Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 63 : Turnamen Kota... 7 (Katak dalam Sumur)


__ADS_3

Zhou Fan maju dengan disambut beberapa penonton yang sekarang memandang dirinya berbeda, padahal baru kemarin dirinya dikatai sebagai sampah.


Melihat sikap berbeda semua orang kepadanya, Zhou Fan sedikit tidak nyaman.


"Mendapat sanjungan seperti ini tidak membuatku merasa senang," Gumamnya.


Zhou Fan begitu heran, padahal ia dulu sangat menginginkan di perlakukan layaknya dirinya sekarang, tapi setelah merasakannya secara langsung ternyata ia malah merasa sedikit tidak nyaman.


Mungkin karena mereka tidak benar benar memperlakukannya seperti itu, mereka hanya memandang kekuatan yang telah ia tunjukkan, andai ia tidak menunjukkannya mungkin mereka tidak akan seperti itu, pikir Zhou Fan.


Zhou Fan menginginkan adanya seseorang yang mengharapkan kehadirannya tanpa embel embel kekuatan yang mempengaruhinya, tapi dia sadar hal itu tidak akan terjadi.


"Aku tidak pernah mengenalmu, tapi melihat bagaimana kau kemarin bertanding, aku mengakuimu!" Ucap seorang pemuda yang sudah berdiri di hadapan Zhou Fan.


"Aku pernah mendengar pepatah mengatakan 'tak kenal maka tak sungkan', jadi aku tidak perlu memperkenalkan diriku agar kita bisa bertanding tanpa menahan diri," Ucap pemuda itu lagi.


"Hemm?!" Zhou fan menyadari ucapan pemuda di hadapannya sedikit terdengar aneh di telinganya, tapi ia tidak mengetahui apa yang salah dari ucapannya.


"Aku setuju dengan pendapatmu, aku harap kau bisa memberikanku perlawanan yang memuaskan atau aku akan merasa kau hanya kumpulan omong kosong." Meskipun terdengar sedikit meremehkan tapi ia setuju dengan pepatah 'tak kenal maka tak sungkan'.


"Keluarkan pedangmu! dan lawan aku dengan teknik pedangmu kemarin." Pemuda bernama Ye Shou itu berucap dengan semangat.


Sungguh merupakan hal tak terduga, ia tidak mengira akan berhadapan dengan pemuda yang membuat semua orang terkejut dengan teknik pedangnya di putaran pertama kemarin. Namun, di dalam lubuk hatinya ia mengakui kehebatan pemuda di hadapannya itu.


Zhou Fan tanpa menunggu waktu lama ia mengeluarkan pedang rank master yang ia gunakan kemarin.


Bersamaan dengan itu Ye Shou yang kebetulan juga pengguna pedang mengeluarkan pedang rank masternya.


"Mari bertarung?!" Tantang Ye Shou dengan semangat.


Tanpa menjawab, Zhou Fan langsung melompat dan mulai menggunakan teknik pedangnya, tapi yang ia gunakan bukanlah teknik dewa pedang, melainkan teknik yang tidak kalah dari teknik itu, dominasi pedang. Itulah nama yang tertulis dalam kitab emperor.

__ADS_1


Sebenarnya Zhou Fan telah lama mempelajari teknik ini, tetapi karena teknik ini lebih bersifat anggun Zhou Fan jarang menggunakannya.


Meskipun gerakannya indah dan juga anggun tetapi memiliki daya rusak yang tinggi.


Alasan Zhou Fan ingin menggunakan teknik yang belum pernah ia gunakan dalam pertarungan itu, selain untuk melihatnya secara langsung ketika ia gunakan dalam pertarungan ia juga ingin sedikit pamer.


"Aku memang tidak menguasai teknik pedangmu, tapi aku menyadari kalau teknikmu kali ini berbeda dengan yang kau gunakan kemarin," Ucap Ye Shou sebelum ikut mengeluarkan teknik pedangnya.


Trank....


Pedang mereka beradu dan membuat tangan Ye Shou sedikit gemetar menahan kekuatan Zhou Fan.


"Kau dapat mengetahui teknik yang aku gunakan bukanlah teknik yang sama dengan yang aku gunakan kemarin, kau memang pantas disebut kultivator padang!"


Zhou fan mengakui pemuda yang menjadi lawannya sangatlah teliti, mengetahui hanya dengan satu gerakan pasti memiliki pemahaman yang cukup mendalam.


Tidak mudah untuk mendapatkan pemahaman setinggi itu, membutuhkan totalitas dan waktu yang tidak sebentar.


Semua orang yang mendengar ucapan Zhou Fan, berpikir pemuda itu sedang memenfaatkan kelebihannya untuk memenangkan pertandingan, mereka merasa Zhou Fan tidak berani untuk beradu menggunakan tenaga dalam, oleh karena itu ia menantang Ye Shou dengan bertarung tanpa tenaga dalam.


