
Mungkin hari ini tidak akan seceria seperti hari yang sebelumnya. Jika dulunya ada seseorang yang bakal memberi semangat kepadanya, mungkin mulai saat ini semangat yang selalu ditunjukkan seseorang itu hanya akan jadi kenangan yang mungkin akan sangat sulit untuk dia lupakan.
Suara dan aroma parfum itu mungkin mulai sekarang ia tidak akan pernah mendengar suara itu maupun mencium aroma parfum wangi itu lagi.
Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pelajar ketika masih memakan bangku Sma adalah menyambut lulusan Sekolah. Dan akhirnya setelah beberapa tahun mereka menempuh pendidikan Di Sma Cenderawasih ini, rasa lega akhirnya menyertai mereka semua setelah hasil lulus yang sudah beredar.
Selama kurang lebih beberapa bulan mereka masuk ke Universitas jurusan pilihan mereka masing-masing. Mereka sangat lega setelah berhasil mendaftarkan diri dan keterima di Universitas ini untuk memasuki Universitas Screen Sun yang dimana di Universitas itu terdapat lah beberapa jenis jurusan yang akan mereka pilih nanti.
Rasa sedih akhirnya menyertai Gibran. Bagaimana tidak perkataan yang dulunya pernah diucapkan oleh Putri dengan perkata akan memasuki Universitas yang sama dengannya ternyata semua itu hanyalah se'ucap angin yang akhirnya berlalu tanpa ada jejak.
"Dulu kamu pernah berkata jika kita akan satu kampus yang sama, tapi ternyata apa yang kamu lakukan Put. Perkataan yang kamu ucapkan hanyalah sebuah angin yang lewat dan tanpa jejak yang tertinggal.
Tak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Gibran sekarang ini. Putri yang saat ini sedang berdiri dengan menyenderkan tubuhnya disalah satu tembok yang kokoh sembari melihat kearah taman Rumahnya dan tanpa mengedipkan satu kedipan pun. Hingga kemudian Papanya pun menghampirinya dengan membawa beberapa lembar kertas.
"Putri Papa sudah siapkan universitas yang tepat untukmu, mungkin dengan kamu masuk di universitas ini dan berkuliah disana, Papa yakin kamu pasti bakal berhasil menggapai impian kamu itu sayang. Putri kamu kenapa? Kenapa Papa perhatikan sejak kemaren kamu sampai di Seoul kamu lebih sering melamun dan bersedih seperti ini, ketimbang tersenyum seperti Putri yang dulunya. Apa kamu tidak betah tinggal di Seoul sayang.
"Mungkin sekarang Putri belum terbiasa dengan semua ini. Tapi Putri yakin tidak akan lama Putri bisa betah tinggal disini. Dan beri kesempatan ke Putri untuk menjalankan kehidupan baru ini Pa."
"Iya sayang Papa mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Kamu masih perlu beradaptasi dengan kehidupan baru kamu ini."
"Oh iya Pa, Putri sampai lupa sebelum kita pindah ke Seoul. Papa kan bilang sama Putri kalau Papa mau menjenguk om Herland untuk yang terakhirnya karena Papa inggin menjelaskan ke-salah pahaman ini, apa Papa sudah menemuinya dan gimana apa Om Herland masih belum percaya?"
"Soal itu kamu tenang saja sayang. Papa sudah menyelesaikan ke salah pahaman itu dan untungnya Om Herland sudah mengerti jika dirinya selama ini hanyalah salah faham kepada Papa. Bahkan?"
"Bahkan apa Pa?"
"Bahkan Sally akan menyerahkan dirinya sendiri ke Polisi karena dia sudah tahu jika selama ini dia telah salah menilai keluarga kita.
__ADS_1
"Apa Papa yakin?" tanya Putri yang tidak percaya.
"Iya Papa yakin."
FLASE BACK OF.
