan untuk terus bertarung.


Shut...


Keduanya melesat, kecepatan mereka sungguh di luar nalar, bahkan para tetua terkejut dengan kecepatan keduanya. Jika membanding, itu sudah setara dengan petarung kaisar bintang enam bahkan bintang tujuh.


Zhou Fan melesat cepat, dia melewati Yung Lao sambil berusaha menebas perut lawannya. Namun yang dia dapat hanya tongkat miliknya.


Selain itu, jurus yang mereka keluarkan sama sekali bukan sekedar jurus recehan, semua memiliki daya rusak yang mengerikan.


Zhou Fan mengakui, dalam segi kemampuan, Yung Lao lebih unggul dibandingkan dengan Te Sha, tapi masalah pertahanan, tetap tubuh budha milik pria botak itu yang lebih unggul.


"Kau yang memaksa ku!" Yung Lao kembali merapalkan gerakan tongkatnya, terlihat dia ingin meningkatkan teknik bertarung miliknya.


"Tongkat semesta tingkat ketiga!"


Di kening Yung Lao semakin jelas terlihat huruf 'V', selain itu di setiap sisi terdapat sebuah garis bergelombang '~'.

__ADS_1


Yung Lao tak mau banyak bicara, dia seolah tengah diburu waktu. Dia menyerang Zhou Fan dengan jurus miliknya.


Zhou Fan mengeluarkan jurusnya, tapi yang terjadi membuatnya terkejut. Tebasan ganda hancur, meskipun itu telah berhasil menahan jurus milik Yung Lao.


"Keluarkan apa yang kau punya, keluarkan formasi yang kau banggakan itu." Yung Lao tertawa meremehkan, dia seolah sangat yakin bisa mengalahkan Zhou Fan.


Cih...


Zhou Fan mendengus. "Jika itu yang kau inginkan."


Bersamaan dengan itu sebuah kubus tercipta. Di dalam nya, api terus berkobar, seolah tidak ada yang bisa memadamkannya.


Zhou Fan tak hanya diam, dia langsung mengeluarkan teknik dewa pedang yang dikombinasikan dengan api. Berada di dalam formasi miliknya, dia mendapat beberapa keuntungan, dan itu sangat dia manfaatkan.


Pertarungan di dalam formasi terjadi begitu sengit, tapi gerakan Yung Lao sedikit tertahan karena dia harus mengalirkan tenaga dalam membungkus tubuhnya, berbeda dengan Zhou Fan yang tanpa khawatir dalam melakukan gerakan.


"Tebasan Ganda!" Zhou Fan sambil melompat mengeluarkan jurus.


Yung Lao tersenyum sinis. "Tidak bisakah kau mengeluarkan sesuatu yang lain? Ini sangat mudah!"


"Tongkat penghancur!" Yung Lao menggebuk tongkat dengan kuat ke lantai.


Namun jurus 'Tebasan Ganda' kali ini berbeda, itu sudah ter kombinasi dengan energi murni api dalam formasi. 'Tongkat Penghancur' milik Yung Lao lenyap begitu saja, merubah ekspresi pria itu sampai pucat bagai sayuran kering.

__ADS_1


"Salahkan saja karena kau terlalu memandang rendah jurus orang lain."


__ADS_2