Legenda Petarung

Legenda Petarung
41. Tantangan Duel


__ADS_3

"Ini...." Para tetua teriak dan menoleh ke arah Zhou Fan seakan meminta penjelasan.


"Ehem.... kalian pasti tahu air ini sangat berharga, dan tentu kalian juga sudah mengetahui seberapa besar energi yang terdapat dalam air ini," ucap Zhou Fan melihat tatapan para tetua yang tertuju padanya.


Salah satu tetua maju, Zhou Fan dapat melihat tetua ini memiliki kekuatan yang sedikit diatas tetua lainnya.


"Tuan muda Su, apakah benar ini air spiritual yang melegenda itu, jujur saja aku belum pernah melihatnya secara langsung." Tetua itu bertanya kepada Zhou Fan.


Semua tetua bahkan Ketua Chen terkejut mendengar perkataan Tetua He, mereka tentu pernah mendengar tentang air spiritual, semua tentang air itu sangat menakjubkan, mulai dari khasiat, energi, bahkan harga minimal nya saja sekitar 40.000 koin emas untuk sepuluh tetesnya, jika dilelang di ibukota mungkin akan bisa 2 kali lipat.


Hui Sa yang belum pernah mendengar tentang air spiritual, menarik lengan baju gurunya,


"Guru apa itu air spiritual, sepertinya sangat hebat." Hui Sa berbisik kepada gurunya.


"Yang jelas air itu lebih berharga dari air roh." jelas ketua Chen singkat dengan berbisik mengikuti muridnya.


Hui Sa merasa aneh dengan pemuda di hadapannya yang tidak lain adalah Zhou Fan, jika sudah memiliki air yang lebih berharga dari air roh, kenapa masih memerlukan air roh.


Sama dengan Hui Sa, Long Jiu juga bingung dengan pemuda itu.


"Tuan muda Su, kalau anda memiliki air spiritual kenapa anda masih menginginkan air roh?" Long Jiu memberanikan untuk bertanya, dan semua orang yang disana mengangguk, karena memiliki pemikiran yang hampir sama.


Zhuo Fan melihat sekitar, semua orang disana yang ada sekitar 8 orang sedang menatapnya dengan tatapan penasaran dan berharap.


"Hufh.... alasannya sangat mudah, karena aku ingin!" Semua orang tidak berani bertanya lagi melihat jawaban pemuda dihadapan mereka yang terlihat tidak nyaman karena dihadapkan pertanyaan seperti itu.


Zhuo Fan tidak mungkin mengungkapkan alasan sesungguhnya ia membeli air roh itu, karena bisa membuat Ketua Chen dan yang lainnya semakin mendesaknya dengan pertanyaan lainnya, dan Zhou Fan tentu tidak menginginkannya.


"Aku masih mempunyai beberapa botol yang sama seperti itu." Ucapan Zhou Fan yang toba tiba membuat Ketua Chen dan yang lainnya membuka mulut lebar lebar, khususnya Tetua He yang paling mengetahui tentang kelangkaan air spiritual.

__ADS_1


Tetua He melihat Zhou Fan dengan tatapan sedikit kurang percaya,


"Anda jangan bercanda Tuan Muda Su, aku tahu dengan sangat jelas kelangkaan sumber daya yang satu ini, bahkan di Ibukota Kekaisaran tidaklah banyak yang mempunyainya," ucapnya.


Ketua Chen dan yang lainnya mengangguk secara bersamaan, meskipun tidak begitu tahu dengan kelangkaan air spiritual, tapi mereka semua tahu bagaimana sulitnya mendapatkan air roh, padahal itu masihlah sumber daya tingkat rendah jika dibandingkan dengan air spiritual.


Tanpa menanggapi ucapan Tetua He, Zhou Fan mengibaskan tangannya dan sedetik kemudian keluarlah tiga botol seperti botol sebelumnya.


"Tidak ada untungnya diriku beromong kosong." Zhou Fan berkata sambil menyerahkan ketiga botol kepada Tetua He.


Tetua He membuka tutup botol, dan ia tertegun beberapa saat kemudian menatap Zhou Fan dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Apa isinya, tetua He?" Ketua Chen bertanya, setelah melihat ekspresi Tetua He, ia berpikir bahwa apa yang dikatakan Zhou Fan bukanlah omong kosong seperti yang diucapkan pemuda itu.


