Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 239 : Pesona Zhou Jim


__ADS_3

"Kau ternyata bersenang senang di sini, pantas saja sejak tadi tidak terlihat." Zhou Fan merendahkan tubuhnya membelai kepala Zhou Jim.


Au~


"Haha, kau memang pandai. Sangat bijak sepertiku." Zhou Fan berdiri sambil jempol tangan kanan menunjuk diri sendiri.


Cih...


Rogue mendesis tak tahan, bagaimana bisa ada orang seperti Zhou Fan. Dengan sangat percaya diri memuji diri sendiri.


"Kau kenapa?" Zhou Fan menoleh dengan penasaran.


"Tidak, mendengar pengakuan seseorang membuatku muak." Rogue memalingkan wajahnya.


Zhou Fan menyipitkan mata, kemudian dia sadar bahwa yang gadis kecil itu maksud adalah dia.


"Ck... Gadis kecil sepertimu mana mengerti. Kau tidak tahu betapa sempurnanya pemuda tampan ini." Zhou Fan berkata sambil mengeluarkan lirikan sinis.


Hihi...


Rogue cekikikan melihat tingkah Zhou Fan, di matanya sosok Zhou Fan yang sekarang sangat berbeda dengan yang sebelumnya dia lihat. Terlihat konyol.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Zhou Fan dengan wajah dongkol, meskipun masih terlihat kerutan senyum di bibirnya.


Fiuh...


Rogue menghela nafas kasar, dia lalu memalingkan tubuhnya menghadap Zhou Fan. "Bisakah aku memanggilmu kakak?"


Zhou Fan termenung mendengar pernyataan Rogue, sebelumnya dia pernah menawari gadis kecil itu, tapi tak direspon dengan serius. Dan sekarang dia sendiri yang mengajukan permintaan?


Mendapati Zhou Fan hanya diam, wajah Rogue yang semula bersinar perlahan meredup. "Jika kau keberatan, maka lup -- "


"Tentu saja tidak, ayo panggil aku kakak." Zhou Fan merangkul mengapit menggunakan lengan kanannya.


Pemuda itu terlihat sangat antusias, sejak dulu dia selalu mengharapkan seorang adik, tapi ibu serta ayahnya tidak kunjung membuatkannya. Bahkan sampai sekarang dia masih menjadi anak tunggal.


Namun yang terjadi kali ini benar benar membuat harapan kecilnya terkabul, sekarang dia menjadi seorang kakak.


"Kau tak mau memanggilku kakak?" Zhou Fan menaikkan sebelah alisnya saat menyaksikan Rogue hanya terdiam.


Rogue memandang Zhou Fan begitu lekat, dia dapat merasakan kehangatan yang sejak lama tidak dia rasakan.

__ADS_1


"Kakak...," ucap Rogue dengan suara lirih, bahkan hampir tidak terdengar.


"Bagus seperti itu. Baiklah, karena kau telah menjadi adikku, ayo kita merayakan dengan makan besar di rumah makan." Zhou Fan mengangkat tangan kirinya tinggi, sedang tangan kanan masih merangkul Rogue.


Mendengar akan makan besar, Zhou Jim berjingkrak senang. Serigala melompat sambil melolong panjang.


Zhou Fan yang melihat kelakuan Zhou Jim memijit kening kesal. Entah mengapa dia bisa memiliki serigala yang begitu rakus saat mendengar makanan.


...


Masih di desa yang sama, Zhou Fan serta Rogue juga Zhou Jim memasuki sebuah rumah makan yang terkenal.


Begitu dilihat dari luar, semua orang akan dapat menebak, bahwa rumah makan itu merupakan rumah makan yang berkualitas.


Bangunan yang lebih besar dibandingkan bangunan lain sudah cukup membuktikan. Ditambah lagi dengan dekorasi lampion yang teramat meriah walau hari masih siang, itu membuat orang selalu ingin masuk ke dalam.


"Hidangkan semua makanan istimewa yang kalian punya." Zhou Fan mengayunkan telunjuk sambil melirik pelayan di sampingnya.


Pelayan itu agak terkejut, karena belum pernah ada yang memesan seperti Zhou Fan. Namun dia tak akan menghentikan, karena itu juga keuntungan bagi rumah makan mereka.


Pelayan itu kembali ke belakang setelah mencatat pesanan Zhou Fan, tak ketinggalan Zhou Fan memesan arak. Menurutnya, pesta tanpa arak bagai taman tak berbunga.


Tak lama, beberapa pelayan datang dengan satu nampan di setiap tangan. Jika dihitung, setidaknya ada sekitar delapan nampan, dan setiap nampan berisikan makanan istimewa dalam porsi besar.


Zhou Fan menoleh, tapi langsung berpaling menatap semua makanan di atas meja. "Bahkan menurutku ini masih kurang."


