
Blar!
Siluet tebasan meluncur mulus ke arah pria berpakaian hitam, tanah berhamburan menutupi pandangan.
Zhou Fan menatap lekat ke depan, dia berharap serangannya menghentikan aksi keempat bersaudara.
Arg...
Sahutan kesakitan dari beberapa orang di sana masih terdengar, membuat Zhou Fan memutus prasangka keberhasilan dalam pikirannya.
Hahahahahah....
"Kau terlambat!" Pria berpakaian hitam masih berdiri di tempatnya, tangannya bergerak seolah merapalkan sesuatu.
Shing....
Kubus persegi tercipta menutup ruang, ukurannya sangat besar, hingga mampu menelan seluruh halaman kediaman.
Jeritan jeritan semakin terdengar jelas, Zhou Fan melirik para penduduk, mereka seolah tak ada lagi kekuatan untuk menahan tubuh agar tetap berdiri.
Dari kumpulan para penduduk, tiba tiba keluar semburan cahaya berwarna hitam. Tak sampai di sana, cahaya hitam itu melambung dan mengarah ke keempat saudara.
Bersamaan dengan itu, tubuh mereka bersinar. Zhou Fan menyipitkan mata, dia merasa kekuatan keempat orang lawannya meningkat bersamaan.
"Sial! Mereka menyerap energi kehidupan!" Zhou Fan melihat beberapa orang mulai ambruk dengan tubuh kulit membalut tulang.
Dia harus segera menyerang mereka, sebelum semua penduduk yang ada di sekitar mereka mati kering.
"Rou, serang mereka sekarang!" Zhou Fan melirik Rogue yang sepertinya juga mendapatkan pemikiran serupa.
"Hem." Rogue mengangguk cepat, dia lalu menggerakkan lebah jarum menyerang keempatnya.
Burz...
Lebah itu memecah menjadi empat bagian, masing masing menyerang satu orang.
Keempatnya dengan serempak mengeluarkan jurus, lebah jarum seolah mundur saat di depannya muncul gelombang berwarna hitam.
Lebah mundur bahkan tak berani menyerang, Rogue lantas menarik pasukan lebahnya. Dia lalu menoleh ke arah Zhou Fan, tapi pemuda itu hanya diam.
"Hati hati dengan kabutnya!" Zhou Fan berkata tegas, dia merasa kabut hitam yang dikeluarkan keempat pria itu dapat mengancam dirinya dan juga lainnya.
"Bantai semuanya!" Pria berpakaian hitam berteriak dan kabut menjadi semakin tebal.
Zhou Fan tak hanya diam, dia menerjang memburu pria berpakaian hitam. Pedang darah malam terangkat setara dada.
Trang...
Pedang darah malam ditahan dengan dua tangan, kekuatan yang teramat besar membuat sarung logam langsung bergetar.
Masih menahan pedang darah malam, pria berpakaian hitam mendorong kedua tangan menjauh.
Sontak Zhou Fan menarik pedangnya, begitu pedang terangkat tinggi, langsung dia kembalikan kontan.
Prang...
Pedang darah malam bersinar merah gelap.
Pria berpakaian hitam melompat, tapi kaki kanan ia ayun menyepak Zhou Fan.
Melihat kaki mengarah mengincar perut, Zhou Fan mencekal nya. Kemudian dia berputar sambil melempar tubuh pria berpakaian hitam.
Bruak...
__ADS_1
Pria berpakaian hitam meskipun terlempar, masih dalam keadaan berdiri. Tubuhnya seolah tak terpengaruh dengan hantaman dinding bangunan.
"Kakak, kau tak apa?" Pria berpakaian kuning menghampiri kakaknya begitu melihat tubuh sangat kakak terpelanting.
"Bukan masalah besar." Pria berpakaian hitam menepuk dadanya ringan, menunjukkan bahwa dia masih kuat untuk bertarung.
"Aku hanya lengah," tambah pria berpakaian hitam dengan senyum percaya diri.
Pria berpakaian kuning tak menanggapi ucapan sang kakak, dia memasang posisi siaga.
Pria berpakaian hijau dan juga biru masih di tempatnya, keduanya begitu serius mengolah tangan, dari telapak tangan terus menyebar kabut hitam.
Rogue yang mengetahui tingkat bahaya kabut hitam, merasa harus menghentikan kedua pria paruh baya. Dia melajukan dirinya dan mengeluarkan belati dari sarung di pinggangnya.
Pria berpakaian biru yang melihat Rogue datang dengan cepat melepaskan kaitan tangan, dia lalu mengambil senjatanya dan menerjang Rogue.
Prang..
Kedua senjata saling beradu, tapi kekuatan Rogue tidak bisa menghadapi pria itu. Tubuhnya terhempas mundur dengan tangan gemetar.
"Tanpa lebahmu, kau bukanlah apa apa!" Pria berpakaian biru berkata dengan nada mengejek.
Rogue mundur, tapi wajahnya menyeringai. Tangan yang semula memegang belati, dia lepaskan. Lalu bergerak ke atas.
"Oleh sebab itu, aku tak akan bertindak tanpa lebahku!"
Ngung...
"Apa?! Sejak kapan?!" Pria berpakaian biru tak lagi bisa mengejek, wajahnya pucat mengetahui di atasnya terdapat kawanan lebah terbang mengancam nyawa.
