
Matahari melambung tinggi, memaparkan pesona yang menyayat hati.
Zhou Fan melanjutkan perjalanan setelah bermalam di tepian hutan, dia tak lagi sendiri, karena Rogue memilih ikut bersama dengannya setelah gadis kecil itu merasa dekat dengan Zhou Fan.
Tidak ada penolakan dari Zhou Fan, dia malah merasa senang dan menyambut baik keputusan Rogue. Keduanya lebih dekat setelah perbincangan semalam, Rogue perlahan mulai menerima Zhou Fan sebagai keluarga.
Dia yang sebelumnya begitu jarang berinteraksi dengan manusia, dia merasa Zhou Fan bukanlah orang jahat seperti orang orang yang memandang aneh kepadanya.
Rogue juga bukan sosok yang lemah, itu terbukti dengan dirinya dan juga serangga nya, dia berhasil membuat repot Zhou Fan.
Sebenarnya gadis itu masih berada di tingkat petarung grand master bintang dua, tapi dia dapat memanfaatkan kelebihannya, yaitu lebah jarum dengan sempurna.
"Apakah kau tak bisa menyingkirkan jubah longgar mu?" tanya Zhou Fan asal sambil terus melesat membelah jalanan.
Rogue memandang sekilas wajah Zhou Fan, lalu kembali menoleh ke depan. "Semua orang akan menganggap ku sebagai ancaman jika hal itu aku lakukan."
Zhou Fan menyipitkan kening dan bergumam. "Benar juga."
Tanpa jubah longgar kedodoran itu, lebah jarum tidak akan mempunyai ruang untuk sembunyi, semua orang yang melihat kawanan lebah itu tentu akan panik dan menyerang.
"Lupakan." Zhou Fan berkata pelan, tapi sudah cukup bagi Rogue menangkap ucapannya.
Sungguh konyol pertanyaan yang dia lontarkan, padahal dia tahu gadis kecil di sampingnya merupakan pengendali beast jenis lebah, tidak mungkin dia pergi dengan begitu banyak lebah di atas kepala.
Setelah melakukan perjalanan beberapa waktu, Zhou Fan dapat melihat di depannya terdapat pintu masuk sebuah desa.
Tanpa menunggu waktu lama, Zhou Fan bersama Zhou Jim dan juga Rogue memasuki gapura desa yang lenggang tanpa penjagaan.
Memasuki desa, tidak ada hal aneh yang dapat dia lihat, kecuali desa ini terlihat amat sepi, walau hari baru saja dimulai.
Zhou Fan celingukan, Rogue yang melihat gelagat Zhou Fan sontak membuka mulutnya. "Desa ini bernama desa Siaw, desa ini terkenal akan produksi pakaiannya, tapi dalam beberapa bulan terakhir, desa ini terlihat bagai desa terisolasi."
"Kau ternyata memiliki begitu banyak informasi dalam kepalamu." Zhou Fan terkekeh sambil mengelus dagu.
__ADS_1
"Meskipun aku tidak beranjak dari desa sebelumnya, aku dapat mengetahuinya dari lebah lebah ku. Tidak mungkin aku hanya berdiam diri tanpa mengetahui keadaan sekitar." Rogue membusungkan dadanya bangga, dan itu membuat Zhou Fan tertawa kencang.
Hahahaha...
"Baiklah baiklah... Kita tak perlu peduli dengan desa ini, sebaiknya kita beristirahat sejenak dan menghilangkan dahaga." Zhou Fan memimpin jalan dan memasuki sebuah kedai.
Dalam kedai, tidak begitu banyak orang, hanya beberapa orang yang tengah duduk bersama dengan kelompoknya.
Zhou Fan, Rogue juga beast mereka masuk tanpa menimbulkan reaksi yang berlebih, karena Zhou Jim dalam wujud kecil, sedangkan lebah jarum masih setia di dalam jubah Rogue.
Setelah duduk, pelayan datang menawarkan pesanan, lalu pergi setelah mencatat pesanan.
Tak lama pelayan itu kembali dengan beberapa gelas di atas nampan.
"Rou, kau bilang tadi lebah jarum bisa berevolusi?" Zhou Fan meraih gelas yang baru saja dihidangkan.
