
Rogue turun menghampiri Zhou Fan dan juga Huang Yu, dia berjalan dengan senyum mengiringinya.
"Whoa... Kau luar biasa Rou'er." Huang Yu memberikan jempolnya.
Dia tak tahu lagi harus menggambarkan ekspresinya, yang jelas dia sangat terpukau akan kelihaian Rogue mengerahkan lebahnya.
Bahkan petarung raja bintang lima pun akan kesusahan menghadapi kelabang kaki lima, tapi gadis belasan tahun dengan kultivasi tingkat petarung grand master bintang tujuh itu dapat mengalahkannya.
Huang Yu mengakui kemampuan seperti ini sangatlah langka, jika diolah dengan sangat baik, bukan tidak mungkin akan menjadi petarung tangguh di masa depan.
"Kakek, aku rasa sudah saatnya aku pergi." Huang Yu spontan menoleh ke sumber suara.
"Sekarang? Sebaiknya besok saja, hari sudah beranjak malam." Huang Yu melirik langit yang mulai berwarna jingga.
Zhou Fan turut ikut memandang langit, awan bercorak seakan bersinar terkena terpaan sinar matahari yang terlihat melarikan diri.
"Kakek benar, kakak. Sebaiknya besok saja." Rogue berjalan lebih mendekat.
Zhou Fan menggaruk pelipisnya yang tiba tiba terasa gatal, kemudian mengangguk lemah. Dia tidak mendapatkan alasan yang tepat untuk segera pergi, dia juga merasa tidak enak kepada Huang Yu.
Semua orang yang berada di sana satu persatu membubarkan diri, meskipun guratan pertanyaan di wajah mereka masih terlihat.
Siapa gadis belasan tahun yang dengan begitu mudah mengalahkan kelabang kaki lima?
Namun, beberapa orang masih setia di sana, terlihat mereka tengah berusaha mendekat ke arah Huang Yu berada.
"Tuan besar?" sapa beberapa orang itu kepada Huang Yu, dan langsung dibalas dengan anggukan oleh pria tua itu.
Mereka tidak bertanya siapa gerangan gadis berjubah, mereka juga tidak melepaskan Zhou Fan yang berdiri diantara mereka.
Meskipun sudah melihat pertarungan Zhou Fan dengan salah satu bawahan jendral besar Huang, mereka belum mengetahui dengan jelas siapa pemuda itu.
Seolah paham akan rasa penasaran anggota keluarga Huang lainnya, Huang Yu membuka suara.
"Ini adalah cucu menantuku, dan ini adalah adiknya. Yang berarti dia juga adalah cucuku."
Mendengar ucapan Huang Yu, tak ada diantara mereka yang berani menyela. Mereka hanya diperkenankan untuk mengangguk dan menerima.
Mereka juga merupakan bagian keluarga Huang, tapi keluarga inti hanya tersisa beberapa orang saja.
Huang Yu serta Wei Guanlin adalah dua keluarga inti yang masih terisa, sementara yang lain merupakan keluarga cabang. Atau dapat dibilang mereka adalah saudara jauh, jadi masih terdapat darah keluarga Huang di tubuh mereka.
__ADS_1
"Nanti malam, kalian harus datang ke ruang makan keluarga, karena kalian juga merupakan bagian keluarga Huang." Huang Yu menepuk pundak Zhou Fan, membuat pemuda itu mengangguk.
Zhou Fan dan juga Rogue kembali ke ruangan masing-masing, Zhou Jim juga ikut pergi, dia tidak satu ruangan dengan Zhou Fan, karena pemuda itu menyuruhnya berada di dalam ruangan Rogue.
Harapannya, serigala itu bisa membiasakan diri untuk bersama dengan Rogue. Karena mulai besok Zhou Fan tidak akan bersama mereka.
Masuk ruangan, Zhou Fan kemudian memutuskan berbaring, dia tidak berniat istirahat karena sebentar lagi waktu makan malam akan segera datang.
Benar saja, hanya beberapa waktu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, suara ketukan pintu terdengar mengganggu.
Dengan malas Zhou Fan beranjak dari tempat tidur, walau dia hanya sebentar membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, itu membuat jiwa rebahan nya meronta.
Membuka pintu, yang datang ternyata bukan pelayan, melainkan Rogue yang berdiri dengan jubah ciri khasnya.
Zhou Fan menggerakkan mata, seolah bertanya apa tujuan gadis itu mengetuk pintu ruangannya.
