
Setelah mendapat ijin dari bibik, Putri pun dengan segera langsung menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan laju kendaraannya. Tidak butuh waktu lebih lama akhirnya Putri pun sampai juga di Alfamart yang tempatnya tak jauh dari kediamannya Putri.
Setelah memarkirkan mobilnya Putri pun bergegas masuk kedalam Alfamart dan membeli sesuatu yang inggin dia beli.
Setelah mengambil beberapa merek makanan ringan, Putri yang mencari keberadaan susu bear brand yang ternyata hanya tinggal satu.
"Yahh tinggal satu lagi?" ucapnya yang kemudian akan mengambilnya.
Dan Putri yang inggin menggambil susu bear brand putih dia ternyata telah keduluan dengan seseorang yang pada saat itu juga hendak inggin mengambilnya.
Dan ternyata orang yang menggambil merek susu bear brand itu yang tak lain dia adalah Gibran, entah darimana datangnya tiba-tiba Gibran langsung nongol dibelakang Putri.
"Kamu?" ucap Putri yang terkejut ketika melihat Gibran.
"Yahh kamu lagi ... kamu lagi, sini itu milikku!" balas Gibran yang kemudian dia langsung merebut susu Bear brand tersebut.
"Enak saja itu milikku! Aku duluan yang mengambilnya jadi itu milikku!"balas Putri yang kemudian langsung merebut Susu Bear brand itu dari tangan Gibran.
"Lah kok kamu malah jadi nyolot sih, kan udah jelas-jelas kalau aku duluan yang menggambil, jadi itu milikku!"
"Kamu itu jadi cowok menyebalkan sekali sih, kenapa kamu gak bisa ngalah gitu sama cewek?"
"Aku bisa aja mengalah sama cewek tapi kalau ceweknya modelan seperti kamu, ngapain juga aku harus ngalah!"
"Istt dasar menyebalkan!"balas Putri yang kemudian dia pun langsung menginjak kaki Gibran. Dan langsung merebut Susu tersebut dari tangan Gibran.
"Aw ... Astaga dasar cewek gesrek berani sekali kamu injak kaki-ku? Kamu pikir kaki-ku ini barang injakan apa?"tegas Gibran dengan kesalnya.
"Bodoh!"balas Putri yang kemudian dia pun pergi menuju ke kasir.
Akan tetapi sesampainya Putri di kasir dan kemudian membayarkannya, setelah Putri yang baru aja mau keluar dia terkejut setelah melihat kehadiran Rico dan juga Nadia yang tiba-tiba datang ke Alfamart ini dengan posisi mereka yang masih didepan Alfamart ini.
"Astaga mati gue ada mereka disini? Gimana dong ini apa yang harus aku lakukan?" ucap Putri yang kemudian dia pun bergegas berlari kebelakang dan duduk bersembunyi.
Orang-orang yang melihat perilaku Putri pun seketika terkejut, bahkan Gibran yang tadinya bikin kesal dia pun ikut bingung. Akan tetapi setelah melihat kehadiran Rico, Gibran baru menyadarinya..
"Kenapa dengan itu cewek tadi galak gitu, kenapa sekarang malah jadi ketakutan gitu?"ucapnya yang kemudian Gibran pun melihat keluar pintu Alfamart.
"Mmm pantes! Kerjain ah!"ucap Gibran yang kemudian dia pun menghampiri persembunyian Putri dan kemudian meledeknya.
"Astaga rupanya disini kamu bersembunyi dari mantan kamu itu?" ucapnya sambil melihat kearah Putri.
"Apa yang kau lakukan cepat pergi gak?" pinta Putri..
"Rico ada yang mencari-mu ini?"teriak Gibran yang seketika membuat Rico menoleh kesana-kemari, sedangkan Putri yang mendengar wajah paniknya tidak bisa terhindar lagi.
"Apa yang kamu lakukan?" balas Putri yang kemudian langsung menarik tangan Gibran untuk dia ajak pergi.
__ADS_1
"Siapa tadi yang memanggilku?" tanya Rico.
"Sudahlah mungkin dia hanya iseng!"
"Tapi kok tahu nama aku juga yang disebut?"
"Sudahlah mungkin hanya kebetulan kali, buktinya gak ada kan orangnya?"
"Iya juga sih!"
"Astaga apa yang kau lakukan kenapa kamu memukulku? Sakit tau?"
"Biarin lagian siapa juga yang nyuruh untuk berteriak tadi, kamu pasti sengaja kan mau ngerjain aku, kamu pasti sengaja kan mau balas dendam sama aku?" ucapnya dengan sangat kesal.
"Astaga aku tuh bingung sama kamu? Memangnya apa sih yang kamu takutkan dari mantan kamu itu?"
Merasa tidak tega setelah melihat Putri yang kelihatannya sangat cemas dan sedikit tegang. Gibran yang memperhatikan Putri yang sedari tadi menggigit bibirnya bawahnya.
Entah perasaannya mulai muncul atau gimana, Tiba-tiba Gibran pun melepas jaket jeans yang dia gunakan dan juga melepas topinya sekaligus untuk dia pakaikan ke Putri.
"Pake ini?" ucap Gibran yang langsung memakaikan pada Putri.
"Apa ini maksudnya?" tanya Putri sedikit bingung.
