
Zhou Fan kembali ke ruangannya, begitu masuk dia tak mendapati Zhou Jim di tempatnya sebelumnya.
Zhou Fan mengerutkan kening, di hadapannya bukan lagi serigala kecil miliknya, melainkan serigala besar setinggi pinggang.
"Apakah itu kau, Jim?" Zhou Fan mendekat, membuat serigala itu berjalan mendekatinya dan mengeluskan kepalanya.
Zhou Fan tidak akan mengira serigala besar di hadapannya merupakan serigala yang sama andai dia tidak melihat simbol di keningnya.
Grg...
Zhou Jim mengeram sambil terus mengeluskan kepalanya di kaki Zhou Fan.
"Kau..." Zhou Fan tak bisa lagi berkata kata. Setelah melihat perubahan wujud Zhou Jim dia memeriksa kekuatannya, dan alangkah terkejutnya dia saat merasakan kekuatan Zhou Jim meningkat pesat.
"Kau sungguh monster yang sebenarnya!" gumam Zhou Fan sambil mengelus kepala Zhou Jim.
Dia saja tidak secepat Zhou Jim saat meningkatkan kultivasi. Dia harus mengerahkan usaha untuk melakukannya, sedangkan Zhou Jim sekejap mata sudah berada di tingkat petarung raja, yang berarti dia sudah menjadi beast tingkat lima.
Zhou Fan sungguh iri dengan kemampuan Zhou Jim, dugaannya yang meyakini bahwa Zhou Jim bukanlah beast serigala biasa semakin menguat.
Kebahagiaan di wajah Zhou Fan tak bisa lagi tertutupi, senyuman merekah indah tercipta di bibirnya.
Mendapatkan pengawal setingkat petarung raja bintang satu merupakan hal baik baginya, apalagi mengingat pengawalnya tidak akan pernah berkhianat.
Zhou Fan dapat menyimpulkan, Zhou Jim membutuhkan asupan dari beast lain untuk peningkatannya. Kelenjar sumsum yang dia telan merupakan milik beast tingkat sembilan, dan itu dapat membantunya naik tingkat secara signifikan.
"Sepertinya dia akan naik jika disokong asupan dari beast tingkat tinggi," gumam Zhou Fan sambil melirik Zhou Jim.
Sama seperti kultivator, semakin tinggi tingkatannya semakin tinggi kualitas yang dibutuhkannya untuk melakukan peningkatan.
"Mungkin sekarang akan sulit Jim melakukan terobosan, mengingat sangat sulit menemukan bagian tubuh beast tingkat tinggi." Zhou Fan beranjak ke tempat tidurnya.
Saat Zhou Jim akan naik, dengan cepat Zhou Fan terduduk. "Jangan naik! Apakah kau mau ranjang ini hancur karena tak kuat menahan beratmu?"
Zhou Jim seketika memasang wajah sedih, dia berdiri dengan kaki depan terangkat serta wajah sembab.
"Kau tidur saja di sana," ucap Zhou Fan sambil menunjuk sudut ruangan.
Dengan patuh Zhou Jim berjalan ke tempat yang di tunjuk Zhou Fan, dia pun duduk masih dalam posisi sama.
Phuk...
Sebongkah daging segar mendarat tepat di bawah moncong Zhou Jim, wajahnya yang terlihat sedih langsung terangkat senang.
__ADS_1
Auk!!
Zhou Jim langsung melahap daging di hadapannya, yang semula dapat digunakan untuk beberapa kali waktu makan sekarang habis dalam sekali suapan.
Ck ck...
Zhou Fan berdecak sambil menggeleng.
Waktu berjalan dan terus berlalu, tak terasa langit sudah berubah gelap.
Saat Zhou Fan masih nyenyak dalam tidurnya, tiba tiba penginapan tempatnya berada bergetar di iringi suara gaduh dari bawah.
Zhou Fan yang tak tahan dengan kejadian itu seketika melompat dari ranjang.
"Siapa yang mengganggu waktu tidurku," gerutu Zhou Fan dalam benaknya, dia membuka pintu ruangan dengan kasar dan berjalan keluar.
Zhou Jim yang melihat Zhou Fan keluar mengekor dari belakang, tak jarang dia mengeram waspada, seolah ingin mengatakan bahwa dia merasakan sesuatu.
Begitu sampai di lantai pertama, atau lantai yang digunakan sebagai rumah makan, Zhou Fan dapat melihat kumpulan pria berpakaian merah gelap dengan ikat kepala berlambang gagak.
"Semua yang tak mau bernasib sama seperti mereka, Ikuti kami!" Seorang pria diantara mereka berteriak sambil menunjuk mayat beberapa orang tak jauh darinya.