Semua orang dapat melihat perubahan ekspresi Tetua He, dan dapat menyimpulkan apa isi dari ketiga botol tersebut, tapi mereka masih menunggu jawaban Tetua He.


Meskipun sudah menduga isinya adalah air spiritual, tapi mereka tetap sedikit terkejut saat mendengar ucapan Tetua He.


"Sekarang.... bagaimana dengan persyaratan sebelumnya, apakah sesuai dengan harapan para tetua?" Pertanyaan Zhou Fan menyadarkan semua orang yang ada di dalam ruangan.


Tetua He yang lebih dahulu tersadar dari rasa terkejutnya, ia menoleh ke arah Ketua Chen dan mendapat anggukan darinya, tanpa menunggu waktu lama Tetua He langsung menyetujuinya.


"Sangat sesuai, bahkan satu botol ini saja sudah seara dengan harga saham paviliun obat sebesar 10 persen," ucap Tetua He.


"Tapi maksimal kami hanya memberikan 30 persen saham kepada Tuan Muda Su, jadi kami mengembalikan satu botol air spiritual ini kepada anda," ucapnya lagi.


"Kalau kau mengembalikan ini kepadaku, kau sama saja melemparkan kotoran ke wajahku tetua He, anggap saja ini sebagai hadiah dariku untuk merayakan kerjasama ini." Zhou Fan berkata kepada Tetua He dengan nada sedikit meninggi, tapi perlahan nadanya mulai kembali terdengar ramah.


Meskipun hanya mendapatkan 30 persen saham, Zhou Fan sudah merasa itu cukup, tujuan utamanya adalah menjalani hubungan dengan paviliun obat, ia paviliun obat yang ada di kota batu hitam merupakan cabang asosiasi, sama seperti Kota Batu Hitam di Kota Kapur Putih dan Kota Mawar juga terdapat cabang asosiasi , sementara pusat asosiasinya berada di Ibukota.

__ADS_1


Tetua He tersenyum mendengar ucapan Zhou Fan, meskipun ia sedikit berkeringat dingin awalnya, tapi setelah mendengarnya sampai akhir ia bisa bernafas dengan lega.


"Kami akan menggunakannya sebaik mungkin Tuan Muda Su," ucap Tetua He, ia tidak mungkin munggunakan air spiritual untuk kepentingannya sendiri, ia akan membaginya secara rata dengan para anggota inti paviliun obat yang tidak lain adalah mereka yang ada di dalam ruangan.


****


Setelah Seminggu berada di Desa Daun Hijau ia memutuskan untuk kembali ke klannya.


Sekarang Zhou Fan sudah dalam perjalanan pulang, sekitar beberapa puluh kilo lagi ia akan sampai di wilayah Klan Zhou, saat ini dia berada di lembah tempat Zhou Fan dan Wei Guanlin dihadang bandit lembah malam.


Tanpa hadangan yang berarti Zhou Fan melesat cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya, setelah beberapa jam Zhou Fan akhirnya sampai di depan pintu kediamannya.


Melihat Ayahnya sedang berlatih pedang di halaman, Zhou Fan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya dan bergerak menyerang ayahnya.


***


Zhou Hu yang akhir akhir ini jarang berlatih, memutuskan melatih ilmu padangnya, semua anggota Klan Zhou dapat melatih satu ilmu milik klan, dan Zhou Hu memilih teknik pedang bernama teknik sembilan pedang.


Teknik sembilan pedang bukanlah teknik yang menggunakan sembilan pedang, tetapi teknik itu terdiri dari sembilan gerakan yang dijadikan satu lalu di ulang terus menerus.


Meskipun tidak sehebat teknik pedang suci dari sakte pedang suci, teknik sembilan pedang bukanlah teknik tingkat rendah, teknik ini hanya setingkat lebih rendah dari teknik pedang suci.


Zhou Hu yang sedang fokus berlatih tiba tiba merasakan bahaya datang dari arah sampingnya, dia melompat bersalto ke belakang karena merasa bahaya yang dirasakannya semakin mendekat ke arahnya.


Zhou Hu melihat seorang pemuda sedang berdiri ditempat tadi ia berdiri, pemuda itu tersenyum kearahnya sambil membawa sebuah pedang bersamanya.


Pemuda itu maju satu langkah dan berkata kepadanya.


"Ayah, ayo kita berduel teknik pedang!"

__ADS_1


__ADS_2