Rogue hanya bisa menghela nafas, dia tak bisa menghentikan aksi saudara barunya. Dia tidak mau karena terus berdebat, Zhou Fan akan memesan lebih banyak makanan, dia diam dan mulai meraih salah satu makanan.


"Ayo Jim, kau juga makanlah." Zhou Fan menyodorkan daging bakar super besar kepada Zhou Jim.


Serigala itu langsung menjilat bibirnya, liurnya sudah merembes membasahi lantai.


Dengan cekatan dia menggigit daging dan berdiri memunggungi Zhou Fan serta Rogue.


"Cih... Aku tidak akan mengambilnya darimu serigala kecil!" Zhou Fan berdecak kesal.


Zhou Jim yang dalam bentuk kecilnya memakan daging bakarnya di pojokan, seolah serigala itu takut akan ada orang yang mengambil bagiannya.


"Apakah lebah mu tidak ikut makan? Aku penasaran apa yang mereka makan." Zhou Fan mengusut dagunya perlahan.


Rogue menggeleng, lalu dia menjawab. "Lebah jarum ku tidak memerlukan makanan, mereka hanya membutuhkan udara agar tetap hidup. Oleh karena itu mereka sangat peka terhadap bau."

__ADS_1


Zhou Fan mengangguk, pantas saja ketika dia menyebarkan bubuk kenanga, lebah jarum langsung menggila. Dan mereka juga menghindari kabut hitam yang mempunyai aroma menyengat.


"Lalu bagaimana agar mereka berevolusi, jika itu Zhou Jim, dia membutuhkan sokongan dari beast yang memiliki tingkatan lebih tinggi darinya." Zhou Fan memangku dagunya, dia sangat penasaran dengan lebah yang selalu setia berada di dalam jubah longgar.


"Ketika sang ratu berhasil mengeluarkan sepasang sayap baru, semua lebah jarum lain akan berevolusi. Namun, ratu lebah membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan sepasang sayap baru." Rogue mulai menguatkan makanan ke dalam mulutnya, diikuti Zhou Fan yang tangan kiri memegang gelas arak.


Makanan istimewa, mulai dari yang berkuah sampai yang kering, satu persatu dilahap habis oleh ketiga sosok, termasuk Zhou Jin yang memiliki nafsu makan tak terbayangkan.


Melihat tubuh mungilnya, semua orang yang melihatnya tidak akan pernah menyangka, bahwa di balik kulit berbulu nya tersembunyi cacing pemakan segala.


Perutnya seolah tidak bisa kenyang saat makanan masih tersedia, terkadang Zhou Fan dibuat kesal dengan kelebihan serigalanya yang sungguh tak diharapkan.


"Suamiku, lihat! Anjing itu sangat menggemaskan." Suara cempreng terdengar jelas di telinga Zhou Fan, dia lantas mengalihkan perhatian mencari sang pemilik suara.


Dua orang, pria paruh baya dengan seorang wanita muda, tengah memandang ke tempat mereka. Zhou Fan mengerutkan kening, dia lalu mengikuti kemana mata mereka memandang.


Seketika mata Zhou Fan memicing, ternyata yang dibicarakan adalah Zhou Jim. Serigala dalam bentuk anjing itu duduk dengan kaki depan tegak, kaki belakang menggaruk telinga.


Pemandangan itu terlalu memikat bagi sebagian orang, khususnya wanita tersebut.


Pria paruh baya yang sebelumnya bergandengan tangan dengan wanita muda yang memuji Zhou Jim, mendekat dengan langkah gontai.


"Anak muda, bisakah kau memberikan anjingmu kepada kami?" Pria paruh baya itu menunjuk Zhou Jim yang terlihat tidak peduli.


"Maaf paman, tapi anjing ini tidak diperjual belikan." Zhou Fan berkata tanpa mengurangi rasa hormat, karena pria paruh baya itu juga berkata dengan sopan.


Brak!


"Aku tak meminta, ini adalah perintah!" Pria paruh baya itu menggebrak meja dengan sekuat tenaga, nampan yang masih di atas meja seketika berhamburan jatuh ke lantai.


"Aku menolak, dan itu sudah dipastikan!" Zhou Fan berdiri tak terima, meskipun makan bersama sudah selesai, dia tidak bisa diam saja bila ada orang yang mengacaukan acaranya.


"Kau -- " Pria paruh baya itu menunjukkan Zhou Fan dengan marah, mulutnya tersekat tak bisa melontarkan kata makian.


Krak!


"Gunakan telunjuk untuk hal baik, jangan suka menunjuk wajah orang." Zhou Fan meremas telunjuk yang sangat renyah, remahan tulang sangat jelas terdengar.


"Apakah kau tahu siapa aku?" Pria paruh baya manarik telunjuknya dengan wajah menahan sakit.


Zhou Fan tak menjawab, dia terkekeh seolah memandang rendah. Pemuda itu lalu berjalan mengitari pria paruh baya.

__ADS_1


"Dan apakah kau tahu siapa aku?"


__ADS_2