
Tuan besar Shang membulatkan matanya sangat lebar, pemuda di hadapannya sekarang berdiri dengan memancarkan aura yang sangat kuat.
Dalam hati dia bertanya, memandang Zhou Fan dengan pandangan bingung.
"Apa yang terjadi?" gumamnya dalam hati.
Zhou Fan mengeratkan pedangnya, tak lama pedang di tangannya mengeluarkan cahaya kemerahan.
Perlahan semakin jelas, membuat tuan besar meragu dalam hatinya.
Zhou Fan menelan pil pemulihan, seketika dia merasakan tubuhnya terisi kembali dengan tenaga dalam, meskipun hanya sebagian saja.
Seolah dia sedang mendapatkan sebuah anugrah, tangannya yang memegang pedang merasa sedikit hangat.
Zhou Fan memandang tangannya, dia dapat merasakan pedang darah malamnya memberikan dia kekuatan, seolah sedang mengisi energi dan tenaga dalam yang telah hilang.
Zhou Fan tersenyum, ia sungguh tak mengira pedang darah malamnya memiliki fungsi yang sungguh menakjubkan.
Menurutnya, menambah kekuatan beberapa persen itu sudah membuatnya terkejut, dan sekarang malah menunjukkan kegunaan lainnya.
"Sungguh pusaka yang hebat!" Zhou Fan berseru dalam diam.
Melihat pemuda di hadapannya terlihat semakin bugar, Tuan Besar Shang mengernyitkan dahinya.
"Bangsaaat!" teriak Tuan Besar Shang sembari melompat menyerang Zhou Fan.
Tuan Besar Shang tak membiarkan hal itu terus berlanjut, atau dia akan terlambat jika menunda beberapa lama lagi.
Melihat Tuan Besar Shang menuju ke arahnya dengan pedang di ayunkan kepadanya, Zhou Fan memiringkan tubuhnya.
Saat Zhou Fan bergerak dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.
Melihat pedang di tangannya, dia bergumam, "Owh.."
Zhou Fan mulai mengerti bagaimana kerja pedang darah malam, pedangnya akan membantunya meregenerasi, dan menyembuhkan luka di tubuhnya. Namun, kecepatan regenerasinya akan melambat saat dia bergerak.
Tuan Besar Shang yang melihat serangannya meleset dengan cepat menarik pedangnya, melompat ke arah Zhou Fan dan sekali lagi melakukan tebasan.
Zhou Fan melihat gerakannya, dia membentangkan pedangnya datar di depan dadanya, membuatnya terseret mundur.
Klang... Sragkk...
Zhou Fan melompat beberapa langkah ke belakang, Senantiasa menjaga jarak dengan Tuan Besar Shang.
Tuan Besar Shang menggeram marah, menunjuk Zhou Fan sembari berteriak.
"Maju kau sialaaan! Apa kau seorang pecundang yang melarikan diri? Hadapi aku secara langsung!"
Zhou Fan menyeringai, menampilkan wajah sengaknya, dia hanya diam dan tak mbalas perkataan Tuan Besar Shang.
"Kau!" Teriakan Tuan Besar Shang tersekat di bibirnya, terlalu marah untuk berkata.
"Argh!! ... " Tuan Besar Shang melesat cepat ke arah Zhou Fan sambil berteriak.
__ADS_1
Zhou Fan menarik sudut bibirnya, saat tuan besar Shang mendekat dia memelentingkan tubuhnya, melompat tinggi dan melewati tuan besar Shang.
Zhou Fan berdiri di balik badan Tuan Besar Shang.
Tuan Besar Shang berbalik, kemudian menatap Zhou Fan tajam.
"Jika terus seperti ini dia akan memulihkan dirinya, dan aku tidak akan mendapatkan hasil bagus." Tuan Besar Shang berkata di dalam hati.
Sementara Zhou Fan berusaha mengulur waktu.
"Pak tua, seperti nya kau memiliki masalah dengan penglihatanmu, aku disini kenapa kau diam disana?" ucapnya dengan wajah mencemooh.
Tuan Besar Shang mendecak kesal, "Ck.. Kau tak perlu bermain trik lagi bocah, aku tahu kau sedang berusaha mengulur waktu."
Sepersekian detik tuan besar sudah menghilang dari tempatnya berdiri.
Zhou Fan menyipitkan matanya, kemudian bergumam. "Belakang!"
Zhou Fan menoleh ke belakang, mengayunkan pedangnya, menebas dengan tiba tiba.
Trang!
Zhou Fan sekali lagi mundur beberapa langkah, menjaga tetap dalam posisi aman.
"Cih!" Tuan Besar Shang mendecih, lalu menyerang Zhou Fan lagi.
Tuan Besar Shang melancarkan serangan beruntun, membuat Zhou Fan terus bertahan.
Sambil bertahan Zhou Fan melangkah mundur, sementara tuan besar Shang terus maju mendesaknya.
