
Ucapan Zhou Fan membuat Bai Lengqu terkejut, bahkan Qing Yuwei juga ikut terkejut.
Qing Yuwei mendekati Zhou Fan, "Apakah kau sudah memikirkan akibat yang akan kau tanggung, jika Klan Bai mengetahui hal ini."
Zhou Fan hanya tersenyum sambil menatap Qing Yuwei.
Sedangkan Qing Yuwei menghela nafas, "Aku akan tetap berada disamping mu, apapun yang terjadi. Aku tak akan meninggalkanmu."
Sekali lagi Zhou Fan tersenyum. Lalu menatap tajam Bai lengqu.
"Kau jangan mac...." Belum sempat Bai Lengqu menyelesaikan ucapannya, sebuah pedang menebas kepalanya.
Sreettt... Bruk.
Padang Zhou fan menebas kepala Bai Lengqu, dan membuat tubuh Bai lengqu terjatuh ke tanah.
Sampah!
Zhou Fan menghampiri semua tubuh orang yang telah ia bunuh, dan mengambil semua barang berharga yang mereka punya.
Zhou Fan menghampiri Qing Yuwei sambil melihat ke lima cincin rampasan nya, hanya ada lima cincin dari delapan orang yang ia bunuh, Zhou Fan sadar, mereka hanya seorang pelayan, tidak heran jika tidak mempunyai cincin penyimpanan.
Dari kelima cincin, terdapat satu cincin yang terlihat sangat mencolok. Yang tak lain adalah cincin penyimpanan milik Bai Lengqu.
"Kau kenapa?" Zhou Fan menatap Qing Yuwei yang tanpak gelisah.
Qing Yuwei mengelengkan kepala, kemudian menatap balik kekasihnya. "Bai Lengqu adalah putra Patriark Klan Bai, aku hanya khawatir."
"Kau tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang terjadi." Zhou Fan mengacak rambut Qing Yuwei.
"Aku harap seperti itu," Ucap Qing yuwei pelan.
"Wei'er, ayo kita mencari ke tempat lain. Kita sudah terlalu lama berdiam diri disini." Zhou Fan menarik tangan Qing Yuwei supaya gadis itu lekas berjalan bersamanya.
"Hemm.. " Qing Yuwei hanya bergumam. Lalu berjalan di samping Zhou Fan.
***
Di sebuah kediaman di kota kapur putih....
"Patriark! Patriark!" Seorang pria paruh baya berlari sambil berteriak mencari patriark.
Brak...
"Ada apa? Kenapa kau begitu berisik. Apa yang terjadi?!" Patriark Klan Bai merasa akan ada hal buruk yang terjadi, hatinya akhir akhir ini tak tenang.
__ADS_1
"I..itu Patriark..." Pria paruh baya yang merupakan orang kepercayaan Patriark itu gemetar ketakutan.
"Bicara yang jelas!! Ada apa?!" Bentak Patriark Klan Bai, perasaan nya semakin tidak enak. Melihat orang dihadapannya membuat perasannya semakin tidak karuan.
"Tuan muda, Patriark. Tuan muda..." Ucapan Pria paruh baya itu terpotong oleh Patriark klan Bai.
"Apa yang terjadi dengan Qu'er?!" Tanya Patriark Klan Bai dengan wajah cemas.
"Tuan muda meninggal, giok kehidupannya telah hancur."
Penjelasan pria paruh baya itu membuat Patriark Klan Bai emosi, putra satu satunya meninggal? Ia tidak dapat menerima kenyataan ini.
Brak...
Duar...
Patriark Klan Bai meledakkan kursi kebesarannya.
"Cari sampai dapat, siapa yang membunuh anakku akan mengalami hal yang sama. Bahkan lebih parah."
***
"Wei'er, tetap di dekatku! Mungkin akan ada jebakan di gua ini." Zhou Fan menarik tangan Qing Yuwei untuk mendekat ke arahnya.
"Aku harap ini akan bertahan selamanya," Gumamnya sangat pelan.
"Apa kau mengatakan sesuatu?" Zhou Fan menoleh, pendengaran pemuda itu benar benar baik.
"..." Qing Yuwei hanya mengeleng sambil tersenyum.
"Kenapa aku merasa kau sungguh berbeda dari yang aku ketahui sebelumnya." Zhou Fan berkata dengan pandangan lurus ke depan. Lalu menoleh ke arah Qing Yuwei.
Qing Yuwei memiringkan kepalanya, gadis itu sungguh tak paham maksud perkataan Zhou Fan.