"Kakek sudah menunggu, ayo kita ke sana?" Rogue berbalik meninggalkan Zhou Fan yang tampak termenung melihat sikap Rogue yang tak seperti biasa.
Zhou Fan mengedikkan bahu, lalu menyusul dari belakang sambil membatin. "Mungkin aku terlalu banyak berpikir."
Tak lama, sampailah mereka di sebuah ruangan besar dengan meja yang juga besar, saking besarnya meja itu sanggup menampung lima puluh orang sekaligus.
Siapa pun dapat melihat tidak ada orang di ruang makan keluarga, meskipun makanan sudah tersedia di atasnya.
"Hehehe..." Rogue hanya menyengir, tangannya menggaruk tengkuk kepala yang tak terasa gatal.
"Aku lapar," ucap lirih gadis itu.
Zhou Fan mengaduh bodoh sambil menepuk dahi kuat kuat. Dia kira sudah terlambat untuk acara makan malam, tapi itu hanya bayangan semu nya saja.
Haih...
Seperti maling yang hendak mencuri, Zhou Fan mengandap sambil mengawasi sekitar.
Merasa tidak ada yang memperhatikan, dengan gerakan kilat Zhou Fan menyambar salah satu piring dan membawanya.
Ehem...
Belum sempat dia memutar tubuhnya, deheman berwibawa terdengar dari arah pintu masuk.
Zhou Fan spontan menoleh, begitu melihat yang datang adalah Huang Yu dia dengan cepat mengembalikannya ke meja makan.
__ADS_1
"Tak perlu kau kembalikan." Huang Yu mengatakan dengan nada suara mencibir.
"Ah... Bukan seperti itu, aku ak - "
"Tak perlu kau tutupi, tidak ada bedanya jika kau memakannya sekarang atau saat makan malam." Huang Yu melambai seolah tak peduli, tapi wajahnya terus menekan Zhou Fan dengan sindiran.
"Bukan seperti, ... Rou, bukankah kau seharusnya bersaksi untukku?" Zhou Fan beralih menatap Rogue, tapi gadis itu menolak untuk peduli.
"Apa yang kau katakan, kakak. Aku tak tahu, jika kau lapar ya makan saja. Bukankah begitu, kakek?" Rogue melirik Huang Yu.
"Ya, kau tak perlu malu. Kita adalah keluarga." Huang Yu sekuat tenaga menahan tawa, permainan tampak sangat sempurna.
Rogue juga tak jauh berbeda, mulutnya mengatup rapat menahan tawa, melihat reaksi Zhou Fan yang begitu serba salah membuat hatinya terkelitik.
"Kakak, kau lanjutkan saja." Rogue kembali bersuara, dia bersikap seolah bukan yang menjadi penyebab utama permasalahan.
"Rou, kau -- " Perkataannya tersekat di ujung bibir, lidahnya terasa kelu tak bisa lagi mengeluarkan pembelaan.
Huft...
"Kalian berdua pasti sengaja." Zhou Fan mendengus melihat keduanya sudah mulai tak bisa menahan tawa.
Saat hendak kembali mengungkapkan kekesalan, beberapa orang datang dan bergabung ke dalam ruang makan.
Zhou Fan tak jadi kesal, beberapa orang mulai duduk di kursi masing masing. Huang Yu serta Rogue juga duduk, sementara Zhou Fan masih berdiri dengan tangan memegang sandaran kursi.
"Kakak, apakah kau tidak akan duduk dan bergabung dengan kami?" Rogue bertanya dengan nada lembut.
Cih...
Zhou Fan mendecih kesal, dia tidak menyangka adiknya akan bersikap demikian setelah berhubungan dengan Huang Yu. Dia merasa menjadi orang yang dikhianati.
Beberapa orang yang tidak mengetahui permasalahan, memandang penuh heran Zhou Fan, membuat pemuda itu semakin salah tingkah.
Ehem...
Zhou Fan menarik kursi miliknya, dan mendudukkan tubuhnya di sana. Duduknya yang kebetulan berhadapan dengan Rogue selalu menatap hadis itu dengan tatapan kesal.
Walau dirinya tidak benar benar kesal, pikirannya tetap memikirkan perbuatan dua orang yang bersekongkol kepadanya.
Rogue terus mengulum senyum di bibirnya, gadis itu terlihat sangat puas dapat melihat sikap Zhou Fan yang tak bisa dia lihat sebelumnya.
__ADS_1