Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 53 : Tiket menuju Turnamen


__ADS_3

Lee mendekati Zhou Fan, selangkah demi selangkah dirinya bergerak, ia masih sedikit ngeri dengan Zhou Fan.


"Te...teman, nanti kalau kita bertemu kau harus menahan sedikit kekuatanmu, kasihanilah temanmu yang sudah jelek ini," bujuknya kepada Zhou Fan.


Zhou Fan menaikan salah satu alisnya sambil menatap Lee, tiba tiba timbul pikiran untuk mengerjai temannya itu.


"Itu tergantung penampilanmu..," ucapnya santai.


Ha? Lee menatap wajah temannya itu dengan tidak percaya, apakah temannya itu penyuka sesama jenis.


Apakah dia menginginkan aku untuk menemaninya, pikirnya sambil bergidik ngeri membayangkan dirinya dan Zhou Fan berada di satu kamar.


"Ctukkk...." sebuah sentilan mendarat di dahi gelap Lee.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Zhou Fan menyelidik.


"Ti...tidak!" jawab Lee dengan cepat, tentu ia tidak akan memberitahu apa yang telah ia pikirkan, bisa bisa ia mendapatkan sebuah 'kejutan' dari temannya itu


"Aku tahu kau berpikir macam macam Lee!" Zhou Fan menatap tajam pemuda di hadapannya.


"Apa yang bisa aku pikirkan." Lee mengeluarkan wajah bodohnya untuk mengelabui Zhou Fan.


"Cih...." Zhou Fan mendecih kesal, ia mencoba untuk tidak menghiraukan pemuda berkulit gelap itu.


Saat nama Lee disebutkan, pemuda itu berharap harap cemas sambil menangkupkan kedua tangannya, ia memohon untuk tidak dihadapkan dengan temannya yang menurutnya sangat mengerikan itu.


"Bukan Zhou Fan, bukan Zhou Fan....," gumamnya terus menerus.


Zhou Fan menggelengkan kepala melihat tingkah temannya, ia bahkan berpikir apakah dirinya se menakutkan itu di mata temannya.


Melihat seorang tetua mengambil sebuah token, gumaman Lee semakin cepat, bahkan entah sudah berapa kali ia mengucapkan itu.


"Zhu Rou'er...."


Seketika terbit senyuman di wajah manis Lee, ia menengok temannya dan mengedipkan sebelah matanya.


"Hahaha teman, lihat keberuntungan berada di tanganku...," ucapnya dengan senang.


"Heheh...." Zhou Fan terkekeh melihat kelakuan temannya itu.


"Kau cepatlah naik, atau kau akan kalah sebelum bertarung," ucap Zhou Fan yang masih terkekeh.

__ADS_1


"Cih..., kau seperti tidak senang saja melihat aku disini." Lee menaiki panggung pertandingan sambil menggerutu kesal.


Saat tiba di atas panggung Lee disambut dengan perkataan tidak puas lawannya,


"Kau sungguh lama, apakah kau seorang pria? membiarkan seorang wanita menunggu itu bukanlah sikap pria sejati!"


Lee mendongakkan kepala untuk melihat siapa yang dengan lantangnya memakinya, perempuan? satu kata itu yang terpikir olehnya saat melihat dengan jelas lawannya.


"Apa maksud tatapanmu itu, hitam!" wanita muda yang diketahui bernama Zhu Rou'er sekali lagi memaki Lee,


"Jangan memandang rendah diriku!" ucapnya lagi yang masih dengan nada meninggi.


"Kenapa semua orang memanggilku hitam? Apakah tidak bisa melihat bahwa aku ini termasuk pemuda yang manis." Lee berkata dengan percaya diri.


"Hehhe...." Zhu Rou'er tertawa mencibir.


"Dasar! sudah jelek, tidak tahu diri pula..," gumam gadis itu di dalam hati, ia tidak mengerti dari mana pemuda itu mendapatkan kepercayaan dirinya.


Zhou Fan yang mendengar ucapan Lee sangat salut dengan tingkat kepercayaan diri temannya, mungkin sudah tidak ada yang dapat menandingi kepercayaan dirinya, pikir Zhou Fan.


Semua orang di sekitar yang mendengar ucapan Lee, memaki Lee dari bawah panggung,


"Tidak tahu malu"


Hitam hitam hitam, Lee termenung mendengar teriakan para penonton, kata itu terus berputar dalam kepala Lee.


"Apa salahku, bukan aku juga yang menginginkan kulitku seperti ini, aku hanya menerima apa yang telah diberikan kepadaku....," Lee bergulat dengan pikirannya.