"Yang aku ketahui, kau adalah gadis bar-bar, dengan pakaian pria yang kau kenakan." Zhou Fan mengingat saat pertama bertemu dengan Qing yuwei, pemuda itu terlihat menikmati masa itu.
"Dan lagi, kau sangat berisik waktu itu. Haha.." Zhou Fan tak bisa menahan tawanya lagi.
Qing Yuwei memanyunkan bibirnya, ia juga tidak begitu mengerti. Yang ia tahu, sejak bertemu dengan Zhou Fan, dia mengubah penampilannya menjadi selayaknya gadis seumurannya.
Qing Yuwei mengangkat kedua bahunya, "Mungkin karena kau menganggapku sebagai pria waktu itu."
"Sungguh, karena aku?!" Zhou Fan menunjuk dirinya sendiri, ia tak mengira akan menjadi penggerak dalam perubahan Qing Yuwei.
Qing Yuwei mengangguk dengan cepat, meskipun bukan sepenuhnya, tapi kejadian waktu itu merupakan berperan besar.
__ADS_1
"Tapi, kau terlihat cantik saat kau mengenakan pakaian wanita. Terlihat seksi." Zhou Fan mengucapkan kata terakhir dengan berbisik tepat di telinga gadis itu.
Seketika wajah Qing Yuwei memerah, mendengar Zhou Fan mengatakan hal tersebut dia merasa malu sekaligus senang. Siapa yang tidak senang kalau dipuji sang kekasih.
"Awas!" Teriak Zhou Fan, saat melihat Qing Yuwei berada tepat di tepi sebuah lubang.
"Kenapa kau melamun?" Zhou Fan berkata dengan nada khawatir.
"Aku... Aku.." Belum sempat Qing Yuwei menyelesaikan ucapannya, Zhou Fan menyelanya.
"Tetap di dekatku!" Zhou Fan kembali mengingatkan Qing Yuwei.
"Huh! Memangnya salah siapa, ini juga bukan salah ku?!" Gerutu Qing Yuwei dalam hati.
Seksi. Kata itu yang terus menghantui pikiran Qing Yuwei. Sampai ia tak menyadari di depannya terdapat sebuah lubang.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menyusuri gua, entah sudah berapa lama semenjak mereka memasuki gua itu, tapi tak kunjung juga menemukan ujungnya.
Tiba tiba Zhou Fan berhenti saat mencium aroma harum, kemudian mengedarkan penglihatannya, mata pemuda itu tak bisa beralih ketika melihat sesuatu yang amat sangat menarik perhatiannya.
"Teratai dengan dua puluh lima kelopak!" ucap Zhou Fan terkejut.
Qing Yuwei dengan cepat menoleh ke arah pandang Zhou Fan. Matanya juga ikut membulat sempurna.
Teratai merupakan tanaman herbal yang mempunyai paling banyak manfaat, dan juga sangat banyak pill yang menggunakan teratai sebagai salah satu bahannya.
Kualitas teratai di kategorikan berdasarkan jumlah kelopak yang mekar pada bunga itu, semakin banyak kelopak yang mekar semakin tinggi juga kualitasnya.
Zhou Fan tidak pernah menyangka, keputusannya untuk mengikuti Suryasena adalah keputusan yang tepat.
Menemukan sebuah bunga teratai saja sudah merupakan suatu hal yang menakjubkan, tapi dihadapannya kini tertampang nyata bunga teratai, yang mempunyai dua puluh lima kelopak mekar.
Qing Yuwei berniat mengambilnya, gadis itu benar benar takjub dengan keindahan bunga itu. Tapi saat hendak menyentuhnya Zhou Fan berteriak padanya.
"Wei'er tunggu! Kembali!" Teriak Zhou Fan. Pemuda itu berpikir, barang se-berharga ini tidak mungkin tidak memiliki penjaga.
Tapi Qing Yuwei tidak menghiraukan nya, "Aku bisa mengambilnya, kau tenang saja."
Saat sudah tepat di samping bunga teratai itu, Qing Yuwei merasakan getaran dari permukaan yang dipijakinya.
"Akh...."
Seekor kelabang muncul entah dari mana. Tanpa Qing Yuwei sadari, beast tingkat tiga itu sudah tepat berada di hadapannya.
Qing Yuwei menutup matanya, dia pasrah dengan apa yang akan terjadi. Dalam pikirannya ia begitu menyesal telah mengabaikan peringatan kekasihnya.
__ADS_1