PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
TERBORGOL.


__ADS_3

FLASE BACK OF.


"Gue yakin dengan rencana gue yang menjemputnya sepagi ini, gue rasa Putri bakal bisa luluh hatinya nanti. Karena melihat perjuanganku yang seperti ini?" ucap Reza yang dalam mengendarai motor gedenya.


Dan dalam perjalannya Reza yang sudah sangat bersemangat untuk menjemput Putri, ditengah perjalanan dia pun dibuat kesal lantaran tanpa dia sangka ternyata ada orang yang berusaha inggin menyainginya.


"Tunggu itu kan si Gibran untuk apa dia melewati jalan ini, apa dia berencana inggin menjemput Putri sekarang ini? Ini gak bisa dibiarkan?" ucap Reza yang kemudian dia pun melajukan lagi kecepatannya.


"Heyy lo itu ngapain sih ada disini, sono lo pergi!"ucap Reza yang begitu terkejut, lantaran tanpa dia sadari ternyata dia tidak hanya sendirian disini melainkan ada Gibran yang telah berada didepannya terlebih dulu.


"Elo..siapa yang nyuruh lo kesini. Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Gibran yang begitu terkejut. Karena Gibran juga tahu Reza juga pasti berniat inggin menjemput Putri.


"Yahh kenapa pagi-pagi gini aku harus bertemu dengan dua kampret itu sih?" gumam Putri yang melihat mereka dari arah kanannya. Karena tidak mau ada adalah yang terjadi dia pun putuskan untuk pergi.


Putri yang berniat inggin menghindari mereka, tapi rencana itu pun sia-sia lantaran Gibran dan juga Reza yang ternyata melihat Putri yang berusaha untuk menghindarinya.


FLASE BACK ON.


"Hayy kamu apa kabar?" tanya Reza sembari menunjukkan senyum manisnya, memperlihat gigi putihnya.


"Kalian ini kenapa sih pagi-pagi gini udah cari masalah aja, ingat sekarang gue lagi banyak masalah. Dan jangan bikin darah gue naik karena ulah kalian, jadi pergilah!"perintah Putri yang hendak inggin pergi, tapi Reza dan juga Gibran menghalanginya.


"Eitt tunggu lo gak bisa gini Put, aku itu sudah bela-belain bangun pagi-pagi untuk menjemput lo, bahkan gue belum juga sempat sarapan jadi lo gak bisa seenaknya ajal pergi ninggalin gue seperti ini, ayo cepat naiklah jangan bikin gue harus pake cara yang kasar?"sahut Reza yang langsung menarik tangan Putri.


"Enak aja gue yang terlebih dulu sudah lihat Putri tadi, jadi lo gak bisa asal bawa aja dia harus berangkat sama gue bukan sama lo, sini?" gertak Gibran yang merasa tidak terima. Dan langsung menarik tangan Putri.


"Enak Banget lo, Putri itu maunya sama gue bukan sama lo, jadi mendingan lo pergi saja sekarang hus...hus..?" ucap Reza yang seperti sedang mengusir anak ayam.


"Has hus..has hus..emangnya lo pikir gue ayam apa?" Sindir Gibran.


"Kalau gini caranya aku lama-lama bisa gila karena ulah mereka ini. Mereka kayaknya memang harus dikasih pelajaran biar kapok, tapi apa yang mesti gue lakuin sama nih dua kampret?" batin Putri yang sedari bingung memikirkan sesuatu, terus menerus menatap mereka tak lama kemudian ide cemerlangnya pun keluar.


"Aha...aku punya ide sekarang?" batinnya Putri yang kemudian dia pun tersenyum sembari melihat mereka.


Melihat Gibran dan juga Reza yang sedari tadi sedang lagi berdebat saling adu mulut untuk merebutkan Putri . Putri yang mendapat ide pun dengan segera ia pun memulai aktingnya.


"Astaga kalian berdua ini soswiiit banget sih, aku jadi malu karena diperebutkan seperti ini?" sahut Putri sambil mengerutkan kedua pipinya sendiri sembari menunjukkan sifat gemasnya. Gibran dan Reza yang melihat tingkah Putri mereka pun seketika terkejut. Keduanya sama-sama mengedipkan matanya.


"Putri lo masih waras kan, tumben lo bersikap seperti ini padahal tadi lo kan tadi terlihat kesal melihat tingkah kita ini?" tanya Gibran yang merasa bingung.

__ADS_1


"Iya gue tadi bersikap seperti itu. Karena gue belum sadar jika selama ini aku sangatlah beruntung. Karena bisa direbutkan sama dua cowok tampan seperti kalian ini?"


"Oh iya gue punya hadiah buat kalian, apa kalian mau menerima hadiah dariku ini?"ucap Putri sambil memberikan satu kedipan matanya untuk mereka.


"Kamu inggin kasih hadiah kita apa, kok aku jadi gugup gini sekarang?"balas Reza yang mulai terlihat gugup.


"Lo gak lagi mau ngerjain kita kan?" tanya balik Gibran.


"Ya enggaklah untuk apa aku ngerjain kalian sih,apa untungnya coba?" balas Putri.


"Iya juga sih!" balas Gibran kemudian.


"Ya sudah sekarang aku minta sama kalian-kalian tutup kedua mata kalian,"perintah Putri.


"Kok pake acara tutup mata segala sih?"tanya Reza yang agak ragu.


"Ya kan kalau kalian tidak tutup mata, itu kan namanya bukan suprise, iya kan?" sahut Putri yang berusaha untuk meyakinkan mereka.


