
SATU BULAN KEMUDIAN.
Kadang aku berfikir dunia ini cepat sekali berputar, kadang dibawah kadang juga diatas. Ada yang bahagia kini bahagia itu hanya tinggal bayangan dan dengan cepat telah berubah menjadi kesepian dan kekecewaan yang akhirnya membuat hati ini akan sangat sulit untuk menyampaikan rasa rindu itu.
Apa aku masih pantas untuk mengatakan rasa rindu jika aku sekarang sangat merindukan akan dirinya. Setelah apa yang aku lakukan kepadanya dan mencampakkannya begitu saja. Aku rasa aku tidak pantas untuk mengatakan itu.
Gibran sedang apa kamu disana. Apa kamu juga merasakan kerinduan yang aku rasakan saat ini, apa kamu malah sudah berhasil melupakan aku dengan begitu mudah setelah apa telah aku lakukan padamu.
Apa kamu disana juga masih memikirkan ku, ataukan perasaan kamu terhadap diriku sudah hilang dan berganti menjadi rasa benci.
Terduduk disalah satu kursi taman sembari memandang kearah menara namsan yang berdiri kokoh dengan adanya warna lampu sinaran yang berkelap-kelip membuatnya tambah indah dan tidak boleh untuk diabaikan begitu saja.
Dan tempat ini menjadi saksi akan kerinduan Putri yang ia rasakan selama berbulan-bulan ini lantaran sejak ia pindah ke Seoul, ia merasa jika ia juga seperti sudah pindah ke lain hati lantaran Gibran yang tidak memberi pesan mau pun kabar sama sekali terhadap dirinya, dalam keadaan terduduk sebuah pesan masuk pun terdengar dalam ponsel milik Putri, tanpa menunggu ia lantas langsung melihat isi pesan tersebut.
Dan siapa sangka orang yang telah mengirimkan pesan itu, orang itu yang tak lain ia adalah Revi yang sengaja mengirimkan foto dekorasi indah bersama salah satu pesan chat yang berkata.
GIMANA KABARMU DISANA. APA KAMU BISA BAHAGIA?"
Iya pesan itulah yang ia kirimkan beserta dengan emoticon tertawa yang seperti sedang menyindirnya.
"Dasar dia pasti sengaja sedang menyindirku,"gumam Putri yang merasa kesal.
"Untuk apa Revi memberiku foto dekorasi ini? Apa arti dari pesan dan foto yang ia kirimkan padaku?"tanya Putri pada dirinya sendiri. Dan bingung akan maksud yang disampaikan oleh Revi barusan.
Akan tetapi ada sesuatu yang belum Putri ketahui, Jika hari yang jatuh pada tanggal 1 Januari 2021 yang jatuh pada hari ini adalah Hari dimana Gibran akan melangsungkan acara pertunangan bersama dengan Revi, Wanita yang sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Setelah menunggu beberapa hari akhirnya hari yang diimpikan oleh Revi pun telah datang juga, akan tetapi bagi Revi hari ini adalah hari paling bahagia buat dia karena akhirnya dia bisa melaksanakan pertunangan dengan Gibran dan ia bisa memilikinya seutuhnya.
Akan tetapi tidak buat Gibran, Bagi Gibran hari ini adalah hari paling buruk buat dia, karena bagaimana tidak? Pernikahan dan perhitungan yang tidak pernah ia impikan dan gak pernah dia harapkan hari ini benar-benar terjadi. Kalau bukan karena paksaan dari kedua orangtuanya, mungkin Gibran juga gak akan pernah mau menyetujui pernikahan ini, tapi apalah daya yang bisa Gibran lakukan hanya inilah yang bisa dia lakukan.
__ADS_1
Sedangkan malam ini yang menunjukkan pukul 19:00 malam nanti akan diselenggarakan acara pertunangan dimana pada umumnya setiap pertunangan yang akan dihadiri calon laki-laki akan sangat bahagia menyambut hari bahagia ini telah tiba tapi tidak bagi Gibran, ia hanya memurungkan diri dikamar dan terus melamun dan melamun hingga Papanya pun melihat Gibran yang ia pun kemudian memutuskan untuk menghampirinya.
"Gibran apa kamu sudah siap?"tanya Papanya.
"Papa? Iya Gibran sudah siap Pa!"jawab Gibran yang gak berani menatap langsung wajah Papanya. Sedangkan Papanya juga menyadari jika sebenarnya Gibran gak pernah menginginkan semua ini sampai terjadi.
"Maafkan Papa Nak. Karena Papa gak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaan kamu, maafkan Papa?" ucap Papanya yang merasa sangat menyesal.
"Sudahlah Pa? Papa gak perlu minta maaf seperti itu, semua ini sudah takdir Gibran, Mendingan sekarang kita secepatnya pergi ke lokasi gedung saat ini juga, karena Gibran gak mau telat dan terjebak macet nanti,"jawab Gibran yang kemudian akan berlalu pergi ninggalin Papanya. Sedangkan Papanya yang mengetahui jika sedari tadi Gibran inggin menghindarinya Papanya pun langsung memeluk Gibran. Sembari berkata maaf.
"Maafkan Papa Gibran, maafkan Papa karena papa sudah mengorbankan kebahagian kamu? Maafkan Papa!"
"Sudahlah Pa' Papa gak perlu minta maaf lagi. Semua ini sudah terjadi, dan sekarang waktunya untuk berangkat!"
