Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 165


__ADS_3

"Akh!"


Pria berambut keriting memekik tinggi, tapi seketika diam melihat seorang pemuda berdiri dengan wajah menyeramkan.


Zhou Fan menyeringai, wajahnya begitu menakutkan bagi pria berambut keriting.


"Apa yang akan kau lakukan?" Pria berambut keriting menjerit ketakutan, wajahnya pias seperti tidak ada darah yang mengalir di wajahnya.


"Jangan paksa aku untuk mengatakan suatu informasi, aku tak akan membuka mulutku!" Pria berambut keriting mengatakan dengan panik, dia menggeleng dengan daya upayanya.


Zhou Fan bingung hendak berkata, belum juga dia bertanya, pria berambut keriting sudah dapat menebak jalan pikirannya.


"Kau cukup pintar ... Jadi, katakan!" Zhou Fan yang berdiri di hadapan pria berambut keriting menendang kaki pria itu sedikit keras.


"Cih... Aku tidak akan mengatakan apapun!" Pria berambut keriting tetap pada pendiriannya, dia bahkan tidak berteriak saat kakinya ditendang.


"Owh... Tak kusangka kau adalah orang yang setia, katakan apa sebenarnya tujuan perkumpulan gerhana?!" Zhou Fan menyentak pria berambut keriting, tapi pria itu nampak tak peduli, bahkan terlihat 'bodohamat'.


"Aku tak akan mengatakannya kepadamu, jika aku mengatakan bahwa perkumpulan gerhana akan membuka altar peninggalan yang ada di istana, kau pasti akan berusaha memberitahu Kekaisaran dan akan membuat semuanya menjadi kacau ... Huh, aku tak akan mengatakannya kepadamu!" Pria berambut keriting memalingkan wajah layaknya gadis yang tengah merajuk.


Zhou Fan menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal, dalam hati dia menyanjung 'kepintaran' pria berambut keriting. "Bodoh, dia baru saja mengatakannya, tapi dia berkata seperti itu ... Ckck, dasar otak udang!!"


Zhou Fan melukis senyum tipis pada bibirnya, terlintas dalam kepalanya sebuah ide.


"Kau memang sungguh kolot, apakah kau tak sayang nyawamu?" Zhou Fan mencoba mengorek informasi lebih dalam dari pria 'pintar' di hadapannya.


"Siapa saja orang penting dalam perkumpulan gerhana?" Zhou Fan kembali menendang kaki pria berambut keriting.


"Aku sudah mengatakan kepadamu, tak ada gunanya kau memaksaku, meskipun kau mengancam dengan nyawaku, aku tak akan mengatakan bahwa perkumpulan gerhana dipimpin oleh Tuan Wei, Tuan Du, juga Tuan Besar Tang! Jangan memaksaku untuk membahas mereka, karena itu adalah hal yang sia-sia." Pria berambut keriting mengatakan sambil menggeleng tegas.

__ADS_1


Mendengar beberapa nama sekaligus, Zhou Fan mengerutkan keningnya, apalagi nama terakhir yang disebutkan merupakan nama besar, Tuan Besar Tang.


Siapa yang tak mengenal perdana menteri Kekaisaran, pria berotak encer dengan kultivasi petarung raja bintang lima.


Dugaan Zhou Fan semakin menguat, tujuan sebenarnya lebih dari sekedar takhta, sebuah altar peninggalan, yang bahkan dia sendiri tidak tahu apakah itu ada.


Zhou Fan menggeleng mencoba mengusir segala prasangka dalam pikirannya, kemudian menatap pria berambut keriting. "Kau memang orang yang 'setia', maka sambutlah nanti tuanmu di sana!"


Crebs...


"Jika boleh berharap, aku berharap lawanku seperti dia." Zhou Fan melirik pria berambut keriting, sungguh Zhou Fan mengagumi lawan sepertinya.


....


Konspirasi yang dilakukan oleh perkumpulan gerhana tidak sekedar kekuasaan, Zhou Fan terus menghubungkan informasi yang ia dapatkan, perlahan cahaya harapan mulai bersinar.


" ... Sebaiknya aku meningkatnya kekuatanku terlebih dahulu," ujar Zhou Fan yang dengan segera mengeluarkan bahan untuk membuat pill kultivasi.


Dia sudah memeriksa cincin penyimpanan yang merupakan barang rampasan, mulai dari cincin Patriark Bai, Patriark Yu, juga empat orang anggota perkumpulan gerhana.


