
Perusahaannya ia bukan menunjukkan sikap seperti pada biasanya yang saling menyapa ketika bertemu dengan seseorang di kantor ini. Akan tetapi ekpresi wajah yang ditunjukkannya saat ini ia malah terus-menerus melamun hingga tidak sadar jika sedari tadi ia berjalan memasuki ruangannya, terdapat beberapa karyawannya yang sama sekali tidak ia sapa, bahkan bisa dibilang ia malah mengabaikannya tanpa adanya sebab yang pasti.
Para karyawan yang melihatnya mereka pun ikut bingung dengan perasaan apa yang dialami Bosnya saat ini. Sekertaris Lee yang tak sengaja mendengar obrolan mereka, ia lantas bertanya.
"Maaf tadi kalau saya tidak salah denger, kalian bilang kalau Bos Gibran dia mengabaikan kalian?"
"Iya dari tadi kita semua ada disini, tapi tidak ada disalah satu diantara kita yang Bos panggil. Dan sepertinya dia lagi ada masalah makanya dia sampai melamun seperti tadi.
"Masalah, tapi masalah apa yang Bos alami,"gumamnya yang kemudian ia pun mengingat ucapan Gibran tadi.
"Mantan. Apa jangan-jangan semua ini ada hubungannya sama mantan yang barusan dikatakan Tuan Gibran, iya tidak salah lagi pasti dia biang keroknya,"batin Lee yang kemudian ia pun bergegas masuk kedalam ruangan Tuannya.
Dan sesampainya ia melihat Gibran hanya terduduk melamun seperti sedang memikirkan sesuatu, merasa dirinya dipenuhi dengan rasa penasaran yang tinggi. Akhirnya Lee pun putuskan untuk Langsung bertanya padanya.
"Maaf Tuan dari tadi saya perhatikan Tuan kayaknya lagi banyak pikiran, kalau Tuan mengijinkan saya juga bersedia menjadi tempat curhat untuk Tuan jadi bicaralah padaku Tuan, tidak baik jika Tuan menyembunyikan perasaan itu sendiri?"ucap Lee yang kemudian Gibran pun membalas.
"Sekertaris Lee aku minta kamu sekarang segera datangi Rumah sakit Hospitality sekarang juga. Karena aku inggin Dokter baru bernama Putri yang baru beberapa hari bergabung di Rumah sakit itu segera dipecat dari Rumah sakit itu.
"Apa Tuan pecat, tapi apa permasalahannya Tuan pada Dokter muda itu?"
"Kamu gak dengar aku berkata apa tadi, jika kamu tidak bisa menjalankan perintah saya maka cepat pergi dari ruangan saya hari ini juga, jika kamu berani membangkang dengan perintah yang saya berikan ini!"tegas Gibran dengan memberikan tatapan tajam kearah Lee.
"Ma...maaf Tuan aku hanya bertanya, baiklah aku akan segera datangi Rumah sakit itu sekarang juga. Dan aku pastikan hari ini juga Wanita yang Tuan maksud akan pergi meninggalkan Rumah sakit itu.
"Baguslah Cepat pergilah!"perintah Gibran yang kemudian ia pun kembali menghadap ke jendela ruangannya.
"Baik Tuan?"balas Sekertaris Lee yang kemudian ia pun bergegas pergi dari ruangan ini.
"
"
__ADS_1
"
"Ada apa, kenapa Pak Kepala Presdir meminta saya untuk menghadap. Apa jangan-jangan saya membuat masalah baru?"batin Putri yang perasaannya mulai tidak tenang. Dan tepat berada didepan ruangan, ia pun akhirnya mengetuknya.
TOK...TOK...TOK....
"Silahkan masuk." ucap Pak kepala Presdir yang mendengar suara ketokan, tak berselang lama Putri akhirnya membuka pintunya.
"Maaf Pak Presdir ada apa. Apa Bapak memangil saya?"tanya Putri yang terlihat takut dan sedikit tegang.
"Silahkan duduklah."perintahnya yang kemudian Putri pun putuskan untuk duduk.