"Kamu? Ngapain kamu kesini kamu pasti inggin menertawakan ku bukan?"
"Herland...Herlan se'benci itukah kamu kepadaku. Tapi sudahlah aku gak ada waktu untuk memperpanjang masalah ini. Dan tujuanku datang kesini, aku hanya inggin menjelaskan semuanya ke kamu tentang kamu yang mengira jika aku adalah pembunuh dari Istrimu. Aku sadar kalau aku juga egois karena waktu itu aku hanya memikirkan diriku sendiri tanpa mau membantumu. Tapi sadarlah kejadian waktu itu bukanlah seperti yang kamu kira.
Waktu itu aku meninggalkanmu dan hanya memberimu uang karena kondisi kita pada waktu itu dalam posisi yang sama. Istriku waktu itu juga lagi mengandung sembilan bulan dan malam itu dia juga menggalami kontraksi karena air ketuban yang tiba-tiba pecah dan harus segera dilarikan ke Rumah sakit. Sedangkan pada waktu itu aku dapat tugas untuk kerja lembur, sedangkan Bibik sang asisten rumah tanggaku pada waktu itu beliau tidak masuk karena urusan pribadi.
Dan sekarang aku tanya sama kamu. Jika kebalikan dari posisi kita waktu itu, apa yang inggin kamu lakukan. Di Rumah kamu sedang ditunggu oleh Istrimu yang lagi membutuhkan bantuan kamu. Sedangkan diposisi lain, ada seseorang yang sedang membutuhkan pertolonganmu apa yang inggin kamu lakukan?. Apa kamu inggin mengabaikan Istrimu yang lagi menahan sakit sendiri di Rumah dan menolong seseorang yang lagi membutuhkan bantuanmu . Atau kamu malah akan mengabaikan seseorang yang lagi membutuhkan bantuanmu dan menyelamatkan Istrimu kira-kira mana yang inggin kamu pilih?"
"Jadi. Waktu itu kamu tidak sengaja mengabaikan ku?"
"Aku tidak seburuk itu. Jika posisiku pada waktu itu tidak lagi berburu-buru aku juga pasti akan menolong kamu. Dan mungkin apa yang akan aku katakan ini sudahlah terlambat, tapi aku harus mengucapkannya. Maaf, maafkan aku gara-gara aku kamu harus kehilangan Istrimu, maafkan aku!"ucap Papanya Putri yang kemudian tiba-tiba seseorang pun membalasnya.
"Sally. Selama Sally yang jahat karena adanya kesalah pahaman diantara keluarga kita. Sally telah dibutakan adanya dendam yang sudah merasuki diri Sally. Bahkan sangking jahatnya Sally dengan jahatnya mencoba membunuh Putri yang tidak tahu apa-apa soal ini,"ucap Sally dengan air mata yang seketika langsung membanjiri kedua pipinya setelah mengetahui kenyataan dari semua ini.
"Sally kamu jangan bersedih seperti itu, kamu tidaklah jahat karena adanya ke-salah pahaman inilah kamu telah dibutakan adanya dendam besar yang sudah merusak pikiran kamu. Dan Om juga tidak akan menyalahkan mu karena Om tahu semua ini tidak mungkin akan terjadi kalau ke-salah pahaman itu tidak sampai terjadi,"timpal Papanya Putri yang langsung memeluk Sally.
"Maafkan Sally Om. Maafkan Sally setelah apa yang aku lakukan selama sama Putri, aku pantas untuk mendekam dipenjara. Dan aku tidak mau hidupku akan dipenuhi bayang-bayang penyesalan yang akan terus menghantui diri Sally. Dan Om tenang saja Sally akan menyerahkan diri Sally ke Polisi Setelah tindakan pembunuhan yang sudah Sally lakukan. Sally tidak perduli jika semua orang akan membenciku. Sally juga tidak akan perduli jika nantinya Sally akan dicap sebagai nara pidana karena apa yang Sally lakukan, Sally sudah pantas mendapatkan semua itu, Sally tidak pantas untuk dimaafkan.