Saat memeriksa cincin penyimpanan keempat pria perkumpulan gerhana, Zhou Fan tidak terlalu terkejut, di dalamnya hanya terdapat barang yang memang sudah menjadi persediaan wajib seorang petarung, pill pemulihan, koin emas juga beberapa senjata.


Begitupun saat memeriksa cincin penyimpanan Patriark Bai, dia tidak menemukan sesuatu yang 'wah' hanya jumlahnya yang sedikit lebih banyak dari jumlah keseluruhan empat orang perkumpulan gerhana.


Namun saat memeriksa cincin penyimpanan Patriark Yu, dia tidak lagi bisa berkata kata, sungguh sebuah gudang berjalan. Isi di dalamnya bahkan lebih dari empat kali lipat jumlah kelima orang sebelumnya, bahkan terdapat banyak sekali tanaman herbal yang langka.


Zhou Fan mulai mengolah bahan bahan menjadi pill, dia melakukan dengan perlahan, dia tidak berniat membuat pill kultivasi tingkat keenam, dia berniat membuat pill kultivasi tingkat ketujuh.


Perbedaan kualitas yang setara lima kali bahkan puluhan kali pill tingkatan di bawahnya membuat Zhou Fan bertekad membuat pill kultivasi tingkat ketujuh.

__ADS_1


Kobaran api mulai menyebar, temperatur udara disekitarnya naik, bahkan angin berhembus lebih cepat di sekitarnya.


Zhou Fan memasukkan bahan satu persatu, dia tidak langsung melemparkan nya begitu saja, akan gagal jika dia melakukannya, bahkan dia bisa terkena serangan balik pill yang meledak karena ketidak cocokan antar bahan.


Zhou Fan terus mengolah pill nya, di gelapnya malam di tengah hutan dia ditemani lolongan beast serigala terus melanjutkan aksinya. Meskipun begitu dia sesekali mengeluarkan auranya agar tidak ada beast yang mengganggu.


Keringat sudah membasahi pakaian Zhou Fan, dahinya terkadang mengernyit saat berusaha lebih berkonsentrasi. Dia juga selalu mengkonsumsi pill pemulihan setiap beberapa tarikan nafas, aktifitas membuat pill memang sungguh menguras tanaga.


Desiran angin yang bergemuruh mulai tenang, Zhou Fan mulai membuka matanya setelah berjam-jam malakukannya.


Zhou Fan menengadahkan tangannya menangkap empat buah pill merah bercorak putih juga biru, semua pasti menyadari jika pill tersebut merupakan pill tingkat tujuh. Karena hanya pill tingkat tujuh ke atas yang memiliki corak pada permukaan pill.


Zhou Fan menatap puas hasil karyanya, dia kemudian mengeluarkan satu botol pill kosong dan masukkan tiga pill kultivasi ke dalamnya, sementara satu pill dia genggam.


Zhou Fan mencari tempat yang lebih cocok untuk melakukan kultivasi, jika dia di ganggu dalam prosesnya akan sangat berbahaya baginya.


Setelah menemukan sebuah lembah curam, dia memutuskan untuk berkultivasi di dalamnya, dia merasa lembah ini akan aman, karena letaknya yang diapit dua tebing.


"Ini akan menjadi tempat yang cocok," ucap Zhou Fan yang berdiri di atas sebuah batu besar.


Zhou Fan duduk bersila, dia masukkan pill kultivasi yang baru saja ia buat, kemudian memulai berkultivasi.


Layaknya proses membuat pill, tubuhnya diselimuti semacam aura panas yang perlahan mulai terasa nyaman juga menenangkan.


Hari demi hari berlalu, tapi tidak ada tanda jika dia akan membuka matanya, dia nampak sangat berkeinginan besar untuk menjadi semakin kuat.


Satu bulan telah berlalu, disaat Ibukota dihebohkan dengan kemunculan beberapa kelompok kecil yang memiliki kekuatan di atas rata-rata, Zhou Fan masih memejamkan matanya, seminggu lalu dia sudah membuka matanya, tapi dia kembali menelan pill kultivasi untuk yang kedua kalinya.


Dia merasa kekuatannya masih kurang, mengingat lawannya kali ini adalah orang orang hebat yang mempunyai nama besar, dia tidak ingin hanya menjadi penonton, karena dia juga memiliki urusan tersendiri dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2