
Hari ini adalah hari dimana makan kuno dibuka, Zhou Fan dapat melihat, suasana Kota Kapur Putih pada hari ini jauh lebih ramai dari hari hari sebelumnya.
Semakin jauh Zhou Fan melangkah semakin ramai sekitarnya. Berbagai kalangan dia dapat jumpai, tidak hanya yang ingin ikut serta, beberapa dari mereka bahkan datang hanya untuk menyaksikan.
Sedangkan untuk para pedagang, mereka memanfaatkan gelaran ini sebagai tempatnya berjualan. Ramainya orang berkumpul membuat mereka berpikir, apa yang di jualnya akan laku keras.
Zhou Fan berbelok ke sebuah gang, saat dia baru beberapa langkah, suara wanita terdengar samar.
"Hei, mesum!"
Sebuah suara tak asing melalui telinganya, membuat Zhou Fan berhenti dan memandang ke sekitar.
Zhou Fan memutar kepalanya, manik matanya terus bergerak, mencari seseorang yang memanggilnya.
Saat memandang ke arah belakang, bola matanya membulat sempurna, melihat seorang gadis tengah berjalan ke arahannya dengan memasang senyum di wajahnya.
Sedangkan, Zhou Fan terlihat tidak begitu nyaman dengan kedatangan gadis itu. Meskipun Qing yuwei merupakan gadis yang cantik, dalam pikiran Zhou Fan gadis itu benar benar berisik dan merepotkan.
"Hei, mesum. Apakah kau juga akan memasuki makam kuno?" Tanya Qing Yuwei saat jarak keduanya hanya beberapa langkah.
Juga? Apakah gadis ini akan pegi ke makam kuno? Zhou Fan terlihat berpikir.
Zhou Fan memandang Qing Yuwei dari atas sampai bawah, menelisik gadis di hadapannya itu.
"Mesum! Sebenarnya ada apa dengan mu, aku bertanya kepadamu, bukannya menjawab malah diam." Qing Yuwei menepuk bahu Zhou Fan dan mulai kembali berceramah.
Dengan cepat Zhou Fan membekap mulut gadis itu, Zhou Fan menarik tangan Qing Yuwei, dan membawanya ke tempat lebih sepi.
"Bisakah kau diam untuk sebentar saja, dan siapa yang kau panggil mesum?!" Zhou Fan berteriak, tapi dia menahan suaranya sehingga dia terlihat sedang mengejang.
"Apakah kau tau apa itu mesum?" Tanyanya lagi.
Qing Yuwei melirik ke atas, berpikir sejenak, kemudian mengangguk, lalu dengan telunjuknya dia menunjuk Zhou Fan.
"Kau!" Ucapnya tanpa rasa bersalah.
"Kau..." Kalimat Zhou Fan tersekat di bibirnya, kekesalan sudah merasuki dirinya.
Zhou Fan maju mendekat, memaksa Qing Yuwei perlahan mundur, sambil mundur Qing Yuwei memasang wajah cemas.
Terus mundur membuat Qing Yuwei tak sadar di belakangnya sudah berdiri sebuah tembok.
Dugk!
__ADS_1
Agh! Qing Yuwei melirik kebelakang dan wajahnya semakin suram, menjumpai tembok setinggi tiga meter.
"Apa yang kau lakukan? kau jangan macam macam, atau aku akan berteriak!" Ancam Qing Yuwei dengan wajah takut.
Mencoba untuk lari, tapi tangan Zhou fan mencegatnya, tangan kokoh itu menempel di tembok, membuat Qing Yuwei dalam kekangan Zhou Fan.
"Kau... Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" Qing Yuwei dengan takut bertanya, wajah ceritanya yang biasanya menyertainya seketika hilang.
"Kau menyebutku mesum, biar aku tunjukkan seperti apa mesum itu kepadamu," Ucap Zhou Fan seraya mengunci kaki Qing Yuwei dengan kakinya.
Zhou Fan memajukan wajahnya, mengincar ceruk leher Qing Yuwei.
Qing Yuwei berusaha menghindar tapi dia tidak bisa bergerak leluasa.
Qing Yuwei yang mengenakan pakaian sedikit terbuka pun meronta, dengan kedua tangannya ia mendorong tubuh Zhou Fan yang sangat dekat dengannya.
Tapi dengan cepat Zhou Fan mencekal kedua tangan Qing Yuwei ke atas menggunakan tangan kirinya.
Zhou Fan yang tadinya berniat hanya mengisengi, berubah bringas, tangan kanannya berada di paha Qing Yuwei, membuat Qing Yuwei semakin meronta.