Zhou Fan menaikkan sedikit sudut bibirnya, dia pun hanya mengikuti orang sekte gagak darah bersama puluhan orang yang juga merupakan penghuni penginapan.
Sementara kekuatan orang sekte gagak darah minimal adalah petarung grand master.
Zhou Fan tak ingin melawan, dia ingin tahu apa yang sebenarnya sekte gagak ingin lakukan dengan 'persembahan'.
Saat keluar dari penginapan mereka digabungkan dengan tawanan yang juga mengalami nasib yang sama.
Para gadis di sisihkan sedangkan yang lain digabung di tempat berlawanan.
Zhou Fan perlahan maju, saat susah berada di barisan paling depan dia membuka suaranya. "Apakah aku dapat bergabung dengan sekte gagak darah?"
Mendengar penuturan Zhou Fan kelompok dibelakangnya menanggapi dengan berbagai tanggapan.
"Wajahnya saja terlihat baik, tapi sama bejadnya!"
Banyak yang mencibir Zhou Fan, rapi tak ada yang berani berbicara keras, mereka terlalu takut untuk melakukannya.
Patriark sekte gagak darah mendekat ke arah Zhou Fan. "Kau bukan merupakan kultivator ... Tapi tak masalah, dengan ritual nanti malam kau akan resmi menjadi seorang kultivator."
"Sekte gagak darah tidak terlalu pemilih terhadap murid, selama itu pria maka silakan." Patriark sekte gagak darah membalikkan badannya dan kembali ke tempatnya.
__ADS_1
"Tidak sudi aku bergabung jika bukan karena ingin mengetahui dimana sekte gagak darah," batin Zhou Fan sambil melirik Zhou Jim.
Zhou Jim tidak bergabung dalam barisan, dia mengintai dari kejauhan, kilatan mata tajam di gelap malam terlihat mencekam.
Zhou Fan dapat merasakan kekuatan patriark sekte gagak darah berada di tingkat petarung raja bintang lima, sementara yang lain berada di bawahnya.
Andai lokasi sekte gagak darah ada yang mengetahuinya dengan pasti dia tidak akan repot memilih bergabung, dia bisa menumpas secara langsung dengan kekuatannya yang setara petarung raja bintang delapan.
Setelah mengumpulkan para gadis yang dapat mereka bawa, sekte gagak darah membawa mereka semua setelah membuat pingsan seluruh orang tak bersangkutan.
Zhou Fan sekarang tahu mengapa tidak ada yang mengetahui lokasi pasti sekte gagak darah, karena mereka selalu melakukan hal yang sekarang ia lihat.
....
"Lokasinya sangat tersembunyi," gumam Zhou Fan sambil melihat lihat ke sekitar.
Jika pada umumnya sekte akan memilih tempat yang strategis, sekte gagak darah malah memilih di balik sebuah lembah.
Begitu memasuki kawasan sekte gagak darah, alangkah terkejutnya Zhou Fan, dia tidak akan percaya dibalik lembah terdapat tempat begitu luas jika tidak menyaksikan sendiri.
Lebih masuk ke dalam, Zhou Fan dapat mendengar suara suara yang tak asing dalam kepalanya, suara yang membuatnya memikirkan wanitanya.
"Lebih mirip rumah bordil jika dibandingkan dengan sekte." Zhou Fan membatin dengan wajah jijik.
Di setiap ruangan yang dia lalui selalu terdengar desahan seorang pria, tak ada satupun wanita yang mengalami hal sama. Zhou Fan berpikir itu terjadi karena para wanita tidak melakukan 'itu' karena dirinya sendiri melainkan karena paksaan.
Zhou Fan memisahkan diri dari rombongan, dia melesat ke sebuah ruangan yang ia rasa adalah tempat dimana para wanita di tahan.
Brak!
Dengan sekali tendangan pintu ruangan terbuka, dan benar saja puluhan wanita berada dalam satu ruangan.
Kondisi mereka tidak lagi dapat dikatakan baik baik saja, tak ada jejak semangat hidup dalam dirinya.
Saat kaki Zhou Fan melangkah, para wanita mundur ketakutan.
"Jangan takut, aku akan membebaskan kalian," ucap Zhou Fan mencoba menenangkan.
Zhou Fan tiba tiba merasakan aura seseorang berada di belakangnya, spontan dia membalikkan tubuhnya dan mendapati seorang pria berpakaian merah gelap dengan ikat kepala berlambang gagak.
Pria itu mengernyitkan dahinya, dia terhenyak sesaat sebelum kesadarannya kembali menyatu.
"Siapa kau?!"
__ADS_1