PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
23 " Pertemuan dengan Bimo "


__ADS_3

Setelah acara berlangsung hingga selesai, dan Revi yang tidak ada wujudnya kembali ke Rumah Gibran pun tidak mau meributkannya. Dan lebih memilih fokus pada buah hatinya yaitu Rasya. Berada didalam kamar dalam satu ranjang yang sama, Gibran pun dengan telatennya ia menjadi Ibu sekaligus Papa buat Rasya, menemaninya hingga Rasya tertidur pulas itulah yang sering ia lakukan setiap harinya.


"Papa, Mama kemana, kenapa Mama tidak pulang?"tanya Rasya dengan Gibran yang sibuk membelai rambut Putranya.


"Mama kamu lagi ada urusan, jadi untuk sementara kamu tidur bersama dengan Papa ya sayang.


"Iya Pah. Oh iya Pa, jadi Mama dan Papa sudah kenal dengan Dokter baik.


"Mmm iya Papa sudah mengenalnya, dia adalah teman Papa dulu, tapi ngomong-ngomong kamu kok bisa kenal sih dengan Dokter itu?"


"Iya Rasya bisa kenal dengan Dokter itu, kan Dokter baik itu yang sudah merawat Rasya pada saat sakit kemaren.


"Ooo jadi dia ternyata Dokter yang selalu kamu bicarakan pada Papa.


"Menurut Papa gimana Dokter itu. Apa Dokter baik itu cantik Pa?


Terkejut dengan pertanyaan yang barusan dikatakan Rasya, membuat wajah Gibran pun seketika memerah lantaran bingung harus berkata apa. Dengan aura wajah tersenyum nya yang tidak bisa lagi ia sembunyikan , dengan santai Gibran pun mengatakan jika Putri sangatlah cantik.


"Mmm iya Dokter tadi memang sangatlah cantik sayang, kan pada dasarnya semua Wanita kan cantik kan.


"Iya sih Pa, terus gimana dengan Mama. Apa Mama cantik?"


"Sudah...sudah...ini udah malam jadi lebih baik kamu cepatlah tidur, Papa akan selalu di sampingmu jadi cepatlah tidurlah sayang.


"Baik Pa


"


"


"


" Iya aku baru ingat tadi wajah Putri kenapa bisa memar gitu. Apa itu semua ulah dari Suaminya, kira-kira seperti apa wajah Suami Putri kenapa Putri sampai mau menikah dengan Pria kejam seperti dia, aku jadi sangat penasaran dengan sosok Suaminya," batinnya yang terus melamun memikirkan sesuatu berada disamping Rasya.

__ADS_1


"


"


"


PUKUL 07:00 PAGi.


"Maaf Tuan. Apa saya mengganggu waktu tuan?"


"Tidak. Ada apa sekertaris Lee, kenapa anda datang kesini. Apa ada masalah yang terjadi?" tanya Gibran yang kemudian Sekertaris lee pun berkata.


"Maaf Tuan saya hanya inggin menyampaikan kalau rekan kerja sama bisnis Tuan yang berada di wilayah K baru aja sampai di Jakarta, jadi apa saya perlu mengurus lokasi untuk tempat pertemuannya Tuan?"


"Kalau boleh tahu sejak kapan seseorang itu sampai di Jakarta?"tanya balik Gibran.


"Yang saya tahu dia sudah sampai tadi malam Tuan," timpal Sekertaris Lee.


"Baiklah Tuan kalau gitu, sekarang saya akan mengurus rencana pertemuan kalian.


"Baiklah."


Hari pun berlalu dengan sangat cepat. Setelah mengetahui jika seseorang itu telah sampai di Jakarta. Akhirnya ia pun memutar kembali acara pertemuan ini, dan sekarang butuh beberapa jam maka rapat pertemuan itu pun akan terselenggara.


"


"


"


"Apa dengan saudari Tuan Bimo permana? pemegang perusahaan....."


"Iya, itu beneran saya. Apa anda seseorang yang bernama Gibran roberto pemilik sekaligus pemegang aset saham PT. GENTABUANA RECORD "

__ADS_1


"Iya dengan saya sendiri, ya sudah silahkan duduklah.


"Baiklah.


Sekali lagi terima kasih atas kehadiran anda hari ini, dan meluangkan waktu anda untuk mendatangi saya secara langsung. Karena anda sudah setia menyetujui rencana kerja sama ini, dan saya harap dengan kehadiran and ini memberi semangat sekaligus awal baru bagi kesuksesan bagi perusahaan kita nanti.


"Saya sekarang merasa sangat senang akhirnya kita bisa menjalankan rencana kerja sama ini pada perusahaan kita masing-masing. Dan saya yakin pasti rencana kerja sama kita ini akan memberikan pengaruh besar pada perusaahan ini lebih maju dan tetap menjadi perusahaan terbesar di dunia


"Saya sangat senang dengan semangat yang Tuan Bimo lakukan sekarang"


"Tuan jangan panggil saya dengan sebutan Tuan Bimo, karena saya ini hanyalah pemimpin biasa, bahkan bisa dibilang jabatan saya ini lebih besar dari jabatan Tuan Gibran, jadi akan lebih baik jika Tuan Gibran panggil saya dengan sebutan Bimo saja, kan umur kita juga sama kan, jadi biar sama-sama enak kita sama-sama memangil dengan sebutan nama saja itukan lebih baik bukan."


"Saya bener-bener tidak menyangka jika anda benar-benar sangat berbeda dengan kebanyakan orang-orang. Anda juga memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Jadi gak salah jika perusahaan yang sedang anda jalankan selama ini selalu lancar tanpa ada halangan apapun. Dan selalu diatas peningkatan yang tinggi, saya salut sama anda.


"Sama halnya dengan anda, anda juga seseorang yang baik dan dermawan, oh iya apa anda sudah berkeluarga?"


"Iya saya sudah berkeluarga, sekaligus memiliki seorang anak laki-laki. Terus anda, apa anda sudah menikah?"


"Kalau masalah jodoh saya belum merasa beruntung, jadi saya belum menikah"


"Tapi tidak mungkin kan kalau orang setampan anda dan sekaya anda tidak memiliki seorang pasangan. Dan pastinya ada banyak Wanita yang menganti inggin jadi pasangan anda kan? Mendengar pertanyaan yang diucapkan Gibran, Bimo hanya tersenyum malu.


"Iya memang sekarang saya lagi berusaha mendekati salah seorang Wanita, dan jujur saya sangat mencintainya. Jadi doakan aja semoga dia memang jodohku,"


"Kamu tenang aja aku akan selalu mendukungmu, terus sekarang apa kamu inggin kembali ke Negara asal kamu?"


"Kayaknya tidak lagi, sama halnya dengan apa yang aku katakan tadi, Wanita yang sangat saya cintai telah berada di Jakarta jadi mulai sekarang saya putuskan kalau aku akan menetap di Jakarta selama waktu yang ditentukan"


"Anda adalah laki-laki yang sangat baik, jadi aku rasa anda pasti akan berhasil menggapai impian anda untuk mendapatkan hati Wanita itu. Jadi kalau kamu butuh bantuan saya katakanlah pasti saya akan membantu anda.


"Terima kasih, anda benar-benar orang yang sangat baik. Dan saya tidak menyesal mempunyai niat rencana kerja sama ini," balas Bimo yang kemudian mereka pun menunjukkan senyuman mereka masing-masing.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2