"Cih... Kukira dia adalah jenius, tetapi melihatnya berbicara seperti ini membuatku harus berpikir ulang tentangnya," Ucap salah satu penonton yang merasa Zhou Fan sengaja menghindari bentrokan menggunakan tenaga dalam.


"Apakah Ye Shou akan menyetujuinya?" ucapnya lagi.


"Aku akan berpikir dia bodoh jika menerimanya, dia sudah berada di atas angin, kenapa ia mau membuang buang waktunya," Ucap penonton lainnya.


"Aku rasa si Zhou Fan itu tidak begitu kuat, mungkin kemarin dia hanya beruntung mendapatkan lawan yang sedikit lemah. Ye Shou berada dua tingkat di atas lawannya kemarin tentu dia menggunakan siasat untuk mengalahkannya," Saut penonton lainnya yang baru saja datang.


Sekali lagi pandangan semua orang terhadap Zhou fan kembali berubah, meskipun telah mengalahkan petarung mahir bintang 1 dan menguasai teknik tingkat tinggi, mereka berpikir Zhou Fan belum bisa dikatakan sama dengan jenius sesungguhnya seperti Zhou Han, Shui Hen dan Ling Chen.


Zhou Fan tidak menghiraukan semua orang yang berkomentar miring tentang dirinya, 8 tahun lebih dirinya telah merasakan apa yang ia rasakan sekarang, baginya itu adalah hal yang sudah biasa dalam hidupnya, selama tidak menghina orang yang ia sayangi itu sudah cukup untuknya.

__ADS_1


"Aku tidak bodoh! Kau lebih baik dariku dalam hal teknik pedang, aku tidak akan pernah setuju untuk bertarung tanpa tenaga dalam denganmu." Ye Shou mendengar perkataan para penonton, dia juga merasa Zhou Fan sedang mencari peluang untuk mengakalinya.


Pandangan Zhou Fan kepada pemuda di hadapannya itu berubah, dia menganggap Ye Shou dapat cocok dengannya, tapi melihat responnya barusan ia dengan terpaksa membuang pikirannya tentang pemuda itu.


"Apakah kau kira dapat mengalahkan aku meskipun kau mengeluarkan seluruh kemampuanmu? Kau terlalu mamandang tinggi dirimu sendiri!" Seru Zhou Fan.


"Kau tidak perlu basa basi lagi, mari bertarung!" Teriak Ye Shou.


"Terserah..." Zhou Fan berkata acuh, ia merasa akan mendapat teman baru, tapi itu hanya perasaannya saja.


Petarungan yang sempat tertunda akhirnya berlanjut, Zhou Fan ingin menunjukkan kemampuannya.


Baginya, sudah cukup semua orang meremehkannya. Karena mulai hari ini dia akan menerjang langit dan mengukir namanya disana.


"Akan aku tunjukkan siapa yang pantas mendapatkan sebutan jenius," Batin Zhou Fan.


Zhou Fan mengeluarkan auranya, Ye Shou yang berada di tingkat petarung mahir bintang 3 pun tidak dapat berbuat banyak ketika Zhou Fan mengeluarkan seluruh auranya.


"Kau.... kau bagaimana bisa..." Ye Shou ingin sekali mengumpat keras kepada Zhou Fan, tapi untuk berkata pun terasa amat sulit baginya yang masih dalam pengaruh aura Zhou Fan.


"Jangan remehkan orang lain, saat kau tidak bisa melihat dengan jelas!" Zhou Fan berkata sambil menatap sinis Ye Shou.


Ye Shou merenungkan ucapan Zhou Fan, dia memang tidak dapat melihat kultivasi Zhou Fan dengan kekuatannya sendiri, ia mengetahui kultivasi Zhou Fan ketika beberapa tetua membicarakan pemuda itu, ia tidak dapat melihat kultivasinya saat memfokuskan pandangannya kepada pemuda itu.


Semua orang yang tidak merasakan aura Zhou Fan, menatap heran Ye Shou yang diam sambil berlutut di hadapan pemuda itu,


Kenapa dia diam saja? semua orang memiliki pertanyaan yang sama, tapi tidak dengan beberapa orang yang menyadari pemuda itu tertekan oleh aura yang dikeluarkan lawannya,


"Dia bisa menekan lawannya yang berada di tingkat petarung mahir bintang 3 hanya dengan auranya saja?!"


Patriark Ling yang menjadi salah satu orang yang menyadari aura Zhou Fan pun sedikit tidak percaya dengan apa yang dilakukan pemuda itu.

__ADS_1


Ia terkejut bukan tanpa alasan, hanya seorang tingkat petarung master bintang 7 ke atas yang bisa menekan petarung mahir bintang 3 dengan hanya menggunakan auranya saja.


__ADS_2