"Sally apa kamu yakin akan melakukannya?"
"Iya Pa..Sally akan melakukannya karena tidak seharusnya kita dendam dan memusuhi orang yang sama sekali tidak punya salah kepada kita. Dan bukan hanya Sally aja yang perlu bertanggung jawab atas semua ini, tapi Papa sendiri juga harus melakukannya jadi minta maaflah pada Om Putra karena Sally yakin di surga sana Mama juga gak inggin melihat Papa dendam dan benci sama Om Putra karena Om Putra tidaklah salah. Jadi minta maaflah.
__ADS_1
"Iya yang kamu katakan memang benar sayang Papa memang harus melakukan itu. Putra maafin aku karena kecerobohanku dan kebodohanku kamu dan Putrimu hampir saja jadi korban dari kebodohanku ini, maafkan aku!"ucapnya dengan merangkul Putra.
"Sebelum kamu minta maaf aku sudah terlebih dulu memaafkan mu. Aku yakin setelah adanya kejadian ini kalian pasti akan menjadi pribadi yang baik aku yakin itu. Jadi semangatlah dan lakukan hal yang baik agar iman dan hati kalian tidak mudah menilai orang dari luarnya saja sekaligus agar hati kalian lebih jernih dan tidak mudah salah faham terhadap seseorang.
"Iya Putra aku akan menggambil nasihat yang kamu berikan terima kasih."
FLASE BACK ON.
"Akhirnya Sally dan Papanya mengetahui seperti apa kejadian yang sesungguhnya. Jadi sekarang tidak ada alasan buat Putri untuk merasa takut dengan mereka.
"Iya sayang, semua ini berkat kamu juga. Makasih karena kamu sudah menyadarkan Papa juga, Terima kasih!"ucap Papanya dengan memberikan pelukan hangat pada Putrinya.
"Iya Pa. Sama-sama,"balas Putri dengan membalas pelukan itu.
****
" Pa..kenapa setelah Gibran lulus dan masuk ke Universitas, ia tambah menjadi anak yang Pendiam dan tidak bersemangat seperti ini?"
"Setelah apa yang dirasakan Gibran saat ini, ia pasti butuh waktu untuk memulainya dari awal jadi Mama gak perlu khawatir tidak akan lama, pasti Putra kita akan kembali seperti semula?"ucap Papanya yang kemudian ia menghampiri Gibran.
"Gibran kamu itu masih muda dan masih banyak tugas dan rencana yang harus kamu kejar untuk masa depanmu. Mana Gibran yang Papa kenal dulu. Sekarang kamu sudah masuk ke kehidupan baru yaitu menjadi seorang mahasiswa jadi jangan buang-buang waktu dan masa muda mu seperti ini. Belum lagi sebentar lagi kamu dan Revi akan melaksanakan pertunangan pada awal minggu nanti ayo Gibran bangkitlah."
"Aku sudah menuruti apapun permintaan Papa termasuk melepaskan seseorang yang paling Gibran cintai. Apa mungkin pengorbanan yang Gibran lakukan selama ini belum juga puas dimata Papa. Sudahlah Gibran capek, Gibran mau istirahat. Dan soal pertunangan Papa tenang saja Gibran hanya akan menurut apa perintah Papa,"balasnya yang kemudian tanpa berkata lagi, Gibran pun langsung masuk kedalam kamarnya.
"Pa..kayaknya kita harus mempercepat pertunangan mereka agar Gibran lebih cepat melupakan Putri. Mama gak mau semakin Gibran terluka ia akan tambah akan semakin depresi dan melakukan tindakan yang bodoh, Mama tidak mau.
"Mama tenang saja Papa akan pembahas masalah ini dengan Papanya Revi nanti."
__ADS_1
"Baik Pa."
BERSAMBUNG