Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 85 : Makam Kuno... 3 (Cecunguknya Menghadang)


__ADS_3

Zhou Fan dan Qing Yuwei menoleh melihat siapa yang berteriak kepadanya.


Beberapa pemuda berjalan dengan wajah terangkat mendekati Zhou Fan dan Qing Yuwei.


Salah satu diantaranya maju beberapa langkah, "Bukankah ini adalah Nona Qing!"


pemuda berpakaian paling menonjol itu berkata sambil menoleh ke arah gerombolan pemuda di balakangnya.


"Haha, iya... Kau benar bos! Dia adalah Nona Qing, putri tetua kedua Klan Qing," Ucap salah satu di antara pemuda lainnya.


"Siapa kalian?!" Qing Yuwei mulai tersulut emosi, tanpa melihat jelas siapa yang berhadapan dengannya dia berteriak.


"Hoho, Nona Qing ini begitu bergairah. Bagaimana kalau Nona Qing ikut bersama kami? kami pastikan kami akan memuaskanmu," Ucap pentolan pemuda itu.


"Banar sekali, yang kau katakan bos. Nona Qing sangat beruntung bisa melayani kami. Hahaha," Sahut salah satu pemuda lainnya.


"Sebelum itu, biarkan aku memperkenalkan diri. Bai Lengqu, tuan muda klan Bai," Ucap sang pemuda yang menjadi pentolan seraya membuka penutup matanya.


Qing Yuwei terkejut melihat siapa pemuda di hadapannya.


"Ohh... Tuan muda klan Bai!"


Pemuda yang mengaku bernama Bai Lengqu maju mendekati Zhou Fan dan Qing Yuwei, atau lebih tepatnya hanya Qing Yuwei. Dia belum menyadari ada singa lapar yang siap menerkamnya.


"Bagaimana?" Bai Lengqu hendak meraih dagu Qing Yuwei, tapi tangannya di tarik oleh Zhou Fan.


sorotan mata tajamnya tak luput dari wajah Bai Lengqu, dengan wajah tenang tanpa ekspresi dia meremas tangan pemuda itu.


Krak...


Lengan Bai Lengqu berbunyi saat Zhou Fan mengeraskan genggamannya.


"Apa yang baru saja kau ucapkan! sepertinya telingaku sedikit tidak mendengarnya, bisakah aku mendengarnya sekali lagi?!" Zhou Fan berkata dengan ramah, tapi sorotan matanya membuat Bai lengqu tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.


Beberapa pemuda lainnya ikut merinding melihat Bai Lengqu tak bisa mengeluarkan kata-kata, terlihat jelas bahwa Bai Lengqu ingin berteriak tapi suara seakan tak mau keluar dari mulutnya.


Zhou Fan menekan Bai Lengqu dengan seluruh tekanan aura yang bisa ia keluarkan, pemuda lainnya tidak merasakannya karena Zhou Fan telah memfokuskannya kepada Bai Lengqu seorang.


Menggangu wanitanya adalah hal yang tak pernah ia ampuni. Bahkan Bai Lengqu dengan terang terangan merendahkan Qing Yuwei di hadapannya.


Sungguh tak dapat di maafkan. pikir Zhou Fan


Zhou Fan memutar lengan Bai Lengqu, kemudian memberikan pukulan tepat di perut pemuda itu.


Bai Lengqu yang tak dapat mengelak, harus menerima dirinya terpental jauh ke belakang.

__ADS_1


"Hanya semut, berani mengganggu wanitaku!"


Huk huk....


Bai lengqu memuntahkan darah segar dari mulutnya, lalu pemuda itu bangkit dan kembali berdiri dengan dipapah anak buahnya.


"Sialan! Apakah kau tidak tahu siapa aku?!" Bai lengqu berteriak marah, pemuda itu sudah tidak dapat berpikir jernih, ia tidak mau mengakui Zhou Fan lebih kuat darinya, ia hanya beranggapan pemuda itu beruntung, sedangkan dirinya sedang lengah sesaat.


"Kau adalah putra Patriark Klan Bai." Zhou Fan mengatakannya dengan sangat jelas.


Bai Lengqu tersenyum puas, ia menganggap sudah menang dari pemuda di samping Qing Yuwei. Ia merasa pemuda itu sudah menyesal.


"Baguslah jika kau menyadarinya. Sekarang aku masih bisa melepaskanmu jika kau bersujud tiga kali dan segera enyah dari sini." Bai Lengqu berkata dengan arogan.


Bersujud? pikir Zhou Fan.


Zhou Fan melangkah maju, sekarang posisinya tepat di depan Qing Yuwei.


"Aku rasa kau salah menangkap maksud perkataanku. Meskipun kau adalah putra patriark, kau tidak akan bisa menekanku dengan hanya mengandalkan latar belakangmu," ucapan Zhou Fan sungguh menusuk dada Bai Lengqu.