Pertarungan menjengkelkan bagi Tuan Besar Shang berlalu sangat lama, Zhou Fan terus saja menjaga jarak darinya yang membuat dia sungguh jengkel.
"Sial! kecepatannya sungguh gila, aku tak bisa menandinginya." Tuan Besar Shang menggerutu dalam hati.
"Apakah kau akan terus lari layaknya seorang pengecut?! Apakah itu yang di turunkan orang tuamu kepadamu, sungguh buah tak jatuh jauh dari pohonnya!" teriak Tuan Besar Shang yang sudah sangat emosi.
Zhou Fan berhenti bergerak, wajahnya berubah kelam, menatap Tuan Besar Shang dengan mata mengkilat.
"Tarik ucapanmu!" Zhou Fan berkata pelan, tapi dapat membuat Tuan Besar Shang merasakan intimidasi yang luar biasa.
Tuan Besar Shang tak mempedulikan ucapan Zhou Fan, dia malah tersenyum kemudian melanjutkan perkataannya. "Orang tua yang memiliki anak pengecut sepertimu tidak mungkin berbeda darimu, anak liar ibunya pasti juga 'liar' ... Heh!"
Pandangan Zhou Fan seketika menggelap, seolah tidak ada lagi cahaya menerangi, matanya menatap tajam Tuan Besar Shang.
"Tarik ucapanmu, Sialaan!!" teriak Zhou Fan yang sejurus kemudian melesat dengan kecepatan luar biasa.
Pedang di tangannya mengeluarkan api yang berwarna merah gelap, bercampur dengan cahaya darah yang dikeluarkan oleh pedangnya.
Tuan besar Shang juga maju, melompat dengan memusatkan tenaga dalamnya pada pedang di tangannya.
"Hyatt..."
Tuan besar Shang belum menyadari bahwa dewa kematian telah bersiap menyambutnya.
__ADS_1
Zhou Fan dengan wajah merah padamnya memegang pedang dengan kedua tangannya, mengayunkan pedangnya mengarah ke kepala Tuan Besar Shang.
Pria tua itu mengurungkan tebasannya, menundukkan kepalanya, dan melompat mundur.
Zhou Fan tak membiarkan begitu saja, dia memburu Tuan Besar Shang, menyerang lebih ganas.
Perputaran api dari pedang darah malam sungguh merepotkan bagi Tuan Besar Shang.
Tuan besar Shang menggeram marah, menangkis segala serangan dari Zhou Fan.
"Bagaimana dia bisa menjadi semakin kuat!" Tuan Besar Shang mulai panik, membuat gerakannya menjadi kacau.
Zhou Fan tak sekalipun mengendurkan serangannya, dengan teknik dewa pedang dia terus menerjang, mengincar kepala Tuan Besar Shang.
Pertarungan semakin sengit, tuan besar Shang telah mengalami luka luka di sekujur tubuhnya.
Gerakan Tuan Besar Shang semakin melambat, luka sayatan di tubuh membuatnya kesulitan dalam mengeluarkan teknik bertarungnya.
Zhou Fan juga tak baik baik saja, tapi kondisinya masih lebih baik dari pada Tuan Besar Shang.
Tuan Besar Shang berdiri dengan mata sayu, terlihat sangat jelas dia tidak bisa meneruskan pertarungan.
Zhou Fan berdiri tak jauh dari sana, memperlihatkan wajah puas kepada tuan Besar Shang.
Pria tua itu sungguh tak menyangka akan dibuat tak berdaya oleh seorang pemuda.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Tuan Besar Shang.
Dia sangat yakin, tidak ada seorang pemuda seperti Zhou Fan di seluruh ibukota, bakat yang sungguh mengerikan tidak mungkin tidak terkenal.
Dalam hati pria tua itu sempat berpikir, apakah pemuda dihadapannya adalah seorang tokoh tua yang menemukan sebuah teknik pengubah wujud?
Zhou Fan tertawa mencibir, menatap Tuan Besar Shang dengan tatapan aneh.
Heh...
"Karena kau akan mati, aku tak akan membuat mu penasaran."
Zhou Fan diam sejenak, mendekati tuan besar Shang yang berdiri dengan pedang sebagai penopangnya.
"Aku, aku adalah seorang yang seharusnya tidak kau singgung. Zhou Fan! Kota batu hitam!"
Tuan besar Shang sekatika melotot, tak percaya dengan ucapan Zhou Fan.
Saat dia ingin berkata, sebuah pedang menusuk jantungnya.
Creebs..
Zhou Fan menusuknya dengan pedang darah malam, Zhou Fan menusuk sambil menempelkan tubuhnya ke tubuh Tuan Besar Shang.
Zhou Fan mendekatkan kepalanya, lalu membisikkan sesuatu.
"Jangan kau hina orang tuaku!"
__ADS_1