Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 217 : Rencana Perjalanan


__ADS_3

'Ruanganmu juga ruanganku', itu terdengar ambigu dalam kepala Xiao LingYun.


"Apa maksudmu?!" tanya gadis itu dengan mata melotot.


"Bukankah sebelumnya kau sendiri yang membawaku kemari?" ucap Zhou Fan santai.


Xiao LingYun mengangkat tangannya, lalu dia tempatkan di bawah dagu mulus di balik cadar.


Melihat pose Xiao LingYun seperti itu membuat Zhou Fan menatap lekat wajah putri tuan kota tersebut.


"Apakah aku pernah bertemu denganmu, sepertinya aku pernah bertemu denganmu." Zhou Fan ikut memangku dagunya.


Wajah Xiao LingYun yang semula terlihat serius berpikir, berubah memerah. Gadis itu mengingat pertemuannya dengan Zhou Fan, pertemuan pertama dengan pemuda di hadapannya begitu memalukan baginya.


"Tidak,"


Blak!


Xiao LingYun langsung menutup pintu ruangannya, membuat Zhou Fan mengerutkan keningnya.


"Hei... Kenapa kau tutup?" tanya Zhou Fan.


"Cari saja ruangan lain!" teriak Xiao LingYun dari dalam, membuat Zhou Fan semakin bingung.


"Apa yang terjadi?" gumam Zhou Fan sambil mengedikkan bahu lalu melintas pergi ke ruangannya sebelumnya.


Saat berada di jalan, dia bertemu dengan serigalanya yang tengah berlari dalam bentuk kecilnya.


Auk...


Zhou Jim mendekat begitu merasakan aroma tubuh Zhou Fan, dia sangat mengenali aroma khas tuannya, bahkan jika harus melacak dalam jarak dua kilometer pasti dia dapat dengan cepat menemukan keberadaan Zhou Fan.


Keduanya kemudian berjalan menuju ruangan yang sebelumnya dia tempati, ruangan dimana dia semalam bertarung dengan tuan kota Tang.


Begitu sampai di sana, Zhou Fan langsung masuk dan merebahkan tubuhnya, tempat tidur yang semula sudah hancur telah diganti.


Meskipun telah terjadi pertarungan di sana, ruangan tersebut tak terlihat rusak, selain karena memang bertarung dalam sebuah formasi, juga ruangan tersebut sepertinya sudah dibersihkan kembali oleh para pelayan.


.


.


.


.


Zhou Fan yang sudah bugar setalah istirahat sejenak di kediaman tuan kota, memutuskan untuk pergi, tapi baru saja dia mengeluarkan kaki dari ruangan, seorang gadis menghadang langkah kakinya.


"Kau mau kemana?"

__ADS_1


Zhou Fan mengernyitkan keningnya, menatap heran gadis di hadapannya.


"Urusanku di sini sudah selesai, aku akan pergi." Zhou Fan berkata sambil melirik Zhou Jim yang berada di bawah kakinya.


"Kau tidak boleh pergi, kau harus membantuku sampai tuntas, kau ini plin-plan sekali," gerutu gadis itu di akhir perkataannya.


"Plin-plan apanya, bukankah semua sudah beres?" tanya Zhou Fan.


"Beres katamu? Bahkan ayahku belum memberikan izin untukku pergi bersama denganmu," ucap Xiao LingYun.


"Langsung pergi saja, kenapa menunggu izin dari ayah kolotmu itu?!" tukas Zhou Fan kesal.


"Eh... Apa kau bilang? Pergi denganku?" Zhou Fan baru menyadari ucapan Xiao LingYun.


"Tidak tidak, aku tidak mau!" ujar Zhou Fan sambil menggerakkan kedua tangan yang berada di depan dada.


"Terserah kau mengatakan apa, aku tidak ingin terus berada di sini, aku ingin merasakan petualangan, dan kau harus mau!" ucap Xiao LingYun yang langsung menarik tangan Zhou Fan.


"Apa yang ada di kepalanya?" Zhou Fan merasa aneh dengan Xiao LingYun, baru beberapa saat yang lalu gadis itu mengusirnya dari ruangan, tapi sekarang malah menarik tangannya.


Auk...


Zhou Jim hanya diam di tempatnya, dia hanya bisa menyaksikan Zhou Fan dibawa pergi oleh Xiao LingYun.


...


Ehem...


Xiao Tang berdiri dan berjalan mendekati Zhou Fan Tang sekarang berdiri sendiri setelah Xiao LingYun berjalan ke arah ibunya.


"Siapa namamu?" tanya Xiao Tang, meskipun dia sebenarnya sudah mengetahui siapa nama penida di hadapannya.


Zhou Fan menyipitkan matanya, memandang aneh pria tua di hadapannya.


