
Qing Yuwei kembali meneteskan air matanya, lalu berdiri dari duduknya.
"Ya, ini hanyalah ketidaksengajaan." Qing Yuwei merasakan hatinya begitu sakit, ia tersenyum getir.
"Heh..setelah menyentuhku kau lepas tanggung jawab begitu saja," Ucap Qing Yuwei dalam hati.
Kecewa? Tentu dia merasakannya, dia adalah seorang gadis yang terkenal anggun, baik dan juga cantik, tapi seorang pemuda dengan mudahnya melakukan hal tersebut kepadanya.
Qing Yuwei meninggalkan tempat itu dengan air mata mengalir di pipinya.
"Apakah sesakit ini? Seharusnya aku tidak pernah berharap." Qing Yuwei bergumam sambil memegang dadanya.
Meskipun ia baru menyadari perasaannya, ia tetap merasakan sakit di hati kecilnya saat mendengar penolakan tidak langsung Zhou Fan.
Sedangkan Zhou Fan diam mematung, apa yang harus dilakukannya? sungguh ia bingung harus apa.
Setelah mendengar perkataan gadis di hadapannya, Zhou Fan semakin merasa bersalah.
Pemuda itu kemudian berpikir, jika seandainya ada keluarganya atau orang terdekatnya diperlakukan seperti itu, tentu ia akan menjadi yang pertama untuk mengeluarkan suaranya.
Tapi mengingat, sekarang dirinyalah yang menjadi pelaku, dia merasa sangat amat bersalah.
Apakah aku keterlaluan?!
Tapi aku sudah memiliki Lin'er.
Zhou Fan memang mengakui Qing Yuwei merupakan gadis yang cantik, tidak menutup kemungkinan bahwa ia juga tertarik kepadanya.
Zhou Fan kembali mengingat, perlakuannya terhadap gadis yang bahkan ia belum mengetahui namanya itu sungguh sangat keterlaluan.
Zhou Fan bimbang, keputusan apa yang harus ia ambil.
Akhkkkk... Zhou Fan meraung marah dalam pikirannya. Meninju tembok dedekatnya dengan sedikit tenaga.
Brak!
Tembok tersebut sampai retak di buatnya, Zhou Fan mengusap wajahnya kasar kemudian berdiri.
Zhou Fan kembali berpikir, tak lama senyum licik terukir di wajah polosnya.
"Dua juga tidak buruk!" Zhou Fan menyeringai, lalu menatap punggung gadis yang sudah berada agak jauh darinya.
"Tunggu!" Panggil Zhou Fan seraya mengejar Qing Yuwei.
Sontak Qing Yuwei berhenti, tanpa membalikkan badannya.
"Lupakan saja! Aku tidak akan berharap kepadamu." Qing Yuwei berkata tanpa menatap mata Zhou Fan.
"Apakah kau akan menerimaku yang memiliki banyak kekurangan ini?!" Tanya Zhou Fan.
"Apa yang kau katakan! Kau tidak perlu mengatakan kata kata manismu, Kau jangan mempermainkanku?!" Tambahnya seraya membalikkan tubuhnya, menatap acuh Zhou Fan.
__ADS_1
"Sungguh, aku serius mengatakannya. Hiduplah bersamaku jika kau tidak keberatan dengan keadaanku, kau harus tahu aku tidak dapat menjamin kau akan bahagia bersamaku, tapi aku akan berjanji satu hal. Aku tidak akan meninggalkanmu." Zhou Fan berkata dengan yakin.
Qing Yuwei diam tak bergerak. Dia masih tidak mengira akan ucapan Zhou Fan. Tubuhnya bergetar mendengar penuturan dari seorang yang telah masuk ke dalam hatinya.
"Apakah kau tidak mempermainkanku?" Qing Yuwei bertanya dengan nada lemah.
Zhou fan mengeleng, dan tersenyum hangat.
Dengan cepat Qing Yuwei melesat ke pelukan Zhou Fan.
Buk...
Suara tubuh Qing Yuwei yang dengan kuat menubruk Zhou Fan, Zhou Fan juga membalas pelukan Qing Yuwei sambil sesekali mengusap lembut puncak kepala gadis itu.
"Baiklah, aku akan menikahimu dan menjadikanmu istriku," Ujar Zhou Fan.
Qing Yuwei mengerucutkan bibirnya, melepaskan pelukannya, kemudian menatap Zhou Fan kesal.
"Huhft.. Kau berkata seolah aku memaksamu menikahiku," Ujar Qing Yuwei.
"Tentu saja tidak begitu, lagian siapa yang tidak ingin memiliki seorang wanita cantik sepertimu disisinya," Ucap Zhou fan sembari terkekeh pelan.
