
Di hadapan Zhou Fan berdiri seekor kuda. Namun jika diperhatikan kuda ini memiliki tubuh lebih gagah dibandingkan kuda pada umumnya.
Rambut merah menyala bak api yang berkobar berpadu padan dengan tubuh hitam lekat.
"Kuda Neraka!" Zhou Fan memandang tak percaya beast di hadapannya, kuda neraka merupakan beast yang sangat agresif. Menyadari ada beast lain atau orang di sekitar, secara naluri beast itu akan menyerah.
Dengan otot kaki yang begitu kuat, dia dapat menghancurkan batu dengan satu kali hentakan. Bahkan senjata rank master langsung remuk jika terinjak olehnya.
Huh...
Kuda neraka mendengus sambil memandang Zhou Fan, penglihatan yang tak begitu tajam membuatnya belum menyadari keberadaan Zhou Fan, dia hanya diam sambil mengamati sekitar.
Zhou Fan yang dalam dorongan waktu, tentu tak bisa hanya diam di sana. Namun dia tak mau gegabah, karena kekuatan kuda neraka setara dengan petarung kaisar.
"Ck... Berpikir apa, langsung maju saja!" Zhou Fan melesat dan maju. Dia berpikir semakin lama dia berdiam semakin kecil kemungkinan akan menang.
Lebih baik maju dan mencoba bertarung, setidaknya dia sudah berusaha. Juga Zhou Fan tak perlu mengkhawatirkan keselamatannya, karena sebelum memasuki menara, tetua Que telah membagikan sebuah token yang berguna sebagai kunci keluar.
Namun itu tidak terlalu penting bagi Zhou Fan, karena dia tidak akan menyerah. Setidaknya jika harus mundur itu akan menjadi pilihan terakhirnya. Dia merasa dengan adanya pertarungan ini, dapat meningkatkan kemampuan bertarungnya.
Begitu Zhou Fan bergerak kuda neraka seolah mendapatkan sinyal bahaya, beast tingkat enam itu langsung jingkrak jingkrak sambil kaki menghentak bumi.
Kuda neraka langsung berlari dengan segenap kemampuannya. Bukan kabur, tapi menyerah Zhou Fan.
Zhou Fan bukan tanpa persiapan, dia sudah menempatkan pedang darah malam di tangannya.
Kuda itu memiliki tinggi dua kali tubuh Zhou Fan, membuat pemuda itu terlihat begitu pendek saat berhadapan dengan kuda neraka.
Karena tubuh yang besar, dengan satu hentakan dia berhasil membuat permukaan hutan berlubang.
Zhou Fan yang sebelumnya menjadi incaran dengan lincah melompat ke samping.
Namun serangan yang seperti itu masih belum selesai, kuda neraka sekali lagi melakukan serangan, dan ini dilakukan dengan dua kaki depan.
Zhou Fan spontan membentangkan pedang darah malam, bersiap menyambut injakan kaki yang ukurannya sama dengan lingkar pinggangnya.
Trang...
Sepatu kuda neraka seolah terbuat dari baja, begitu kokoh dan kuat. Ketika beradu dengan pedang darah malam, hawa panas yang merupakan ciri khas kuda neraka dapat terasa begitu pekat.
Jika yang beradu dengan kaki kuda neraka adalah senjata biasa, bukan tidak mungkin langsung hancur berkeping-keping.
Namun pedang darah malam berbeda, meski ketahanan sepatu kuda neraka termasuk tinggi, pedang darah malam juga tidak lah kalah.
__ADS_1
Srek...
Zhou Fan mendorong dengan kedua tangannya, kuda neraka yang semula bertumpu pada keempat kakinya, langsung terombang ambing bak kapal di tengah lautan.
Zhou Fan melompat ketika berhasil memaksa mundur kuda neraka, tak sampai di sana, pemuda itu langsung menerjang dengan teknik dewa pedang.
Ketika api menyambar tubuh kuda neraka, beast itu malah terlihat senang, tidak sama sekali terpengaruh dengan serangan kobaran api yang dikeluarkan oleh Zhou Fan.
"Api adalah habitat alami kuda neraka, tidak mungkin dapat mengalahkannya dengan hanya bergantung pada api yang aku miliki." Sambil terus menyerang Zhou Fan bergumam.
Zhou Fan melompat mundur, dia tak lagi menyerang karena merasa akan sia sia serangannya walau diteruskan.
Ngik....
Kuda neraka memekik hebat, dia seolah mengejek Zhou Fan yang kini terlihat bermuka buruk.
Beast itu hanya memberikan waktu rehat yang sangat singkat, tanpa basa basi kuda neraka kembali menyerang.
Ketika dua kaki depan terangkat, Zhou Fan lantas berguling dan menghindar. Saat berada tepat di bawah tubuh kuda neraka, Zhou Fan langsung berdiri sambil menusuk perut yang nampak tanpa pertahanan.