"Iya saya memang memangil anda kesini, dan saya putuskan kalau saya akan mengakhiri masa tugas anda sebagai Dokter disini. Karena saya perhatikan anda itu termasuk Dokter yang jalan pikirannya terlalu pendek. Dan pastinya jika itu semakin lama dibiarkan maka akan tambah memberikan pengaruh buruk pada Rumah sakit ini, jadi mulai sekarang saya putuskan saya akan memberhentikan anda, jadi kemarilah barang-barang anda. Karena besok anda mungkin tidak akan bekerja lagi disini."
Bagaikan petir yang menyambar disiang bolong, Putri yang tidak tahu menahu. Seketika pandangannya pun berubah. Apa yang ia takutkan, ternyata benar-benar terjadi padanya saat ini. Merasa tak terima ia lantas langsung bertanya balik kepada sang Presdir yang awalnya sangat percaya kepadanya.
"Tapi maaf Pak bukannya Bapak sendiri yang pernah bilang pada saya jika kemampuan saya dalam bidang ke Dokteran sangatlah bagus dan pantas untuk diacungkan jempol. Akan tetapi kenapa sekarang, tidak ada angin tidak ada hujan kenapa Bapak tiba-tiba menyabutnya tanpa adanya sebab yang pasti. Apa ini yang dinamakan Rumah sakit internasional, Rumah sakit yang bisa memecat seorang Dokter tanpa adanya sebab yang pasti. Dan bisa melakukannya seenaknya saja!" gertak Putri yang amarahnya seketika keluar.
"Baiklah aku akan pergi. Karena tidak ada gunanya aku menginjakkan kaki diatas kepala pemimpin seperti anda,"gertak Putri yang kemudian tanpa adanya kata yang ia ucapkan, ia pun akhirnya keluar dari ruangan Presdir. Air mata yang pecah sudah tidak bisa dihindari lagi, para Dokter mau pun Suster yang melihatnya mereka pun bergegas menghampirinya.
" Maafkan Putri Ma...Pa...maafkan Putri, Putri telah gagal menggapai impian Putri maafkan Putri." Tubuh yang seketika merosot kebawah. Dan hanya lulutlah yang bisa ia gunakan sebagai bahan pelukannya.
"Dokter ada apa? Kenapa Dokter menangis ada apa?"tanya salah satu Suster yang ikut berlutut dihadapan Putri.
"Aku dipecat!"balasan Putri yang seketika membuat pandangan semua orang yang melihatnya pun terkejut dan tidak mempercayainya.
"Apa, tapi apa alasannya?"
"Saya tidak tahu, saya harus pergi saya sudah tidak ada gunanya lagi di Rumah sakit ini, kalian semua jangan cemas aku tidak masalah kok. Dan aku harap sesuatu saat nanti, kita bisa berkumpul kembali.
"Dokter, tapi ini tidak adil. Dokter sangat baik dan ramah, bahkan para pasien juga sangat menyayangi Dokter sejak ada kehadiran Dokter disini, jadi mana mungkin pimpinan bisa bertindak seperti ini?"keluh salah satu Dokter perempuan yang ikut merasa sedih.
__ADS_1
"Aku tidak masalah, semua ini sudah jadi takdirku, mungkin tempat ini tidaklah cocok buatku, masih ada tempat yang lain mungkin disana tempat yang cocok untukku nanti, jadi aku tidak masalah maaf kalau sekarang sudah jadi hari terakhir untuk kita, terima kasih buat kalian karena adanya kalian aku jadi betah dan semangat kerja disini?".
"Dokter orang yang baik, jadi aku yakin kebaikan akan berpihak pada Dokter jadi selamat berjuang ya Dokter, selamat berjuang dan jangan patah semangat."
"Baik Dok, makasih ya atas dukungannya,"balas Putri yang dengan berusaha ia pun tetap memberikan senyuman pada mereka.