Wajah Qing Yuwei memerah mendengar gombalan Zhou Fan, kemudian berkata dengan cemberut. "Mulutmu begitu manis, entah sudah berapa banyak gadis yang jatuh kedalam pelukanmu."
"Khe khe... Apakah begitu manis? Kita bisa melakukannya lagi jika kau begitu menyukainya," Goda Zhou Fan.
Sesungguhnya dia juga tahu maksud perkataan Qing Yuwei, tapi dia malah memutar arti kata 'manis' dalam kalimatnya.
Zhou Fan kembali terkekeh, sambil menggelengkan kepalanya dia berkata.
"Yang harus kau ketahui. Kau bukanlah satu-satunya wanita disisiku, aku sudah memiliki seseorang yang menungguku. Tapi dia sekarang berada di Ibu kota," Ucap Zhou Fan yang tidak ingin menutupi tentang Wei Guanlin.
Qing Yuwei tidak menanggapi ucapan Zhou Fan, ia amat sangat merasa bahagia, sampai tidak mempedulikan apapun lagi.
Mereka akhirnya saling memperkenalkan diri masing masing. Sungguh konyol, mereka berjanji untuk bersama, tapi belum saling mengenal.
.
.
.
"Wei'er, ayo kita ke tempat makam kuno di buka!" Ajak Zhou Fan yang berusaha lebih dekat dengan gadis bernama Qing Yuwei itu.
Wajah Qing Yuwei memerah, mendengar Zhou Fan menyebutnya seperti itu membuat kebahagiaan melanda hatinya.
"Emng.." Qing Yuwei bergumam sembari tersenyum lembut.
Zhou Fan balik tersenyum, tapi hanya sedetik, kemudian dia maraih tangan Qing Yuwei dan melesat dengan kecepatan sedang.
Dengan saling manautkan tangan, keduanya melesat ke tempat tujuan, selama perjalanan keduanya berusaha lebih mengenal.
__ADS_1
Berbincang dengan Zhou Fan, membuat Qing Yuwei sedikit mengetahui kepribadian Zhou Fan.
Tak lama mereka pun sampai di tempat berkumpul, sebuah tanah lapang di samping tebing besar.
"Sungguh ramai orang yang ada di sini." Zhou Fan bergumam pelan.
"Ini adalah acara paling di tunggu tunggu, pasti semua orang tidak akan melewatkannya, bahkan seluruh generasi muda di sarankan untuk mengikutinya." Qing Yuwei membuka suaranya mendengar gumaman kekasihnya.
Zhou Fan menaikkan alisnya dan menatap heran gadis di sampingnya.
"Kenapa?" Tanya heran Qing Yuwei, sambil memeriksa wajahnya.
Apakah ada yang salah dengan wajahku? pikir Qing Yuwei yang masih meraba wajahnya.
"Tidak, aku merasa kau sangat cantik" puji Zhou Fan dengan tersenyum.
Qing Yuwei tersipu malu, wajahnya memerah, dalam hati dia begitu bahagia mendengar pujian dari Kekasihnya.
"Tapi..." Zhou Fan menyambung kalimatnya, membuat Qing Yuwei menautkan sebelah alisnya.
"Tapi, kenapa kau begitu pendiam sekarang. Kemarin kemarin kau begitu berisik, dan selalu memanggilku mesum." Zhou Fan mengerlingkan matanya.
Qing Yuwei mengerucutkan bibirnya, mendengar ucapan Zhou Fan.
Sedangkan Zhou Fan terkekeh melihat kekasihnya kesal.
"Ck... Kau memang mesum." Qing Yuwei mencebik sembari memalingkan wajahnya.
"Kenapa? Mau lagi?" Tanya Zhou Fan.
Mendengar perkataan Zhou Fan, Qing Yuwei dengan spontan menoleh, kemudian kembali memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
Hahaha...
Zhou Fan tidak lagi dapat menahannya, lalu dengan gemas ia menarik pipi Qing Yuwei.
Aduh..
Qing Yuwei sampai mangaduh di buatnya.
"Dasar mesum!" Cicit Qing Yuwei.
Zhou Fan menarik Qing Yuwei, lalu manatapnya dalam dalam. Sambil menyeringai Zhou Fan memiringkan kepalanya.
"Hem?" Gumam Zhou Fan yang ingin Qing Yuwei mengulang kalimatnya.
Qing Yuwei kembali memalingkan wajahnya, saat berhadapan dengan Zhou Fan, entah mengapa gadis itu terbayang lagi akan kejadian beberapa waktu yang lalu.
Zhou Fan menyeringai, kemudian mendekatkan wajahnya dan berbisik.
"Aku ingat kau bahkan menikmatinya, jadi seharusnya kau yang disebut mesum."
__ADS_1