Tanpa sadar dia terlalu jauh bergerak, dia tak lagi lagi berada dalam kumparan kabut hitam.
"Mati!"
Pria patuh bayar itu mengeluarkan segelas usaha, tapi dia sudah dalam jebakan Rogue, dia tidak akan bisa lepas semudah itu.
Arg!
Ketiga saudara lainnya seketika menoleh, suara tak asing dalam kepala terdengar begitu menderita.
Lebah jarum setelah menyodomi racun ke tubuh pria berpakaian biru, lalu kembali ke tempatnya, meninggalkan pria paruh baya itu tewas dengan tubuh bengkak.
Pria berpakaian hijau mengeram marah, dia lalu meraih pedang ganda nya dan melompat menyerang Rogue.
Tak jauh berbeda dengan pria berpakaian hijau, kedua pria patuh bayar yang melawan Zhou Fan begitu murka ketika melihat saudara mereka sekali lagi harus tewas.
Pikiran mereka seolah telah dikuasai nafsu membunuh, tidak ada emosi lain selain amarah yang terus terpancar dari mata mereka.
Pria berpakaian kuning mengibas tongkat horizontal, melihat hal itu Zhou Fan menarik tubuhnya sedikit.
Shut...
Tongkat yang ujungnya lancip bagai tombak itu melintas di depan dada, kilauan darinya menjelaskan seberapa tajam ujung tongkat tersebut.
Tak sampai di sana, tongkat yang masih melayang, kemudian dia ubah arahnya dan menggebuk dari atas.
Phang!
Tongkat menghantam permukaan, tanah sampai terkoyak karenanya. Beruntung Zhou Fan dapat terlebih dahulu membuka kaki sambil melompat.
Tak...
Zhou Fan mendarat di atas tongkat besi, dia lalu berjalan sambil pedang darah malam ia kibaskan.
__ADS_1
Namun, pria berpakaian kuning tak habis akal, dia melepaskan tongkat lalu kakinya menendang tongkat yang baru saja dia lepaskan.
Zhou Fan sekali lagi melompat, tongkat melambung berputar.
Pria berpakaian kuning melihat sekilas senjatanya, dia lalu melompat menyambar tongkat dan dengan sekali gerakan mengincar kepala Zhou Fan.
Trang...
Pedang darah malam menahan dengan sempurna. Masih di posisi sama, Zhou Fan meraih tongkat besi milik lawannya dan menyentaknya keras.
Tongkat terlepas dari tangan pria berpakaian kuning, memanfaatkan keadaan lawan, Zhou Fan mengangkat kaki mengincar perut.
Bugh...
Zhou Fan yang memegang tongkat di tangan kirinya, memutarnya sekali. Kemudian dengan kuat dia melemparkan tongkat memburu pemiliknya.
Pria berpakaian kuning terbang melayang. Tepat setelahnya meluncur tongkat dengan ujung lancip tersebut.
Bruak....
Crebs!
Tongkat melesat menembus dada, pria berpakaian kuning tewas dengan mata melotot marah.
Sang kakak yang melihat saudaranya terbunuh, merapatkan gigi. Decitan dari gigi yang saling bergesekan terdengar jelas dari mulutnya.
"Keparat!"
Pria berpakaian hitam melesat cepat dengan tangan membentuk cakar, kuku logam yang runcing terlihat sangatlah tajam.
Tang!
Sarung logam rank legend mencakar pedang darah malam, pedang pusaka itu tidak tergores sedikitpun, malah sarung tangan logam yang terlihat ada sedikit goresan.
Seolah tak peduli dengan hal itu, pria berpakaian hitam sekali lagi maju. Saat jarak hanya beberapa langkah, tangannya mengais tubuh Zhou Fan.
Zhou Fan lantas berkelit, miring ke kanan, ke kiri, bahkan merunduk dia lakukan demi terhindar dari cakaran brutal pria berpakaian hitam.
Prang...
Cakar mengapit pedang darah malam, tangan kiri yang masih bebas mengait kepala Zhou Fan.
Zhou Fan lantas menarik pedangnya, dan dengan secepat kilat mengarahkannya ke sebelah kanannya.
Trang...
Keringat menetes ke tanah, tak ada yang tak basah akan keringat. Pertarungan berjalan begitu sengit, Zhou Fan mulai mengeluarkan teknik dewa pedang.
Gerakan yang semula menebas dan menghindar, berubah menjadi semakin gencar dalam menyerang.
Nafas pria berpakaian hitam mulai tak biasa, sayatan juga goresan mulai terlihat memenuhi tubuh luarnya.
Jeritan ngeri terus menggema bersamaan dengan terciptanya sayatan di tubuhnya.
Melihat pria berpakaian hitam tak lagi memiliki pertahanan, Zhou Fan menempatkan pedang darah malam di depan wajah. Dia lalu menebaskan pedang dua kali secara berurutan.
"Tebasan ganda!"
Siluet tebasan melesat cepat ke arah pria berpakaian hitam yang sudah berdiri sempoyongan.
Melihat ajal semakin dekat, pria berpakaian hitam hanya bisa tersenyum pahit.
Blar!
__ADS_1
Siluet tebasan meledak ketika menyentuh tubuh pria berpakaian hitam. Zhou Fan mendekat, dan melihat tubuh pria paruh baya itu terlentang tanpa nyawa.