
Zhou Fan membuka gulungan di tangannya, sebelum membaca dia membalik gulungan beberapa kali, memastikan apakah ada suatu yang ditinggalkan untuk nya.
Setelah memastikan tidak ada apapun, dia membaca isi gulungan dengan perlahan, dia tidak mau sampai salah mengartikan pesan yang telah disampaikan.
Setelah membaca, Zhou Fan menggulung gulungan dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.
Patriark yang tidak tahu isi di dalam gulungan, memperhatikan dengan wajah penasaran. Zhou Fan tentu mengetahui, karena tatapan pria tua itu sangat membuat orang merinding.
"Bisakah kau menyampaikan apa isi surat itu, sejujurnya aku sedikit penasaran."
Zhou Fan menatap dengan mulut agak terbuka. Namun tak lama, karena dia dengan cepat menghela nafas lalu menceritakan nya secara singkat.
"Owh dia benar benar kembali, sebelumnya aku hanya menerka. Karena saat dia memberikan gulungan ini seolah mengatakan sebuah kata perpisahan."
Zhou Fan mengerutkan kening, ternyata yang dia dengar sebelumnya hanya sebuah prasangka. Pria tua di hadapannya ini sangat tidak masuk akal.
Setelah beberapa saat berbincang dengan ditemani teh panas, Zhou Fan kembali ke kediamannya.
Hari hari berlalu dan waktu terus berlalu. Zhou Fan telah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia telah resmi menjadi murid dalam. Dengan itu akan mudah jika harus kembali ke kota batu hitam.
Seperti sekarang, Zhou Fan akan bersiap meninggalkan sekte bulan sejati. Tak ketinggalan Wei Guanlin ikut bersama dengannya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin wanita itu tidak ikut, sejak awal tujuan nya hanya untuk menjemput Wei Guanlin.
"Fan, aku merasakan perutku sangat tidak enak. Seolah ada yang berputar di dalamnya." Wei Guanlin berkata sambil menutup mulutnya.
Zhou Fan menyatukan alisnya. "Apa kau sakit? Jika begitu, sebaiknya kita tunda perjalanan kita."
Wei Guanlin menggeleng, dia sudah sangat merindukan keluarganya, baik itu kakek, atau pun ayah serta kakaknya. Dia tidak ingin lebih lama berpisah dengan mereka.
"Baiklah jika begitu kita akan kembali dengan menggunakan kereta kuda saja." Sebelumnya Zhou Fan sudah menyiapkan sepasang kuda, tapi melihat kondisi istri yang agak pucat, membuatnya khawatir.
Setelah bersiap, mereka keluar dan di sambut oleh beberapa orang. Mereka adalah Yin Cun, Miao Ling dan juga Wu Zetian. Ketiganya memandang Zhou Fan serta Wei Guanlin dengan tatapan penuh arti.
"Adik seperguruan, kau harus menjaga diri baik baik." Miao Ling merangkul Wei Guanlin, melakukan sebuah acara perpisahan yang mendramatisir.
Zhou Fan mendengus, dia kemudian melirik Miao Ling. "Yin Cun, kau biasanya sangat suka menyaksikan murid wanita berlatih, aku tak akan bisa lagi menemanimu."
"Ap-- "
Belum sempat Yin Cun menyangkal, sebuah tatapan tajam menusuk tubuhnya.
"Tidak, ini tidak benar. Ini adalah pencemaran nama baik, sungguh Ling'er aku tak melakukannya." Yin Cun melindungi wajahnya, sedang Miao Ling sudah ancang ancang melempar pukulan.
__ADS_1
Zhou Fan tersenyum puas, dia kemudian memandang ke arah Wu Zetian. "Jaga diri baik baik, sebaiknya kau membawa sebuah tali untuk mengikat mereka."
Zhou Fan pergi meninggalkan mereka, Wei Guanlin berjalan di sampingnya.
Di gerbang sekte, ternyata seorang wanita tua berdiri menghadang jalan.
"Guru?"
Wei Guanlin tentu saja mengenal siapa wanita tua itu, dia adalah gurunya.
"Selama menjadi gurumu, aku tak pernah memberikan apapun. Sekarang kau hendak pergi, entah kapan kita bisa kembali bertemu." Wanita tua itu mengeluarkan sebuah kalung berliontin huruf 'v'.
Wei Guanlin mengulurkan tangan ketika gurunya memberi kalung itu kepadanya.
"Itu adalah kalung perlindungan. Semua serangan fisik tidak mampu untuk menembusnya, tapi itu hanya dapat bertahan tiga kali serangan."
Wei Guanlin menatap gurunya dengan sedu, wanita tua ini yang telah membimbingnya, tanpa bantuan serta masukan nya, tidak mungkin dia dapat menjadi murid dalam saat itu.
"Guru, aku akan merindukanmu." Wei Guanlin memeluk wanita tua itu, dia sudah seperti orang tua kedua bagi Wei Guanlin.
"Lin'er, kau harus menjaga diri."
__ADS_1
Zhou Fan merangkul tubuh Wei Guanlin di sampingnya. "Anda bisa tenang, karena aku-Zhou Fan tidak akan membiarkan suatu yang buruk terjadi."