Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 265 : Keterkejutan


__ADS_3

"Bagaimana mungkin?!"


"Ini pasti tidak nyata!"


Tetua Que dan juga lainnya yang berada di luar di buat terperangah akan keanehan tiang penilaian. Nama Zhou Fan terus merangsek naik dan sekarang berada di tempat pertama, padahal setengah jam lalu nama Zhou Fan masih berada di baris terbawah.


"Tetua Que, murid bernama Zhou Fan ini tidak mudah." Salah seorang pria paruh baya berkata kepada tetua Que yang masih terlihat mengamati tiang penilaian.


"Dengan waktu empat puluh menit dia sudah berada di tahap ke dua belas, itu tidak bisa dilakukan sembarang orang. Perlu di ingat, tingkat kesulitan akan semakin tinggi di setiap tahap." Tetua Que juga mulai menaruh perhatian terhadap Zhou Fan.


"Meski Loin Gu sejak awal mendominasi, sekarang dia masih tertahan di tahap ke sepuluh. Entah bagaimana pemuda itu dapat mencapai tahap ke dua belas." Salah seorang di sana berkata sembari melirik tetua Que.


"Namun mengapa di sepuluh menit pertama dia seolah kesulitan?" Mereka yang tak tahu kondisi di dalam hanya bisa bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Mungkin dia saat itu belum serius, saat lawan sudah mulai sulit, dia baru mengeluarkan kemampuannya sesungguhnya."


"Jika dia terus mempertahankannya, bukan tidak mungkin dia akan masuk ke jajaran peringkat murid luar."


Tetua Que yang mendengar tetua lainnya begitu semangat membicarakan Zhou Fan, tak tahan untuk tak angkat bicara.


"Untuk masuk ke peringkat murid luar tidak gampang, paling tidak harus mencapai tahap ke dua puluh dalam satu jam, sedang waktu yang tersisa hanya dua puluh menit." Tetua Que menggelengkan kepala pelan, meskipun dia berharap ada yang dapat masuk ke jajaran peringkat luar, dia juga tidak mau menaruh harapan terlalu dalam.


Bahkan untuk murid luar sendiri, harus mencoba puluhan bahkan ratusan kali untuk mencatatkan nama di tiang penilaian. Karena hanya ada seratus tempat, maka keseluruhan murid luar harus bersaing di seratus tempat tersebut.


Padahal jika menghitung berapa jumlah murid luar sekte bulan sejati, tentu tidak kurang dari empat digit.


...


Di tengah hutan belantara, Zhou Fan berhadapan dengan seekor serigala tingkat enam.


"Sangat aneh, meski tenaga dalam ku terkuras, ketika pertarungan berakhir langsung terisi kembali." Zhou Fan membatin sambil memeriksa kedalaman tubuhnya.


Dari pertarungan sebelumnya, Zhou Fan memastikan bahwa setiap menyelesaikan tahapan, dia akan mendapatkan kembali tenaga dalam yang telah ia gunakan. Seolah ia menelan pill pemulihan, jadi dia tidak perlu lagi memulihkan tenaga dalam miliknya.


"Namun sayang sekali luka luka ini tidak ikut disembuhkan, jika kembali ke dalam kondisi semula itu akan sangat menguntungkan bagi setiap peserta." Sekali lagi Zhou Fan membatin, tatapannya melirik ke arah serigala tingkat enam di depannya.

__ADS_1


Zhou Fan tidak mau menggunakan pill pemulihan, karena sudah jelas tetua Que mengatakan hal itu dilarang. Dia tidak tahu apakah akan ketahuan jika menggunakan pill atau tidak, tapi dia tidak ingin mengambil resiko.


Shut...


Serigala berbulu hitam dengan kaki panjang itu melesat cepat sambil cakar mengincar Zhou Fan.


Zhou Fan membentangkan pedangnya di depan dada, ketika cakar serigala hendak menggores tubuhnya, pedang ia dorong ke depan.


Trang...


Ketika kuku berwarna perak itu membentur pedang darah malam, terdengar bunyi nyaring yang sanggup membuat telinga berdengung.


Serigala itu seketika melompat kembali dan dengan begitu cepat langsung menerjang menggunakan kedua kaki depan.


Zhou Fan berdecak kesal, kalinya langsung menghentak ke permukaan tanah. Sekali hentakan Zhou Fan melompat.


