PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
135 ( Penyesalan Putri )


__ADS_3

"Putri gimana keadaan kamu apa yang kamu rasakan?"


"Nina seperti yang kamu lihat saat ini aku baik-baik saja kok,"balasnya dengan sedikit tersenyum.


"Aku tadi mendapatkan panggilan dari Gibran, jadi aku langsung kesini karena takutnya kondisi kamu memburuk. Apa yang terjadi, kalian?"tanya Nina dengan menatap mata Putri.


"Kadang aku berfikir kenapa pertemuan ini harus terjadi lagi diantara kita?"ucap Putri dengan pandangannya yang melirik kearah lain.


"Maksud kamu apa Putri Aku tidak paham?"


"Aku sedikit menyesal kenapa pertemuan seperti ini harus terulang lagi, aku sangat bahagia karena Gibran dulunya membenciku tapi sekarang setelah adanya kejadian ini aku merasa menyesal telah pulang ke Indonesia!


Jika aku pada waktu itu masih berada disana dan tidak kembali ke Indonesia mungkin aku masih belum mendapatkan pintu maaf darinya dan pastinya Gibran masih belum memaafkan diriku.


"Kenapa Put? Bukankah ini yang kamu inginkan. Kamu sangat menginginkan jika Gibran memaafakn kamu tapi kenapa kamu malah menyesalinya?"


"Aku sadar tidak seharusnya aku masih memendam perasaan pada seseorang yang salah? Seseorang yang mempunyai Istri dan seorang Anak tidak seharusnya aku masih mengharapkannya, Nin tidak seharusnya semua ini terjadi?"


"Semua takdir manusia kita tidak pernah tau, semua ini juga bukan keinginan kalian, kalian sama sekali tidak menginginkan untuk berpisah. Apa yang sudah terjadi tidak seharusnya kamu sesali Putri, jadi cukup kamu jangan mencoba menyalahkan keadaan atau pun beranggapan menyesal telah kembali lagi kesini jangan! Sudah jangan dibahas soal itu, kamu masih belumlah pulih kamu masih butuh istirahat jadi makanlah aku akan menyuapi kamu, kamu Wanita yang sama sekali tidak mengharapkan akan dirinya buktinya disaat ada waktu bagi kalian untuk berdekatan berdua dan saling tatap menatap kamu malah lebih menghindarinya, kamu Wanita yang sangat sempurna Putri jarang ada Wanita yang lebih memilih pergi ketimbang harus mempertahankan hubungan jadi sudah cepat makanlah kamu perlu makan agar kamu segera keluar dari sini,"ucap Nina.

__ADS_1


"Thanks ya Nin kamu memang temanku yang paling baik thanks."


"Sama-sama kita sudah seperti saudara jadi mana mungkin aku akan membiarkan kamu dalam kondisi seperti ini sendiri. Oh iya selain masalah ini ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kamu?"


"Soal apa? Apa kamu dan juga Revan bertengkar!"


"Ini bukan soal rumah tanggaku tapi lebih tepatnya soal rumah tangga Gibran dan juga Revi?"


"Ada apa dengan mereka?"


"Aku rasa Revi sudah berani main api dalam hubungan rumah tangganya?"


"Aku sudah beberapa kali mempergoki Revi telponan sama seseorang bahkan aku pernah sekali tidak sengaja mengangkat nomor yang seperti disamarkan. Dan yang lebih parahnya lagi aku pernah sekali melihat dia masuk di hotel ***" jadi pastinya kamu paham kan apa maksudku?"


"Jika dia berani main api dan berani berselingkuh itu bukan kesalahannya?"


"Maksud kamu apa?"


"Dia berani berselingkuh karena mungkin untuk melampiaskan rasa kekesalannya, yang pastinya setiap Wanita ingin mendapatkan pengertian dari Suaminya tapi jika Suaminya sama sekali tidak mengerti apa boleh buat?"

__ADS_1


"Jadi maksud kamu? Kamu menyalahkan Gibran dalam masalah ini?"


"Aku bukan menyalahkan tapi?"


"Baiklah aku paham! Revi seperti ini karena dia merasa selama ini hubungan rumah tangganya kaya tidak bearti untuknya, belum lagi dia tipe orang yang semaunya ingin dituruti membuat dirinya jadi seperti ini tapi jujur sebagai seseorang yang ada disampingnya setiap hari aku tau Gibran tidak seburuk itu, dia selalu menunjukkan perhatiannya pada Revi tapi sebaliknya Revi sama sekali tidak menganggapnya karena dia hanya beranggapan jika Gibran hanya mencintai kamu jadi sulit jika harus dijelaskan!"


"Apa Revan tau soal ini?"


"Sampai saat ini aku belum berani memberitahunya, aku takut jika aku memberitahunya malah akan menambah masalah baru, belum lagi hubungan kita yang dekat aku sangat takut jika kamu yang akan menjadi imbas dalam masalah ini jadi akhirnya aku putuskan untuk bungkam!"


"Alangkah baiknya seperti ini,"balas Putri.


"Jadi kamu setuju jika tidak memberitahu Gibran?"


"Kita tidak ada cara lain, hanya ini cara satu-satunya jadi mau gimana lagi?"


"Baiklah kalau gitu,"balasnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2