Cita-cita aku menjadi seorang Dokter karena hanya satu keinginanku. Aku inggin menyelamatkan nyawa banyak orang, tapi aku sadar untuk menggapai semua itu masih ada banyak rintang dan perjuangan yang harus aku kejar terlebih dulu.
Langkahnya yang perlahan-lahan telah sampai di pintu keluar Rumah sakit ini, bahkan banyak orang yang melihatnya merasa sangat tidak tega untuk melihatnya.
Bahkan air mata yang tadinya ia tahan, kini hanya menghitung berapa menit air mata itu pun seketika terjatuh dari sudut matanya yang akhirnya membuat ia tidak bisa lagi menahan semua perasaan hancur ini.
Pandangannya yang tadinya hanya fokus kearah para temannya, kini pandangan itu pun hanya fokus pada salah seorang laki-laki yang berada didalam Mobil dengan yang hanya melihatnya dengan tatapan menyindirnya atau bisa dibisa dibilang seseorang itu hanya memberikan tatapan senyumannya. Dan Seseorang itu yang tak lain ia adalah Gibran.
"Dia. Aku tahu pasti dia dalang dibalik semua ini, aku tidak menduga hanya satu kesalahan yang aku perbuat, kamu jadi berubah seperti padaku Gibran, bahkan yang lebih menyakitkan lagi, kamu tega menggambil impian yang selama ini telah aku berdiri kan selama bertahun-tahun, tapi aku tidak akan lemah dan aku akan buktikan padamu kalau aku bukanlah Wanita lemah, aku bukanlah Wanita lemah."gumam Putri dengan membalas tatapan tajam kearah Gibran yang sedari tadi telah memperhatikannya.
"Jalankan mobilnya sekarang juga."perintah Gibran pada sekretarisnya, dan pandangan yang masih fokus melirik kearah Putri.
"Baik Tuan," balas Lee yang tanpa menunggu, ia pun akhirnya menjalankannya kembali
Adanya seseorang yang berada didalam mobil tanpa adanya pikiran yang menunjukkan kemana ia akan melangkahkan kakinya sekarang. Dalam keadaan melamun dan kedua tangan yang masih melekat pada setir mobil dan fokus yang hilang.
Akhirnya membuat ia hampir saja menabrak seseorang yang telah memarkirkan mobilnya ditepi jalan, menyadari adanya mobil yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan ia hendak akan lintasi, bergegas Putri pun mengerem laju kendaraannya, dan naas mobilnya pun akhirnya tak sengaja menabrak mobil belakang seseorang itu hingga terlihat sedikit penyok.
Menyadari akan kesalahan yang barusan ia perbuat, dengan langkah cepat Putri pun akhirnya bergegas turun menemui seseorang itu. Akan tetapi karena sudah dipenuhi dengan amarah ketika melihat mobil kesayangannya penyok, seseorang itu lantas memaki-maki Putri dan terus memarahinya tanpa henti, hingga akhirnya Putri yang merasa sangat menyesal ia lantas memberikan uang ganti rugi sebesar dua juta untuk seseorang itu agar membawa mobil itu ke bengkel.
Tak merasa malu, jika seseorang itu juga terbukti salah lantaran parkir ditempat yang sembarangan, Seseorang itu pun dengan beraninya ia langsung menggambil beberapa lembar uang itu yang kemudian tanpa berkata mau pun berterima kasih, ia lantas langsung bergegas pergi tanpa memperdulikan seorang Wanita yang berada dihadapannya ini.
"Kenapa nasibku begitu apes, baru tadi aku kehilangan pekerjaanku tapi kenapa sekarang aku sudah mendapat masalah dan hampir saja membahayakan nyawa seseorang karena keteledoranku, Putri fokuslah bukan seperti ini cara kamu menyelesaikan masalah, bukan seperti ini caranya."gumamnya yang kemudian tanpa berfikir lagi, Putri pun akhirnya.Berlalu ia pun bergegas pergi dan masuk kedalam mobilnya yang kemudian ia pun melajukan kendaraannya seperti semula.
BERSAMBUNG.
__ADS_1