Zhou Fan yang merasa aneh dengan temannya, jiwanya terlihat seperti tidak di dalam tubuhnya, tubuhnya nampak hanya sebuah tubuh tanpa nyawa.


Saat Zhou Fan ingin membantu mengembalikan kepercayaan diri temannya itu, ia mengurubgkannya karena ingin melihat temannya mengatasi masalah tersebut,


"Apakah kau tidak ingin bertarung? dimana kepercayaan dirimu tadi? apakah hanya segitu saja kemampuanmu? bahkan kau sudah kalah tanpa bertarung..... kau tidak pantas berada disini kalau seperti itu" Zhu Rou'er merendahkan Lee, tapi tersirat maksud untuk membantu pemuda dihadapannya untuk bangkit kembali.


Semua orang memandang Zhu Rou'er sedang ikut merendahkan Lee, tapi tidak untuk Lee, dia bisa menangkap maksud dari ucapan gadis itu.


Entahh benar atau salah yang ia lakukan sekarang, Zhu Rou'er hanya bertindak sesuai apa yang hatinya katakan, ia tidak tega melihat seseorang terpuruk, apalagi ini terjadi tepat ddi hadapannya


"Terima kasih..." Lee bergumam pelan, sangat pelan, jika tidak melihat bibirnya yang bergerak mungkin tidak ada yang tahu dia sedang berbicara.


Zhu Rou'er tersenyum, ia memang tidak mendengar ucapan pemuda di hadapannya, tapi ia dapat mengerti maksud dari pemuda itu yang mencoba untuk berterimakasih kepadanya.

__ADS_1


Lee kembali mendongakkan kepalanya, ia melihat ke semua orang, lalu pandangannya berakhir pada gadis yang akan menjadi lawannya.


Lee mengambil nafas panjang lalu membuangnya perlahan,


"Fuhhh.. Aku menyerah!" ucap Lee dengan yakin.


Semua orang khususnya Zhu Rou'er tidak menyangka pemuda berkulit gelap itu akan menyerah,


"Kenapa?" cicitnya tak percaya


"Andai kau tidak berkata seperti tadi, dan langsung menyerangku mungkin kau sudah menjadi pemenang, tapi kau tidak melakukannya, aku Lee! mengakuimu...," ucap Lee dengan sedikit menundukkan kepalanya, ia benar benar kagum dengan apa yang dilakukan gadis yang ia ketahui bernama Zhu Rou'er itu.


Zhu Rou'er semakin terkejut melihat pemuda dihadapannya menundukkan kepala, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana,


Sementara Zhou Fan mengeleng melihat kelakuan Lee, temannya itu memang sangat berbudi luhur, andai saja mereka bertarung Lee pasti dapat mengalahkannya dengan mudah karena gadis itu masih berada di tingkat petarung pemula bintang 8 sedangkan dia sudah di tingkat petarung lahir bintang 1.


Lee berbalik hendak menuruni panggung pertandingan tapi sebuah suara merdu menghentikannya,


"Tunggu!!"


Lee menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang, ia mendapati Zhu Rou'er mendekat ke arahnya sambil berlari kecil.


Lee menaikkan sebelah alisnya, "apa yang ingin dia lakukan?" batinnya.


"Mm a aku hanya ingin berterima kasih padamu...," ucap Zhu Rou'er sambil menundukkan kepalanya.


"Kau tidak perlu sungkan...," ucap Lee sambil berbalik pergi.


"Semoga kita dapat bertemu lagi." Lee melambaikan tangannya tanpa menoleh, ia meninggalkan gadis itu di atas panggung sendiri


Setelah Lee menuruni panggung pertandingan, Zhu Rou'er diumumkan sebagai pemenang, ia menjadi salah satu peserta yang mendapatkan tiket.


Lee menuruni panggung, disambut hangat oleh temannya. Zhou Fan sangat salut dengan sifat Lee yang menurutnya sangat berkarakter, meskipun kalah ia dapat menerimanya dengan lapang dada.


"Apa kau sedih karena tidak lolos?" Zhou Fan mengejek temannya itu,


"Tidak juga...kau lihat gadis tadi!, dia sampai terpesona melihat ku," ucapnya dengan bangga.


"Cih! ternyata ada udang di balik batu!" batin Zhou Fan, ia merasa sia sia telah menyanjung sikap temannya tadi.


"Kau ternyata sangat pintar mengambil hati wanita!" Zhou Fan merangkul temannya itu sambil sesekali memberikan pukulan kecil kepadanya.

__ADS_1


"Aku memang tidak setampan dirimu, tapi aku tidak kalah darimu." Lee berkata sambil mengerlingkan sebelah matanya, lalu mereka berdua tertawa bersama.


__ADS_2