"Ingat aku lakukan bukan karena aku peduli dan kasihan sama kamu? Tapi aku melakukan semua ini karena ada seseorang yang lagi jatuh hati padamu, jadi pakailah setelah ini ayo kita cabut dari tempat ini!" ajak Gibran yang kemudian dia pun membantu Putri untuk berdiri.
"Ingat jangan bersuara?"
"Baik!" ucapnya sambil menganggukkan kepala.
"Sebenarnya apa sih maksud dia melakukan semua ini?" batinnya yang merasa bingung.
"kamu gak lagi mau mengerjai-ku kan?"tanya Putri.
"Apa dari tatapan mataku ini, terlihat kalau aku sedang lagi bergurau?" balas Gibran yang terlihat serius. Putri yang mendengarnya dia hanya terdiam.
"Semoga aja dia gak lagi mempermainkan-ku, atau lagi mengerjai-ku?" batinnya yang terlihat bingung.
Kemudian dengan santai, Gibran pun mengajak Putri untuk pergi dari tempat ini, tapi tepat dihadapan Rico, Rico pun akhirnya mengatakan sesuatu setelah melihat Gibran.
"Kamu? Kamu kan anak Cenderawasih bukan? Sama siapa kamu sekarang, apa dia kekasih kesayangan kamu?"
"Iya dia memang kekasihku? Terus apa urusan kamu?" jawab Gibran yang kemudian dia pun menggenggam tangan Putri dan segera membawa pergi dari ALFAMART ini.
"Apa? Apa maksud dia berkata seperti itu?" batin Putri sedikit kesal.
"Dasar songong amat itu orang?" balas Rico yang inggin sekali menendangnya.
__ADS_1
"Sudah-sudah jangan marah-marah kenapa?"
"Dia beneran mau menolongku? Tapi siapa laki-laki yang dia maksud mencintaiku tadi?" batin Putri yang merasa bingung.
Sesampainya mereka di tempat parkir.
"Sekarang kamu udah aman, kurang baik apa aku coba mau menolong-mu dari mantan gesrek seperti dia?" ucap Gibran yang kemudian dia pun terkejut melihat ekpresi Putri yang menatapnya.
"Hey ada apa dengan tatapan kamu itu?"
"Tadi kamu bilang kalau ada orang yang mencintaiku? Terus sekarang pertanyaan-ku siapa laki-laki yang kamu maksud itu? Apa jangan-jangan laki-laki itu kamu! Apa kamu mencintaiku makanya kamu mau menolongku seperti sekarang ini?"
"Astaga pikiran kamu itu ya, siapa juga yang cinta sama kamu, GR banget sih!"
"Jadi bukan kamu?"
"Ya jelas bukanlah!"
"Oh syukurlah kalau gitu?"
"Kenapa malah syukur, apa kamu tidak tertarik sama ketampanan-ku ini? Aku kasih tahu ya di sekolah aku itu terkenal karena ketampanan-ku ini. Dan para cewek-cewek juga pada mengidolakan aku untuk jadi kekasihnya?"
"Terus apa urusanku? Buktinya kalau kamu memang terkenal karena ketampanan kamu itu dan banyak wanita yang suka padamu? Kenapa aku pada saat lihat kamu aku biasa-biasa saja tuh! Sudahlah itu tidak penting, sekarang aku mau pulang!"ucap Putri yang kemudian dia yang baru aja mau pergi, tiba-tiba Gibran pun menarik jaket belakang nya yang akhirnya membuat Putri hampir saja terjatuh. Dan gibran dengan sigap langsung menangkapnya. Dan akhirnya lagi-lagi mereka pun berpelukan.
"Kamu tuh ya suka sekali cari kesempatan dalam kesempatan seperti ini, apa kamu itu inggin sekali memelukku seperti ini, lepasin!" ucap Putri yang kemudian Gibran langsung melepasnya.
"GR banget sih! Siapa juga yang mau peluk kamu, aku itu hanya inggin itu?" sambil menunjuk jaket yang digunakan oleh Putri.
"Biar modelnya gitu, itu juga mahal lagi cepat lepaskan?"
"Dasar siapa juga yang jaket jelek kaya gini?"
"Ya elah biar jelek, ini jaket udah nolong kamu lagi?" balas Gibran.
"Ya sudah karena jaket gue udah kembali, cepat kamj pergi sana aku gak mau kalau ada temen-ku ada yang ngelihat kita?"
"Ya'elah lagian siapa juga yang mau masih ada disini, ini juga aku mau pergi?"
Baru aja Putri mau pergi dan baru aja juga dia melangkahkan kedua kakinya ke'depan, tanpa Putri sadari dari arah kiri ada seorang laki-laku yang mengendarai motor matic dengan kecepatan sangat kenyang. Dan tidak menyadari atas kehadiran Putri yang akan lewat.
Sedangkan Putri yang juga tidak menyadarinya, Gibran yang saat itu melihat ada pengendara Motor yang lewat dengan sekejap dia pun langsung menarik Putri dari belakang.
"Awas ...."teriakan Gibran yang seketika langsung menarik tangan Putri dari belakang.
Alhasil karena tidak bisa menghindarinya, Putri yang terkejut dan telah tertarik kebelakang. Dan tanpa sengaja Putri pun mengecup bibir Gibran yang pada saat itu tepat mengenai bibirnya sendiri pada saat sedang saling berhadapan.
BERSAMBUNG
__ADS_1