
Hari turnamen, ini adalah hari yang menjadi hari paling di tunggu oleh semua orang dari Kota Batu Hitam, tidak hanya para kultivator saja yang menantikan hari turnamen tapi juga para pebisnis, mulai dari pedagang biasa sampai pengusaha rumah makan dan penginapan, dengan adanya turnamen pasti juga banyak pemasukan dari para penonton.
Pada tahun ini Klan Shuilah yang beruntung, karena pada turnamen tahun ini akan di adakan di wilayah mereka, Turnamen ini diadakan 2 tahun sekali, dan untuk menentukan tempat diadakannya adalah dengan mengundi diantara ketiga klan besar itu, sama seperti tahun tahun sebelumnya, tempat turnamen tahun ini juga dipilih menggunakan cara diundi dan klan Shuilah yang keluar sebagai pemenangnya.
"Fan'er apakah kau ingin pergi bersama dengan rombongan Klan Zhou?" Zhou Hu menawari putranya untuk berangkat bersama.
Kedua orang tua Zhou Fan sudah mengetahui tentang dia yang mendapatkan tiket turnamen karena masuk 12 besar babak kualifikasi.
"Tentu ayah, bagaimanapun aku juga pergi kesana, kenapa tidak pergi bersama." Zhou Fan setuju untuk pergi bersama rombongan Klan.
"Kalau begitu ayo kita ke aula, pasti semua orang sudah berada di sana," ajak Zhou Hu pada putranya.
Aula Klan Zhou.....
Zhou Hu memasuki aula Klan bersama dengan seorang pemuda mengikutinya dari belakang,
Semua orang menatap sinis kearah pemuda dibelakang tetua kelima,
"Kenapa sampah itu ikut kemari?"
"Pasti dia hanya ingin menonton pertandingan nanti, semua pasti ingin melihat dan menjadi saksi munculnya bintang baru di Kota Batu Hitam" salah satu pemuda yang juga ikut mewakili Klan Zhou.
Dari semua orang yang menatap sinis kedatangan pemuda itu, nampak terdapat tiga pemuda yang terlihat lebih emosi saat melihat kedatangannya.
"Adik Hu, apakah putramu juga akan pergi ke sana?" Zhou Kay atau tetua pertama bertanya kepada Zhou Hu tapi pandangannya menatap remeh Zhou Fan.
Zhou Hu baru membuka mulutnya, tetua kedua sudah menyambar menghina putranya.
"Memangnya tidak ada orang lain lagi yang ingin ikut? kenapa kita membawa seorang yang tidak berguna? bukankah sangat disayangkan kereta yang disiapkan itu jika digunakan oleh... sampah!"
Zhou Hu sangat marah mendengar ucapan tetua kedua, dia menghina putranya tepat dihadapannya, tidak bisa dibiarkan.
"Tetua kedua kau....," ucapannya terpotong oleh patriark Klan yang tiba tiba muncul entah dari mana.
__ADS_1
"Cukup! kalian para tetua bukannya memberikan kesan yang baik kepada junior malah memberikan contoh yang buruk." Zhou Fei berteriak lantang, ia tidak habis pikir bagaimana seseorang seperti mereka dapat menjadi tetua.
Posisi tetua selain diperoleh dengan menggunakan tingkat kultivasi, para tetua menjalankan tes dari tetua generasi sebelumnya, jika lolos maka dapat menggantikan posisinya, jika tidak ya harus bisa menerimanya.
Membutuhkan 3 jam dengan kereta kuda untuk sampai di desa beringin, atau desa tempat diadakannya turnamen.
Setiap kereta kuda dapat menampung 4 orang, Zhou Fan berada di kereta bersama dengan ayahnya, tetua ketiga dan tentunya Zhou Yin.
Meskipun sedikit keberatan Zhou Yin berusaha tidak menunjukkannya di hadapan ayahnya,
"Untuk apa dia ikut pergi ke sana? dan apa yang dilakukannya," batin gadis itu sambil memperhatikan Zhou Fan yang duduk dipojokan sambil memejamkan matanya.
Zhou Fan yang merasakan ada yang memperhatikannya pun membuka matanya dan mengedarkan penglihatannya, tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan gadis dihadapannya yang terlihat sadikit terkejut mengetahui Zhou Fan tiba tiba menatapnya.
Zhou Yin buru buru mengalihkan pandangannya, entah apa yang dipikirkan pemuda itu jika ia ketahuan memandangnya.
'Bodoh bodoh bodoh... untuk apa aku peduli dengan sampah itu, dia tidak pantas untukku,' Zhou Yin meyakinkan dirinya bahwa Zhou Fan bukanlah pria yang pantas untuknya.
