
"Tidak perlu menatapku begitu, kau tidak berpikir aku akan merampas barang barangmu, kan?" Ujar Zhou Fan.
"Ten..tentu saja tidak. Lagi pula di dalam cincin penyimpananmu pasti lebih banyak barang berharga di dalamnya." Qing Yuwei menepis ucapan Zhou Fan dengan mentah.
Qing Yuwei kemudian melepas cincinnya dan memberikannya kepada Zhou Fan.
"Hm ini!" Ucapnya.
Zhou Fan menerima cincin itu, lalu dia mengeluarkan beberapa pil dari cincin penyimpanannya. Lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan milik Qing Yuwei.
"Selesai. Pakailah!" Zhou Fan memberikan kembali cincin itu kepada pemiliknya.
"Gunakan sesuai keperluan saja, jangan berlebihan. Ingat!" Tekan Zhou Fan di akhir kalimatnya.
Meskipun tidak tahu pill apa saja yang dimasukkan Zhou Fan kedalam cincang penyimpanannya karena terlalu cepat prosesnya pun hanya mengangguk sambil tersenyum.
Mengetahui guratan pertanyaan di wajah Qing Yuwei, Zhou Fan menjelaskan apa saja pill yang ia berikan.
"Aku sudah memasukkan pill kultivasi tingkat lima dan juga pill pemulihan di tingkat yang sama. Seharusnya cukup untuk kau gunakan sampai menembus tingkat petarung grand master." Jelas Zhou Fan.
Qing Yuwei tidak dapat lagi menyembunyikan ekspresi terkejutnya, dia tidak mengira pemuda yang menjadi kekasihnya itu begitu peduli kepadanya.
"Sedangkan untuk pill pembersih jiwa tadi, kau bisa memutuskan sendiri apa yang akan kau lakukan dengan pill itu." Zhou Fan tidak memaksa Qing Yuwei untuk mengkonsumsi sendiri pill pembersih jiwa, karena gadis itu terlihat ingin memberikannya kepada ayahnya.
Sekali lagi Qing Yuwei mengangguk dengan semangat. Kagum, senang, bahagia semua bercampur dalam perasaan yang kini ia rasakan kepada Zhou Fan.
.
.
.
"Fan, menurutmu apa yang ada di dalam pintu batu ini."
Zhou Fan dan Qing Yuwei sekarang berada tepat di depan sebuah pintu batu, batu ini terlihat begitu tua, tapi itu tidak membuat batu itu rapuh.
"Tidak akan tahu jika tidak melihatnya secara langsung." Zhou Fan berkata dengan bijaknya.
"Apakah kau ingin menghancurkannya? Batu ini terlihat sangat kokoh." Qing Yuwei memperhatikan pintu batu itu.
"Semakin kokoh batunya, semakin berharga barang di dalamnya."
Sekali lagi Qing Yuwei mengangguk mendengar ucapan Zhou Fan.
"Wei'er mundurlah sedikit!" Dengan sangat percaya diri Zhou Fan ingin menghancurkan pintu batu dihadapannya.
Qing Yuwei mundur tanpa berkata sepatah kata pun.
Melirik Qing Yuwei sudah berada sedikit jauh darinya, Zhou Fan bersiap mengeluarkan serangannya.
__ADS_1
Dengan pedang di tangannya Zhou Fan menghempaskan sebuah tebasan yang langsung mengarah ke pintu batu.
Duaarr...
Ledakan menggema dalam gua itu, tapi pintu batu itu seolah tak bergerak sedikitpun.
"Eh... " Zhou Fan terkejut melihat batu besar dihadapannya tidak hancur berkeping-keping, bahkan untuk bergeming pun tidak.
Zhou Fan mengaruk tungkuk kepalanya canggung, dia sudah begitu percaya diri dihadapan Qing yuwei, tapi batu itu seolah sengaja membuat Zhou Fan kehilangan muka.
"Sial!" Umpat pemuda itu dalam hati.
Sementara Qing Yuwei menahan tawanya melihat jurus Zhou Fan tidak bisa menghancur batu itu, bahkan tidak berdampak apapun.
"Pufftt..."
Zhou Fan menengok ke arah Qing Yuwei, "Aku hanya pemanasan, aku akan serius. Lihat saja."
"Dasar batu sialan!" Kesal Zhou Fan dalam benaknya.
Zhou Fan menggenggam pedangnya, lalu dengan tatapan fokus menatap ke arah batu besar. Kemudian Zhou Fan melompat maju dengan pedang mengarah ke depan.
Keluar percikan api dari pedang itu, semakin lama semakin terang.
Hiat...
Trank...
Zhou Fan malah terpental beberapa meter karena pedangnya tak sanggup menembus batu berwarna hitam itu.
