
"Apa yang sedang kamu lakukan disini, apa kamu tidak tahu sekarang lagi gerimis, jadi sebentar lagi pasti akan turun hujan jadi ayo cepat bangkitlah! Kalau kamu sakit gimana?"
Ucap seseorang itu yang tak lain dia ternyata adalah Gibran, lantaran dia yang melihat sekilas Putri berlari tadi, dan tanpa berpikir ia pun lantas mengejarnya dan mendapati jika Putri sedang menangis.
Akan tetapi melihat kekhawatiran yang dilakukan Gibran kepadanya, membuat Putri malah menunjukkan sikap berbeda dari yang biasanya.
"Lepaskan!" titah Putri yang langsung menghempaskan tangan Gibran dengan kasar.
"Putri, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu?" ucap Gibran yang tiba-tiba terhenti, lantaran Putri yang tiba-tiba langsung memotong pembicaraannya.
"Berhenti, aku bilang berhenti sampai kapan kamu akan mempersulit hidupku seperti ini, jujur aku sudah merasa sangat capek dengan semua ini, jadi aku mohon biarkan aku sendiri!"bentak Putri yang hendak akan pergi, tapi Gibran menghalanginya
"Tunggu, kamu kenapa? Apa kamu ada masalah, kenapa kamu terlihat habis menangis? Kamu kenapa?" tanya Gibran dengan perasaan sedikit cemas
"Aku bilang stop bersikap peduli sama aku, kamu sekarang sudah jadi milik orang lain, jadi jangan bikin aku banyak berfikir tentangmu lagi, cukup sampai disini karena aku sudah capek dengan semua ini. Apa kamu pikir dengan ketampanan kamu ini, kamu mau menyakiti dua wanita sekaligus, apa kamu pikir dengan status kamu yang sudah jadi kekasih dari Revi aku akan mau dekat terus sama kamu? Tidak, aku sudah tidak mau ada masalah lagi karena ulahmu, aku sama Revi sudah jadi sahabat baik jadi aku mohon jangan hancurkan persahabatan kita, jadi aku mohon sama kamu mulai sekarang kamu jauhi aku, jauhi aku!" bentak Putri dengan tangisannya yang mulai menjadi.
"Jika aku tidak mau melakukan itu dimana, aku tahu apa yang membuat diri kamu jadi seperti ini? Kamu seperti ini karena kamu cinta kan sama aku?" balas Gibran secara langsung.
"Omong kosong apa itu, tahu apa kamu soal cinta, sudahlah aku mau pergi jadi jangan halangi aku!"
"Gak aku gak akan membiarkan kamu pergi, sebelum kamu jawab pertanyaanku ini, apa benar kamu cinta sama aku ayo jawab?" ucap Gibran yang memegang tangan Putri, dan tidak membiarkannya untuk pergi
"Lepaskan aku! Aku bilang lepaskan!" ucap Putri yang tidak berani menatap kearah Gibran.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak mau menatap wajahku, ayo tatap aku, beritahu tahu aku kalau memang yang aku katakan ini tidaklah salah kan? Kamu memang beneran cinta kan sama aku, aku mohon jawablah aku sangat butuh jawaban dari kamu?"
"Iya, yang kamu katakan memang benar, aku memang mencintai kamu? Terus jika aku sudah memberitahumu apa yang inggin kamu lakukan sekarang, apa kamu inggin meninggalkan Revi dan jadi pacarku, tidak kan, jadi sudahlah lupakan saja. Dan anggap saja diantara kita tidak ada apa-apa, anggap saja aku hanyalah teman kamu, maaf aku harus pergi!" balas Putri yang tanpa berkata lagi, ia pun langsung berlari meninggalkan Gibran.
__ADS_1
"Jadi, dia..dia beneran mencintaiku? Tidak , itu tidaklah mungkin?"ucap Gibran yang air matanya seketika menetes, dengan perasaan sedikit tidak percaya.
Baru aja Putri sampai di Rumahnya, ia sudah dibuat terkejut lantaran disana ternyata sudah ada Papa dan Mamanya yang sedari telah menunggunya.
Akan tetapi yang bikin Putri agar penasaran, tatapan yang dilakukan Papanya lah yang membuatnya agak merasa takut.
"Papa..Mama. Kalian ada disini, sejak kapan kalian sampai disini?" tanya Putri yang secara langsung, ia pun berlari kearah Mamanya dan memeluknya.
"Kita sampai satu jam yang lalu sayang, kamu kenapa apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis seperti ini??" tanya Mamanya yang langsung .mendekap tubuh Putrinya.
"Putri hanya ada masalah sedikit Ma, nanti Putri juga akan agak lebih mendingan?"
Ucapnya yang kemudian ia pun melihat kearah Papanya yang sedari tadi tidak mengatakan apa-apa sesampainya Putri di Rumah, malah yang Papanya tunjukkan sekarang hanyalah tatapan tajam Papanya kepada Putri. Tanpa berfikir Putri pun lantas bertanya
"Ma, ada apa dengan Papa, kenapa Papa terlihat marah sama aku?"
"Papa, maksud Papa apa? Putri sama sekali tidak mengerti?"balas Putri yang agak terheran
"Ini, kamu pasti sudah tahu kan apa ini maksudnya?" bentak Papanya yang langsung melemparkan sebuah kertas putih yang berisi nilai hariannya kepada Putri.
