Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 52 : Pandangan Berbeda


__ADS_3

Zhou Fan tersenyum tipis mendengar ucapan Dan Qu, menurutnya Dan Qu adalah pemuda yang baik, dan ia mempunyai tekad yang kuat.


Zhou Fan hanya menggeleng pelan, ia tidak habis pikir dengan Dan Qu. Padahal dia sudah tau tidak akan menang, tapi masih saja bersemangat untuk bertarung dengannya.


Bukankah itu sedikit bodoh? pikir Zhou Fan.


"Aku akan mengakhirinya!" ucap Zhou Fan pelan, ia tidak tega untuk meneruskan pertarungannya, ia memang kagum dengan semangat bertarung Dan Qu, tapi menurutnya apa yang dilakukannya adalah tindakan bodoh.


Melihat Zhou Fan kembali menatapnya, Dan Qu bersiap menyerang pemuda itu, tapi ia menghentikannya setelah mendengar ucapan Zhou Fan.


"Bagaimana kalau kita akhiri ini dangan mengeluarkan jurus terkuat masing masing, bagaimana?" Zhou Fan mencoba mengakhiri pertarungannya dengan sekali serangan,


Zhou Fan tidak menggunakan seluruh kekuatannya, meskipun tidak menggunakan kekuatan penuhnya, ia sudah dapat mengalahkan seorang tingkat petarung mahir bintang 2 dengan 30 persen kekuatannya, bahkan kurang dari itu.


"Baiklah....," Dan Qu mangangguk tanda ia setuju dengan saran Zhou Fan, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia mengagumi semua yang ada dalam diri Zhou Fan, pemuda dihadapannya itu tidaklah sombong padahal ia memiliki kekuatan yang bahkan ia sendiri tidak sebanding dengannya,


Dan Qu sebenarnya sedikit tidak paham, ia dengan kekuatannya yang sekarang sudah dianggap sebagai pemuda jenius di desanya, sedangkan pemuda dihadapannya jelas jelas dari Klan Zhou tetapi demi ikut turnamen kota batu hitam ia harus mengikuti babak kualifikasi terlebih dahulu.


Seberapa kuat pemuda lainnya yang mewakili Klan Zhou, kalau pemuda yang sekuat Zhou Fan harus mengikuti babak kualifikasi.


Dan Qu berpikir, betapa rendah dirinya saat menganggap sudah tak banyak pemuda segenarasinya yang dapat menyaingi nya.


Dia merasa terlalu memandang tinggi dirinya, padahal dia adalah katak dalam sumur yang sebenarnya.


Tidak hanya Dan Qu yang memiliki pemikiran seperti itu, semua yang ada disana juga mulai bertanya tanya di dalam hati mereka.


Apakah Klan Zhou begitu hebat, sampai pemuda hebat sepertinya harus berjuang melewati babak kualifikasi.


sementara itu, Zhou Fan yang tak mengetahui pikiran semua orang kepadanya pun hanya bersikap selayaknya.


Seperti janjinya yang akan menentukannya dengan sekali serangan, Zhou Fan bersiap mengeluarkan jurus tebasan ganda.


Dia menggenggam pedangnya lebih erat, pandangannya lurus kedepan menatap Dan Qu yang terlihat bersiap mengeluarkan serangan untuk melawan jurusnya.


Entah bagaimana caranya, mereka berdua melepaskan serangan secara bersamaan.

__ADS_1


"Pedang pelahap!!"


Dan Qu meneriakan nama jurusnya, sedetik kemudian udara disekitar terasa lebih berat yang disebabkan oleh jurus pemuda itu.


Sedangkan Zhou Fan terlihat hanya bergumam sambil melakukan tebasan dua kali secara beruntun, perlahan terbentuklah siluet tebasan pedang berbentuk silang, dan Zhou Fan mengarahkannya tepat ke arah Dan Qu berdiri.


Duarrrr.....


Suara ledakan yang timbulkan kedua jurus yang saling berbenturan itu menggema di seluruh arena pertarungan, asap mengepul menutupi penglihatan semua orang.


"Siapa pemenangnya?" tanya salah satu pemuda yang tidak dapat melihat ke atas panggung pertandingan karena masih tertutupi asap ledakan.


"Pasti pemuda dari Klan Zhou yang menang! dari awal dia sudah terlihat mendominasi, aku juga yakin dia akan mendapatkan tempat pertama di babak kualifikasi ini." salah satu penonton disamping pemuda itu mengeluarkan pandangannya.


"Aku heran! pemuda sepertinya kok bisa ikut kualifikasi, apakah Klan Zhou tidak bisa menilai bakat generasi mudanya?" ucap penonton itu lagi.


"Siapa nama pemuda dari klan Zhou itu?" penonton lain bertanya kepada orang di dekatnya.