"Oh iya juga sih, ya sudah aku akan tutup mataku sekarang?" balas Reza yang kemudian dia pun akhirnya menuruti apa permintaan Putri barusan.


Dengan rasa percaya Gibran dan Reza pun mau mengikuti apa permintaan yang baru Putri perintahkan tadi yaitu dengan polosnya mereka pun akhirnya menutup mata mereka masing-masing. Dengan menahan tawa karena mengetahui rencananya telah berhasil. Berhasil menipu mereka secara gampangnya Putri pun bergegas menggeluarkan sebuah benda berwarna abu-abu dari kantong tasnya tersebut.


"Rasakan ini siapa suruh cari gara-gara sama Putri. Putri itu bukanlah gadis bodoh dan juga bukan gadis centil kalau didekati cowok bakal langsung nyosor kaya angsa. Dan ini balasan buat kalian?" batin Putri yang inggin sekali tertawa, tapi ia mencoba untuk menahannya.


"lama banget sih, hadiah apa yang inggin kamu berikan ke kita?"tanya Reza.


"Iya Put, pegel nih mata gue ayo cepat sedikit kenapa?"tanya balik Gibran.


"Iya..iya..sebentar lagi ya, ini udah aku keluarin kok?"


Tanpa ada rasa curiga sama sekali kepada Putri, sekaligus tingkah yang aneh yang Putri lakukan saat ini. Putri yang sudah berhasil membuka sepasang borgol itu pun bergegas dia langsung memasangkannya secara paksa. Rencananya untuk memborgol tangan kanan Reza dan tangan kiri Gibran pun akhirnya berhasil.


Gibran dan Reza yang seketika terkejut dengan apa yang dilakukan Putri saat ini, mereka pun lantas berusaha memberontak tapi semua tenaganya pun sia-sia lantaran sepasang borgol itu yang sudah terlanjur terpasang dikedua tangan mereka masing-masing.


Sedangkan Putri yang melihat jika rencananya untuk ngerjain dua laki-laki kampret ini telah berhasil dengan sempurna tanpa ada hambatan. Dia pun lantas berbangga diri. Dan tak segan-segan menertawakannya dengan sangat puas.


" Yeah akhirnya rencanaku berhasil juga buat ngerjain kalian!"ucap Putri dengan tertawanya.


"Ini apa maksudnya? Kenapa kamu memborgol kita seperti penjahat seperti ini, apa yang kamu lakukan?"balas Reza.

__ADS_1


"Iya Putri ini sangatlah tidak lucu jadi cepat lepasin kita?"sahut Gibran.


"Mmm gimana ya aku lepasin atau tidak ya, tapi mendingan aku lepasin nanti sore ajalah ini kan hukuman buat kalian. Karena kalian udah beraninya godain aku sekaligus membuatku sangat kesal. Dan banyak masalah, jadi ini sudah sepantasnya untuk kalian dapatkan!"


"Putri jika lo memborgol kita dengan cara seperti ini, dimana caranya kita untuk berangkat ke sekolah. Dan bagaimana caranya kita untuk mengendarai motor kita ini?"tanya Reza yang berusaha untuk melabuhi Putri.


"Soal itu gampang lagi, kalian kan bisa naik bis bersamaku nanti, soal kendaraan kalian ini, kalian kan bisa taruh di rumahku, jadi sudahlah jangan cemaskan soal itu?"


"Ingat lo gak bisa melakukan semua ini sama aku, aku minta lepasin!"gertak Reza yang berusaha untuk melepaskannya tapi semua itu sia-sia saja.


"Sekarang sudah waktunya kita untuk berangkat ke sekolah, ayo kita pergi sekarang bis nya sudah datang nih?"ajak Putri sambil menggandeng mereka.


"Putri lo serius melakukan semua ini sama kita? Lo gak kasihan sama kita?" tanya Gibran dengan wajah memelas.


"Tidak, aku gak kasihan sama kalian ayo cepat naiklah. Dan jangan banyak tanya?"balas Putri yang langsung menarik mereka untuk mau masuk kedalam bis.


"Loo duluan ya naik?"sentak Gibran.


"Iya..iya!"balas Reza jutek.


"Ah..jangan cepat-cepat kenapa sakit nih tangan gue?"sentak Reza.


"Ya elah badan doang yang besar, tangan lecet gitu aja cengeng?"sindir Gibran.


"Apa sih lo?"balas Reza dengan wajah juteknya.


"Udah pak jalan sekarang!"pinta Putri yang sembari menyaksikan perdebatan mereka.


"Baik!"jawab sang supir.


"Lo kalau duduk jangan dempet-dempet ke gue kenapa agak sono situ?" bentak Reza.


"Ya elah lo itu berisik banget sih, lo bisa diam gak kalau gak bisa gue tonjok lo!" balas Gibran yang merasa sangat kesal.


"Oh jadi lo berani tonjok gue, sini gue tonjok duluan tuh mula lo yang ngeselin itu!"sahut Reza.


Melihat Gibran dan Reza yang tak mulai akur lagi, bahkan mereka hampir saja mulai pertengkaran mereka lagi. Putri yang melihatnya ia pun lantas melerainya.


"Udah..udah kalian ini kenapa sih masih..aja suka ribut-ribut tidak jelas kaya gini, apa kalian gak malu dilihatin banyak orang sekarang ini?" ucap Putri yang langsung berdiri ditengah-tengah mereka. Dan berusaha untuk melerai diantara keduanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2