Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 253 : Yang Tertawa Di Akhir Adalah Pemenang


__ADS_3

"Hahaha... Aku tahu kau hanya beruntung." Bin Tuang tertawa sambil meraih botol pill milik Zhou Fan.


Dia mendapatkan angka delapan, sedang Zhou Fan angka lima, cukup jauh jarak antar keduanya.


"Keberuntungan pemula memang kerap terjadi, tapi setelah itu tidak akan terulang kembali." Salah seorang berkata sambil memandang Zhou Fan.


"Tak apa, kalah menang sudah biasa dalam permainan." Zhou Fan mengibaskan tangan pelan, menunjukkan bahwa dia tidak keberatan.


Bin Tuang sekali lagi tertawa, melihat sikap Zhou Fan yang seperti itu membuat pikiran liciknya terangsang.


"Baiklah, mari kita kembali bertaruh. Sama seperti sebelumnya, aku empat kau satu." Bin Tuang sangat yakin akan keberuntungannya.


Pria berambut keriting itu berpikir keberuntungan pemula sudah terkuras habis dalam permainan pertama, sedang sekarang adalah waktu nya membalikkan keadaan.


"Baiklah." Zhou Fan mempertaruhkan pill pemulihan tingkat ke delapan yang lain, masih tersisa satu lagi selain yang akan dia pertaruhkan sekarang.


Setidaknya untuk yang ada di atas meja, sedangkan persediaan dalam cincin penyimpanannya masih banyak pill pemulihan tingkat ke delapan.


Zhou Fan main beberapa kali, dan dia selalu kalah, perlahan pill yang dia keluarkan di atas meja terkuras perlahan.


Pria berambut keriting sudah memenangkan sekitar sembilan butir pill tingkat ke delapan, kurang satu dan pill yang dimenangkan akan genap sepuluh.


"Sepertinya keberuntungannya telah habis dan menjadi kesialan, dari keseluruhan taruhan dia hanya memenangkan satu kali, itu pun saat pertama kali bermain."


"Jika aku menjadi dia, aku akan pergi setelah pill yang dimenangkan sudah kembali ke pemilik aslinya, jadi tidak perlu merugi."


Beberapa orang saling berbisik dan mulai meragukan kewarasan Zhou Fan, tapi pemuda itu tak ambil pusing, dia masih menggoyangkan botol pill yang hanya tersisa satu butir pill di dalamnya.


"Ayo lanjutkan." Pria berambut keriting menaikkan sebelah alisnya, dia dapat menangkap ekspresi Zhou Fan yang terlihat menyesal.


Dalam benaknya dia tertawa puas, karena dia dapat meraup keuntungan yang begitu banyak. Selama dia terjun dalam dunia kepenjudian, dia tidak pernah mendapatkan lebih dari lima butir pill selama satu hari.


Ini adalah pertama kali baginya, dan ia ingin menjadikan pencapaiannya sedikit lebih tinggi, dengan merampas satu pill yang tersisa.


"Ini adalah pill terakhir yang aku miliki, jika aku mempertaruhkan nya, dan kalah. Aku tak lagi memiliki persediaan pill, aku membutuhkannya untuk berjaga jaga." Zhou Fan memandang pill dengan pandangan mengiba.

__ADS_1


"Tap - Tapi jika kau menyerah, kau akan kehilangan pill yang sudah kau pertaruhkan, kau tidak akan mendapatkan nya kembali." Bin Tuang berkata sambil tersenyum, meski terlihat dia memberikan saran, dia sedang mempengaruhi agar Zhou Fan mau bermain sekali lagi.


Orang orang yang ada di sana hanya menyaksikan langkah apa yang akan diambil pemuda itu. Mereka sebenarnya berharap agar Zhou Fan meneruskan permainan, tapi di satu sisi mereka juga sedikit merasakan simpati terhadapnya.


"Bukankah lebih baik hanya ada satu, dari pada tidak ada sama sekali?" Zhou Fan menengadahkan kepalanya dan memandang Bin Tuang.


Pria berambut keriting itu tak dapat menjawab, jika itu dirinya tentu dia sudah kabur dan tak akan kembali. Namun dia berada di pihak sebaliknya, tentu dia akan menyarankan agar terus maju.


"Begini saja, kau mempertaruhkan sisa pill yang ada di tanganmu, sedang aku akan mempertaruhkan semua yang ada padaku, bagaimana?"


Pernyataan Bin Tuang sontak membuat pikiran semua orang bercabang, bagaimana bisa menawarkan perbandingan yang sangat tidak masuk akal, sungguh gila.


Pria berambut keriting itu sangat percaya diri terhadap keberuntungannya, itu terbukti dari kemenangan beruntung yang dia raih dalam permainan sebelumnya.