"Mm...Zhou fan, iya Zhou Fan!" jawab lainnya.


Apa?!....Semua orang saling berpandangan.


"Kalau pemuda sepertinya dikatakan sampah tidak berguna, lalu kita ini apa? rumor hanyalah rumor! kita tidak bisa mempercayainya sepenuhnya," ucap pemuda itu berkata sambil menggelengkan kepala.


Lee yang mendengar ucapan para penonton ikut terkejut, pemuda yang ia jadikan teman adalah pemuda yang sering ia dengar namanya, Zhou Fan si sampah Klan Zhou.


Mendengar Zhou Fan menyebutkan namanya saat pertama kali berkenalan dengannya, Lee tidak berpikir pemuda itu adalah pemuda yang sama yang dikatakan sampah, ia merasa ini hanya sebuah kebetulan karena ia bisa merasakan tingkatan kultivasi dari dalam tubuh Zhou Fan.


Diam diam Lee tersenyum tipis, ia tidak mengira temannya itu sangat pandai menipu semua orang.


Kepulan asap mulai menipis, perlahan penglihatan semua orang kembali normal.


Tepat seperti apa yang mereka pikirkan, Zhou Fan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, sedangkan lawannya sudah tergeletak tak berdaya.


Zhou Fan memasukkan pedangnya, lalu menuruni panggung dengan wajah datar.

__ADS_1


Semua orang termasuk Lee menatap Zhou Fan dengan tatapan heran, kenapa dia tidak terlihat senang dengan kemenangannya, apakah ia sudah memperkirakannya? pikirnya masing masing.


Zhou Fan yang merasakan tatapan aneh disekitarnya pun memutarkan pandangannya keseluruh orang disekitarnya, dia mengangkat kedua bahunya acuh lalu menghampiri temannya, dan ternyata temannya itu juga menatapnya dengan aneh.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, apa kau belum melihat pria tanpan sepertiku," ucap Zhou Fan bercanda sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Aneh...," cicit Lee saat Zhou Fan tepat dihadapannya.


Zhou Fan yang tidak mengerti maksud ucapan Lee menyipitkan kedua matanya menginginkan penjelasan.


"Kau aneh! kau tidak terlihat senang saat mengalahkan lawanmu barusan, kau seperti sudah yakin akan menang saja melawannya." Lee mencibir temannya itu.


"Heh..." Zhou Fan terkekeh pelan, ternyata itu yang menjadikan dirinya sebagai obyek tatapan aneh semua orang, pikirnya.


"Kau sudah lihat bukan kekuatanku, apakah kau yakin bisa mengalahkanku? saat aku melawanmu aku tidak akan sungkan!" Zhou Fan berbisik tepat di telinga Lee.


Lee bergidik saat membayangkan dirinya jika menjadi pemuda yang di lawan Zhou Fan pertama, dia saja tidak yakin bisa menang melawan Dan Qu, besar kemungkinan ia menjadi pihak yang kalah, tapi Zhou Fan dapat mengalahkan Dan Qu dengan begitu mudah, bahkan ia tidak begitu puas setelah mengalahkannya.


Bagaimana nasibnya saat bertarung dengan teman barunya itu? mungkin ia hanya akan menaiki panggung lalu meminta temannya itu melepaskannya, pikir Lee.


Babak kualifikasi berlanjut, sekarang tersisa 24 peserta dan sebentar lagi adalah pertandingan penentu, apakah peserta itu akan mendapatkan tiket untuk mengikuti turnamen kota batu hitam atau pulang dengan tangan kosong.


Zhou Fan terlihat tenang menunggu siapa yang akan menjadi lawannya, tapi berbeda dengan peserta lain, mereka terlihat cemas, mereka semua termasuk Lee berharap tidak bertemu Zhou Fan di babak kali ini.


Semua peserta tentu menyaksikan pertandingan Zhou Fan dengan Dan Qu, mereka dapat menilai kekuatan Dan qu berada di atas mereka karena mereka tidak dapat melihat tingkat kultivasi pemuda itu, meskipun begitu pemuda bermarga Zhou dapat mengalahkannya dengan begitu mudah, tentu mereka berpikir kekuatan pemuda bermarga Zhou jauh di atas mereka.


Satu persatu peserta mulai terlihat lega saat nama mereka disebutkan dan yang menjadi lawan mereka bukanlah Zhou Fan.


Pertarungan demi pertarungan sudah terlewati sehingga sudah menemukan pemenang diantaranya.


Lee yang namanya belum disebutkan diam diam melirik Zhou Fan, tapi sialnya pemuda itu menyadarinya.


Zhou Fan menyeringai menatap Lee, sedangkan Lee meneguk paksa salivanya.


"Glekk... "

__ADS_1


__ADS_2