Bruk...
Zhou Fan terjatuh tepat di samping Qing Yuwei, gadis itu dengan cepat membantu Zhou Fan berdiri.
"Kau tidak perlu memaksakan dirimu." Qing Yuwei berkata cemas.
Zhou Fan tersenyum, melihat kekhawatiran di wajah Qing Yuwei.
Huk huk...
Dia sampai memuntahkan darah dari mulutnya, dampak beradu dengan pintu batu itu benar benar fatal, pikir Zhou Fan.
"Batu ini bukanlah batu biasa!" Serunya tiba tiba dengan tangan menaut dagu.
Qing Yuwei memiringkan kepalanya mendengar gumaman Zhou Fan. "Apa yang kau maksud bukan batu biasa, Fan?"
"Aku pernah membaca sebuah buku, dan di dalam salah satu lembaran buku itu terdapat penjelasan tentang sebuah batu yang mempunyai tekstur yang sangat padat, bahkan seorang petarung tingkat kaisar sulit untuk menghancurkannya. Nama batu itu adalah 'batu sora'." Jelas Zhou Fan, pemuda itu menoleh ke arah Qing Yuwei setelah menjelaskannya.
Qing Yuwei menyipitkan matanya, apakah memang ada batu seperti itu? tanya gadis itu dalam benaknya.
__ADS_1
"Apakah mungkin batu ini adalah batu sora yang kau sebutkan tadi?" tanya Qing Yuwei.
"Aku juga belum pernah melihatnya secara langsung, tapi melihat ciri dan tekstur batu ini..." Zhou Fan terlihat menggosok dagunya.
Kemudian sambil mengangguk dia berkata, "Mungkin bisa jadi."
"Bukankah kalau begitu tidak ada cara untuk memasuki ruangan di balik batu ini!" Perasaan kecewa menyelimuti Qing Yuwei.
"Aku rasa tidak begitu. Pasti ada suatu mekanisme yang mengatur pintu batu ini." Zhou Fan memandang ke sekitar, berputar tiga ratus enam puluh derajat, matanya terus menyusur mencari kunci untuk membuka pintu batu.
"Coba kau juga ikut mencari!" Zhou Fan menoleh, menyuruh Qing Yuwei agar ikut membantunya.
Tanpa berkata Qing Yuwei melakukan apa yang disuruh Zhou Fan, dia ikut mencari.
Beberapa saat kemudian Qing Yuwei berteriak memanggil Zhou Fan.
"Fan, kemarilah sebentar!" Qing Yuwei berjongkok mengamati sebuah akar pohon, tapi ada suatu yang aneh dari akar itu.
Zhou Fan dengan cepat melesat menghampiri Qing Yuwei.
"Apakah kau menemukan sesuatu?" Tanya Zhou Fan antusias.
"Entahlah, tapi aku merasa aneh dengan akar ini." Qing Yuwei menunjuk akar yang berada tepat di hadapannya.
Zhou Fan mengikuti arah telunjuk Qing Yuwei. Zhou Fan juga merasa sedikit aneh dengan akar di hadapannya.
Tempatnya berada sekarang tidak terdapat tanaman berkayu bahkan tak nampak tanaman disekitarnya, kenapa ada akar tanaman di sini, Zhou Fan berpikir.
Tangannya menyapu permukaan akar itu, sampai memperlihatkan sebagian akar yang sebelumnya tertutup tanah.
Zhou Fan tekejut, matanya membulat sempurna, menyadari akar itu mengarah ke pintu batu. "Sepertinya akar ini mempunyai hubungan dengan pintu batu."
Qing yuwei hanya diam, tapi dalam pikirannya dia setuju dengan ucapan Zhou Fan.
Zhou Fan kembali bepikir. Meskipun telah mengetahui bagian kecil kunci untuk membuka pintu batu, namun dia tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan terhadap akar ini.
"Wei'er, gali tanah sekitaran akar ini. Mungkin akar ini mengarah ke suatu tempat," Ujarnya.
Seperti biasa. Qing Yuwei dengan patuh mengikuti perkataan Zhou Fan.
Gruk gruk... Suara galian Zhou Fan dan Qing Yuwei.
Zhou Fan menggali akar yang mengarah ke pintu batu, sedangkan Qing Yuwei ke arah sebaliknya.
Lima menit, mereka berdua membutuhkan lima menit untuk membuat akar itu keluar sepenuhnya dan terlihat di permukaan.
Mata Qing Yuwei cerah bersinar, melihat sebuah tuas di ujung akar yang ia gali. Dengan cepat gadis itu memanggil Zhou Fan untuk melihat apa yang ia lihat.
"Fan, disini ada sebuah tuas!"
__ADS_1