"Kau akan menyesalinya!" Bai Lengqu mengeretakkan giginya. "Semuanya. Habisi bajingan itu!!"


Qing Yuwei menarik baju belakang Zhou fan, Zhou Fan menoleh ke belakang.


"Apakah kau sudah tidak sabar?!" Zhou Fan tersenyum mesum.


"Lihatlah! Akan aku tunjukkan bahwa yang aku katakan kepadamu semuanya adalah kebenaran," Ucap Zhou fan yakin.


Qing Yuwei hanya diam tak membalas perkataan Zhou Fan. dalam hatinya sekarang tengah berpikir, apakah dia benar benar bisa mengalahkan mereka?


Sekitar tujuh pemuda menyerang Zhou Fan bersamaan, Zhou Fan yang melihat ketujuh pemuda itu mulai mendekat pun berkata, "Wei'er lihatlah baik baik."


Zhou Fan mengeluarkan pedangnya, dia kemudian mulai ikut menerjang lawannya.


Sing.... Crass..


Satu tebasan, kepala seorang pemuda dengan tingkat petarung master bintang tiga tergeletak di tanah.


Bukan hanya keenam pemuda lainnya, Bai Lengqu bahkan Qing Yuwei juga ikut terkejut melihatnya.


Bai Lengqu dan keenam pemuda lainnya sampai meneguk ludahnya dengan paksa.


Glek...


Keenam pemuda itu yang melihat bagaimana kawannya mati di tangan Zhou Fan secara tidak sadar mulai mundur.

__ADS_1


Bai Lengqu yang melihat anak buahnya mundur perlahan pun mulai berteriak. "Apa yang kalian lakukan! Cepat habisi bajingan itu, atau kalian semua akan menyesal."


Mereka yang merupakan anak pelayan dari klan Bai harus mematuhi perintah tuan mudanya, andai tidak melakukannya, keluarganya yang akan menerima akibatnya.


Merasa tidak punya pilihan lain, keenam pemuda itu sudah tak bergerak mundur.


Zhou Fan menyeringai, "Apakah tuan muda Klan Bai bagitu memalukan, sampai mengorbankan orang orangnya demi keselamatannya."


Bai Lengqu tan menggubris ucapan Zhou Fan, di kepala kecilnya hanya terdapat tulisan, serang! serang!


"Cepat habisi bajingan itu, atau aku akan membuat keluarga kalian menerima akibatnya," Ancam Bai Lengqu.


Tepat setelah mendengar kata tuan muda mereka, keenam pemuda itu bergerak kembali menyerang Zhou Fan.


Zhou Fan memegang erat pedangnya, dan bersuap menyambut serangan keenam pemuda itu.


Dengan menggunakan teknik dewa pedang miliknya, Zhou Fan sana sekali bukan lawan seimbang untuk keenam pemuda itu.


Sing.... Sing.... Sing...


Masing masing dari mereka mati tanpa membuat goresan sedikitpun di tubuh Zhou Fan. Mereka jatuh tanpa kepala di posisinya.


Bai Lengqu terdiam, dia mematung ketakutan, meskipun dia sendiri telah di tingkat petarung master bintang lima, untuk mengahadapi tujuh orang tingkat master bukanlah yang dapat dilakukannya dengan mudah. Apalagi, diantaranya ada satu yang setara dengannya.


Zhou Fan menyeringai, menatap Bai Lengqu sambil tersenyum.


Tetapi dalam pandangan Bai Lengqu senyuman Zhou Fan begitu menakutkan, tanpa sadar pemuda itu gemetar sampai terkencing di celananya.


Zhou Fan mendekat, hal itu membuat lutut Bai Lengqu semakin lemas.


Bruk...


"Mau apa kau? Aku adalah tuan muda klan Bai, kau tidak akan bisa hidup tenang jika membunuhku!" Bai Lengqu mengeluarkan kalimat yang selalu ia keluarkan saat ia dalam keadaan terpojok.


Selama ini, kalimat itu menjadi penyelamat nya, tapi yang akan terjadi sekarang berbeda, Zhou Fan bukanlah orang yang peduli dengan latar belakang pemuda dihadapannya.


Zhou Fan menaikkan alisnya, kemudian berkata dengan wajah mencibir.


"Kau kira aku takut dengan Klan Bai? Kau sungguh naif, siapa yang akan tahu jika kau tak keluar dari sini."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ehem... Untuk para reader semua, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, karena telah mendukung novel Legenda Petarung.🙃


sertakan Kritik n Saran, karena jujur saya butuh pacuan untuk lebih baik, jika ada saran mohon sampaikan saja, sebisa mungkin saya akan memperbaikinya...😉

__ADS_1


Sekian Terimakasih 🙏🏃🏃


__ADS_2