PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
10 " Sesakit inikah "


__ADS_3

Dalam perjalanan Putri yang hendak akan memasuki ruang kelas Xll IPS dia pun dikejutkan setelah sekilas dia tak sengaja melihat ada sebuah tulisan yang terpampang di mading sekolah dengan tulisan pertandingan basket ball 2022. Dimana besok adalah pertandingan Basket ball 2022 yang dimana SMA KASUARI akan melawan SMA Cenderawasih pada esok hari.


"Jadi besok ada pertandingan basket ball dimana kasuari melawan cenderawasih tapi kenapa aku kaya sama sekali tidak tertarik ya dengan pertandingan ini? Apa karena sudah tidak ada orang yang aku beri dukungan lagi? Sudahlah aku tidak mau memikirkan masalah ini jadi lebih baik aku masuk ke ruang kelas saja,"ucapnya yang kemudian tanpa memikirkan apapun lagi, Putri langsung bergegas pergi masuk kedalam kelasnya.


Sesampainya Putri diruang kelasnya, dia sudah dibuat kesal lantaran sudah ada Rico dan juga Nadia yang pagi-pagi gini sudah menunjukkan kemesraan mereka didalam kelas. Dan teman sekelasnya yang melihat jika Rico sudah berpasangan dengan wanita lain, mereka tidak mau mengambil pusing dan bersikap seperti tidak ada-apa. Sedangkan Putri yang tadinya berhenti dari langkah kakinya dia pun kemudian melanjutkan lagi langkahnya dan segera duduk di-kursi tempat duduk miliknya.


"Daripada urusin mereka lebih baik aku baca buku saja, itu akan lebih baik dan menguntungkan buatku,"batinnya yang kemudian dia pun duduk.


Putri yang tadinya akan menaruh tas nya disebuah laci meja belajarnya, dia pun terkejut setelah menemukan sebuah kertas yang bertulisan "PEMBUNUH" yang berada didalam laci miliknya. Karena tahu siapa orang yang sudah melakukan ini, dia pun lantas melihat kearah Rico.


"Apa sampai segitunya kamu membenciku Rico sampai-sampai kamu tega memberikan kertas bertulisan "PEMBUNUH" seperti ini? Aku tahu ini semua pasti ulah kamu. Karena kamu inggin membuat hatiku hancur secara perlahan dengan hubungan kalian itu?" batinnya yang mencoba untuk tetap tegar.


"Sekarang kamu bisa tenang di-alam sana Rin. Karena orang yang sudah membuatmu menderita secara perlahan akan merasakan penderitaan yang selama ini telah kamu alami?"batin Rico dengan menatap tajam kearah Putri.


Karena tidak mau mengambil pusing, Putri pun akhirnya meremas kertas tersebut dan langsung membuangnya ketempat sampah. Dan sesaat kemudian pak Arwan pun datang yang tak lain dia adalah Guru fisika dikelas ini. Dan pak Arwan pun menyuruh mereka semua untuk mengeluarkan tugas Fisika yang kemaren telah diberikan.


"Hey pak guru datang cepatlah duduk!"teriak salah satu teman kelas.


"Baik anak-anak karena kalian semua sudah pada berkumpul, sekarang saya minta kalian keluarkan buku fisika dan buka halaman 30 ya?"


"Yahh pa Arwan masih ingat saja tugas waktu itu, apa tidak bisa ditunda lagi apa?"


"Ya saya akan menundanya lagi tapi jika kamu sendiri mau berlari mengelilingi lapangan sekolah ini 10 kali. Karena saya juga tahu kamu itu anak didik saya yang paling malas setiap kali akan mengerjakan PR yang telah bapak berikan jadi apa kamu bersedia?" ucapnya pak Arwan yang sedikit menantang.


"Yahh pak Arwan?"


"Tuh dengerin?" ledek teman kelasnya.


"Huuu?"


"Ya sudah Putri kamu kan anak didik saya yang paling pintar dikelas ini, bahkan kamu juga sering mendapatkan ranking pertama jadi kamu bapak tugaskan untuk mengumpulkan tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh para teman kamu, apa kamu gak keberatan dengan perintah saya ini?"

__ADS_1


"Ya pak saya gak keberatan kok. Dan dengan senang hati saya akan mengumpulkannya sekarang,"ucapnya yang kemudian dia pun berdiri dan mengambil satu persatu tugas yang sudah dikumpulkan para temannya yang telah ditaruh diatas meja masing-masing.


