
Disisi lain lebih tepatnya dikediaman Gibran, Gibran yang baru aja pulang dari sekolah dia pun sudah disambut dengan adanya Papa dan Mamanya yang telah bersantai diruang tamu.
"Assalamualaikum?" ucap Gibran sembari membuka gang pintu.
"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang sayang?" jawab Mamanya yang langsung menghampiri Gibran.
"Iya Gibran tadi mengantar teman Gibran makanya agak telat pulangnya,"balas Gibran yang merasa terheran lantaran melihat Papa dan Mamanya yang tumben bersikap manis pada Gibran.
"Kalian ada apa? Tumben-tumbenan kalian seperti ini?"tanya Gibran.
"Gak papa kok sayang, oh iya nanti malam Papa dan Mama ada acara keluarga, dimana Papa dan Mama inggin mengenalkan kamu dengan seseorang. Jadi nanti malam kamu tidak lagi ada acara kan?" tanya Mamanya.
"Sebenarnya Gibran tidak ada lagi acara sama sekali sih Ma! Tapi Mama dan Papa mau mengenalkan Gibran pada siapa?"tanya Gibran.
"Sudah soal itu nanti kamu juga akan tahu, ya sudah sekarang kamu cepat mandi dan ganti baju, sekalian kamu siap-siap dan dandan yang rapi dan yang tampan ya?"
"Baiklah terserah Mama, sekarang Gibran mau istirahat dulu?"
"Baiklah sayang. Cepat mandi gih bau asem tahu?" ledek Mamanya.
"Iya...iya..Ma?" balas Gibran dengan muka murungnya.
PUKUL 19:30 Malam.
Malam harinya Putri yang sudah mengatur rencana ia pun bergegas mendatangi Restoran cinta resto, lantaran ia sangat gugup dan segera inggin tahu apa Sally benar -benar masih mempunyai jaket yang sama percis seperti yang Putri miliki sesampainya Putri Di Restoran cinta resto.
"Mbak mau pesan apa?" tanya seorang pelayan wanita yang langsung menghampiri Putri.
"Sekarang saya pesan air putih saja mbak, saya masih nunggu teman saya soalnya?" balas Putri kemudian.
"Baiklah akan saya ambilkan mbak, silahkan tunggu!"
__ADS_1
"Baik mbak terima kasih!"balas Putri lagi.
"Mana sih Sally kenapa dia belum datang-datang juga?"gumam Putri sembari melihat jam lengannya yang sudah pukul 19:30 malam.
Dan kemudian seseorang pun datang dari belakangnya, mengatakan sesuatu.
"Maaf -maaf aku telat, kamu pasti sudah lama ya menungguku?" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Sally.
"Sally?" balas Putri dengan wajah terkejutnya.
Ia bukan terkejut karena melihat Sally yang datangnya telat, melainkan yang bikin Putri sangat terkejut adalah. Sally yang datang kesini tanpa menggunakan baju yang Putri perintahkan tadi, melainkan ia menggunakan pakaian yang sangat berbeda dari yang Putri perintahkan tadi.
"Sally tidak menggunakan jaket itu, jadi itu artinya dia?" batin Putri yang kemudian Sally pun mengagetkannya.
"Heyy lo kenapa?Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Sally lagi.
"Maaf aku hanya melihat penampilan kamu aja, tadi kan aku minta kita pakai baju cauple agar terlihat kompak, tapi nyatanya kamu tidak mengunakannya?"
"Semoga aja Putri tidak mempermasalahkan penampilanku ini?"batin Sally yang terlihat gugup.
"Sally...Sally apa kamu kira aku sebodoh itu jadi orang, jadi kamu lah orang yang selama telah meneror ku. Dan kamulah orang yang hampir saja membunuhku dengan cara menenggelamkan ku tadi pagi, jujur aku sama sekali gak menyangka kalau kamu bakal melakukan semua ini sama aku jujur aku sama sekali tidak menyangka?"tegas Putri.
"Maksud kamu apa Putri, aku tidak mengerti?"balas Sally yang pura-pura tidak mengerti.
"Sudahlah lo itu gak usah pura-pura lagi, gue sudah tahu semuanya. Ternyata lo selicik ini jadi orang?"tegas Putri.
Melihat Putri yang sudah mengetahui semuanya, hal pertama yang dilakukan Sally bukan mencari cara agar Putri kembali mempercayainya melainkan sama halnya seperti orang gila. Sally yang tadinya hanya bersikap biasa dan tidak pura-pura tidak mengetahui apa-apa.
Seketika pandangan dan juga tindakan yang dilakukan Sally pun benar-benar membuat Putri pun terkejut. Setelah Sally yang tiba-tiba malah menunjukkan tawanya.