"Baiklah kita berangkat sekarang!"
"Baik Pa!"
Karena sama-sama anak tunggal. Maka pertunangan ini pun diselenggarakan dengan sangat megah dan mewah. Bahkan tamu undangan yang mencapai angka sekitar 1000 lebih tamu undangan yang akan menghadiri acara pertunangan ini, dan akibatnya Papanya Revi pun mengambil alih dengan menyuruh para pelayan Di Restoran cinta Resto untuk ikut membantu menyelenggarakan pelaksanaan acara ini.
Bahkan teman-teman Gibran dari kalangan SMA Cenderawasih sendiri pun pada ikut menghadiri acara pertunangan yang akan terselenggara pada malam hari nanti.
Dengan menggenakan jas hitam dan bersetel kemeja putih, Gibran pun terlihat sangat tampan, bahkan ketampanannya sudah tidak bisa diragukan lagi, walaupun hari ini adalah hari pertunangannya, ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah sedihnya yang terlihat jika dia sangat terluka dan juga kecewa.
"Gibran lo gak papa kan?" tanya Verrel yang begitu datang, ia langsung merangkul pundak Gibran.
"Seperti yang lo lihat saat ini, tubuhku bagaikan seperti tidak ada tenaga yang mampu menopang diriku untuk tetap tegar. Dengan berusaha aku tegar dan menerima kenyataan semua ini, kenyataan ini malah akan membuatku tambah semakin terluka.
"Maafin gue ya sebagai sahabat gue gak mampu menolong lo, maafin gue?"
__ADS_1
"Lo gak perlu berkata seperti itu, semua ini sudah takdir dan takdir memang tidak bisa ditentukan. Mungkin sekarang aku belum bisa mencintai Revi dengan tulus, tapi aku yakin dengan cepat berjalannya waktu aku yakin perlahan-lahan aku pasti bisa menerimanya dan bisa mencintainya, seperti dulu aku mencintainya?"
"Memang mulut lo mampu berkata seperti itu Gibran, tapi hati...hati lo tidak mampu untuk berbohong."
"Sayang apa kamu sudah siap acara pertunangannya akan segera dilaksanakan,"ucap Mamanya Gibran yang menghampiri mereka.
"Baik Ma, aku akan menghampiri mereka!"
Langkahnya yang perlahan-lahan mulai menghampiri kerumunan orang-orang yang sudah pada memperhatikannya dengan tatapan kagum akan kegantengannya, dan perlahan-lahan ia mulai menghampiri sesosok wanita bergaun putih yang terlihat anggun dan cantik, tidak tahu apa bayangan dan perasaan yang dirasakan Gibran saat ini, hingga ia tidak sadar jika pandangannya yang mengira jika Putri-lah Wanita yang telah berdiri tepat dihadapannya dengan menunjukkan tatapan senyuman manisnya.
Dengan pandangannya yang belum juga hilang dari pikiran Gibran yang mengira jika Revi adalah Putri. Gibran pun akhirnya memasangkan cincin berlian yang mulai ia masukkan disalah satu jari tengah Revi. Dan kemudian disusul Revi yang memasangkan satu cincin satunya dijari Gibran.
Kemudian lamunannya akhirnya tersadar, sesaat para tamu undangan yang pada memberi tepuk tangan yang meriah kepada mereka.
"Astaga jadi ternyata semua itu hanyalah halusinasiku saja yang mengira jika Revi adalah Putri. Putri racun apakah yang kamu berikan kepadaku, kenapa kamu sangat sulit untuk bisa menghilang dari dalam pikiranku?"batinnya yang kemudian ia pun terdiam, dan lagi-lagi lamunannya pun tersadar setelah Revi mengagetkannya dengan memberi satu kecupan pada pipi kanan Gibran.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Gibran dengan wajah terkejutnya.
"Kenapa itu ciuman pertama kita, kan sekarang kita sudah sah bertunangan jadi gak masalah dong kalau aku mengecup pipi tunangan aku sendiri?"balas Revi dengan wajah yang diselimuti wajah kebahagiaan.
"Gibran ayo sadarlah, sekarang dia sudah jadi tunanganmu jadi belajarnya untuk bisa mencintainya dengan tulus,"batin Gibran.
"Oh iya, apa aku boleh berfoto berdua denganmu?"tanya Revi.
"Baiklah boleh!" balas Gibran yang masih terlihat manyun.
Menjepret satu foto bersama dengan Gibran, membuat Revi tambah semakin senang apalagi setelah ia mengirimkan foto itu pada satu seseorang wajah kegembiraan pun telah terpancar dari wajahnya.
"Jadi hari ini mereka sudah melangsungkan pertunangan, aku cukup bahagia mendengar kabar ini. Semoga kamu bahagia ya Gibran dengan Wanita pilihan orang tuamu, semoga bahagia.
__ADS_1
Mulut yang mampu berbicara dan mampu untuk mengucapkan kata itu, tapi hati yang sudah rapuh akan sangat sulit untuk bisa disembuhkan. Sama halnya dengan perasaan yang Putri yang ia rasakan saat ini berpura-pura bahagia itu sangatlah susah. Apalagi mengetahui kenyataan jika seseorang yang paling ia cintai telah berhasil melupakannya dan beralih memulai kehidupan yang baru, jadi hati mana yang tidak akan sakit mendengar kabar ini.
BERSAMBUNG