Dia percaya bahwa keberuntungannya masih tersisa, untuk menambah satu pill dia rasa bukanlah hal sulit.


Zhou Fan memasang wajah ragu, bahkan untuk berkata dia pun sedikit gemetar. "Ak - aku akan memikirkannya."


"Tak perlu berpikir, keuntungan sudah ada di depan mata. Sangat disayangkan jika dibiarkan berlaku begitu saja." Pria berambut keriting mencoba menasehati.


Tanpa disadari, senyuman licik tercipta di bibir Zhou Fan. Dalam hati dia sangat mengagumi keberanian Bin Tuang, atau dia lebih senang menyebutnya dengan 'kebodohan'.


"Itu baru pemuda yang gagah berani, anak muda harus berani bertaruh, atau hidup tidak akan menyenangkan." Bin Tuang tersenyum begitu lebar, bahkan mungkin jika di gambar akan membentuk huruf 'U'.


Huh...


Beberapa orang di sana menghela nafas, seolah tak percaya bahwa Zhou Fan memilih untuk tetap melanjutkan.


"Masih untung dia memiliki satu butir pill pemulihan tingkat ke delapan, tapi dia malah menyerahkan ke meja judi." Seorang pria patuh baya menggeleng dengan pandangan begitu rendah terhadap Zhou Fan.


"Judi memang membawa dampak buruk, meskipun menang pada awalnya, kita akan kalah pada akhirnya. Jika seseorang tidak memiliki keteguhan hati yang kuat, dia akan terjebak dan terus berjudi walau harus mendapatkan bahan taruhan dari cara yang salah." Seorang kakek tua dengan kepala botak berkata dengan begitu bijaknya.


Namun, kesan bijak itu akan hilang ketika melihat pria tua botak yang tengah duduk di meja sambil bermain kartu. Tak jarang dia melemparkan kantong berisi koin emas ke tengah meja guna bahan bertaruh.


"Baiklah, bisa aku buka kartunya?" Pria tua yang menjadi bandar bertanya sambil melirik kartu di tangan kedua orang itu.

__ADS_1


"Buka milikku terlebih dahulu." Bin Tuang menggeser kartu di bawah tangannya.


Pria tua itu mengangguk, dia kemudian mengambil alih kartu dan membawa ke hadapannya.


"Mari kita lihat, angka berapa yang didapatkan oleh tuan Bin." Pria tua berkata seolah dia adalah seorang pembawa acara sebuah perayaan besar.


Semua orang tak dapat menahan kegelisahan dalam diri mereka, rasa penasaran terus bergejolak dalam kepala.


Plak..


"Delapan!" Pria tua berseru dengan wajah senang. Meskipun bukan dia yang akan menang, dia akan mendapatkan bagian sebagai hadiah karena menjadi bandar.


Bin Tuang menunjukkan senyuman percaya diri, dengan angka delapan dia percaya mendapatkan pill pemulihan tingkat ke delapan yang terakhir.


Zhou Fan tersenyum samar, tak ada yang mengetahui kerutan di bibir pemuda itu. Semua lebih tertarik dengan kartu yang ada di tangannya.


Tanpa mereka semua sadari, pemuda itu telah mengingat bagian luar kartu dengan angka besar. Tidak mungkin dia hanya kalah dengan sia sia, dia sangat yakin kartu yang ada di tangannya kalau tidak sepuluh pasti sembilan.


"Apakah dapat kita buka?" Pria tua itu melirik kartu di tangan Zhou Fan, sedang pemuda itu tak menjawab, dia hanya menggeser tangannya.


Gelagatnya itu membuat Bin Tuang tersenyum, dia pikir Zhou Fan ragu akan pilihannya.


Zhou Fan membiarkan pria berambut keriting itu menikmati saat saat dia masih terbang tinggi. Dalam benaknya dia berkata. "Beberapa saat lagi aku ingin lihat ekspresi wajahmu yang begitu 'bahagia'."


Plak...


Pria tua membalikkan kartu, tapi seperti sebelumnya. Telapak tangan masih menghalangi, membuat semua orang tak sabar.


"Sebaiknya kau lemparkan botol di depanmu kepadaku, karena yang menang adalah -- "


"Sembilan!"


Uhuk uhuk...


Pria berambut keriting spontan berdiri dari duduknya, sebelum dia menyelesaikan perkataannya, dia harus menelan pill pahit.

__ADS_1


Zhou Fan tersenyum, dia lantas memunguti botol botol yang ada di meja tanpa terkecuali. Melihat pria berambut keriting yang masih berdiri dengan rahang mengeras, Zhou Fan tertawa.


"Ingat peraturan pertama, tidak mengelak saat kalah telak."


__ADS_2