
Dengan cepat berjalanannya waktu kedekatan Gibran dan juga Putri semakin hari semakin lengket, jika dulunya setiap kali mereka bertemu pasti slalu ada drama tom and jerry yang akan terjadi, tapi berbeda dengan sekarang rasa kecanggungan diantara keduanya pun perlahan-lahan sudah mulai memudar.
Akan tetapi tetap aja ada orang yang tidak bisa melihat mereka akur seperti ini, iya siapa lagi kalau bukan si biang onar yaitu Sally melihat kedekatan mereka berdua Sally malah terpikir sebuah ide untuk mengadu domba.
"Memang kalian sekarang terlihat sangat dekat, akan tetapi kedekatan kalian ini aku rasa tidak akan lama lagi bakal ada yang orang yang bakal memisahkan kalian ini. Kira-kira seperti apa ya reaksi Revi jika aku tunjukkan foto mereka yang dimana Gibran yang dengan santainya mengendong anak pembunuh itu, kayaknya bakalan ada hati yang akan panas nih jika dia lihat foto mesra ini, sudahlah dari pada aku menunggu lebih lama lagi, kenapa aku tidak kirimkan foto ini sekarang aja, ini pasti akan sangat menyenangkan bukan?"gumam Sally yang tanpa berkata lagi ia pun mengirimkan foto tersebut.
Kling..suara pesan pun masuk dari ponsel genggaman milik Revi. Tanpa menunggu lagi ia pun lantas memeriksa isi dari pesan WA tersebut. Dan setelah membukanya.
"Apa sih maksud Sally mengirimkan foto ini, kan dia udah tahu kalau aku itu paling benci lihat kedekatan mereka, tapi kenapa dia malah mengirimkan foto tidak jelas ini?" kesal Revi yang kemudian menutupnya.
Tak berapa lama satu pesan pun masuk kembali.
Sally: Lo jangan salah sangka Rev. Gue sengaja mengirimkan sebuah foto ini. Karena gue hanya inggin meyakinkan lo aja apa lo mau hati lo akan terus tersakiti setiap kali melihat mereka bersama? Apa lo yakin kalau lo akan kuat. Dan sampai kapan lo akan terus terdiam tanpa melakukan tindakan apa-apa?"
Revi: Terus maksud lo, gue harus berbuat apa, lo kan tahu sendiri Gibran itu sama sekali tidak mencintaiku jadi percuma aja kalau gue ungkapin perasaan gue ke dia, jika ujung-ujungnya pasti dia akan menolaknya?"
Sally: Baiklah terserah lo aja. Karena yang terpenting gue udah ngingetin lo ya?"
Revi: Baiklah terima kasih atas keperdulian lo?"
Sally: Iya sama-sama ya sudah aku tutup dulu?"
Revi: Baiklah!.
"Memang benar yang dikatakan Sally jika aku hanya berdiam diri seperti ini, maka aku hanya akan memberi peluang besar kepada mereka. Karena mereka punya banyak waktu agar tetap selalu bersama, sedangkan gue, yang ada hati gue perlahan-lahan akan semakin sakit jika melihat hubungan mereka yang semakin lengket ini, jadi sekarang apa yang harus aku lakukan?" gumam Revi yang bingung sendiri.
Hanya membutuhkan waktu yang tak kurang lebih hampir 30 menit lamanya perjalanan yang dilakukan Gibran untuk mengantar Putri pun akhirnya telah sampai juga.
"Thank ya lo. Karena lo udah mau nganterin gue sampe kerumah?"ucap Putri pada Gibran.
"Iya santai lagi, lagian gue juga ikhlas lagi nganterin lo?" jawab Gibran tanpa ada rasa ragu.
__ADS_1
"Ya sudah sekarang aku balik ya, ingat jaga kondisi lo. Kalau bisa lo istirahat aja seharian ini. Karena ini kan demi kesehatan lo agar lo bisa sembuh lebih cepat.
"Iya lo tenang saja setelah ini aku bakal istirahat kok, nanti kalau gue gerak-gerakkan kakiku ini, nanti juga akan sembuh?"
"Ya sudah kalau gitu gue balik dulu?"
"Baiklah berhati-hatilah!"
"Oke, ya sudah aku pamit dulu?"Ucap Gibran yang kemudian ia pun melajukan laju mobilnya
"Baiklah!"jawab Putri yang kemudian dia pun terus memandangi belakang mobil Gibran yang berwarna hitam itu yang secara perlahan-lahan hilang dari pandangannya.
Terkadang aku juga berfikir kenapa hidup ini cepat sekali berputar, padahal dulu aku sama Gibran itu orangnya seperti anj*ng dan juga kucing jika setiap kali bertemu pasti akan berantem dan berantem tanpa henti.
Tapi kenapa sekarang hubungan gue sama Gibran sekarang perlahan-lahan sudah mulai akur dan akrab gini, bahkan tanpa aku sangka ternyata selama ini aku telah salah menilai dia, aku kira dia itu anak yang pe'manja dan berani sama orang tua, tapi nyatanya dia anak yang asyik bahkan selain tampan dia juga baik dan juga perhatian sama aku!"
Batin Putri yang tanpa dia sadari dia telah mengagumi seseorang yang bernama Gibran itu, bahkan senyumannya itu sudah tidak bisa di bohongi lagi.
"Non? Non Putri kenapa, apa yang non Putri lakukan disini, kenapa non senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Bibik Minah yang seketika membuat Putri pun terkejut.
"Baiklah non!"
"Ada apa ya dengan non Putri ini, kenapa dia senyum-senyum sendiri seperti itu padahal disini kan tidak ada siapa-siapa?" gumam Bibik Minah yang merasa heran.
Seusai diantar Gibran. Putri pun kemudian memasuki sebuah kamar yang bermotif warna pink tersebut, sesampainya ia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur, yang kemudian tiba-tiba dia pun teringat sebuah hal yang akhirnya membuatnya bangkit dari tempat tidur. Dan kemudian dia pun membuka Almari yang terpenuhi baju-baju koleksinya.
"Aku baru ingat, tadi dalam rekaman itu pelaku itu mengunakan jaket yang sama percis seperti jaket yang dikasih oleh Sally pada waktu itu. Dan ternyata memang benar dugaanku jika jaket ini memang sama dengan jaket pemberian dari Sally, apa ini hanya sebuah kebetulan ataukah dia memang orang yang ada dibalik semua ini, tapi jika benar dia orangnya. Apa motif nya yang sesungguhnya, kenapa dia sampai senekat ini. Tapi aku tidak bisa hanya diam saja seperti ini, aku tidak bisa menuduh tanpa adanya bukti yang jelas jadi kayaknya aku memang harus melihat sendiri. Bertanya sendiri pada Sally apa benar kalau dia memang orangnya, tapi dengan cara apa aku bisa menjebak Sally agar dia mau mengakui semuanya?"gumam Putri yang merasa bingung dan kemudian dia pun mendapat ide.
"Tunggu aku ada ide, aku harus meneleponnya sekarang!"
Tanpa berfikir yang kedua kalinya, Putri pun bergegas menggambil sebuah ponsel genggam miliknya, yang kemudian dia pun menghubungi Sally dengan mengunakan no seluler yang satunya.
__ADS_1
"Siapa ini yang menelfon ku?"ujar Sally yang terkejut ketika ada seseorang yang tiba-tiba meneleponnya,kemudian dia pun mengingatnya.
"Tunggu ini kan No selulernya sih anak pembunuh itu, ngapain dia meneleponku? Mendingan aku pura-pura baik aja sama nih orang!"
📞" Iya Putri ada apa? Kok tumben kamu meneleponku?"tanya Sally.
📞 "Mmm gini entah kenapa aku jadi kangen sama kamu Sal, kita kan sekarang sudah jadi sahabat tapi kita jarang jalan-jalan bersama, jadi aku hanya inggin mengajak kamu untuk makan malam, apa kamu bersedia? Kamu tidak lagi sibuk kan?"
📞 "Gimana ya baiklah aku mau menerima tawaran kamu itu!"
📞" Serius?"
📞 "Iya aku serius Put!"
📞 "Baiklah karena kita sudah lama tidak pernah ketemu biar kita lebih kompak, gimana kalau nanti malam kita pakai baju cauple lan aja, lo pasti masih ingat kan sama jaket yang beberapa waktu lalu telah kamu berikan ke aku. Sekarang kan lagi musimnya dingin-dingin jadi kita harus jaga kesehatan agar tidak sampai kena masuk angin jadi menggunakan jaket itu kayaknya ide yang paling tepat bukan.
📞 "Jaket?" balas Sally dengan wajah terkejut.
📞 "Iya jaket? Baiklah itu tidak masalah nanti malam aku akan mengunakannya?"
📞 "Baiklah kalau gitu aku tunggu kamu ya nanti malam di restoran Cinta resto.
📞 "Baiklah aku akan kesana nanti malam?"
📞 "Ya sudah aku tutup dulu ya?"ucap Putri.
📞 Baiklah!"jawab Sally.
"Astaga ma*i aku apa yang harus aku lakukan sekarang, dia mengajakku makan malam tapi aku harus menggunakan jaket itu? Sedangkan jaket itu sudah aku buang kemaren untuk menghilangkan jejak agar tidak ada orang yang curiga padaku, terus sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Tunggu! Tapi kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti ini? Kenapa juga dia mengajak makan malam tapi menggunakan jaket cauple, itu bukannya aneh bukan. Apa jangan-jangan alasan dia melakukan semua ini. Karena dia curiga padaku. Bermaksud inggin mencari bukti itu, astaga...sekarang apa yang harus aku lakukan? Ingat Sally lo harus cari ide sekarang...lo harus cari ide cepat waktunya hanya tinggal 1 jam lagi dari sekarang tapi kalau aku pesan lewat online mana cukup waktunya sekarang?"
__ADS_1
"Semoga aja jebakan yang aku rencanakan ini berhasil. Semoga aja dugaan ku ini memang benar jika Sally lah pelaku itu?"ujar Putri.
BERSAMBUNG...