
Di halaman salah satu kediaman murid dalam, Zhou Fan serta Wei Guanlin duduk di sebuah bangku panjang sambil memandang bulan.
Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk hanya duduk berdua, Zhou Fan beranjak dari duduknya. Sebelum pergi dia mengayunkan tangan, mengeluarkan sebuah pedang.
"Pedang rank epic itu sudah sangat rapuh, mungkin beberapa adu lagi akan hancur. Pedang ini lebih cocok dengan kuktivasimu, petarung raja bintang sembilan." Zhou Fan memberikan pedang di tangannya.
Dia sudah melewati banyak sekali pertarungan, tentunya dia mendapatkan beberapa keuntungan setelahnya, dan pedang rank legend itu adalah salah satunya.
Wei Guanlin meraih pedang yang nampak indah di matanya, dengan gagang bulat motif sisik naga, pedang berwarna perak itu terlihat kuat.
Namun yang masih menjadi perhatian Wei Guanlin, tingkatan Zhou Fan sekarang berada di atasnya. Dia sedikit sulit membayangkan, bagaimana Zhou Fan mendapatkan kekuatannya.
Dia yang menggunakan berbagai sumber daya sekte juga kediaman jendral, masih berada di tingkat petarung raja, tapi Zhou Fan dengan kemampuan sendiri dapat mencapai tingkat petarung kaisar.
Memikirkan hal ini, muncul sebuah perasaan bangga dalam dirinya.
"Kau akan pergi?" tanya Wei Guanlin saat melihat Zhou Fan akan melangkah.
Zhou Fan mengurungkan niatnya. Namun saat Zhou Fan hendak membuka suara, wanita itu terlebih dahulu berkata. "Belati mu, jangan lupa."
Baru saja Zhou Fan mendapatkan sebuah perasaan senang, tapi pernyataan Wei Guanlin sungguh membuatnya tercengang.
Dengan langkah malas dia mengambil belati di atas tempat duduk, dia pun melangkah pergi meninggalkan Wei Guanlin yang nampak menahan senyum.
Setelah beberapa waktu dia selalu berada dalam suasana hati buruk, ketika melihat Zhou Fan, hatinya sedikit tenang.
"Lin'er, tunggu beberapa lama lagi. Saat itu kita akan kembali ke Kekaisaran Wei, menemui ayah mertua." Zhou Fan melambaikan tangan tanpa membalikkan badan, dia terus melangkah.
Wei Guanlin mengangguk samar, dia percaya dengan kemampuan Zhou Fan dapat masuk menjadi murid dalam saat ujian murid dalam pada satu bulan ke depan.
Untuk mendapatkan izin meninggalkan sekte bulan sejati harus sudah menjadi murid dalam. Hal itu sudah ditekankan kepada semua murid sebelum menjadi murid resmi sekte bulan sejati.
Karena bagi mereka, sekte bulan sejati. Murid luar masih perlu dibina, sedang murid dalam sudah mendapatkan tempat tersendiri di dalam sekte bulan sejati.
__ADS_1
Misi juga demikian, misi di luar sekte hanya diperuntukkan bagi murid dalam, sedang sisanya bagian murid luar.
Zhou Fan sudah menceritakan semua tentang pemberontakan yang dilakukan Wei Jia. Wei Guanlin yang sudah merenungkan masalah dengan ayahnya pun langsung paham akan maksud Zhou Fan.
Dia juga merasa kejadian itu begitu mengganjal, sama sekali terlihat tidak nyata. Dia baru menyadari baru baru ini, entah kemana saja dia berpikir, sampai tak bisa menyadari gelagat aneh ayahnya.
....
Malam berganti pagi, matahari datang membawa ketenangan. Namun tidak bagi Zhou Fan, begitu pagi menyingsing, suara bising dari ruangan sebelah terdengar bersahutan.
Dia yang baru saja mengistirahatkan tubuhnya mau tak mau bangun dan mendatangi si biang onar.
Bak bak bak...
Zhou Fan mengetuk dengan telapak tangannya, membuat pintu kayu itu sedikit bergetar.
Pintu terbuka, dua orang pemuda berdiri berdampingan. Namun jika diperhatikan, keduanya sedang berperang batin. Mata mereka saling melirik, tak jarang keduanya menggertakkan gigi.
Zhou Fan meraup wajah sendiri, dia lebih memilih keluar dan meninggalkan dua orang itu bersama.
"Aku akan ke tempat guru, tempat lapisan formasi." Zhou Fan tak menghentikan langkahnya, dia terlalu lelah untuk menghadapi dua orang itu.
