
"Apa kau akan tetap bertarung, aku ditingkat petarung mahir loh..," Ucap Ling Zu menakuti Zhou Fan.
"Bertarung atau tidak itu tidak kau yang memutuskan!" Seru Zhou Fan acuh.
"Kau memang sampah! pasti gurumu juga tidak lebih baik dari dirimu yang merupakan seorang sampah!" Ucap Ling Zu penuh penekanan.
Wajah Zhou Hu sudah nampak sedikit emosi melihat putranya dihina di hadapan semua orang, tapi mengingat kemampuan Zhou Fan membuatnya sedikit bisa menahan untuk tidak mengeluarkan amarahnya.
Sementara itu Zhou Fan wajahnya sudah merah padam, mendengar gurunya dihina tentu dia sangat marah, gurunya adalah salah satu orang yang sudah ia anggap keluarga, bahkan tanpa bantuan kitab dan peninggalan lainnya dari gurunya ia tidak akan bisa bangkit menjadi Zhou Fan yang sekarang.
Andai bukan dalam kompetisi, dapat dipastikan ia sudah memberikan pemuda dihadapannya itu pembalasan yang setimpal, tapi ia sekuat tenaga untuk menahan amarahnya.
Dengan wajah yang merah padam dan suara serak karena terlalu marah, Zhou Fan berkata, "Tarik kembali ucapanmu?!"
Tidak diragukan lagi, wajah Ling Zu pucat pasi mendengar ucapan Zhou Fan yang terdengar sangat menakutkan baginya.
Meskipun sudah seperti itu dia tetap tidak menarik kata katanya kembali, ia berpikir 'kekuatan pemuda di hadapannya itu lebih lemah darinya kenapa ia harus menuruti ucapannya'.
"Tarik kembali ucapanmu?!" Ucap Zhou Fan sekali lagi setelah melihat Ling zu hanya diam tak meresponnya.
"Kenapa harus?! aku tidak takut denganmu, kau hanya sampah klan Zhou!" Meskipun dengan kaki gemetar ia tetap tidak mau menarik kembali ucapannya.
"Kau yang memilihnya, jangan menyesal?!" Zhou Fan melesat cepat kearah pemuda yang menjadi lawannya, ia mengurungkan niatnya untuk sedikit berlama lama dengan lawannya setelah mendengar gurunya dihina, jika ia dihina ia tidak akan semarah ini tapi kalau salah satu orang yang ia anggap keluarga jangan harap mendapat belas kasihan darinya.
Memang pantas baginya yang tidak mempunyai banyak orang disampingnya untuk memperlakukan orang yang menurutnya berarti seperti ini, dalam beberapa tahun terakhir sebelum ia bisa berkultivasi, orang yang dekat dengannya dapat di hitung dengan sebelah tangan.
Termasuk kedua orang tuanya hanya ada 4 orang yang memperlakukannya selayaknya orang berguna.
Dengan teknik dewa pedang ia membabat lawannya tanpa memberikan ruang gerak sedikitpun, ia tidak peduli lagi pandangan orang yang ada disana, yang ada hanya memberikan pelajaran kepada orang yang menghina gurunya.
Gerakan teknik dewa pedang bukan hanya memberikan tetapi juga sangat tegas, bahkan semua orang yang mengerti teknik pedang dibuat kagum dengan teknik yang Zhou Fan keluarkan.
__ADS_1
Srett....
Lengan Ling Zu terkena sayatan pedang rank master yang Zhou Fan pakai, andai ia memakai pedang rank epic, bukan hanya membuat semua orang heboh tapi juga akan memotong tangan lawannya.
Meskipun telah berhasil melukai Ling Zu ia tidak berniat berhenti menyerang, dengan teknik dewa pedang ia kembali menerjang lawannya.
Ling Zu terlihat berusaha mengimbangi gerakan teknik pedang Zhou Fan dengan teknik pedangnya, tapi apalah dayanya yang bahkan tidak dapat memberikan serangan kepada pemuda itu, ia dipaksa terus dalam posisi bertahan.
Sayatan demi sayatan terlukis di tubuh Ling Zu, seakan tidak pernah puas Zhou Fan masih menyerang pemuda itu, andai diberikan sedikit kesempatan Ling Zu ingin berteriak menyerah, tapi saat ia akan berteriak Zhou Fan selalu memukul wajahnya sehingga ia tidak bisa mengatakannya.
"Sudah aku katakan! kau akan menyesalinya, aku sudah memberimu kesempatan untuk menarik kembali ucapanmu tapi kau menyia-nyiakan kesempatan itu." di sela sela pertarungan atau lebih tepat di sebut penyiksaan Zhou Fan bergumam pelan.
Meskipun Zhou Fan hanya bergumam pelan tapi cukup untuk didengar Ling Zu, perlahan muncul perasaan menyesal di dalam hatinya. Bagaimana bisa ia menyinggung seorang pemuda yang menakutkan seperti Zhou Fan.