Serigala dengan ukuran tak masuk akal itu melintas di bawah kaki Zhou Fan, hanya bayangan yang ia dapatkan.


Jika dikatakan beast serigala itu lebih mirip dengan harimau, karena tubuhnya hampir setara dengan tinggi Zhou Fan, tidak terlihat seperti serigala pada umumnya yang mempunyai tubuh lebih ramping.


"Penebas awan!"


Tebasan berbentuk bulan sabit bergerak ke arah serigala tingkat enam. Namun serigala itu mengambil langkah ke kiri, membuat jurus penebas awan tak mengenai sasaran.


Blar!


Batu besar di belakang serigala itu seketika hancur lebur bak bubur saat jurus penebas awan menerjang tanpa permisi.


Meskipun bukan jurus andalan, penebas awan juga bukan jurus lemah, bahkan jika dibandingkan dengan jurus tebasan ganda, keduanya tidak jauh berbeda.


Melihat serangannya tidak berarti sama sekali, Zhou Fan menerjang sambil mengeratkan pedang darah malam. Ketika dia bergerak percikan api mulai membesar dan membungkus seluruh badan pedang, menyisakan gagangnya saja.


Serigala berbulu hitam tak tinggal diam, beast itu juga melesat dengan cakarnya yang tajam.


Dua bayangan berkelebat di udara, seolah mereka tak benar benar menyentuh bumi. Pergerakan keduanya begitu cepat, bahkan ketika pedang dan juga cakar bersatu, tak ada yang dapat dilihat kecuali kembang api yang timbul akibat gesekan dua benda tajam.

__ADS_1


"Teknik dewa pedang!" Begitu Zhou Fan berseru, langkah kakinya semakin tak dapat ditebak, tangannya terus bergerak dengan pedang yang sudah semakin ganas.


Namun serigala tingkat keenam juga bukan lawan mudah, serigala itu meladeni serangan Zhou Fan, bahkan tak segan melancarkan gigitan.


Trang... Tring...


Cakar dan juga pedang terus beradu. Kaki tangan semua dimanfaatkan guna mengalahkan lawan. Setelah bertarung begitu lama, Zhou Fan melompat sambil menebas dua kali, bersamaan dengan itu siluet tebasan tercipta dan langsung menghantam tubuh serigala tingkat enam.


Karena jarak begitu dekat, serigala tingkat enam tak mampu menghindar, dia harus rela menyerahkan tubuhnya untuk menjadi santapan jurus Zhou Fan.


Shing...


Blar!


Tubuh serigala itu mental lumayan jauh, tubuhnya berhenti ketika beberapa pohon bahu membahu menahan. Andai tidak ada pohon yang menahan, bukan tidak mungkin akan lebih jauh dari pada sekarang.


Zhou Fan tak mau lengah, dia langsung melesat sambil mensiagakan pedang sarah malam.


Cras...


Kepala serigala itu terkoyak begitu dalam, bahkan hampir putus dan terpisah dari tubuhnya.


"Serigala tingkat enam, jika dapat mengambil sedikit dagingnya, itu akan berguna bagi Zhou Jim. Namun di sini aku tak akan bisa mendapatkannya." Zhou Fan menghela nafas rendah, dia sadar hal itu tidak akan mungkin dia dapatkan.


Perlahan sinar putih menelan tubuh serigala tingkat enam, begitu sinar itu semakin terang, mayat serigala itu tak lagi ada di hadapan Zhou Fan.


Zhou Fan membalikkan tubuhnya, kini hanya ada dia seorang diri di sana. Namun itu tidak akan lama, karena pasti akan ada beast yang keluar tanpa diundang.


Uh...


Zhou Fan dapat merasakan tenaga dalamnya kembali terisi, yang semula hampir terkuras habis secara bertahap pulih.


Tak lama terdengar suara langkah kaki, jika didengar dengan seksama orang mungkin akan menebak adalah kuda ya g tengah melaju. Namun Zhou Fan memiliki pandangan berbeda.


"Jika itu kuda, hentakan kakinya tidak akan begitu berat, karena sejati nya kuda adalah binatang dengan tubuh paling ideal." Zhou Fan susah berwajah serius, dia memiliki sedikit gambaran mengenai beast satu ini.

__ADS_1


Tak lama setelahnya, beast itu sudah berada di hadapan Zhou Fan. Dengan tubuh besar dan tinggi, juga kaki jenjang. Beast ini menampilkan kesan yang sangar.


__ADS_2