"Tentu saja, lebah milikku dapat berevolusi. Setahun yang lalu, lebah jarum ini masih sejenis lebah biasa, tapi sekarang mereka sudah dapat memproduksi racun ...." Rogue menjelaskan dengan bangga. Dia lalu kembali menyambung setelah mengambil nafas sejenak.
"Jika lebah jarumku berevolusi sekali lagi, mereka akan menjadi beast tingkat empat, dan racun yang diproduksi jauh lebah ganas." Rogue tersenyum sadis, seolah dalam ekspresinya terpancar niat buruk.
"Kawan, sebaiknya kau cepat kembali ke kediaman. Atau kau juga mengalami nasib serupa seperti sebagian besar penduduk." Seorang pria muda berdiri dari duduknya.
Zhou Fan sontak memperhatikan mereka, bagaimana dia tidak memperhatikan, jika dia berbicara begitu lantang.
"Aku tahu, jika bukan karena istriku menginginkan sesuatu, aku tak akan keluar." Sahut pria lain yang duduk di sana.
"Desa ini sangat kacau, begitu banyak wabah yang menjangkit penduduk." Pria itu kembali membuka suara dan dengan segera pergi meninggalkan kedai.
Namun, sebelum pria itu keluar, suara dari belakang membuatnya terhenti.
"Kalian tidak perlu khawatir, karena wabah yang menjangkit desa ini sudah ada yang bisa mengatasi." Pria paruh baya berpakaian serba merah berkata sambil tubuhnya duduk di salah satu tempat duduk.
"Menurut kabar, ada sekte di bagian selatan desa yang bisa menyembuhkan orang yang terkena wabah." Pria berpakaian serba merah itu kembali melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
Perkataannya yang begitu yakin tak ayal membuatnya manjadi pusat perhatian. Sejumlah orang di sana langsung mengerumuninya.
Zhou Fan mengerutkan kening, tapi dia masih duduk tenang di tempatnya. Rogue juga masih diam, hanya saja ekspresi wajahnya terlihat suram.
"Pak tua, apakah yang kau katakan dapat dipercaya?" Salah seorang di sana bertanya dengan penasaran, terdapat semburan harapan dalam ekspresi wajahnya.
"Hahah.. Kalian bisa membuktikan sendiri, jika tidak salah sekte nya bernama 'Sekte pengobatan'." Pria berpakaian serba merah berkata santai sambil sesekali menegak arak di tangannya.
Sekumpulan pengunjung kedai itu terlihat semakin antusias.
"Itu sangat bagus. Jika begitu aku dapat membawa adikku ke sana, dia sudah sangat menderita."
"Ini adalah kabar baik, keadaan desa akan kembali normal jika demikian."
Pria berpakaian serba merah tertawa lirih. "Cepatlah ke sana, apa yang kalian tunggu?"
Seketika sekumpulan pengunjung itu berhamburan pergi dengan lari tunggang langgang. Teriakan histeris kebahagiaan terdengar beriringan dengan kepergian mereka.
Mereka sangat mengharapkan ada keajaiban yang dapat membantu desa mereka, dan harapan itu semakin besar saat mendengar nama sekte pengobatan.
Zhou Fan menyipitkan mata, dia mengamati pria berpakaian serba merah. Entah mengapa pria paruh baya itu terlihat mencurigakan.
"Kau kenapa?" Zhou Fan yang melihat Rogue meringkuk dengan tangan mendekap lutut cukup heran dengan apa yang terjadi.
Rogue tak menjawab, dia menggeleng sambil kepalanya terus menunduk. Gadis kecil itu seolah merasa perasaannya tak tenang, dan itu mengingatkan tentang peristiwa kelam dirinya bersama keluarga.
Zhou Fan tak menanyakan lebih dalam, beberapa hal memang lebih baik di simpan. Dan terkadang itu jauh lebih menenangkan dari pada mengungkapkan kepada orang sekitar.
Eh...
Baru saja dia menoleh mencari pria berpakaian serba merah, tapi di tempat sebelumnya, pria paruh baya itu tidak lagi terlihat.
Zhou Fan langsung mendapat prasangka buruk, dia bahkan belum memeriksa kekuatan pria berpakaian serba merah. Tapi menurut perasaannya, pria berpakaian serba merah itu bukanlah orang sembarangan.
__ADS_1
"Sepertinya memang ada masalah!"