Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 220 : Petarung Tingkat Kaisar


__ADS_3

Zhou Fan kembali melangkah, dia berjalan searah dengan arahnya sebelumnya.


Xiao LingYun yang melihat Zhou Fan handak pergi begitu saja dengan cepat berdiri di hadapannya, sambil merentangkan tangan dia membuka mulutnya. "Kau mau kemana?"


Zhou Fan sejenak menelisik spesies langka di hadapannya, sementara yang menjadi obyek dengan cepat menurunkan tangan, dan melambai tepat di depan wajah Zhou Fan.


"Kenapa kau malah diam, kau mau kemana?" tanya Xiao LingYun sekali lagi.


"Pergi," jawab Zhou Fan.


Xiao LingYun lalu mengikuti kemana Zhou Fan berjalan, dia mengekor di belakang.


"Kenapa kau mengikuti aku?" Zhou Fan menaikkan sebelah alisnya.


"Bukankah kau juga akan ke Kekaisaran Shi, apa salahnya jika aku ikut sekalian?" ucap Xiao LingYun.


Zhou Fan terkejut dengan pengucapan Xiao LingYun, dia tidak pernah menyebutkan tujuannya kepada orang luar, termasuk gadis di hadapannya.


"Kenapa kau berpikiran aku akan ke sana?" Zhou Fan memiringkan kepala sambil menatap lekat Xiao LingYun.


Xiao LingYun tertawa kecil, lalu menjawab. "Sebenarnya aku hanya menebak, tapi melihat reaksimu... Sekarang aku yakin kau akan ke sana."


Xiao LingYun menunjukkan dua jari terbentang membentuk huruf 'v', sementara wajahnya tersenyum puas.


Saat kedua orang serta Zhou Jim akan berangkat, sebuah suara yang dari tadi diam kembali terdengar.


"Sepupu LingYun, apakah kau tidak berkunjung ke kakek kaisar? Beliau pasti sangat senang melihatmu datang."


Xiao LingYun seketika menghentikan langkahnya, tak lupa dia memaksa Zhou Fan untuk berhenti pula.


"Sebaiknya kau berkunjung ke kakekmu, juga aku ada perlu sedikit di sini, aku akan menunggu kau di sini tiga bulan lagi," ucap Zhou Fan yang sudah melesat menghilang diikuti Zhou Jim.


...


Di sebuah hutan ...


Zhou Fan kini duduk berkultivasi, dia tidak berniat pergi ke Kekaisaran Shi sebelum menerobos tingkatan petarung kaisar, setidaknya dia harus mencapai petarung raja bintang sembilan, dan itu kurang dua tingkatan.


Hanya ada pill kultivasi tingkat ketujuh, meskipun tidak lebih baik dari pill kultivasi tingkat ke delapan, pill itu dapat membantu Zhou Fan untuk menerobos, walau harus puluhan kali lipat dari jumlah pill kultivasi tingkat ke delapan.

__ADS_1


Zhou Fan menelan satu persatu pill kultivasi tingkat ke tujuh yang dia punya, hari demi hari berlalu, tak terasa sudah satu minggu berjalan.


Zhou Fan masih setia dalam tingkat kultivasinya, dia belum merasakan gejolak dalam dirinya, berarti dia masih belum bisa melakukan penerobosan.


Zhou Fan terus menyuap pill kultivasi tingkat tujuh ke dalam mulutnya yang memang sudah tersedia ratusan butir di dalam cincinnya.


Sudah lima butir pill kultivasi tingkat ketujuh dia telan tapi belum cukup juga. Setiap pill yang dia telan sudah sepenuhnya dia serap kandungannya, tangannya selalu kembali memasukkan pill ke dalam mulutnya.


Tepat di hari ke dua puluh, serta pill ke lima belas, Zhou Fan dapat merasakan tenaga dalamnya terus berputar, seolah meronta ingin melompat keluar.


Zhou Fan semakin giat memfokuskan dirinya, dia akhirnya dapat menerobos di hari berikutnya.


Zhou Fan membuka mata, dia dapat merasakan kultivasinya sekarang berada di tingkat petarung raja bintang delapan. Dia kembali menelan pill kultivasi, dan memejamkan matanya sekali lagi.


Proses yang sama sekali lagi dia lakukan, hari berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah berganti minggu bahkan bulan.


Zhou Fan masih berada dalam posisi duduk berkultivasi, dia bersiap melakukan terobosan ke tingkat petarung kaisar.


Sudah dua bulan lebih dia berada dalam hutan, tepatnya sebuah gua yang kebetulan dia temukan. Zhou Jim tidak pernah meninggalkan tempatnya, sama seperti sebelumnya, serigala itu selalu berada di samping majikannya.


