Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 252 : Perasaan Saat Menang


__ADS_3

Mendengar perkataan Zhou Fan semua orang tertawa, tak terkecuali pria berambut keriting.


"Aku adalah Bin Tuang, semua orang menjuluki ku raja kartu, kau berkata seolah kau akan memang dariku, tapi aku peringatkan kau, jangan berharap terlalu tinggi." Pria berambut keriting itu berkata sambil tersenyum sinis.


Zhou Fan tak peduli dengan apa yang dikatakannya, dia hanya duduk diam di tempatnya.


"Aku datang hanya untuk bermain, jika kau memang bawa semua yang ada di sini." Zhou Fan menunjuk botol botol di hadapannya, dia terlihat tidak peduli akan memang atau kalah.


"Hahaha... Baiklah, mari kita mulai." Bin Tuang berkata dengan semangat.


"Ini adalah pill bulan tingkat ke delapan, ada dua di dalamnya. Aku sudah berkata dua banding satu, kau satu aku dua." Bin Tuang mengeluarkan pill di dalam botolnya.


Zhou Fan menarik sedikit sudut bibirnya, dia merasa pria di hadapannya begitu percaya diri terhadapnya.


"Karena kau berkata begitu, aku tak akan sungkan." Zhou Fan mendorong botol pill berisi pill pemulihan tingkat ke delapan.


Sementara orang orang yang mengelilingi mereka, memancarkan kerakusan, ingin sekali mereka memiliki pill pill tersebut.


Pria tua yang sebelumnya disuruh menjadi bandar, masih terus mengocok kartu, entah sudah berapa kali kartu diacak nya.


"Pilih satu kartu, dan simpan di tangan." Pria tua meletakkan kartu berjajar dari kiri ke kanan.


Spontan Bin Tuang memandang lekat kumpulan kartu tersebut. Ekspresi wajah yang semula serius berubah senyum percaya diri, tanpa ragu dia menarik kartu dengan menggunakan telunjuknya.


"Sekarang giliran mu. Jangan terburu buru, aku akan menunggu." Bin Tuang memaparkan senyuman mengejek, arti lain dari ucapannya adalah Zhou Fan pasti lambat dalam menentukan kartu yang dia pilih.


Namun itu tidak benar, karena Zhou Fan tanpa pikir panjang menarik kartu paling kanan. Dan itu membuat Bin Tuang hampir tersedak.


"Kau yakin?" Bin Tuang bertanya seolah ragu, tapi dalam benaknya dia berjingkrak senang, merasa pill pemulihan tingkat ke delapan akan menjadi miliknya.


Zhou Fan mengangguk, dia tak menyingkirkan tangan dari kartu, dia menekannya di meja.


"Sebelum membuka, kalian ingin main bagaimana? Yang besar yang menang, kecil menang, atau tebak kartu?" Pria tua memaparkan permainan kartu yang kerap dimainkan.


"Besar menang, tebak kartu terlalu sulit untuk pemula. Yang paling besar dia yang menang." Bin Tuang menjawab dengan cepat.


Zhou Fan mengangguk, dia kemudian melirik kartu di bawah telapak tangannya. Dia sendiri tidak tahu apakah kartu itu besar atau kecil, dia hanya mengikuti permainan, dan berniat mencari hiburan.


Melihat Zhou Fan hanya mengangguk, beberapa orang di sana mendesis sambil mengatakan bahwa dia adalah pemuda yang bodoh.


Bin Tuang dengan sengaja menekan kata pemula, tapi pemuda itu bahkan tak membalasnya.

__ADS_1


Sebenarnya Zhou Fan juga tahu, tapi dia ingin mengalahkan Bin Tuang dengan permainannya sendiri.


"Mari kita lihat apa yang akan terjadi." Zhou Fan membatin dengan senyuman penuh arti.


Karena telah ditentukan yang memiliki kartu paling besar adalah pemenangnya, pria tua meraih kartu Bin Tuang. Namun dia tak langsung membukanya, dia menikmati suasana tegang yang dirasakan beberapa orang.


Plak...


Pria tua itu membalik kartu begitu cepat, angka enam terbalik terlihat jelas di sana.


"Sembilan hitam."


Bin Tuang langsung memasang senyum percaya diri, dia melipat tangan di depan dada dengan ekspresi merendahkan.


"Sembilan hitam, angka yang cukup tinggi. Hanya tersisa tujuh kartu agar dia tidak kalah, setidaknya jika mendapatkan sembilan dia masih imbang dengan Tuan Bin Tuang."