Sementara itu beberapa tetua bahkan patriark yang mengerti teknik pedang mulai mengagumi teknik yang Zhou Fan kenakan, mereka juga mulai bertanya tanya 'kenapa seorang jenius pedang sepertinya dapat dikatakan sampah'.
"Tetua kelima! apakah kau menyembunyikan bakat anakmu yang begitu jenius itu? bahkan teknik pedangnya lebih baik dari pada teknik pedang klan." Tetua ketiga tidak dapat menahan rasa penasarannya, ia ingin mencaritahunya sendiri.
Tetua kelima atau Zhou Hu hanya tersenyum membalas pertanyaan tetua ketiga, ia sendiri sudah mengetahui 'kengerian' teknik pedang putranya yang bahkan dapat mengimbangi bahkan menekan teknik pedangnya padahal kultivasinya jauh dibawahnya.
Di tempat para patriark....
"Patriark Zhou, di Klan Zhou ternyata memiliki teknik pedang yang sangat hebat," Ucap Patriark Klan Ling.
"Kau benar Patriark Ling, teknik itu jauh lebih hebat dari teknik pedang Klan Shui ku." Patriark Klan Shui mengangguki ucapan Patriark Ling, menurutnya teknik yang ia lihat kali ini sangatlah tinggi tingkatannya.
Zhou Fei hanya tersenyum menanggapi ucapan kedua patriark itu, ia memang menyadari teknik yang digunakan Zhou Fan memanglah teknik pedang tingkat tinggi, tapi ia tidak mengetahui dari mana pemuda itu mempelajarinya.
"Tapi kenapa pemuda jenius seperti tidak kau masukkan daftar generasi muda yang kau bawa?! Bahkan dia mengikuti turnamen ini lewat babak kualifikasi," Ucapnya lagi.
Zhou fei hanya diam, dia sungguh terbungkam akan pertanyaan Patriark Shui.
__ADS_1
"Melihat kau hanya diam! Sepertinya telah ada masa lalu yang menarik, hehe..," Ucap Patriark Klan Ling
Meskipun Patriark Klan Ling sudah mendengar ucapan para penonton yang menyebut Zhou Fan sampah, ia ingin mendengarnya langsung dari mulut Zhou Fei.
Mendengar ucapan Patriark Klan Ling membuatnya merasa dikatai memiliki mata yang buruk, bagaimana bisa seorang sampah bisa menguasai teknik pedang tingkat tinggi.
Zhou Fei juga tidak mengira ada generasi muda Klan Zhou yang dapat menguasai teknik padang yang sangat 'mengerikan', dan yang membuatnya lebih terkejut adalah pemuda yang menguasainya tidak lain adalah pemuda yang dianggap sampah oleh klannya, bahkan olehnya sendiri.
Zhou Fei tidak bisa menjawab ucapan Patriark Klan Shui, lidahnya kelu saat akan mengatakan sesuatu tentang Zhou Fan.
Dia berpikir 'apakah dia akan mewakili klan Zhou setelah perlakuan semua orang terhadapnya? tidak mungkin!'.
Semua orang pun juga bertanya tanya, kenapa pemuda jenius sepertinya tidak mendapatkan tempat di Klan Zhou.
Apakah Klan Zhou terlalu banyak pemuda jenius, tidak juga, bahkan setengah dari mereka gagal lolos ke babak selanjutnya. Lalu kenapa?
Sementara itu kondisi Ling Zu sangat mengenaskan, tubuhnya penuh luka sayatan pedang, wajahnya hancur karena selalu terkena pukulan Zhou Fan saat akan menyerah.
Meskipun sudah babak belur Ling Zu tetap bangun setelah jatuh berkali kali.
"Tarik kembali ucapanmu?!" Zhou Fan kembali menyuruh Ling Zu menarik kembali ucapannya.
Ling Zu yang sudah tidak kuat untuk menghadapi serangan Zhou Fan pun akhirnya mengakui dan menarik kembali ucapannya.
"Jangan lagi kau hina guruku! Bahkan seluruh Klan Ling tak akan ada yang dapat melindungimu jika itu terjadi," Ucap Zhou Fan sambil mengambil jarak dengan pemuda itu.
Ia memberikan kesempatan untuk pemuda itu menyerah. Andai tidak dalam turnamen mungkin ia tidak akan bersikap baik seperti ini.
Zhou Fan akhirnya dinyatakan sebagai peserta terakhir yang lolos, karena arena lainnya sudah selesai sebelum Zhou Fan.
Pandangan semua orang kepada Zhou Fan berubah, yang tadinya menganggap Zhou Fan hanya seorang sampah, sekarang berubah kagum dengan pemuda itu,
__ADS_1
Meskipun mereka hanya melihat kultivasi Zhou Fan yang berada di tingkat petarung pemula bintang 9, tapi teknik yang ia gunakan merupakan teknik tingkat tinggi.