Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 286 : Aksi Loin Gu


__ADS_3

Babak dua belas besar sudah selesai, enam murid luar telah memastikan diri mengikuti babak selanjutnya.


Selain pertarungan enam teratas, enam murid yang tersingkir akan kembali bertarung, mereka memperebutkan dua tempat yang tersisa untuk masuk delapan besar.


Zhou Fan bisa santai, karena pertarungan babak enam besar dilakukan setelah memperebutkan posisi tujuh dan delapan, setidaknya itu akan memakan waktu beberapa jam.


Loin Gu menjadi murid dengan kultivasi tertinggi, karena lima orang lainnya merupakan petarung kaisar bintang satu. Ini akan memuluskan jalannya untuk menggapai hadiah hiburan.


Loin Gu naik ke atas arena setelah namanya keluar sebagai orang pertama, lawannya merupakan seorang pemuda berumur dua puluh tujuh tahun.


Keduanya bersiap ketika pertarungan akan dimulai, pedang besar dan juga golok sudah bersiap di tangan masing masing.


Begitu pertarungan di mulai, Loin Gu melesat sambil menebaskan pedang besar nya. Tak peduli tepat sasaran atau tidak, dia menebas dengan kuat.


Blar...


Lantai arena menampakkan goresan akibat serangan Loin Gu, beruntung pemuda itu dapat menghindar, jika tidak, mungkin dia sudah tergelatak tak sadarkan diri.

__ADS_1


Namun Loin Gu yang terbakar akan ambisi menyerang semakin ganas, dia masih belum menerima kekalahannya, dia menumpahkan segala bentuk penyesalan pada pertarungan ini.


Nahas bagi pemuda itu, harus menahan semua keluhan yang tidak seharusnya dia dapatkan.


Keduanya telah melalui satu pertarungan, kondisi tubuh tidak seoptimal pada saat pertarungan pertama. Tetapi itu tidak menahan mereka menyuguhkan sebuah pertunjukan yang menawan.


Loin Gu tak habis habisnya memutar pedang besar nya, dia menyerang setiap titik, mulai dari kepala pedut bahkan kaki pun tidak dia lepaskan.


Pemuda itu tampak kewalahan, tunggang langgang menghadapi serangan Loin Gu yang semakin lama semakin ganas.


Dentuman pertarungan terdengar silih berganti dengan teriakan jurus yang mereka keluarkan. Asap tipis menyebar mengitari arena, membuat pertarungan semakin menegangkan.


Semua yang di sana juga merasa demikian, Loin Gu telah menguasai alur pertarungan, dan terlihat lawannya sudah kelelahan.


Dan benar saja, seperti perkiraan. Loin Gu berhasil menumbangkan lawannya, dia melaju ke babak selanjutnya.


Perebutan tempat ke tujuh dan ke delapan semakin sengit, setelah Loin Gu memastikan diri satu kaki merebut salah satu tempat itu, dua murid lain juga mengejar menantang Loin Gu untuk bersaing.

__ADS_1


Pertarungan selanjutnya, Loin Gu berhadapan dengan pria berambut gimbal, keduanya sudah bersiap di atas arena.


Blar!


Baru saja pertarungan di mulai, pria berambut gimbal langsung melempar salah satu kapaknya. Loin Gu berdecih kesal, dia melompat beberapa langkah ke belakang.


Sejurus kemudian Loin Gu menerjang dengan pedang besar nya, ketika pedang besar menyambar, pria berambut gimbal melompat menghindari.


Pria berambut gimbal meraih kapak yang menancap di lantai arena, kemudian mengait kepala Loin Gu dari belakang.


Loin Gu menunduk, sambil menghindar tangan kiri mengepal menghantam dagu pria berambut gimbal.


Tubuh pria berambut gimbal terpelanting. Bersamaan dengan itu tangan kanan Loin Gu menggerakkan pedang besar.


Blam...


Pedang menghantam tubuh pria berambut gimbal, dan membuatnya melesat menerjang lantai arena.

__ADS_1


Tak sampai di sana, Loin Gu terus menyerang, tak membiarkan sang lawan untuk bangkit bertahan.


Pria berambut gimbal hanya bisa merasakan tubuhnya remuk, dia tidak bisa melawan karena setiap dia akan berniat melawan, pedang besar menghantam tubuhnya, jika tidak, akan ada lesatan tangan yang menumbangkan nya dalam satu kali pukulan.


__ADS_2