"Lalu, dari mana kau semalam. Pria hitam ini merengek kepadaku, memohon agar memberikannya tempat tinggal, dia mencari masalah dengan Su Liang, sekarang dia menjadi buronan." Yin Cun melirik sinis pria hitam, Wu Zetian.
"Kerdil! Jangan panggil aku hitam, namaku adalah Wu Zetian." Dikatakan hitam, Wu Zetian tak terima, dia dengan kesal berkata kepada Yin Cun.
"Kau dari mana semalam?" ucap Yin Cun tanpa peduli terhadap Wu Zetian.
"Bertemu istri."
Huk... Huk...
"Haha... Saudara Zhou, kau pandai bercanda." Yin Cun menepuk pundak Zhou Fan sambil tertawa canggung.
__ADS_1
Zhou Fan tak peduli, apakah Yin Cun percaya dengan ucapannya. Dia sudah menjawab pertanyaan yang diajukan, percaya atau tidak itu masalah Yin Cun seorang.
"Baiklah, aku harus ke tempat alkimia. Karena aku sekarang sudah menjadi alkemis tingkat pertama, kau seharusnya bangga memiliki teman seorang alkemis." Yin Cun memamerkan rentetan gigi putihnya sambil melambai girang. Dia pergi seperti kera, melompat ke sana kemari dengan tangan terangkat.
Zhou Fan hanya bisa geleng kepala, apakah begitu hebat menjadi alkemis tingkat pertama. Andai Yin Cun tahu bahwa Zhou Fan merupakan alkemis tingkat empat, bahkan lima.
Mungkin dia akan membenturkan kepala ke sebuah meja, merasa kebanggaan yang dia puja merupakan prestasi semu semata.
Zhou Fan melajukan dirinya ke taman bunga kamboja, itu adalah taman yang ia datangi kemarin, tempat gurunya berada.
Sampai di sana, terlihat tetua Louxi tengah menjelaskan kepada beberapa murid. Meski tidak tahu apakah itu berhasil, pria tua itu dengan telaten memaparkan.
"Guru, murid mu datang." Zhou Fan memberikan penghormatan ala kadarnya, bukan dia tak sopan, tapi memang itu adalah instruksi tetua Louxi sendiri.
Tetua Louxi yang tengah mengajar beberapa murid membalas dengan anggukan, sementara Zhou Fan tak mau mengganggu, dia melenggang ke penjuru gazebo, duduk sambil mencoba hal yang selalu dia lakukan kemarin.
Zhou Fan secara perlahan memusatkan tenaga dalamnya, dia mengondisikan telapak tangannya menjadi sebuah wadah. Tak lama dia berhasil menciptakan sebuah formasi ruang, tapi lagi lagi dan lagi itu adalah pembatas tanpa isi, hanya cangkang kosong.
Plas...
Zhou Fan meremas formasi ruang tersebut, membuatnya seketika hancur. Dia sudah memperhatikan setiap faktor, tapi kenapa dia selalu gagal.
Tak mau menyerah, Zhou Fan meraih kitab di depannya. Itu adalah kitab yang diberikan tetua Louxi kepadanya, semua hal tentang formasi kurang lebih tersedia di dalamnya.
Dalam kitab itu Zhou Fan mengetahui, ahli formasi juga memiliki tingkatan. Rendah, menengah, dan terakhir tinggi.
Menurut kitab, seorang ahli formasi tingkat rendah, mampu menciptakan formasi ruang dengan sebuah hukum di dalamnya.
Untuk seorang ahli formasi tingkat menengah, mampu menciptakan formasi dengan dua atau lebih hukum di dalamnya, seperti hukum waktu dengan hukum api, atau perpaduan hukum lainnya.
Sedangkan untuk ahli formasi tingkat tinggi, seorang mampu menciptakan sebuah dunia dengan memanfaatkan retakan dimensi, menggunakan segel sebagai kunci.
Zhou Fan penasaran, bagaimana jika ahli formasi bertarung, itu pasti akan sangat mengagumkan. Bayangkan saja, ketika lawan terjebak dalam formasi ruang dengan berbagai hukum di dalamnya, mungkin tanpa melawan pun akan menang.
__ADS_1
Namun bayangan itu terlalu jauh, yang ia ketahui tetua Louxi hanya berada pada tingkat rendah. Selain itu, dia hanya bisa mengolah hukum waktu, dia sama sekali tidak bisa hukum lainnya.