"Ini, darimana Papa tahu tentang nilaiku, aku kan belum mengatakan apa-apa sama Papa? Siapa yang memberitahukannya aku...aku bisa jelaskan semua ini Pa, aku!"
"Diam-lah, dulu sebelum kamu pindah ke Sma Cenderawasih, nilai kamu masih bagus, bahkan kamu slalu mendapatkan rangking yang paling tinggi diantara teman-teman kamu yang lainnya, tapi apa? Apa yang kamu perbuat sekarang, baru beberapa bulan kamu pindah ke SMA Cenderawasih, tapi kamu lihat kan seperti apa nilai kamu sekarang.
Kamu itu anak dari seorang miliarder kaya raya yang dihormati banyak orang, mau di taruh dimana reputasi Papa kalau orang-orang tahu kalau Putri dari seorang miliarder ternyata sangatlah bodoh, mau ditaruh dimana muka Papa ini?" bentak Papanya yang tanpa sengaja malah membuat hati Putri merasa sakit
"Papa cukup, gak seharusnya Papa memarahi Putri kita seperti ini, dia hanya melakukan satu kesalahan jadi gak seharusnya Papa membentaknya seperti ini?"bela Mamanya yang langsung mendekap Putrinya.
__ADS_1
"Diam Mama sekarang, semua ini juga salah Mama, kalah Mama tidak terlalu memanjakan dia, dia mungkin gak akan jadi anak berandal seperti ini. Bagi Papa dengan dia masuk ke SMA Cenderawasih itu yang ada akan membuat pengaruh buruk pada dia, dan sekarang beneran kejadian kan? Untung saja Papanya Selly memberitahu Papa soal ini pada Papa, coba aja kalau dia tidak memberitahu saya apa yang akan terjadi selanjutnya?" bentak Papanya lagi.
Merasa emosinya memuncak, dan sudah tidak tahan lagi dengan perkataan yang dilontarkan padanya. Akhirnya amarah Putri pun memuncak.
"Rupanya serigala bermuka domba itu sudah berhasil membuat Papa jadi berubah seperti ini, aku tahu Papa berubah seperti ini semua itu karena dia, bukan aku yang membuat pengaruh buruk karena aku menempuh pendidikan disana.
Tapi pengaruh buruk itu ada pada diri Papa sendiri. Karena Papa berteman pada orang yang salah, makanya papa jadi bersikap seperti ini, jadi jika Papa inggin marah, marahlah pada diri Papa sendiri!"
Plak...
Satu tamparan pun berhasil mendarat tepat di pipi kanan Putri, dan akibatnya darah segar pun mengalir dibibir Putri. Setelah mendengar perkataan yang barusan dikatakan oleh Putrinya
"Kenapa, kenapa Papa hanya menampar aku sekali, jika Papa inggin menamparku lagi, ayo tampar, ayo tampar lagi jika itu akan membuat Papa merasa lega. Sudah beberapa kali aku mengatakan pada Papa kalau dia itu bukanlah orang baik, tapi kenapa Papa selalu tidak mau mempercayaiku, mana Papaku yang dulu Papa yang sayang dan peduli sama aku, Papa yang akan menggendong Putrinya disaat Putrinya sedang ketiduran pada saat sedang menonton tv. Mana Papa yang akan menasehati Putrinya dengan perkataan yang lembut tanpa harus menggunakan tangan kasar, mana?"bentak Putri
"Sayang, diam-lah jangan bikin Papa kamu akan tambah emosi sama kamu?" bela Mamanya
" Selama ini aku aku berfikir jika aku akan jadi orang yang paling bahagia dimuka ini lantaran hidupku dalam kemewahan dan kemegahan dan membeli apapun yang aku inginkan.
Tapi nyatanya semua itu tidak pernah berpihak padaku, aku memang punya segalanya tapi satu yang aku tidak punya dari mereka semua, yaitu kasih sayang dari kedua orang tuaku. Apa dengan kalian memberiku segepok uang perharinya aku akan menjadi orang yang bahagia dimuka bumi ini, tanpa adanya kekurangan apapun, tidak, aku tidak butuh semua itu.
Yang aku butuhkan hanyalah kasih sayang dari kalian, kasih sayang seorang Papa dan Mama yang akan selalu hadir dan menemani Putrinya yang lagi membutuhkan pertolongannya dan juga perlindungan.
Tapi apa yang kalian lakukan, kalian hanya memperalat ku layaknya seperti hewan, jika aku inggin makan kalian hanya memberiku segepok uang yang kemudian kalian campakkan aku begitu saja dan meninggalkanku sendiri bersama dengan bibik minah.
Sebagai seorang Putri aku sudah tidak tahan dengan semua ini apa gunanya aku hidup jika pada kenyataanya orang tuaku sendiri sama sekali gak pernah sayang kepadaku, sekarang aku tanya sama kalian jika suatu saat nanti kalian disuruh memilih antara aku atau harta yang kalian miliki saat ini, apa yang inggin kalian pilih, apa kalian akan memilih aku, tidak kan itu tidak akan mungkin. Karena aku sudah bisa menebak semuanya?"ucap putri yang seketika membuat Papa dan Mamanya pun terdiam.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1