Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 248 : Rogue Kembali Beraksi


__ADS_3

"Kakek, tutup mulutmu. Atau lebah lebah ini akan masuk dan membuat sarang di sana." Zhou Fan tak habis mengerti dengan reaksi Huang Yu.


Huang Yu sontak menutup mulutnya, tapi dia masih terfokus dengan kawanan lebah yang sangat mengagumkan di matanya.


"Rou'er, bagaimana jika kau mengerahkan lebah lebah mu untuk bertarung?" Huang Yu ingin melihat bagaimana jika lebah itu bertarung.


Sekali lagi Rogue melirik Zhou Fan, dan kembali di balas dengan senyuman serta anggukan.


Rogue tak menjawab, dia bertanya tanya Siapakah yang akan menjadi lawannya.


Seolah mengerti kebingungan gadis kecil di hadapannya, Huang Yu membuka mulutnya. "Kau tenang saja, bukan manusia yang akan kau lawan. Tapi seekor beast tingkat lima."


Rogue mengangguk, kemudian ketiganya beranjak keluar dan pergi ke halaman belakang, tempat dimana ruangan khusus berada.


"Kakek?" Zhou Fan menyelaraskan langkah agar berjalan sejajar dengan Huang Yu.


"Hem?" Huang Yu berdehem sambil menoleh.


"Bisakah kau memberi izin agar serigala ku berada di luar, dia dapat menjadi teman Rogue saat aku tak berada di sini." Zhou Fan melirik Rogue yang berjalan satu langkah di belakangnya.


Huang Yu juga mengikuti kemana lirikan Zhou Fan, dia menghela nafas dan mengiyakan permintaan tersebut.


Dia tentu tidak menyetujui tanpa alasan, dia mengingat betul sikap serigala itu yang terlihat patuh pada Zhou Fan. Jadi dia tak perlu khawatir akan kekacauan yang akan ditimbulkan.


Ketiganya sampai di ruangan khusus beast, di depan pintu masuk terdapat penjaga yang seketika membungkuk hormat saat melihat siapa yang datang.


Memasuki ruangan khusus untuk beast, dapat terlihat banyak kurungan besi yang masing masing di dalamnya terdapat satu beast.


Saat pandangan Zhou Fan tak sengaja mengarah ke salah satu kurungan, dia dengan cepat mendekat.


Huang Yu yang melihat Zhou Fan, langsung mengangkat tangan, bersamaan dengan itu seorang penjaga datang dan membuka pintu kurungan.


Zhou Jim yang melihat dirinya sudah terbebas dengan cepat keluar menghampiri Zhou Fan.


Auk~


Serigala itu memelas dengan tampang mengiba, yang pertama kali melihat tentu akan dibuat luluh akan kegemasan serigala kecil itu.


Tapi Zhou Fan sangat mengenal sifat serigalanya, tanda tanda seperti itu biasanya dikeluarkan saat meminta makanan.


Tanpa banyak berkata, Zhou Fan mengeluarkan daging persediaan dan dengan secepat kilat disambar oleh moncong serigala itu.


Huang Yu hanya menggeleng, dia lalu berjalan lebih ke dalam. Kurungan yang semula agak terang semakin ke dalam berubah gelap.


Kilatan mata tajam terpancar dan menyorot mengancam, aura mencekam yang dikeluarkan dapat dirasakan, bahkan dapat menembus tulang.


"Apakah kau yakin akan menghadapi beast tingkat kelima?" Huang Yu bertanya meyakinkan, sebelumnya dia hanya berkata asal, tak mengira gadis kecil ini menyanggupinya.


"Kau tenang saja kakek, selama tidak beast tingkat ke-enam, Rou akan dapat mengatasinya." Zhou Fan berkata bangga, seolah dirinya yang menjadi pembicaraan.

__ADS_1


Huang Yu menyipitkan mata, dia sedikit sulit untuk percaya dengan perkataan Zhou Fan. Namun mengingat kedua saudara ini bagaikan monster, dia dapat merangsang pikirannya agar percaya.


"Kelabang kaki lima." Dengan ucapannya, satu kurungan terbuka, dari luar dapat terlihat samar sosok setinggi orang dewasa, dengan panjang lima meter.


Itu bukan kelabang yang memiliki lima kaki, melainkan lima pasang kaki. Tubuhnya memiliki lima ruas, dan setiap satu pasang kaki melengkapi ruas tubuh tersebut.


Kelabang tidak bergerak liar, terlihat di tubuhnya terdapat kalung rantai yang terhubung ke pusat kurungan.


Berbeda dengan kurungan di bagian luar, kurungan di bagian dalam merupakan beast buruan, yang digunakan untuk latih tanding.


Sementara yang di bagian luar merupakan kurungan yang digunakan untuk menampung beast semacam Zhou Jim.


Perbedaan keduanya nampak sangat jelas, karena tidak nampak rantai besi yang mengalung di leher.


Kalung besi itu merupakan alat penahan kekuatan, itu merupakan pengambangan dari cincin penghilang kekuatan.


Ketiganya lalu keluar setelah memilih lawan, di belakang mereka seorang pria paruh baya menggeret kelabang kaki lima yang terlihat patuh.


Namun itu hanya penampilan luarnya saja, karena kelabang itu akan mengamuk begitu kalung rantai terlepas dari tubuhnya.


"Apakah kau yakin?" tanya Huang Yu mencoba merobohkan mental bertarung Rogue.