Perlahan aura yang terpancar dari tubuh Zhou Fan semakin kuat, perlahan tubuhnya diliputi cahaya bersinar yang semakin lama semakin terang.


Booom!


Ledakan terjadi di tempat Zhou Fan berdiri, bahkan Zhou Jim yang berada di sana terpental jauh menabrak dinding goa.


Meskipun begitu serigala itu masih dalam keadaan berdiri dengan keempat kakinya, mulutnya merembes darah segar yang senantiasa keluar dari sela giginya.


"Hampir seratus butir pill kultivasi tingkat ketujuh, untuk naik tiga tingkatan." Zhou Fan membatin sambil memeriksa sisa pill kultivasi yang tersedia di dalam cincin penyimpanan.


Masih ada lima belas pill kultivasi tingkat ketujuh dalam cincin penyimpanan, walau tidak semahal pill kultivasi tingkat kedelapan, setidaknya pill tersebut masih seharga jutaan per-butirnya.


Zhou Fan menghela nafas, pandangan matanya menatap Zhou Jim yang sekarang sedang terbaring di sudut goa.


"Disaat aku berjuang dia malah tertidur," gumam Zhou Fan sambil mendekati Zhou Jim, kerutan di keningnya terlihat jelas saat sudah tepat di hadapan serigala nya.


Dengan secepat kilat Zhou Fan mengeluarkan pill pemulihan, lalu menelankannya sekaligus ke dalam mulut bergeriginya.


Perlahan serigala itu dapat bangkit dari duduknya, Zhou Fan dapat melihat Zhou Jim terkena dampak energi yang keluar dari tubuhnya ketika menerobos ke tingkat petarung kaisar.

__ADS_1


Serigala itu ternyata tidak mau merespon beast tingkat lima, harimau ekor api yang Zhou Fan kalahkan beberapa bulan lalu ternyata tidak dapat membuat serigala itu menerobos tingkatannya.


Zhou Fan menyimpulkan, harus bagian beast yang berada di atas tingkatannya agar Zhou Jim naik tingkat.


Zhou Fan keluar hutan, tapi pakaiannya sangat lusuh, dia tidak mau kejadian saat di kota kapur putih terjadi lagi kepadanya, dia pun lantas mengganti pakaiannya.


Begitu Zhou Fan keluar tujuan pertamanya adalah rumah lelang, dia berniat melelang semua pill kultivasi tingkat ketujuh yang dia miliki, karena dia sudah tidak bisa lagi menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan, atau dia sendiri yang akan merasa rugi.


Setelah berjalan beberapa saat, dengan di dampingi seekor serigala kecil yang tak lain adalah Zhou Jim, akhirnya dia menemukan tempat yang cocok.


Tugu alkemis, itulah nama yang terpampang nyata di bangunan yang Zhou Fan masuki.


Sebenarnya yang Zhou Fan cari adalah istana bulan, tapi atas saran beberapa orang yang dia temui, tugu alkemis merupakan organisasi paling tepat untuk melelang pill.


Istana bulan juga merupakan badan lelang, tapi tugu alkemis hanya akan melelang pill, sementara istana bulan bisa menerima berbagai barang berharga, juga termasuk pill.


Zhou Fan masuk sambil menggendong Zhou Jim, tangannya terus berputar mengelus puncak kepala serigala kecil itu.


"Apa yang tuan butuhkan?" tanya seorang pelayan dengan ramah.


"Melelang pill," jawab Zhou Fan santai, tangannya masih berada di atas kepala Zhou Jim.


"Bisa saya lihat pill yang akan anda lelang?" tanya pelayan itu dengan senyuman ramah.


Tanpa menjawab Zhou Fan menyerahkan satu botol pill yang berisi lima pill kultivasi tingkat ketujuh.


Mata sangat pelayan sedikit berkedut saat menyadari pill tersebut, dia tak mengira pemuda yang terlihat sederhana mempunyai pill kultivasi tingkat ketujuh.


Yang paling membuatnya bingung adalah, dia tidak bisa melihat tingkatan pemuda yang jelas jelas berusia setengah dari umurnya.


"Apakah dia petarung raja?" Pertanyaan yang selalu mengambang dalam pikiran nya, dia adalah petarung grand master bintang sembilan, hanya kultivator di atasnya yang tidak bisa ia lihat, tapi ia ragu dengan pemikirannya.


"Saya akan menyerahkannya terlebih dahulu ke atasan, karena saya hanya pelayan yang mengurusi pill di bawah tingkat ke lima." Pelayan itu hendak pergi, tapi Zhou Fan menyerukannya untuk berhenti.


"Tunggu!"


Zhou Fan melambaikan tangannya, dan keluarlah dua buah botol pill yang terlihat mirip dengan sebelumnya.


"Aku masih ada dua botol!"

__ADS_1


__ADS_2