PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
KESEPAKATAN ARDI DAN ELEN


__ADS_3

Ardi cukup lama terpaku mendengarkan perkataan Elen. Wanita yang ia kira seorang wanita murahan ternyata baru pertama kali melakukan pekerjaannya karena dirinya. "Jadi, setelah ini kamu akan lanjut bekerja di tempat ini?" tanyanya.


Elen mengangguk.


"Kamu seorang wanita berpendidikan, bisa-bisanya memilih pekerjaan seperti ini. Seharusnya kamu bersyukur sudah bisa bekerja di rumah sakit seterkenal itu."


Elen menunduk. "Mungkin aku memang orang yang tidak sabaran dan kurang bersyukur, makanya memilih bekerja di tempat ini. Aku ingin menjadi seorang dokter dan kembali mengangkat derajat keluargaku yang telah lama terpuruk."


Mengambil kepe*rawanan wanita itu sudah cukup membuat Ardi merasa bersalah. Saking menikmatinya, ia sampai tidak sadar sudah menjebol seorang gadis. Jika Elen tetap lanjut bekerja di sana setelah menghabiskan malam pertama dengannya, ia akan semakin merasa bersalah.


"Seharusnya kamu menikmati pengalaman pertama dengan orang yang kamu cintai atau pacarmu, bukan dengan pelangganmu."


Elen tertawa kecil. "Lelaki pertama yang menolakku malah tidak menyukai wanita yang tidak berpengalam sepertiku. Kepe*rawanan justru menurutku hanya menghambat pekerjaan ini saja."


"Lagipula, aku tak ada waktu untuk berpacaran. Toh lelaku yang mau dengan anak dari pengusaha yang sudah bangkrut juga tidak ada." Elen ingin rasanya menertawakan dirinya sendiri.


"Apa kamu sudah mengkonsumsi pil KB?"


"Hah?" Elen kembali seperti orang bodoh yang tidak paham dengan perkataan Ardi.


Ardi menepuk dahinya, "Kamu memang wanita yang sangat bodoh! Orang sepertimu sangat gampang untuk ditipu."


"Kamu jangan berharap bahwa semua tamu bisa bersikap baik kepadamu. Ada banyak macam-macam orang, aku rasa kamu tidak akan bisa bertahan."


"Aku bisa!" tegas Elen. "Kalau itu demi biaya kuliah dan demi keluarga, apapun bisa aku lakukan."


Elen tidak tega terus-terusan melihat kondisi keluarganya menderita. Medkipun kakaknya juga sudah bekerja dan membantu keuangan keluarga, tapi kakaknya suatu saat juga pasti akan menikah dan membangun keluarganya sendiri. Ia tak boleh terlalu membebani pikirannya, meskipun jika ia bilang butuh uang untuk kuliah, kakaknya pasti akan mengusahakannya.


Elen ingin berusaha sendiri menyelesaikan permasalahannya. Entah siapapun yang sudah berniat buruk mencabut beasiswanya, ia bersumpah akan menjadi orang sukses dan membuat orang-orang yang sudah memfitnah dan mengolok-olok keluarganya suatu saat akan malu sendiri.


"Semalam aku tidak memakai pengaman. Aku mengeluarkan cairanku di dalam."

__ADS_1


Elen membulatkan matanya. Ia sama sekali tidak memikirkan tentang hal itu. Semalam mereka telah melakukan hubungan in*tim layaknya pasangan suami istri. Elen kemungkinan bisa hamil karena Ardi.


"Kamu bisa saja akan hamil karena aku." Ardi justru mempertegas apa yang ada di dalam pikiran Elen. Wanita itu jadi semakin merasa takut.


"Makanya aku bilang kamu bodoh! Kalau wanita sewaan selugu dirimu, maka setiap tahun kamu akan hamil dari lelaki yang berbeda." Ardi tersenyum mengejek.