Trang...
Pedang darah malam seolah membentur sesuatu yang keras, meski goresan sudah tercipta, tapi masih tak bisa menembus kulit setebal dinding kota milik kuda neraka.
Namun serangan itu masih dapat dilihat Zhou Fan, secepat kilat pemuda itu menarik dirinya agar keluar dari kungkungan kuda neraka.
Kuda neraka terus menyerang membabi buta, itu adalah saat di mana kuda neraka paling berbahaya.
Blar...
Kaki depan kuda neraka menghantam permukaan tanah hingga hancur menyebar, bahkan tanah yang semula berlumut kini hitam bak arang.
Zhou Fan melompat, dan duduk di atas tubuh kuda neraka. Tak ayal beast itu semakin menggelinjang.
Sambil menghentakkan kaki, punggungnya terus naik turun seolah ingin menghempas Zhou Fan turun, tapi pemuda itu cukup gigih dengan mengeratkan pegangannya di leher kuda neraka.
Brr....
Kuda neraka mendengus dengan marah, asap putih keluar tak beraturan. Sedang Zhou Fan nampak tidak peduli dengan apa yang dilakukan kuda neraka.
Perlahan kuda neraka mulai kehabisan tenaga, terus melompat sambil memaksa pemuda di atasnya turun cukup membuat beast itu kelelahan.
Zhou Fan tak menyia-nyiakan kesempatan, pedang yang sempat ia gantung di punggung kembali dia keluarkan.
__ADS_1
"Sialan, sudah cukup kau membuat ku mual. Sekarang waktunya untuk mengakhiri semua ini!"
Crues...
Pedang darah malam menembus leher bagian samping, bukan tanpa alasan Zhou Fan menebas di leher bagian samping.
Setelah bergelut dengan aktivitasnya, tanpa sengaja tangannya menemukan bagian tubuh dari kuda neraka yang tidak sekeras baja. Dan itu adalah leher bagian samping.
Bruk....
Kuda neraka jatuh dengan darah mengucur begitu deras, yang terpotong adalah tenggorokan, tidak menutup kemungkinan kerongkongan juga ikut tertebas, membuat darah tak henti hentinya keluar.
Zhou Fan turun dengan pakaian penuh darah, pedang darah malam juga telah ternoda cairan merah.
Sama seperti sebelumnya, perlahan tubuh kuda neraka menghilang tertelan sinar putih. Zhou Fan hanya bisa memandang dengan wajah datar.
...
Sementara itu di luar menara, beberapa peserta sudah keluar walau waktu yang telah ditentukan masih berjalan. Mereka tak sanggup mengalahkan beast yang semakin lama semakin menakutkan.
Bukan karena mereka pengecut, tapi mereka memang tak mampu jika harus dihadapkan dengan beast tingkat ke enam.
Mereka tidak akan pernah mengorbankan keselamatan hanya demi ambisi, meskipun harus kecewa karena tidak bisa masuk ke sekte bulan sejati, itu masih lebih baik jika harus merenggut nyawa di saat seleksi.
"Dua puluh, aku lolos... Hahahaha aku lolos." Seorang pemuda berteriak begitu senang, melihat namanya berada di barisan calon murid, dia begitu senang sampai melupakan bekas cakaran yang memenuhi tubuhnya.
"Ouh, sial. Satu tingkat lagi aku akan berhasil."
"Bagaimana mungkin aku tidak lolos... Huh, padahal aku sudah mencapai tahap ke sepuluh, meski tidak sampai menyelesaikannya."
Puluhan peserta yang sudah keluar dari menara langsung menuju ke tiang penilaian, begitu melihat hasil yang mereka dapatkan, ada yang senang ada yang sedih juga kecewa.
Dari jumlah peserta yang mengikuti babak ketiga, hanya ada dua puluh lima nama yang akan masuk ke dalam sekte bulan sejati, sedang yang lain harus kembali.
"Eh... Loin Gu berada di peringkat kedua, siapa peringkat pertama?" Seorang pemuda di sana berkata sambil menunjuk tiang penilaian.
Ketika melihat lebih jelas, terlihatlah satu nama yang cukup membuat keseluruhan orang bertanya tanya.
"Zhou Fan, siapa dia? Namanya tak begitu tersohor, tapi dapat menyaingi Loin Gu."
"Nama Zhou Fan, Loin Gu dan juga Yin Cun masih menyala, berarti mereka masih berada di dalam. Aku penasaran sampai mana batas ketiga orang ini." Seorang pria paruh baya yang merupakan tetua murid luar berkata sambil melipat tangan di punggung.
Tetua Que yang mendengar ucapan tetua di sampingnya ikut berpikir, begitu mendapatkan sebuah pemikiran dia tersenyum samar.
__ADS_1
"Kabar tiga orang ini, harus sampai ke telinga tetua murid dalam, tak menutup kemungkinan juga bisa menarik perhatian tetua agung."