"Karena jumlah kartu keseluruhan ada empat puluh, perbandingan dia mendapatkan angka sembilan ke atas adalah 7/39, sangat sulit."


Pria tua ganti mengalihkan tangan ke kartu Zhou Fan, perlahan dia menarik kartu ke depan tubuhnya.


Semua orang yang ada di sana ikut 'dag dig dug', merasakan ketegangan. Bahkan lebih parah dibandingkan dengan Bin Tuang serta Zhou Fan yang terlihat biasa biasa saja.


Plak...


Dengan cepat pria tua membalikkan kartu, tapi tangannya masih menutup, tak membiarkan angka itu terlihat oleh semua orang.


"Pasti kalian penasaran." Pria tua itu mengelus dagu sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


"Pak tua sialan, cepat buka atau aku akan menelanjangi mu sekarang juga!"


"Dasar orang tua, membuat kami cemas saja. Cepat buka!"


Banyak lagi makian dari beberapa orang di sana, seolah mereka sendiri yang ikut bertaruh.


"Hehe... Tak seru jika langsung dibuka." Pria tua itu tak kunjung mengalihkan telapak tangannya yang menempel di atas kartu


Perlahan pria tua mulai menggeser telapak tangannya, satu garis berwarna merah terlihat dengan jelas.


"Satu? Apa yang aku bilang, dia tidak akan menang."


Bin Tuang menampilkan kembali seringainya, dia lantas hendak meraih botol pill milik Zhou Fan, tapi mendapat cekalan dari pemuda itu.

__ADS_1


"Lihat lebih jelas," ucap Zhou Fan seraya menyingkirkan tangan pria tua dari atas kartu.


Terdapat angka nol di belakang angka satu, membuat semua orang yang ada di sana terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Bukankah sepuluh lebih besar dibandingkan dengan sembilan? Berarti aku adalah pemenangnya." Zhou Fan meraih botol berisikan dua pill bulan tingkat ke delapan.


"Keberuntungan pemula!" Bin Tung tak terima dengan kekalahannya, dia mengatakan itu agar harga dirinya tak tercoreng.


Orang di sana mengangguk, merasa perkataan Bin Tuang masuk akal.


"Jika berani bermain lagi bersamaku." Bin Tuang mengeluarkan dua botol sekaligus. "Di setiap botol ada dua pill tingkat ke delapan, kau hanya perlu satu pill untuk bertaruh."


Perkataan Bin Tuang sontak membuat Zhou Fan menggeleng pelan. Namun berbeda dengan orang orang di sekitarnya, menatap iri dia yang dapat bertaruh dengan perbandingan empat banding satu.


Dengan hanya satu pill tingkat ke delapan, dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan empat pill sekaligus. Siapa yang akan menolak, orang akan mengira orang itu sangat bodoh.


Zhou Fan cukup menikmati permainan, dia merasa terhibur ketika melihat wajah wajah kesal pria tua di hadapannya. Dan lagi wajah wajah iri yang selalu menatapnya.


"Baiklah, aku akan menemani bermain." Zhou Fan menyisihkan botol pill yang dia menangkan, sedang untuk bertaruh dia tetap meletakkan pill pemulihan tingkat ke delapan.


Pria tua kembali merapikan kartu, dia mengocok lalu menata seperti sebelumnya.


Tanpa banyak berkata, Bin Tuang mengambil salah satu kartu. Begitupun dengan Zhou Fan yang mengambil secara acak.


"Besar, kecil, atau tebak?" Pria tua kembali bertanya, tapi lebih dipersingkat karena sudah menjelaskan di permainan pertama.


"Besar." Bin Tung masih tak terima dengan kekalahannya, dia ingin membuktikan pada semua orang bahwa dia merupakan pemain handal yang sesungguhnya.


Zhou Fan mengangguk, dia akan mengikuti permainan yang diinginkan Bin Tuang, karena dengan mengikuti permainannya, perasaan saat menang jauh lebih menyenangkan.


Pria tua maraih kedua kartu dengan kedua tangannya, dia lantas mendekatkan kepadanya.


Dia tak menempatkan telapak tangan untuk menekan, tapi dia memegang ujung kartu bersiap membalik.


Suasana kembali tegang, beberapa orang terlihat berkeringat menantikan siapa yang akan mendapatkan kartu lebih besar.


Plak!


Pria tua membalik dengan sedikit menggebrak meja, angka di masing masing kartu terlihat jelas di sana.


Hayo loo siapa yang menang-_

__ADS_1


__ADS_2