PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
AKHIRNYA SALLY MENGGETAHUINYA.


__ADS_3

Tidak mau jika dia akan mendapat resiko besar karena terkena amukan dari Sally nanti, ia pun akhirnya menghindari adanya masalah jika dirinya memilih diantara mereka berdua untuk ia ajak pulang bareng, jadi keputusan yang paling tepat untuk dia ambil adalah pulang sendiri


Karena itu lebih aman.


" Akan lebih baik jika aku pulang sendiri saja. Dan naik bis ini ketimbang aku harus pulang bareng sama mereka, tapi yang ada aku malah akan mendapat masalah lagi, lantaran gak akan mungkin jika aku tidak akan mendapat amukan dari Sally nanti, jadi keputusanku inilah yang paling tepat!


Ucap Putri yang bisa merasa sangat lega. Setelah dia berhasil kabur dari dua Pria yang sangat menjengkelkan itu.


Dan tanpa Putri sadari ternyata diam-diam Sally telah membuntutinya dari belakang. Setelah Sally melihat Putri yang menaiki bis tadi, sedangkan Sally yang menaiki mobil yang berwarna hitam tidak membuat Putri pun bisa mengenali jika mobil yang ada dibelakang bis ini adalah adalah mobil yang sedang ditumpangi oleh Sally.


"Pak cepat'kan sedikit kenapa, aku tidak mau kehilangan jejak gadis itu jadi saya minta tambah laju kecepatannya?" pinta Sally yang berbicara pada supir pribadinya.


"Baik Non saya akan tambah laju kecepatannya,"jawab Supir yang kemudian menambah kecepatannya.


"Aku sudah gak sabar lihat kediaman dari gadis cupu itu. Dan aku juga sudah tidak sabar sekali untuk menertawakannya nanti. Dan kira-kira seperti apa ya reaksi si cupu itu?" batin Sally dengan tersenyum sinis.


Dan perjalanan Putri pun akhirnya telah sampai juga di kediamannya. Setelah membayarkan pada sang kernet, Putri pun akhirnya bergegas turun dari bis. Segera dia pun masuk kedalam kediamannya tanpa melihat -lihat sisi luar terlebih dahulu.


Sally yang pada saat itu sedang memperhatikannya dari kejauhan dia pun di buat sangat terkejut, lantaran dia melihat sendiri dimana Putri yang turun dari jalan sekaligus kediaman seseorang yang dia sangat kenal.


"Tunggu, kenapa si cupu itu turun disini? Ini kan kediamannya om Putra. Dan kenapa juga dia memasuki rumah itu, apa dia anak dari pembantu di-rumah ini?" ucap Sally yang terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, sekaligus merasa sangat penasaran sekaligus bingung.


Kemudian Bibik minah yang pada saat itu hendak akan membuang sampah didepan, Sally yang pada saat itu juga sedang melihatnya dia pun tanpa berfikir langsung memutuskan untuk turun dari mobilnya bertanya langsung kepada Bibik.


"Bibik, apa Bibik asisten rumah tangga di-rumah ini?" tanya Sally yang membuat Bibik pun memalingkan wajahnya kebelakang.


"Iya non saya asisten di-rumah ini ada apa? Siapa non kenapa non tiba-tiba tanya-tanya?"


"Bukan gitu bik tadi saya melihat Putri memasuki rumah besar ini, apa dia itu putri Bibik?"

__ADS_1


Mendengar perkataan yang dilontarkan wanita ini kepada dirinya membuat Bibik pun malah jadi tertawa. setelah mendengar pertanyaannya tersebut.


"Bibik kenapa kok malah jadi tertawa apa ada yang lucu ya?" tanya Sally yang malah jadi merasa bingung.


"Ya dimana saya tidak tertawa non, kalau pertanyaan non itu memang sangatlah lucu, Non Putri itu kan anak majikan saya bagaimana mungkin non bisa salah kaprah gini dan menganggap non Putri itu adalah Putri kandungku?"


"Jadi? Dia itu bukanlah Putri kandung Bibik, jadi Putri ... si cupu itu bukanlah Putri kandung bibik, melainkan dia adalah anak dari majikan Bibik?" tanya Sally yang merasa sangat tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Bibik barusan.


"Iya non Putri itu anak majikan saya, jadi non salah jika menganggap dia itu putriku?"


"Jadi itu artinya Putri si cupu itu, dia adalah bukan anak orang miskin, melainkan dia adalah anak dari pengusaha sekaligus Putri seorang miliader?" batin Sally yang sangat tidak percaya, bahkan setelah mendengarnya tubuhnya pun seketika menjadi sangat lemas.


