
"Ini semua gara-gara kamu, Ririn ...." Gita berusaha mencekik leher Ririn. Ririn yang tidak terima ikut membalas, keduanya saling jambak dan memukul seperti orang bertengkar.
"Kok jadi aku yang disalahkan? Kamu sendiri yang ambil minumannya. Harusnya berterima kasih bisa mesra-mesraan dengan Pak Rei."
"Hua ...." Gita kembali memukul-mukul kasur.
"Kamu kenapa sih, kayak orang frustasi kurang dipuaskan. Pak Rei nggak jago?" pertanyaan Ririn terus menyasar ke pembahasan yang sebenarnya tidak ingin Gita bahas. Tapi, jika dia terus memendamnya sendiri, rasanya dia mau gila.
"Semalam kami hampir kebablasan, Rin ... kalau saja kamu tidak telepon, mungkin aku sudah jebol." Gita kembali memasang wajah cemberutnya.
"Waow ...." Ririn membuka mulutnya saking tidak menyangka. "Terus ... terus?" Ia ingin mendengar cerita versi panjangnya.
"Kita udah cium-ciuman, Rin. Juga udah buka-bukaan ... lihat-lihatan sampai pegang-pegangan." Gita menutup wajahnya malu. Ia berguling-guling di atas ranjang seperti anak kecil. Ririn jadi gemas dengan temannya.
"Gimana ... gimana ... gede, nggak?" Ririn semakin antusias memancing Gita bercerita. Keduanya sejak dulu memang sudah bersahabat dan selalu membahas hal-hal random yang kocak.
"Aah!" Gita tidak sanggup untuk mendeskripsikan kesek*sian Rei malam itu yang masih tergambar jelas di pikirannya. Ada rasa malu sekaligus penasaran setiap kali mengingatnya. Rei pasti akan sangat ilfil jika tahu isi otaknya yang sangat me*sum berharap yang semalam bisa berlanjut sampai akhir. Pikirannya tidak bisa tenang terus terbayang-bayang yang semalam.
__ADS_1
"Wah, gila sih, temanku sudah lihat punya bosnya. Udah coba icip-icip belum, Git?" goda Ririn.
"Boro-boro icip-icip, Rin ... waktu kamu telepon, dia langsung mau kabur nggak jadi nerusin. Padahal tinggal masukinnya aja. Hua ...." Gita kembali berguling-guling kesal.
Ririn cekikikan mendengar cerita Gita. Tidak bisa dibayangkan susahnya menahan diri setelah meminum suplemen itu. Terlebih Rei seorang lelaki, mustahil dia bisa menahan diri. Suami Ririn saja pasti akan minta jatah berkali-kali dalam sehari kalau pulang.
"Harusnya kamu tahan, dong ... lanjutin sendiri, maju! Serang Pak Rei ... masa kalah."
"Dia mbungkus aku pakai selimut, Rin! Aku dibawa ke kamar mandi, terus diguyur air shower. Minta-minta juga nggak dikasih ... jahat banget emang Pak Rei. Udah gitu aku ditinggalin sendirian lagi. Malu banget, kan ... kayaknya aku nggak berani ketemu sama Pak Rei lagi."
"Wah wah wah ... mantap juga kamu, Git. Pasti kamu bilangnya gini ya, ke Pak Rei : 'Pak, nodai aku, Pak ... hahaha ...." Ririn berakting menjadi Gita sambil cekikikan. "Pak Rei pasti twkut gara-gara itu. Kamu terlalu agresif dan bar-bar menghadapi lelaki."
"Halah! Jiwa aslimu juga sebenarnya liar. Aku dijadikan alasan terus!" protes Ririn.
"Aku harus bagaimana sekarang? Tubuhku sudah ternodai tapi nanggung ...." Gita memeluk Ririn dengan wajah lesu.
"Minta tanggung jawab sana, suruh dituntasin. Kasihan banget temanku satu ini."
__ADS_1
"Huhuhu ... malu aku ...." Gita menyembunyikan kepalanya di pundak Ririn.
"Biasanya juga malu-maluin ...." ledek Ririn.
"Aku pindah lagi ya ke rumahmu, Rin. Kayaknya aku nggak bakalan bisa ketemu Pak Rei lagi."
"Heh! Enak saja. Suamiku lagi di rumah jangan ganggu kemesraan kami, ya ... sudah bagus kamu tinggal di sini saja. Mesra-mesraan sana sama Pak Rei."
"Jahat banget, sih ...." Gita melepas pelukannya seraya memanyunkan bibirnya kepada Ririn.
"Sudah, ya ... aku pulang dulu. Kasihan suamiku pasti sedang menunggu-nunggu istri tercintanya. Kami mau minum suplemennya biar mesra seharian." Ririn mengerlingkan mata genit. Gita ingin muntah dengan kelakuan menjengkelkan temannya itu. "Selamat berjuang biar berhasil dibobol ...." Ia kembali menggoda Gita sebelum pergi membawa minuman yang salah Gita ambil.
"Ah!" Gita kembali gusar di atas kasurnya. Sejak semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan kejadian itu. Rei yang selalu terbayang-bayang di otaknya, membuat dirinya memiliki hasrat yang aneh. Sangat memalukan jika ia harus mengakui menginginkan lelaki itu sepanjang hari.
*****
Sambil menunggu update selanjutnya, bisa mampir dulu ke sini 😘
__ADS_1