"Sally apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu malah tertawa seperti ini, apa kamu pikir ada yang lucu disini?"tanya Putri dengan wajah terheran.
__ADS_1
"Iya memang disini ada yang lucu, apa lo pikir gue sepolos dan sebodoh lo? Apa lo pikir gue ini gadis bodoh yang segampang itu dipermainkan, apa lo pikir gue gak tahu apa lo itu siapa?Lo itu selain jadi anak seorang miliarder, lo juga bersandiwara menjadi gadis cupu yang berpura-pura menjadi gadis miskin kan. Karena lo inggin menyembunyikan jati diri lo kalau lo itu adalah anak KASUARI gue tahu semuanya kali!"
"Darimana kamu mengetahui rahasiaku itu?" tanya Putri yang merasa cemas.
"Iya gue tahu semuanya kali. Gue ini Sally dan tidak ada hal yang tidak gue ketahui termasuk rahasia lo? Baiklah aku bakal jujur saja kamu. Dan ternyata kamu pintar juga ya. Karena kamu dengan pintarnya bisa menebak dan mengetahui siapa diriku ini, gue akui lo hebat..hebat..?"ujar Sally dengan memberikan tepuk tangan.
"Jadi benar kalau kamu lah orang yang sudah meneror ku waktu itu. Kamulah orang yang sudah berencana untuk membunuhku waktu itu?" tegas Putri sambil menguncang-nguncang tubuh Sally.
"Lepasin! Tangan lo itu sama sekali tidak pantas untuk menyentuh kulitku. Benar yang kamu katakan tadi, aku memang orang yang sudah meneror kamu waktu itu. Dan memang benar akulah orang yang sudah berencana inggin membunuhmu, tapi tuhan lebih menyayangimu jadi dia masih memberikan kamu kesempatan untuk hidup yang kedua kalinya jadi kamu masih beruntung!"
Belum juga Sally selesai bicara, Putri yang sudah merasa geram dan tidak tahan lagi ia pun akhirnya memberikan satu tamparan ke Sally.
"Apa yang kamu lakukan, berani sekali kamu menamparku?" tegas Sally yang hampir saja membalas tamparan itu, tapi dengan sigapnya Putri langsung mencengkram tangan Sally yang hampir menyentuh pipinya.
"Singkirkan tangan kotor mu itu dari hadapanku. Karena tanganmu sama sekali tidak pantas untuk menamparku!" tegas Putri yang langsung menghempaskan tangan Sally dengan sangat kasar.
Dan tanpa memperdulikan apapun perkataan yang Sally lontarkan barusan. Putri yang berniat inggin pergi meninggalkan tempat ini dan baru aja dia melangkahkan kakinya ke depan, langkahnya pun seketika terhenti setelah Putri yang mendengar ucapan yang baru aja Sally katakan.
Sally yang melihat kehadiran beberapa orang yang baru saja mendatangi RESTORAN ini ia pun mendapat ide dengan menggambil perhatian orang -orang itu agar merasa kasihan dan simpati kepada dirinya, dengan berpura-pura menggeluarkan air mata palsu didepan semua orang.
" Aku tidak tahu apa aku salah melakukan semua ini sama kamu, apa aku pantas diampuni karena tindakanku ini. Dan aku juga tahu kamu juga pasti tidak terima dengan perlakuan aku ini tapi?" ucap Sally yang seketika terhenti lantaran Putri yang langsung memotongnya.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu berniat menggeluarkan air mata palsu kamu untuk mencari perhatian mereka semua?" tegas Putri dengan tatapan geramnya.
"Aku tidak akan mungkin berbuat seperti ini kalau bukan karena adanya alasan yang menyakiti hatiku ini. Dan alasan aku melakukan semua ini karena Papa kamu. Karena Papa kamu sudah membunuh Mamaku, karena Papa kamu aku sekarang jadi anak yatim yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, apa kesalahanku sampai-sampai Papa kamu tega membunuh Mamaku, dan membuat hidupku jadi sengara seperti ini apa kesalahan Mamaku!"
Mendengar Papanya disebut dengan sebutan seorang pembunuh. Putri yang merasa tidak terima pada saat itu juga kemarahannya pun memuncak.
"Apa maksud kamu? Apa maksud kamu berani berkata seperti itu? Papaku bukanlah seorang pembunuh jadi kamu tidak berhak berkata seperti itu!" bentak Putri yang dengan emosinya ia pun langsung mendorong tubuh Sally hingga tersungkur jatuh kelantai, orang-orang yang melihatnya pun bergegas menghampiri Sally.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1