Tapi yang didapatkan hanya anggukan tegas, itu membuat pria tua itu terkekeh senang. Dia akan sedikit kecewa jika tidak bisa menyaksikan pertarungan antara lebah yang dikendalikan dengan kelabang kaki lima.


Di atas altar pertarungan, sudah ada kelabang kaki lima, di seberang juga terlihat gadis belasan tahun dengan jubah kepanjangan miliknya.


Beberapa orang yang melihat dari kejauhan seketika mendekat, mereka sangat penasaran siapa yang akan melakukan pertarungan.


Begitu mendekat alangkah terkejutnya mereka, mendapati gadis kecil di atas altar bersiap melawan kelabang kaki lima.


Beast itu merupakan beast tingkat lima, tentu semua orang menjadi heboh karenanya. Menurut nalar, tidak mungkin gadis seusianya akan dapat berhadapan dengan beast tingkat lima. Bertahan satu serangan saja itu sudah merupakan keistimewaan.


Mereka pasti akan muntah darah karena saking terkejut, jika mengetahui gadis yang mereka khawatirkan sudah pernah membunuh petarung raja bintang sembilan.


Rogue sangat tenang, karena dia sudah sangat lihai dalam mengerahkan lebahnya. Sikapnya yang tenang memicu guratan pertanyaan bagi sebagian besar orang.


"Apakah dia gila, meskipun aku sudah berada di tingkat petarung raja bintang tiga, tidak mungkin dapat mengalahkan kelabang kaki lima." Seorang pria paruh baya berkata dengan nada tak percaya.


Pria itu dapat melihat tingkat kultivasi Rogue yang berada di tingkat petarung grand master bintang tujuh. Menurutnya, gadis kecil itu terlalu memaksakan.


Meski dia mengakui bahwa gadis itu sangat jenius, akan percuma jika dia tiada. Karena kejeniusan tidak lagi berarti dalam raga tanpa nyawa.


"Hati hati, Rou'er." Huang Yu berseru dari bawah altar pertarungan, membuat semua mata memandang dengan penuh keterkejutan.


Siapa gadis itu?


Pertanyaan yang terus berputar dalam kepala mereka, bagaimana bisa seorang jendral besar Huang menyebutkan nama seseorang dengan begitu dekat.


Pria paruh baya yang menjadi pawang sang kelabang kaki lima, melepas rantai yang mengalung di tubuhnya. Setelah itu dia melompat keluar dan membuat formasi agar kelabang tidak merusuh kemana mana.

__ADS_1


Kelabang kaki lima masih diam, dia seolah sedang mengumpulkan kembali kekuatan yang selama ini tidak dapat dia gunakan.


Setelah diam untuk waktu tertentu, kelabang kaki lima mulai mencari mangsa, matanya yang seperti kepiting terus berputar.


Begitu melihat Rogue di depannya, kelabang itu langsung merangsek maju.


Shas...


Dari mulutnya keluar desisan bising, Rogue tak lagi diam, tangannya melambai ke atas.


Lebah jarum yang sedari tadi tersimpan di balik jubah keluar.


Wung...


Mata semua orang lagi lagi membulat lebar.


Sementara Huang Yu tertawa lantang, pria tua itu terlihat sangat menantikan pertunjukkan seru yang akan dipertontonkan.


Lebah jarum melesat ke atas, tapi saat tangan Rogue menghempas menepuk ke bawah, mereka menungkik bagai tombak.


Bham!


Kelabang itu berkelit dengan melingkarkan tubuhnya, lebah jarum sontak menghantam lantai altar pertarungan dan menimbulkan getaran.


Kelabang itu kembali memanjang, bagai ular dia bergerak membentuk huruf 's'.


Rogue memutar tangan kanan, sedang tangan kiri di depan.


Lebah jarum seketika berputar dan membentuk pusaran. Ketika berhasil mengenai sasaran, terdengar bunyi 'tring' dari sana.


Kulit luar kelabang keras bagai senjata rank epic, tapi tetap saja tidak bisa keluar dari kungkungan lebah yang terus berputar.


Lebah jarum semakin gencar menyerang, memaksa kelabang kaki lima untuk terus meringkuk mempertahankan nyawa.


Namun, seolah bosan dalam posisi bertahan, kelabang kaki lima merentangkan tubuhnya, lalu melompat menyerang Rogue yang berada di belakang.


Melihat serangan mengarah ke arahnya, Rogue melompat menghindar. Tangannya kembali mengayun dan melemparkan lebah menyerang kelabang kaki lima yang masih membelakanginya.


Lebah mendorong kelabang kaki lima hingga kelabang terlentang, tubuh bagian bawahnya berwarna merah jambu, membuat Rogue menarik sedikit sudut bibirnya.


"Ketemu!"


Rogue menyatukan tangan, tangan yang saling mengepal, lalu menggebuk keras ke bawah.


Lebah berkumpul menyerupai piramid yang berdiri terbalik, dengan ujung yang lancip piramid meluncur menembus tubuh kelabang kaki lima yang masih terlentang.


Brash!


Tubuh kelabang kaki lima itu meledak dan hancur berhamburan, bagai makanan yang dibanting ke lantai. Darah muncrat bersamaan dengan cairan berwarna hijau yang memiliki bau tak sedap.

__ADS_1


Zhou Fan tersenyum puas memandang kelabang yang sudah luluh lantah di lantai altar pertarungan.


"Itu baru adikku!"


__ADS_2