Putri yang sudah selesai mengambil semua tugas itu, dia yang hendak akan pergi tiba-tiba Putri pun terjatuh lantaran Rico yang tiba-tiba menyangkal kakinya.


"Uuu lagi cari apa kamu Put? Apa kamu lagi cari kodok disana?" ucap Rico dengan tertawa.


"Putri kamu tidak apa-apa kan, kenapa kamu bisa jatuh seperti itu?" tanya pak Arwan yang terkejut setelah Putri tiba-tiba terjatuh.


"Gak kok pak. Saya baik-baik saja saya hanya tersangkut tali sepatu saya aja makanya bisa sampai terjatuh, maaf?" sahut Putri yang kemudian dia pun berdiri dan kemudian dia pun menatap kearah Rico. Sedangkan Rico hanya menunjukkan menunjukkan wajahnya yang terlihat agak geram.


"Ya sudah Putri kamu duduk lagi sekarang?"


"Baik pak ini tugas-tugas mereka semua."


"Baik terima kasih."


"Iya pak sama-sama?" jawab Putri yang kemudian dia pun duduk kembali.


"Coba aja kalau mobilku gak mogok tadi, mungkin aku gak akan bernasib sial seperti ini, terus sekarang aku harus naik apa untuk bisa sampai di-rumah? Sudahlah aku gak mau ambil pusing lebih baik aku naik angkot saja itu lebih irit ongkos!"ucapnya yang kemudian dia pun meneriaki sebuah angkot merah yang sedang melaju kearahnya.


"Mau diantar kemana mbak?" tanya sang supir dengan murah senyum.


"Antar aku ke-rumah sakit CITRA MEDIA sekarang ya pak?"


"Baik mbak silahkan masuk!"


"Baik pak terima kasih!"


Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit akhirnya Putri sampai juga ditempat tujuannya. Dia sengaja mendatangi rumah sakit ini karena sebelum berpulang ke-rumah dia inggin melihat kondisi Bibik apa sudah mulai membaik?"


"Ini Pak, terima kasih ya?" ucapnya sembari mengulurkan selembar uang bernilai 100 ribu kepada sang supir.

__ADS_1


"Maaf Mbak apa tidak ada uang kecil saya tidak punya kembaliannya soalnya?"


"Bapak tenang saja, saya gak minta kembaliannya,kembaliannya bapak ambil saja buat istri dan juga anak bapak di-rumah."


"Alhamdulillah terima kasih Mbak, terima kasih?"


"Iya pak sama-sama?" Ucapnya yang kemudian Putri pun pergi dan segera dia pun masuk kedalam rumah sakit Citra medika tersebut!"


"Sungguh wanita yang sangat berhati mulia anak itu,"ucap supir dengan raut wajah yang terlihat sangat senang.


Sesampainya Putri dikamar rawat Bibik.


"Non Putri sudah pulang?" ucap Bibik ketika melihat Putri yang telah membuka pintu.


"Bibik tidak tidur ternyata, ini Putri baru aja pulang bik, gimana keadaan Bibik sekarang apa Bibik udah mulai agak mendingan?"


"Iya Bibik sekarang sudah mulai agak mendingan Non. Dan itu berkat non Putri."


"Bibik jangan berkata seperti itu jika Bibik ada diposisi-ku mungkin Bibik juga akan melakukan tindakan yang sama yang seperti aku lakukan saat ini. Putri sudah merasa sangat lega sekarang Bik, dengan melihat kondisi Bibik yang sudah sangat membaik ini putri bisa merasa sangat lega dan tidak khawatir lagi, ya sudah karena Bibik sekarang sudah mulai membaik Putri pamit pulang dulu ya Bik. Dan kabari Putri kalau bibik membutuhkan sesuatu, oh iya kan Putri akan pulang apa Bibik tidak menitip sesuatu apa Bibik tidak inggin makan sesuatu, biar Putri belikan nanti,"ucapnya.


"Non Putri jangan repot-repot Bibik tidak membutuhkan apa-apa. Dan bibik juga gak lagi inggin makan sesuatu jadi non Putri gak usah membelikan bibik apa-apa."


"Baiklah jika bibik gak inggin makan apa-apa, ya sudah kalau gitu Putri pamit pulang dulu ya Bik?"


"Iya non hati-hati ya?"


"Iya Bik, ya sudah Putri pamit ya Bik?"


"Iya non."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2