
Ada permasalahan apa mereka? Kenapa mereka terlihat sangat dendam seperti itu?" batin Putri sambil merasa bingung yang kemudian, Nina malah mengagetkannya.
"Woy kenapa kamu malah bengong sih. Ada apa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Nina dengan agak heran.
"Tidak aku tidak apa-apa kok. Ya sudah kita karena aku sudah merasa cukup kenyang kita kembali lagi yuk ke Kelas?" ajak Putri yang kemudian nina mengiyakannya.
"Baiklah ayo aku juga sudah kenyang sekarang, terima kasih ya atas traktirannya?"
"Iya sama-sama ya sudah ayo kita pergi sekarang,"ajak Putri yang langsung bergandengan tangan.
"Baiklah, Buk ini ya uangnya?" ucap Putri.
"Iya taruh di dimeja itu saya nanti akan mengambilnya."
"Baik. Ya sudah ayo Nina kita jalan sekarang."
"Baiklah ayo."
Dalam perjalanan Putri dan juga Nina yang menuju kedalam kelas masing-masing. Mereka pun dikejutkan dengan kehadiran Seseorang yang tiba-tiba langsung menghadang didepan mereka berdua. Dan mereka yang tak lain adalah Sally dan juga kedua temannya yang sering membully anak baru di SMA ini yang akhirnya membuat mereka semua pun takut jika berhadapan dengan Sally.
"Kalian?"
"Nina ada apa kenapa kamu terlihat takut seperti itu?" tanya Putri yang merasa terheran setelah melihat wajah Nina yang terlihat tegang.
"Kebetulan kita ketemu kalian disini? Tapi ngomong-ngomong kalian berdua ini cocok banget ya berpenampilan kampungan dan norak seperti ini, tapi sudahlah itu bukan urusan ku.
Dan kebetulan sekali kita ketemu disini Nin, jadi aku ada tugas baru buat kamu, kamu kan anak paling pandai kan, jadi cepat kerjakan tugas kita ini. Dan aku mau kamu harus selesaikan tugas ini dalam satu jam, apa kamj paham!" ucap Sally yang kemudian langsung melempar buku itu ke muka Nina maupun Putri.
Setelah melempar kearah mereka, tanpa ada rasa bersalah sama sekali Sally dan juga kedua temannya yang hendak akan pergi pun tiba-tiba dicegah oleh Putri. Setelah Putri tidak terima dengan perlakuan kasar yang dilakukan Sally kepada mereka.
"Dasar pengecut jadi seperti ini cara kamu memanfaatkan kelemahan seseorang? Kamu kan punya kaki dan juga tangan terus apa gunanya kamu dikasih anugerah oleh Tuhan semua itu, jika kamu masih memanfaatkan orang lain untuk kepentingan kamu sendiri. Dan orang seperti kamu pantas disebut dengan sebutan Pengecut!"ucap Putri yang seketika membuat Sally pun terkejut. Dan menghentikan langkahnya yang kemudian dia pun membalikkan badannya dan berkata.
"Wah Sally dia berani sekali berkata seperti itu sama kamu?"ucap Temannya Sally.
"Kamu? Berani sekali kamu mengatakan kata itu padaku, apa kamu tidak sadar kamu sedang berhadapan dengan siapa sekarang?" ucap Sally yang menatap tajam kearah Putri.
"Udah Putri kamu jangan berkata seperti itu kepadanya, mendingan kamu segera meminta maaf padanya ayo,"pinta Nina dengan mengepak-ngepak-kan tangan Putri.
"Nin apa kamu udah gila mana mungkin aku minta maaf sama wanita gila seperti dia? Apa yang dia lakukan sudah sangatlah keterlaluan belum lagi cara bicaranya yang sama sekali gak ada kata sopan-sopan-nya, jadi mana mungkin aku mau minta maaf padanya. Dan aku tidak salah jadi untuk apa aku harus minta maaf!"
__ADS_1
"Putri!"bentak Nina dengan wajah takutnya.
Sudah merasa geram akhirnya tanpa aba-aba Sally pun langsung menjambak rambut Putri. Dan menyerangnya secara babi buta.
"Dasar wanita kampung berani sekali kamu berkata seperti itu padaku, rasakan ini!"ucap Sally yang langsung menjambak rambutnya.
"Aw apa kamu udah gila? Lepasin aku! Lepasin aku!"teriak Putri yang kemudian dia pun membalas dengan menjambak rambut Sally.
"Astaga apa yang kau lakukan lepasin aku berani sekali kamu menjambak-ku juga aw ...."ucap Sally dengan teriakan khasnya.
Sedangkan para temannya yang melihatnya, mereka malah mendukungnya bukan malah melerainya, sedangkan Nina yang mau membantu dia takut kalau akan jadi sasaran selanjutnya.
Putri dan juga Sally yang terus-menerus saling berjambakan tanpa henti. Disisi lain Gibran dan juga Verrel yang berhasil keluar dari kantin dan Verrel yang berhasil melerai perkelahian antara Reza dan juga Gibran membuat Gibran pun merasa sangat kesal.
Keduanya yang berjalan kearah orang-orang pada berlarian, Gibran nampak bingung ketika melihat orang-orang yang berlari kearah berlawanan.
"Itu kenapa orang-orang pada berlarian kesana? Memangnya ada apa disana?"tanya Gibran yang membuat Verrel pun angkat bicara.
"Iya? Ada apa disana, kenapa orang-orang pada berlarian kesana, apa ada lomba lari sekarang?"
"Sudah mendingan kita cepat ikuti mereka." Ajak Gibran.