Elen memainkan jemarinya. Apa yang Ardi ucapkan membuat ia merasa cemas. Kalau dia sampai hamil hanya karena satu kali berhubungan, maka ia tidak akan bisa lama bekerja di sana karena perut wanita hamil lama kelamaan akan membesar.


"Aku akan menikahimu."


"Apa!" Elen terperanjat kaget mendengar perkataan Ardi.


"Anggap saja aku menyewamu sampai kamu menyelesaikan kuliah. Berapapun biaya yang kamu butuhkan, aku yang akan menanggungnya."


"Aku tidak tega membiarkanmu bekerja di sini. Setidaknya jika denganku, kamu hanya perlu bekerja untukku sebagai imbalannya aku akan membiayai kuliahmu."


"Kalau nanti kamu hamil, aku juga akan bertanggung jawab sebagai seorang ayah yang baik."


"Ah! Kenapa kamu mudah sekali mengajak seseorang untuk menikah." Elen tertawa kecil. "Setahuku kamu dan Ruby yang akan segera menikah. Apa kamu berniat memiliki dua orang istri?"


"Hahaha ...." Ardi tertawa. "Sepertinya kamu juga tidak suka menonton TV."


"Aku tidak ada waktu untuk itu." Menurut Elen, menonton TV hanya membuang-buang waktu. Lebih baik ia bekerja keras agar mendapatkan uang.


"Pernikahanku dan Ruby sudah lama batal."


Elen kembali kaget mendengarnya. Ardi terlalu santai untuk membahas suatu hubungan yang telah kandas. Ia jadi kembali teringat dengan peristiwa semalam. Mungkin Ardi juga tidak sadar kalau dia mengira Elen adalah Ruby.


"Kenapa dibatalkan? Bukankah kamu mencintainya?"


"Iya. Tapi dia mencintai orang lain." Ardi menjawab apa adanya tanpa menutupi perasaannya yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Aku ingin menikahimu karena ingin menolongmu. Katanya kamu akan melakukan apapun demi melanjutkan pendidikan dan demi keluargamu? Aku bisa memenuhi kebutuhanmu dan keluargamu."


Tidak diragukan lagi, Ardi seorang pengusaha muda yang cukup sukses. Jika ia bercerita kepada orang tuanya, mereka juga pasti tak akan menolak.


"Hanya satu hal yang mungkin tidak bisa aku berikan kepadamu."


Elen kembali fokus pada ucapan Ardi.


"Cinta. Aku tidak bisa memberikan cinta kepadamu."


Elen hanya menyunggingkan senyum. Ia sudah tahu jawabannya. Ardi masih mencintai Ruby, itu juga yang membuat lelaki itu semalam menyebutkan namanya ketika sedang bercinta dengan Elen.


Elen merasa senang karena ada orang yang berbaik hati menawarkan bantuan pendidikan dengan cara menikahinya. Di sisi lain, ia juga merasa sedih menyadari bahwa semalam ia hanya menjadi pengganti Ruby di mata Ardi.


"Bagaimana? Apa kamu mau menerima tawaranku?" tanya Ardi memastikan.


"Apa keluarga Kak Ardi kira-kira bisa menerimaku? Mereka pasti tahu siapa aku, putri dari pengusaha yang sudah bangkrut." Elen selalu memikirkan hal itu setiap kali dekat dengan laki-laki.


"Kamu tenang saja. Pendapat mereka tidak ada pengaruhnya untukku. Namaku sudah dicoret dari keluarga besar karena kegagalan pernikahan kemarin. Aku sudah biasa mandiri. Meskipun aku tak begitu kaya raya, jangan khawatir, aku masih bisa membiayai sekolah kedokteranmu."


"Kalau begitu aku setuju," jawab Elen mantap. Setelah ia mendengarkan penjelasan gamblang dari Ardi, ia menjadi yakin.


"Baiklah, setelah ini kita harus mandi dan bersiap-siap menemui Mami. Aku akan menebusmu.


*****


Sambil menunggu update selanjutnya, mampir dulu, ya 😘


Judul : Diary Usang


Author : Andini_Putri

__ADS_1



__ADS_2