"Ini tidak mungkin?" ucap Sally yang sangat tidak percaya.


"Kenapa Non?" balas Bibik ketika mendengar perkataan Sally.


"Baik saya harus pergi!"ucap Sally yang tanpa berkata lagi, dia pun langsung bergegas masuk kedalam mobil, menyuruh supirnya untuk menjalankannya.


"Jalan pak!"pinta Sally.


"Baik non, apa non ada masalah kok muka non jadi pucat gini?"


"Saya bilang jalan bukan malah balik bertanya, apa kamu budek ya?" bentak Sally yang seketika membuat supir yang hampir seumuran papanya pun menjadi terdiam tidak berkata apa-apa lagi.


"Baik non saya akan jalankan sekarang!"


*****


"Ah sial! Jadi selama ini aku sudah dibohongi sama wanita itu. Dan berani sekali dia mempermainkan-ku seperti ini?" gertak Sally yang baru aja masuk kedalam rumahnya pada saat itu juga dia pun membanting sekaligus pemberontakan beberapa barang yang sudah tertata rapi, sebagai pelampiasan amarahnya ini.

__ADS_1


"Astaga Sally apa yang kamu lakukan, kenapa pulang-pulang kamu langsung se'marah ini. Dan merusak semua barang-barang disini ada apa?" tanya Papanya yang langsung menghampiri Sally. Dan menenangkannya.


"Pa? Ternyata selama ini kita sudah dipermainkan oleh seseorang Pa Sally tidak terima itu!"


"Dipermainkan? Dipermainkan siapa Sal, jelaskan ke Papa sekarang apa yang terjadi?"


"Apa Papa tahu gadis cupu yang beberapa minggu yang lalu telah mempermalukan kita dihadapan banyak orang? Apa Papa tahu siapa gadis itu sebenarnya?"


"Maksud kamu Gadis yang mencari masalah sama kamu di SMA itu, ada apa? Apa dia sudah membuat kamu dalam masalah lagi?"


"Bukan itu pa? Tapi dia itu bukanlah gadis yang seperti kita kira. Dia bukan anak kampung yang kita kira tapi dia itu anak dari teman Papa sendiri yaitu om Putra, dia orangnya?"


"Apa? Maksud kamu dia itu anak dari Putra Alexander Wijaya, anak pengusaha sekaligus seorang miliader itu?"


"Iya Pa!'


"Sial tapi bagaimana mungkin itu terjadi?"


"Aku sendiri juga gak tahu Pa? Aku baru tahu setelah tadi aku mengikutinya aku melihat dan lihat dengan kedua mataku sendiri, aku juga sangat tidak percaya dengan apa yang barusan aku lihat tadi?"


"Ini ada yang aneh jika dia beneran Putri dari Putra wijaya kenapa dia sampai seberani itu sama Papa. Dan apa alasan selanjutnya kenapa dia bersikap biasa dan berpura-pura baik pada kita pada pertemuan kita waktu itu?"


"Tunggu Pa? Apa jangan-jangan dia sudah mengetahui niat kita yang inggin membuat keluarganya hancur, makanya dia berpura-pura baik pada kita waktu itu?"


"Tidak! Papa rasa bukan karena itu, tapi dia berpura-pura baik. Karena dia sudah mengetahui jika Papa bukanlah orang sebaik yang kita bicarakan pada Papanya, maka karena hal itu dia bersikap manis sama kita karena dia inggin mengetahui lebih jelas asal usul kita ini?"


"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan Pa? Jika dia sampai mengasih tahu Papanya soal kita ini, maka hancurlah rencana kita untuk menguasai semua kekayaan mereka!"


"Tidak! Itu tidak boleh sampai terjadi sekarang Papa percayakan sama kamu untuk membuat dia tidak sampai berani berkata pada Papanya, sedangkan sekarang kita sudah tidak ada waktu lagi, jadi Papa harus secepatnya mengatur rencana sekarang!"

__ADS_1


"Baik Pa! Papa tenang saja Sally akan membantu Papa, bahkan kalau perlu Sally juga sudah sanggup untuk melenyapkannya. Karena jujur Sally sangat membenci wanita itu. Dan ada untungnya juga aku mengetahui siapa jati dirinya, dengan kita satu sekolah itu akan mempermudah bagiku untuk membuatnya celaka,"sahutnya yang kemudian dia pun tersenyum sinis.


BERSAMBUNG...


__ADS_2