Setelah Verrel dan juga Gibran sampai ditempat itu, mereka pun terkejut setelah melihat ada dua macan betina yang sedang berkelahi bahkan rambut mereka bak seperti kembaran mak lampir. Para temannya yang melihat keributan ini mereka malah menontonnya.
"Astaga apa yang mereka lakukan? Ayo verrel kita pisah mereka?"
"Baiklah Gib ayo!"ucap mereka yang kemudian mereka pun berusaha untuk melerai perkelahian yang dilakukan diantara keduanya.
Gibran yang berusaha untuk memegang Putri supaya tidak memberontak, sedangkan Verrel yang berusaha untuk memegang Sally untuk tidak memberontak juga, tapi tenaga diantara keduanya membuat mereka berdua pun kewalahan memeganginya.
"hey lepasin aku kenapa kalian malah menghalangi-ku untuk tidak menerkam wanita maklampir ini lepasin aku!" ucap Putri berusaha memberontak inggin segera mencabik-cabik si Sally. Tapi dengan tenaga Gibran yang cukup kuat juga yang membuat Putri kewalahan untuk terlepas dari pelukan Gibran.
"Ah lepasin aku biarkan aku memukul ini orang, rasanya aku inggin sekali mencabik-cabik tubuhnya, lepasin aku!"cap Sally.
"Sally kamu bisa diam gak, jangan memberontak kenapa? Aku gak kuat sama tenaga kamu ini?" ucap Verrel.
Gibran yang sedari tadi tidak sengaja telah memeluk Putri, akhirnya sekarang ini dia pun telah sadar jika dia telah memeluk orang yang sama sekali tidak dia kenali. Akan tetapi Gibran dibuat terkejut setelah mencium aroma parfum yang dipakai oleh Putri saat ini.
"Astaga apa yang aku lakukan, kenapa aku bisa memeluk dia seperti ini? Dan aroma parfum ini? Kenapa aku seperti pernah menciumnya, tapi dimana?" batin Gibran yang merasa bingung.
__ADS_1
Verrel yang sudah tidak tahan lagi dengan tingkah polah yang dilakukan Sally, akhirnya membuat Verrel pun melepaskan Sally. Sally yang kemudian melihat Putri, dia pun hampir saja mau memukul Putri, tapi entah apa yang ada dipikiran Gibran seketika Gibran pun melindungi Putri yang membuat punggung Gibran lah yang malah terpukul oleh amukan Sally.
Sama-sama tersadar dengan apa yang mereka lakukan saat ini, Gibran dengan penuh perhatian dia pun menatap wajah Putri dengan tatapan sangat lama. Putri yang merasa bingung dia juga ikut terjatuh dari lamunannya itu.
Sally yang terkejut dengan tatapan yang dilakukan Putri dan juga Gibran akhirnya membuatnya menjadi cemburu, dengan sigap Sally pun langsung mendorong Gibran sampai jatuh. Dan ketika melihat wajah Putri Sally pun seketika seperti melihat musuh bebuyutannya.
"Berani sekali kamu memeluknya? Rasakan ini!"ucap Sally yang kemudian dia yang baru aja mau memukul kaki Putri, dengan sigap Verrel datang yang akhirnya membuatnya malah terkena pukulan dari Sally itu.
Dan yang lebih parahnya lagi Sally telah salah sasaran mengenai pukulannya. Karena tanpa sengaja dia telah merebut barang berharga yang dimiliki oleh Verrel saat ini.
"Astaga...."ucap Putri dan juga Nina sambil terkejut sambil membungkam mulutnya sendiri.
"Aw ...."ucap Sally dengan terkejut.
"Astaga itu pasti ngilu sekali?" ucap Gibran yang tiba-tiba merasa ikut ngilu.
"Astaga Sally kenapa kamu harus memukulnya juga sih?" ucap Verrel yang kemudian dia pun meringis kesakitan yang akhirnya membuatnya tersungkur jatuh kelantai. Sambil memegangi itunya.
"Astaga maafkan kami! Maafkan kami!"ucap Putri yang merasa bersalah.
"Maaf! Maaf ini semua gara-gara kamu!"ucap Sally yang inggin menyerang Putri, tapi Gibran langsung membentaknya.
"Diam! Apa kalian akan terus bertengkar seperti ini? Apa kalian tidak lihat temanku lagi sekarat sekarang akibat ulah kalian?" bentak Gibran yang akhirnya membuat mereka berdua seketika langsung terdiam.
_______***__________******_______****
Setelah terjadi kejadian yang tak terduga itu, Putri dan juga Para anak SMA Cenderawasih lainnya pun akhirnya dengan segera masuk kedalam kelas masing-masing setelah mendengar jika bel telah berbunyi yang menunjukkan jika waktu istirahat telah usai.
Setelah mendapat pukulan tak terduga itu, Verrel yang akhirnya masuk kedalam kelasnya dia pun ditertawakan oleh semua temannya setelah mereka tahu seperti apa cara berjalan yang dilakukan verrel saat ini.
"Astaga Verrel sudah SMA kok baru sunat sih?" ledek David.
"Iya bener banget tuh. Apa guntingnya tidak kekecilan itu?" balas Rendy
dengan tertawa sangat lepas.
"Kalian berdua bisa diam gak, kalau kalian gak mau diam aku lempar nih sepatu biar kena muka kalian, apa kalian mau?" ancam Verrel.
"Sudah jangan marah -marah kenapa nanti kambuh lagi tuh,"ledek Gibran yang sedari tadi hanya bisa menahan tawa lihat tingkah sahabat satunya ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG