PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
MENGIGIT.


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah, berhubung hari ini adalah hari Minggu jadi Putri bisa leluasa mengerjakan aset saham itu.


"Aku sudah membuat laporan aset saham palsu dan hanya tinggal memalsukan tanda tangan seseorang yang nantinya akan aku tempel ke saham itu, tapi siapa orang yang bakal aku minta bantuan untuk menjiplak tanda tangan itu?"gumam Putri sambil mikir-mikir sembari mengigit kuku jempol yang tidak panjang.


"Reza, kenapa aku gak minta bantuan aja sama dia, iya itu ide bagus jadi sekarang aku harus menghubunginya!"


*


*


*


"Putri ada perlu apa sih kamu, kenapa tumben-tumben'nan kamu mengajakku ketemuan dihari minggu ini?" tanya Reza langsung.


"Reza apa aku boleh meminta tanda tangan kamu?".ucap Putri yang seketika membuat Reza pun terkejut.


"Tanda tangan buat apa?" balasnya sedikit terheran.


"Mmm, aku..."


Belum juga Putri mengatakan sesuatu lagi, tiba-tiba seseorang pun datang dan langsung merebut kertas sekaligus bolpoin yang ada ditangan Putri.


"Gibran, kamu!"ucap Putri dengan terkejut.


"Sudahlah kalau dia memang tidak mau, biar aku sendiri yang melakukannya, ini!"timpal Gibran yang langsung memberikan kertas yang sudah berisi tanda tangan Gibran.


"Gibran. Lo tahu dari mana kalau kita sedang ketemuan disini?"tanya Reza.


"Soal itu tidaklah penting, yang terpenting sekarang ayo Putri kamu ikut aku!" ajak Gibran yang langsung menarik tangan Putri.


"Heyy punya gak apa elo ngasih tanda tangan ke Putri, gue kan belum ngomong apa-apa. Dan punya gak apa juga lo berani ajak Putri pergi dari sini, dia kesini karena mengajakku untuk ketemuan jadi, mendingan lo yang pergi!" usir Reza yang langsung menghempaskan tangan Gibran dari Putri.


"Tapi aku rasa Putri akan mau bersamaku!"


"Maksudmu?"


"Putri rekaman itu, apa kamu mau aku menunjukkan pada padanya?" tanya Gibran dengan tersenyum menantang.


"Sudahlah ini sudah cukup jadi maaf aku harus pergi sekarang Rez, jadi maaf aku kita pergi dulu ya maaf!"


"Eh Putri tunggu katanya lo minta tanda tangan gue, kenapa lo malah asal pergi aja?"


"Sudahlah lagian dia juga gak butuh kamu tanda tangan kamu lagi, jadi sekarang kita harus pergi ayo Put, kita cabut sekarang!"ajak Gibran dan dengan pasrahnya Putri pun mengiyakan permintaan Gibran.


"Dasar menyebalkan!" gumam Reza yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Aww. Apa yang kamu lakukan kenapa kamu mencubit ku?" tanya Gibran sembari merintih sakit akibat cubitan di lengan tangan kanannya.


"Apa kamu puas sekarang, dan dari mana kamu tahu kalau aku sama Reza ketemuan?"


"Itu tidaklah penting. Karena yang terpenting sekarang, aku mau kamu berkata jujur apa kamu mencintaiku?" tanya Gibran dengan tatapan seriusnya.


"Me...mencintai kamu, maksudmu, sudahlah aku masih ada urusan jadi mendingan kamu turunin aku dari mobil kamu?"


"Kalau aku tidak mau gimana, aku akan menurunkan kamu jika kamu memberitahuku apa kamu mencintaiku?"


Kemudian Gibran pun memberhentikan laju mobilnya, dengan perlahan Gibran pun mendekatkan wajahnya tepat mendekati wajah Putri.


Melihat Gibran yang berniat inggin menciumnya, lantas Putri dengan sigap langsung mengigit hidung mancung Gibran secara langsung.


"Aw, kamu? Kenapa kamu menggigitku?". tanya Gibran dengan mengigit hidung mancungnya.


"Kenapa, kamu kira aku takut apa sama kamu, cepat kamu jalankan mobil kamu sekarang kalau kamu gak mau aku memberikan gigitan sekali lagi ke kuping kamu!" ancam Putri.


"Dasar, ternyata kamu gak ada bedanya ya, sama anji*g yang suka menggonggong."


"Ayo cepat jalankan!"


"Iya...iya...bawel!"


*****


"Sudah-sudah jangan pikirkan itu, se nekat-nekat dia, dia gak akan mungkin berhasil menghadapi wanita sepertiku, Gibran...Gibran...lucu juga ya dia?"gumamnya sembari senyum secara diam-diam.


"Astaga aku lupa aku belum menempelkan tanda tangan Gibran ke berkas palsu itu, aku harus menempelkannya sekarang!"


Dan niatnya pun akhirnya berhasil, sesaat ia menempelkan atau menyabotase tanda tangan itu, Putri pun lantas bergegas pergi ketempat brangkas dan menukar berkas yang asli dengan berkas yang palsu.


"Akhirnya aku berhasil menukar berkas ini dengan berkas yang palsu jadi aku gak perlu takut lagi sekarang, suara seseorang itu pasti orang yang dipanggil Papa untuk memeriksa brangkas ini, aku harus segera pergi sekarang!" ucapnya yang kemudian ia pun bergegas pergi meninggalkan ruangan ini.


"Ini mas, brangkas yang sudah rusak itu?"


"Tapi kelihatannya masih bagus pak!"


"Iya memang dari penampilannya yang terlihat masih bagus, tapi kode untuk membukanya macet dan tidak mau menanggapi.


"Bisa gitu ya, kalau boleh tahu apa kode yang pak Putra berikan pada brangkas ini.


"Kode brangkas ini 00076 mas.


"Baiklah akan aku coba.

__ADS_1


"Baiklah.


" 00076, terbuka.


"Lah ini bisa pak, apanya yang macet!.


"Lah kok bisa kemaren saya sudah coba beberapa kali, tapi hasilnya sama tidak mau menanggapi, tapi kenapa giliran mas yang menekannya langsung berhasil. Ya sudah maaf mas kalau udah menggangu waktunya. Mungkin ada kesalahan pada saat saya memencetnya kemaren.


"Iya gak papa, ya sudah sekarang saya pamit balik dulu ya kabari saya kalau tiba-tiba brangkas ini macet lagi!.


"Baik, mas."


"Aneh bin ajaib ternyata brangkas ini tau mana yang sudah tua dan mana yang baru buangan ya pa?" tanya Mamanya dengan sedikit menyindir suaminya.


"Mama ini malah ngeledek Papa?"


"Sudahlah jangan cemberut cepat Papa pergi dan serahkan aset saham ini ke pak Herland dia pasti sudah menunggunya sedari tadi?"


"Iya Ma, dia pasti sudah menunggunya ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya.


"Baiklah!"


"Akhirnya rencanaku telah berhasil juga, semoga aja Om Herland tidak curiga sama sekali sama berkas itu, dan semoga aja tidak ada kejanggalan?"batin Putri sembari menguping dibelakang pintu.


Pagi yang cerah telah menyinari alam semesta, pagi yang cerah juga bagi anak-anak Cenderawasih lantaran hari ini adalah hari terakhir mereka menjalankan ujian akhir semester, setelah beberapa hari mereka beradu keras dengan pikiran mereka mengerjakan setiap tugas dan mata pelajaran yang sudah mereka kerjakan selama masa ujian itu.


"Akhirnya tinggal selangkah lagi, kita bakal memasuki usia baru dan kehidupan yang baru, jika dulunya kita hanya fokus terhadap mata pelajaran dan tugas sekolah. Kini semua itu berganti dengan tugas kita menjadi seorang mahasiswi maupun mahasiswa. Dan kalian, kira-kira apa yang inggin kalian lakukan nanti pada saat sudah jadi mahasiswa?" tanya Putri pada beberapa temannya yang sedang berkumpul dalam satu kursi dan meja kantin.


"Kalau aku ya jelas inggin mencari pasangan lah, karena pastinya di universitas kita nanti, bakalan ada banyak cewek cakep-cakep yang jadi teman kita bukan, dan mungkin salah satu dari mereka akan jadi jodohku.


"Dasar.


"Aw kenapa kamu menjitak ku sih Gibran, sakit tahu.


"Iya maaf-maaf, tapi ngomong lo pasti masuk ke universitas yang sama denganku kan?" tanya Verrel.


"Gak aku gak mau. Karena kalau pun aku beda universitas sama kamu, kamu sendiri juga pasti akan mengikuti ku bukan, contohnya ketika aku masuk ke Sma ini aku kan tidak memberitahumu terlebih dulu, bahkan waktu itu kamu sudah mendaftar di Sma lain, tapi kenapa setelah kamu tahu aku tidak sekolah di Sma itu kamu buru-buru menolak dan mendaftar di Sma Cenderawasih ini, kenapa?"


"Astaga... kenapa pake acara disebutin segala sih, aku kan jadi malu.


"Biarin.


"Terus kamu sendiri gimana Put, apa kamu akan masuk di universitas Jakarta, Universitas yang bakal aku tempati nanti?"


"Mmm soal itu aku tidak tahu. Tapi karena melihat kalian semua berniat inggin masuk ke universitas Jakarta itu, aku tidak bisa menolak dan aku mungkin akan masuk ke Universitas itu!" balas Putri dengan tersenyum-senyum.

__ADS_1


"Yeah akhirnya kita akan berkumpul lagi nanti,"balas Verrel dengan merangkul pundak Gibran dan Putri.


BERSAMBUNG...


__ADS_2