"Apakah kau tak punya mulut untuk berbicara?!" tukas Xiao Tang.


Zhou Fan masih bingung dengan apa yang terjadi, dia lalu melirik ke arah Xiao LingYun, tapi langsung ditutup oleh tubuh kekar Xiao Tang.


Huft...


"Sebenarnya apa yang ingin anda sampaikan, tuan kota? Tidak perlu bertele-tele, aku tahu kau tidak menyukaiku." Zhou Fan berkata dengan sangat berani, tidak menghiraukan tatapan tajam dari pria tua yang sudah sangat dekat dengannya.


"Aku memberikan izin Yun'er untuk pergi denganmu, tapi awas jika kau tidak sanggup melindunginya!" ancam Tuan Kota Tang dengan tatapan mata yang masih menajam.


Zhou Fan diam tak menjawab, begitupun saat tuan kota tiba tiba memeluknya.


"Dan awas jika kau berani menyentuhnya!" ucap Xiao Tang dengan suara berbisik.


Dibalik punggung, Zhou Fan menarik sudut bibirnya. "Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Jika kau melakukannya, akan kupastikan kau akan menyesal." Tuan kota melepaskan pelukannya, dan menepuk bahu Zhou Fan dengan kekuatannya.


Zhou Fan meringis, tak mengira Xiao Tang akan menepuk dengan menggunakan kekuatannya.


Zhou Fan berjalan maju, saat tubuhnya sudah bersampingan dengan Xiao Tang, dia berkata dengan suara lirih. "Aku akan membawakan cucu, ketika aku kembali."


"Coba saja jika kau berani!" tantang Xiao Tang masih dengan suara lirih.


Heh...


"Aku anggap itu sebagai persetujuan," ucap Zhou Fan sambil melangkah menuju tempat Xiao LingYun berada.


"Kau -- " ucapan Xiao Tang tersekat di bibir, dia sungguh sangat ingin mencincang Zhou Fan.


"Ayo Yun'er, bukankan kita akan pergi 'berpetualang'?" Zhou Fan mengulurkan tangan sembari melirik Xiao Tang yang sudah berada di sampingnya.


Xiao Tang menggertakkan giginya kuat, matanya berkobar melukis api ketidaksukaan.


"Apakah ayah setuju?" tanya Xiao LingYun dengan semangat, dia spontan menoleh ke arah ayahnya.


Xiao Tang masih diam, dia masih tidak rela, putri satu satunya, juga merupakan belahan jiwanya pergi meninggalkannya, tapi di satu sisi dia juga tidak tega untuk kembali mengekang putrinya.


"Ayah mertua tidak perlu khawatir, menantumu ini akan 'menjaga' Yun'er dengan sangat baik." Zhou Fan menampilkan senyum kemenangan, dia sangat menikmati saat membuat Xiao Tang naik pitam.


"Ya ayah, Fan akan melindungiku, juga aku bisa melindungi diriku sendiri." Xiao LingYun mengatakan dengan senyum mengembang dibibir manisnya.


"Baiklah, ayah paling tidak bisa melihat kau bersedih." Xiao Tang mengangkat tangannya dan mengacak rambut putrinya.


"Jangan terlalu percaya terhadap seorang pria," nasihat Xiao Tang sebelum melepas tangannya dari puncak kepala Xiao LingYun.


Khekhe..


"Ayah mertua bisa tenang, menantu ini tidak akan membiarkan pria lain menyentuh Yun'er, meskipun hanya seujung rambut." Zhou Fan kembali mengulum senyum, perkataannya mengandung makna lain, dan itu dapat ditangkap oleh Xiao Tang.


"Bajingaan ini -- " Xiao Tang kembali mengeratkan giginya, pemuda itu sukses membuat pribadinya yang selalu tenang berubah menjadi sosok yang meledak ledak.


Xiao LingYun mengangguk, dia pun mendekati kedua orang tuanya bergantian dan memeluknya sejenak.


Saat tengah berada dalam dekapan Xiao Tang, pria tua itu kembali berkata. "Bahaya kerap datang dari orang terdekat kita, jadi kau harus selalu waspada."


Xiao LingYun yang tidak mengerti pesan tersirat ayahnya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Aku akan selalu berhati-hati, ayah."


Xiao LingYun mendekati Zhou Fan, dia sudah siap untuk memulai petualangannya.


"Apakah kau sudah siap semuanya, Yun'er?" Pertanyaan Zhou Fan dijawab dengan anggukan oleh Xiao LingYun.


Zhou Fan berbalik dan mulai berjalan menjauh dengan Xiao LingYun di sampingnya, dia berhenti saat kakinya baru keluar dari ruangan.


"Tunggulah kabar baiknya, ayah mertua!"

__ADS_1


__ADS_2