Pikiran Zhou Fan tak bisa dikondisikan, aroma melati yang begitu lembut membuat pikirannya kacau, Zhou Fan terus menghujami Qing Yuwei dengan serangannya.
"Apa ya..yang kau laku...kan, mesum!" Dengan nafas memburu Qing Yuwei terus meronta dan berusaha keluar dari kurungan tangan Zhou Fan.
"Cukup.." Belum sempat mengatakannya, bibir Qing Yuwei sudah di sambar oleh bibir Zhou Fan.
"Emmm..." Qing Yuwei kembali meronta, tapi Zhou Fan tidak menghiraukannya.
Zhou Fan yang tak bisa mengendalikan dirinya, terus menuntut, seolah ia belum puas dan tak akan puas.
Keduanya hanyut dalam perasaan masing masing, tanpa sadar Qing yuwei mulai membalas perlakuan Zhou Fan.
Tangan Zhou Fan mulai nakal, menjelajahi setiap jengkal bagian yang bisa ia gapai.
Akh...
Tanpa sadar, sebuah erangan keluar dari mulut Qing Yuwei. Membuat Zhou Fan seketika tersadar.
Zhou Fan menghentikan aksinya, dan mengambil beberapa langkah mundur. Wajahnya terlihat sangat menyesal, dia tahu apa yang terjadi adalah kesalahannya.
"Maaf"
"Maaf, aku..." Zhou Fan menunduk menyesal, dia seolah tak berani menatap wajah Qing Yuwei.
__ADS_1
Qing Yuwei langsung ambruk terduduk di tanah. Dia tak percaya, ia begitu terbuai bahkan membalas perlakuan Zhou Fan.
"Maafkan aku." Zhou Fan kembali meminta maaf, dia sadar tidak seharusnya dia melakukan hal yang sangat tidak terpuji seperti itu.
Bukan menjawab, gadis itu malah mengeluarkan air mata. Dia bersandar di tembok, membenamkan wajahnya di antara kadua kakinya yang ia tekuk.
Zhou Fan semakin bingung dengan apa yang terjadi, wajahnya semakin pucat. "Sungguh aku menyesal, kau boleh menyerangku sampai kau puas."
Zhou Fan mengingat perkataan ibunya, dia seharusnya melindungi wanita, bukan malah menjadi orang yang membuat wanita tersakiti.
Dalam hati Zhou Fan sangat menyesal, merasa bersalah, tidak hanya dengan gadis di hadapannya, tapi juga kepada ibunya.
Sedangkan, Qing Yuwei sedang bergulat dengan pikirannya. Dia merasa sedih, dan merasa dirinya begitu murahan.
Qing Yuwei adalah putri tetua kedua klan Qing, kekuasan Klan Qing tidak lebih kecil dari Klan Bai, bisa dikatakan kekuatan keduanya berimbang.
Qing Yuwei menatap Zhou Fan dengan air mata mengalir di pipinya, gadis itu bingung harus memanggil pemuda dihadapannya, dia belum berkenalan dengan pemuda itu.
"Maaf...." Sekali lagi hanya kata maaf yang bisa Zhou Fan katakan.
Qing Yuwei hanya diam, dia masih memikirkan apa yang baru saja terjadi di antara ke duanya.
Kemudian gadis itu kembali menangis, kali ini menangis tanpa menahan suaranya.
Hiks... Hiks...
Qing Yuwei terisak sambil terus menunduk, dia seolah tak memiliki wajah untuk berdiri.
Zhou Fan semakin gelagapan di buatnya, pemuda itu meraih pundak Qing Yuwei, berusaha menenangkannya, tak ada penolakan darinya membuat Zhou Fan terus mengusapnya pelan.
"Hiks hiks..." Qing Yuwei hanya terus menangis, tanpa menghiraukan ucapan Zhou Fan.
"Kalau tidak ada yang menginkanmu, biar aku yang jadi suamimu," Ucap Zhou Fan bercanda. Karena, bagaimana mungkin seorang gadis cantik seperti Qing Yuwei tidak ada yang menyukainya.
Meskipun Zhou Fan bercanda, Qing Yuwei tidak berpikir demikian, gadis itu menatap Zhou Fan penuh harap.
Karena setelah pertemuan singkat di pusat senjata beberapa hari yang lalu, Qing Yuwei sedikit tertarik dengan pemuda yang sekarang berada di sampingnya.
Ditambah dengan kejadian ini, dia hanya bisa berharap kepada pemuda di hadapannya.
Mendapatkan tatapan serius dari gadis di sampingnya, Zhou Fan tersadar bahwa dia telah mengatakan hal yang tidak seharusnya ia katakan.
"Emmm...aku hanya bercanda."
__ADS_1