"Kau kenapa Yinyin?" Tetua ketiga yang melihat gelagat aneh putrinya pun tidak bisa menahan untuk bertanya.
"Mungkin duduknya kurang nyaman paman," Saut Zhou Fan acuh.
"Ah... Iya benar ayah.." Mau tidak mau ia harus menerima bantuan Zhou Fan.
Tepat seperti perkiraan, setelah melakukan perjalanan selama tiga jam rombongan Klan Zhou sampai di gapura desa beringin, semua orang dapat melihat bagaimana kemeriahan di desa saat ini, mungkin warga desa itu juga tidak menyangka desanya akan terlihat sangat ramai bahkan sebelum turnamen dimulai.
"Bukankah itu klan Zhou! Mereka sudah datang padahal turnamen masih dua jam lagi," ucap salah satu warga yang dapat mengenali kereta kuda Klan Zhou.
"Lihat! sepertinya patriark Klan Zhou juga ikut datang," ucapnya histeris.
Meskipun nama patriark klan besar sangat terkenal di Kota Batu Hitam, tapi hanya sedikit orang yang dapat melihatnya secara langsung,
Tidak berselang lama, rombongan Klan Ling juga sudah sampai di desa beringin, sama seperti Klan Zhou kedatangan Klan Ling juga disambut antusias oleh semua orang.
__ADS_1
"Sepertinya turnamen tahun ini lebih istimewa, bahkan para patriark klan besar ikut hadir memeriahkan turnamen tahun ini," ucap salah satu pemuda setelah melihat patriark klan ling juga ikut datang ke desa beringin.
Di kereta tetua pertama....
"Han'er kau harus masuk tiga besar turnamen tahun ini, patriark hadir kali ini mungkin karena ingin memilih penerusnya, kau jangan sia siakan kesempatan ini!" Tetua Pertama mengingatkan putranya.
"Kau tenang saja ayah, berkat pil yang kau berikan aku sudah berada di tingkat petarung mahir bintang 4, untuk tiga besar mungkin tidak terlalu sulit." Zhou Han berkata dengan arogan.
"Aku rasa juga begitu, benar kan tetua?" tetua pertama melihat tetua kedua.
Tetua kedua dan Zhou Yu yang berada di kereta bersama tetua pertama hanya mengangguk setuju.
"Benar tetua pertama, tidak ada yang cocok menjadi penerus patriark selain Han'er," ucapnya yang masih dengan wajah tersenyum.
Tetua pertama tertawa mendengar ucapan tetua kedua, "Kau benar! tidak ada yang pantas selain putraku."
Zhou Han hanya tertawa pelan mendengar ucapan kedua tetua di hadapannya, tapi yang sebenarnya Zhou Han sangat senang mendengar ucapan itu.
"Saudara han, kau jangan lupakan aku jika kau menjadi penerus patriark klan." Zhou Yu berkata dengan serius, tetapi ia ikut tertawa bersama ketiga orang lainnya setelah mengatakannya
***
Pihak penyelenggara menyediakan lapangan pertandingan yang di dalamnya terdapat 4 arena bertarung.
Di tempat pertandingan sudah terlihat sangat ramai, begitu banyak orang yang ingin menyaksikan turnamen kota batu hitam, dari tua sampai muda duduk berdampingan ditempat duduk penonton yang terletak tidak begitu jauh dari arena pertandingan.
Seorang pria paruh baya maju ketengah lapangan dengan gagahnya, pria itu terlihat berumur sekitar 40 tahunan, pria itu tidak lain adalah Tuan Kota Batu Hitam, Li Minho.
"Kalian pasti sudah mengenal pria tua ini, sebagai tuan kota batu hitam... aku Li Minho akan mengumumkan turnamen ini....dimulai!" Li Minho berkata dengan lantang.
Meskipun tuan kota tidak memiliki wilayah kekuasaan nyata di kota batu hitam, tapi tuan kota adalah penguasa yang diakui oleh Kekaisaran. Jadi memang pantas jika dirinyalah yang bertugas membuka turnamen paling ditunggu tunggu itu.
Semua orang bersorak-sorai mendengar ucapan Tuan Kota, padahal bukan mereka yang ikut bertanding tapi semangat mereka bahkan mengalahkan para peserta yang akan bertanding.
__ADS_1
Zhou Fan terlihat tidak begitu terpengaruh situasi di dalam lapangan yang sudah mulai riuh, dia lebih tertarik untuk mengetahui tingkatan para peserta yang akan menjadi lawannya.
Nb : (Lapangannya bayangin aja seperti stadion, tapi di tengahnya itu tidak hanya satu arena tetapi 4 arena!)